Anda di halaman 1dari 2

PROTAP / SPO RESUSITASI JANTUNG PARU (RJP )

NO. DOKUMEN NO.REVISI HALAMAN


00 1/1

RSU NATALIA
Jl. Teratai no.15 Pulisen- Boyolali
Telp./Fax (0276) 325302
Email:rsunataliaboyolali@gmail.com
Tanggal terbit Ditetapkan
STANDAR Direktur RSU NATALIA
PROSEDUR
OPERASIONAL (SPO)

dr. Yulika Putri Dasa Panjuis


NIK 19870710 201606 2 037
PENGERTIAN Tindakan yang dilakukan untuk mengatasi henti nafas dan henti
jantung.
.
TUJUAN Me Mencegah berhentinya respirasi dan sirkulasi
b) Memberikan bantuan eksternal terhadap sirkulasi dan
ventilasi dari korban yang mengalami henti jantung / henti
nafas melalui resusitasi jantung paru.

KEBIJAKAN
PROSEDUR . Anamnesa
Tanda-tanda kegawatdaruratan :
a) Adanya sumbatan jalan nafas
b) Adanya henti nafas
c) Adanya henti jantung
d) Adanya perdarahan
B. Langkah – langkah pertolongan
Sebelum memulai resusitasi, tindakan pertama adalah menentukan
ketidak sadaran pasien, dengan menilai respon pasien secara cepat
dengan metode AVPU.
A – alert ( sadar penuh )
V – menjawab rangsang verbal ( bicara )
P – bereaksi atas rangsang nyeri ( pain )
U – tidak memberi reaksi ( unresponsive )
PRIMARY SURVEY
 Segera lakukan primary survey yaitu deteksi cepat dan koreksi
segera terhadap kondisi yang mengancam jiwa.
Cara pelaksanaan adalah dengan memeriksa :
a. ( Airway ) / JALAN NAFAS
1. Lihat, Dengar, Raba ( Look, Listen, Feel )
b. ( Breathing ) / PERNAFASAN
c. ( Circulation ) / SIRKULASI
. Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan fisik secara lebih lengkap kita lakukan pada saat
Secondary Survey. Bila pada saat melakukan secondary survey tiba
– tiba keadaan pasien memburuk maka harus kembali melakukan
primary survey.
D. Penatalaksanaan
Penatalaksanaan lebih lanjut sesuai dengan diagnosa yang
ditemukan pada saat pemeriksaan fisik.
E. Penyuluhan

UNIT TERKAIT Unit Gawat Darurat / UGD