Anda di halaman 1dari 4

BAB V

JADWAL PELAKSANAAN DAN RENCANA LINTASAN

5.1. Jadwal Pelaksanaan

Jadwal pelaksanaan merupakan urut-urutan kegiatan mulai dari tahap awal

atau persiapan hingga tahap akhir, dimana semua kegiatan telah disusun dengan

rapi dan sesuai urutan. Jadwal pelaksanaan disusun dengan tujuan mempermudah

dalam pelaksanaan tugas akhir, sehingga peneliti dapat menyelesaikannya dengan

sistematis dan tepat pada waktunya. Jadwal kegiatan penelitian tugas akhir ini

dirancang dalam bentuk bar – chart pada Tabel 5.1.

Tahapan penelitian yang pertama adalah tahap Pendahuluan yang meliputi

studi pustaka yang dilakukan secara terus menerus selama penelitian berlangsung,

kemudian pengerjaan peta dasar, dan perijinan. Kemudian setelah pendahuluan

selesai dilanjutkan dengan pemetaan awal yang terdiri dari observasi singkapan,

gambaran geologi secara umum, penyusunan usulan tugas akhir, konsultasi

usulan tugas akhir, dan ujian usulan tugas akhir. Tahapan berikutnya berupa

pemetaan rinci yang terdiri dari pendetailan lokasi pengamatan, pemerian dan

pengukuran aspek geologi, dan pengambilan sampel batuan. Pada pemetaan rinci

tersebut juga mencakup Pekerjaan lapangan yang terdiri dari identifikasi

geomorfologi, identifikasi stratigrafi, identifikasi struktur geologi, identifikasi

sejarah geologi, dan identifikasi geologi lingkungan. Setelah dilakukan pekerjaan

lapangan kemudia dilakukan pekerjaan studio yang terdiri dari analisis

geomorfologi, analisis stratigrafi, dan analisis struktur geologi. Terakhir adalah

dilakukan Pekerjaan Laboratorium berupa preparasi dan analisis fosil serta

69
sayatan tipis. Kemudian dilakukan interpretasi gambaran geologi detail dan

penyusunan laporan tugas akhir secara bersamaan, konsultasi laporan tugas akhir,

kolokium tugas akhir dan ujian tugas akhir.

Tabel 5.1. Jadwal pelaksanaan tugas akhir.

5.2. Rencana Lintasan

Rencana lintasan merupakan jalur-jalur lintasan semu yang dibuat

berdasarkan hasil dari interpretasi peta geomorfologi, peta geologi dan hasil

reconnaissance yang sengaja diplotkan pada peta topografi oleh peneliti dengan

tujuan agar dapat dikumpulkan data geologi sebanyak mungkin sebagai dasar

penggambaran peta geologi (Gambar 5.1). Selain itu, peta rencana lintasan

(lampiran 5), mengacu kepada metode penelitian untuk mengetahui jalur mana

70
saja yang akan dilalui oleh peneliti untuk melakukan kerja lapangan (Tabel 5.2),

sehingga mempermudah peneliti dalam melakukan observasi lapangan secara

teliti dan detail.

Gambar 5.1. Peta rencana lintasan daerah penelitian.

71
Tabel 1 Pemerian dan fungsi lintasan

72