Anda di halaman 1dari 2

MENGELOLA LINGKUNGAN EKSTERNAL DAN BUDAYA ORGANISASI

Identitas Kelompok : 1. Arga Viko Prasatya Adi


2. Debora Eliana
3. Galih Ariya Pambudi
4. Muhammad Rizky Al Ayyubi
5. Safirah Ulya Bindari

Nama Organisasi : Harmoni Swalayan Ceger

Metode Pengamtan : Pengamatan Langsung

Kesimpulan :

Budaya Kuat:

 Mengambil dan memilih barang terlebih dahulu kemudian membayarnya.


 Pelayanan cepat.
 Para pegawai ramah.
 Tempat yang luas dan rapi.

Budaya Lemah:

 Pegawai hanya memiliki sedikit pengetahuan tentang sejarah dan pahlawan


organisasi.

Pendapat:

Menurut kami, di dalam sistem operasional Harmoni Swalayan, setiap pegawai


mampu memberikan sistem 5S. Pegawai juga tidak membeda-bedakan pengunjung yang
datang, mereka melayani tanpa membeda-bedakan setiap pengunjung. Pegawai juga tanggap
ketika pengunjung membutuhkan informasi terkait barang-barang yang tersedia maupun yang
dibutuhkan.

Selain itu juga, para pegawai Harmoni Swalayan terlihat kompak untuk saling
membantu satu sama lain tetapi antar mereka tidak lupa untuk bertanggungjawab dengan
tugasnya masing-masing. Para pegawai juga memakai seragam untuk menunjukkan identitas
tempat mereka berkerja yaitu Harmoni Swalayan.
Para pegawai Harmoni Swalayan tidak luput dari budaya lemah juga, yaitu, mereka
hanya memiliki sedikit pengetahuan tentang sejarah dan pahlawan organisasi. Namun, untuk
secara keseluruhan, penilaian kami mengenai hal ini, Harmoni Swalayan sudah menerapkan
budaya kuat dalam organisasinya.