Anda di halaman 1dari 6

BAB V

PEMELIHARAAN (MAINTENANCE)

Pemeliharaan adalah suatu kombinasi dari berbagai tindakan yang dilakukan untuk
menjaga suatu barang, atau memperbaiki sampai mencapai suatu kondisi yang bisa diterima,
Demikian pula halnya dengan perusahaan pabrik, dimana pimpinan perusahaan pabrik
tersebut akan selalu berusaha agar fasilitas maupun peralatan produksinya dapat dipergunakan
sehingga kegiatan produksinya berjalan lancar. Maintenance dapat diartikan sebagai kegiatan
untuk memelihara atau menjaga fasilitas maupun peralatan pabrik dan mengadakan perbaikan
atau penyesuaian maupun penggantian yang diperlukan agar diperoleh suatu keadaan operasi
produksi yang memuaskan sesuai apa yang telah direncanakan

5.1. Upaya Pemeliharaan


Berikut adalah upaya yang di lakukan dalam pemeliharaan, antara lain :

1. Pemeliharaan Pencegahaan (Preventive Maintenance)


Pemeliharaan pencegahaan adalah pekerjaan yang dilakukan untuk men cegah keasuan
pada peralatan seperti :
a. Pelumasan
Pelumasan memiliki peranan penting dari semua pemeliharaan, oleh kerna itu
cara pelumasan dan penentuan jenis minyak agar benar-benar dilakukan dengan
baik dan benar.

b. Pembersihan
Pembersihan peralatan pabrik bagian luar, lantai bahwa lantai atas, tanga-
tangga, tiang-tiang, dinding dan parit dilakukan setiap hari. Pembersihan bagian
dalam alat-alat pengolahaan seperti : Rebusan, theresser, Digester, Presen, Covveyor,
dan peralatan lainnya.

87
c. Pemeriksanaan
Pemeriksanaan sangatlah diperhatikan dengan teliti untuk mengantisipasi
kerusakaan pabrik pada saat melakukan proses seperti :
- Pemeriksaan baut-baut yang longgar pada peralatan seperti : Scrapper Conveyor,
Lori, Timbangan, dilakukan setiap hari. Bila terjadi kelainan segera dilakukan
perbaikan.
- Pemeriksanaan bagian dalam peralatan dilakukan setiap minggu setelah
dilakukan pembersihan dan jika ditemukan kelainan segra dilakukan perbaikan.
- Pemeriksanaan saringan-saringan uap, tabung kondensat, dilakukan setiap hari.
- Pemeriksaan kebocoran minyak, air dan uap pada peralatan pengolahaan seperti :
Kran, pipa, dan Pompa dilakukan setiap hari juga.
- Pemeriksaan paking pintu rebusan dan sambungan pipa dilakukan setiap hari.
Penggantian paking dilakukan sesuai dengan kebutuhan.

d. Penyetelan Rantai
Penyetelan rantai pada alat yang digunakan dalam PKS harus melalui dan
menggunakan syarat yaitu :
- Poros kedua roda gigi harus sejajar dan segaris.
- Ketegangan rantainya sekitar 3 mm.
- Perhatikan agar keasuan pen rantai tidak terlalu panjang sehingga rantai tidak
duduk pada gigi.

2. Perbaikan kecil (Reparasi).


Hal-hal yang harus diperhatikan pada perbaikan kecil adalah :
a. Komponen pengganti harus sesuai
b. Meletakkan komponen yang diperbaiki pada tempat yang bersih.
Pada Perbaikan kecil ini PKS Pagar Merbau tidak semua diperbaiki di PKS, ada beberapa
perbaikan yang menggunakan tenaga diluar PKS atau dibawa ke bengkel- bengkel di
sekitaran kota medan.

88
3. Perbaikan besar (revisi)
Perbaikan besar dilakukan sesuai dengan jadwal menurut buku petunjuk peralatan. Hal-
hal yang perlu diperhatikan dalam perbaikan besar yaitu :
a. Peralatan dibersihkan terlebih dahulu sebelum dibongkar.
b. Semua komponen dibuka, disusun rapi pada tempat yang bersih untuk dapat
dilakukan penelitian bagian-bagian yang aus dan yang akan diganti.
c. Seluruh bantalan (bearing) harus diganti dengan yang baru.
d. Semua paking dan seal harus diganti dengan baru.
e. Mur dan baut pengikat komponen bagian dalam seluruhnya diganti dengan yang
baru.
f. Pelumas dan saringan, seluruhnya diganti dengan yang baru.
g. Setelah perbaikan selesai diadakan uji coba mulai dari beban nol hingga beban
penuh.

89
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN

6.1. Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang kami peroleh xselama praktek kerje lapangan di PKS Pagar
Merbau PTPN II adalah sebagai berikut :
1. Pabrik Kelapa sawit (PKS) Pagar Merbau adalah salah satu pabrik pengolahan Kelapa
Sawit menjadi minyak sawit (Crude Palm Oil) dan Inti Sawit ( Palm Karnel).

2. Pada prinsipnuya prosedur pengolahaan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit
menjadi minyak dan inti sawit pada PKS Pagar Merbau dapat dibagi atas 6 proses
dan 3 tahap proses pendukungnya yaitu :
a. Tahapan Proses
1. Stasiun Penerimaan Buah (Fruit Reception Station)
2. Stasiun Perebusan (Sterilizer Station)
3. Stasiun Kempa (Pressing Station)
4. Stasiun Penebah (Therssing Station)
5. Stasiun pemurnian Minyak (Clarifcation Station)
6. Stasiun Pabrik Biji (Kernal Station)
b. Tahap Fasilitas Pendukung
 Stasiun Pengolahan Air (Water Treatment)
 Stasiun Kamar Mandi (Power Plan)
 Stasiun Ketel Uap (Boiler)

3. Utilitas yang terdapat pada Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PTPN II Pagar Merbau adalah
sebagai berikut :
 Bengkel Pemeliharan Pabrik.
 Laboratorium.
 Unit Pengolahaan Limbah.

90
4. Dari pengamatan kami selama mengikuti Praktek Kerja Lapangan (PKL) di PKS Pagar
Merbau kami mengambil kesimpulan :
a. Mutu hasi pengolahan sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti :
 Mutu TBS kelapa sawit dari lapangan.
 Proses perebusan dengan tekanan yang cukup dan waktu yang tepat.
 Perlakukan terhadap TBS selama proses pengolahaan di pabrik.
 Kondisi peralatan pabrik.
 Pengawasan melalui laboratorium yang terus menerus terhadap hasil pengolahan
pabrik.
b. Kapasitas pabrik dipengaruhi oleh :
 Jumlah TBS yang diterima pabrik.
 Lancarnya peralatan pendukung proses pengolahaan, sehingga tidak sering terjadi
gangguan (staknasi) pada saat pengolahaan.
 Aktivitas karyawan dan pengawasan kerja oleh mandur dan assisten pengolahan
maupun assiten teknik dalam mendukung peralatan yang siap setiap saat operasi.

Keselamatan kerja(K3) adalah usaha untuk mencegah terjadinya kecelakaan pada saat
proses pengolahaan berlangsung.

6.2. Saran
Dari hasil pengamatan Praktek Kerja Lapangan berlangsung kami memberikan saran
terhadap semua kegiatan pengolahan yang berlangsung di PKS Pagar Merbau. Saran ini
bukanlah kritikan tetapi merupakan pendapat yang bersifat membangun demi kemajuan PKS
Pagar Merbau antara lain :
1. Penggunaan alat-alat pengaman dan perlindungan kerja perlu ditingkatkan agar
keselamatan kerja terjamin.
2. Sebaiknya kebersihan lingkungan di PKS terlebih di loading ramp lebih dijaga dan
diperhatikan.
3. Setiap proses produksi harus lebih diawasi pelaksananya agar dapat menghasilkan
produksi yang baik.

91
6.3. Penutup
Sesuai dengan jadwal Praktek Kerja Lapangan yang telah selesai dilaksanakan maka
penulis dapat mempelajari proses kerja dan proses pengolahaan di pabrik PKS Pagar Merbau.
Selama satu bulan penuh penulis melaksanakan Praktek Kerja Lapangan dirasakan sangat
singkat untuk mengetahui proses kerja dan pengolahaan TBS,
Semoga laporan praktek kerja lapangan ini bermanfaat bagi para pembaca terlebih
yang berjurusan teknik mesin. Sekian dan terima kasih.

92