Anda di halaman 1dari 14

Tugas Final

FARMAKOTERAPI TERAPAN

” DIABETES MELITUS”

OLEH:

NAMA : SRI HASTUTI

NIM : O1A1 14 052

KELAS : A (2014)

JURUSAN FARMASI

FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS HALU OLEO

KENDARI

2017
RESEP ASLI KASUS PASIEN DIABETES MELITUS

dr. Gusnaini Cukke, Sp.PD


SIP : -
Jl. Ahmad Yani No. 29
(0485) 21009
Kendari, 17 Juni 2017

R/ Infus RL

R/ Ambroxol

S 3 dd 1

R/ Alprazolam

S 1 dd 1

R/ Novorapid Inj

R/ Lasix 1 Amp

R/ Ranitidin Inj

R/ Furosemid

S 1 dd 1

Pro : Ny. R

Umur : 65 tahun

Alamat : Salo Jampu

KASUS:
Pasien datang kedokter dengan keluhan rasa tidak enak badan, sesak napas, batuk,
dan telah melakukan pemeriksaan radiologi di diagnosa hipertensi, memiliki
riwayat diabetes melitus, cth (gangguan jantung). Hasil pemeriksaan TD 130/60.
ASSESMENT
a. Mengenali Riwayat Pasien
No. Kriteria Keterangan

Nama : Ny. R
1. Data Pasien Umur : 65 tahun
Alamat : Jl. Salo Jampu

2. Riwayat Penyakit Riwayat penyakit Diabetes Melitus

Riwayat
3. -
Pengobatan

Keadaan Khusus
4. Lansia
Pasien

b. Skrining Resep
1. Administratif (Kelengkapan Resep)
Pada Resep
No. Uraian
Ada Tidak

Inscription

Identitas dokter:

1. Nama dokter 

2. SIP dokter 

3. Alamat dokter 

4. Nomor telepon 

Tempat dan tanggal penulisan 


5.
resep

Invocatio

Tanda resep diawal penulisan 


6.
resep (R/)

Prescriptio
7. Nama obat 

8. Kekuatan obat 

9. Jumlah obat 

Signatura

10. Nama pasien 

11. Umur pasien 

12. Alamat pasien 

13. Jenis kelamin 

14. Berat badan 

15. Aturan pakai 

Subscriptio

16. Tanda tangan/paraf dokter 

Kesimpalan:

Resep tersebut lengkap/tidak lengkap.

Resep tidak lengkap karena: Tidak ada SIP dokter, jumlah obat, kekuatan
obat dan berat badan pasien.

Cara pengatasan : dikembalikan kepada dokter penulis resep untuk


dilengkapi data pasien secara administrasi.

2. Kesesuaian Farmasetis
No. Kriteria Permasalahan Pengatasan

1. Bentuk sediaan
- -

2. Stabilitas obat
- -
3. Inkompabilitas
- -

4. Cara pemberian
- -

5. Jumlah dan aturan pakai


- -

Dosis
Nama Dosis Rekomen
No Dosis Literatur Kesimpulan
Obat Resep dasi

Infus Tergantung
1. Ringer - dari kondisi
Laktat - pasien. -

0,5 – 1
Injeksi U/kgBB/hari
2. 6 U 3x
Novorapid (MIMS, 2016 : Sesuai
sehari 200) -

25 mg/amp
Inj.
3. 1 amp (ISO, 2014 : Sesuai
Ranitidin
478)
-

20-40
mg/amp/hari
4. Inj Lasix 1 amp Sesuai -
(MIMS, 2016 :
40)

30 mg 2-3
5. Ambroxol 30 mg x/hari (MIMS, Sesuai
2016 : 65) -
3x/hari

0,5 – 1 tab/hari
6. Furosemid 1 tab/ hari (MIMS, 2106 : Sesuai -
40)
0,2-0,5 mg Ubah
Alprazola 3x/hari Tidak dosisnya
7. 1 tab/hari
m (MIMS, 2016 : sesuai sesuai
77) literatur

3. Pertimbangan Klinis
No. Kriteria Permasalahan Pengatasan

Alprazolam tidak tepat Jangan diberikan


1. Indikasi
indikasi alprazolam

Kontra
2. - -
Indikasi

3. Interaksi - -

Inj Lasix lebih tepat


Duplikasi/ Furosemid dan Inj. Lasix karena cara kerja
4. adalah obat yang sama karena obat parenteral lebih
Polifarmasi Inj. Lasix berisi furosemid. cepat dibandingkan
obat oral.

5. Alergi - -

6. Efek Samping

Reaksi obat
yang
Alprazolam dapat
merugikan Jangan diberikan
7. membahayakan kondisi
(ADR/Adverse alprazolam
pasien
Drug
Reaction)
c. Karakterastik Obat
1) Obat I (Infus RL)
Komposis : Na. Laktat 3,1 gr, NaCl 6gr, KCL0,3gr, CaCl2 0,2gr
dan air untuk inj ad 1.000 ml
Dosis : Infus IV dosis sesuai dengan kondisi psien
Pemberian Obat : Injeksi intravena
Kontra Indikasi : Hipematremia, kelainan ginjal, kerusakan sel, hati,
laktat asidosis
Peringatan : Jangan digunakan bila botol rusak, larutan keruh
atau berisi partikel
Efek samping : Panas, infeksi pada temapat penyuntikan, trombosit
vena atau flebitis yang meluas dari tempat
penyuntikan, ekstravasasi
Kategori kehamilan: -
2) Obat II (Inj. Ranitidin)
Komposis : Ranitidin HCL
Dosis : 25 mg/amp/hari
Pemberian Obat : Injeksi intravena
Kontra Indikasi : Hipersensitivitas terhadap ranitidin
Peringatan : Gangguan ginjal, hati, hamil dan laktasi
Efek samping : Perubahan hasil tes fungsi hati
Kategori kehamilan :B
3) Obat III (Inj. Lasix)
Komposisi : Furosemid
Dosis : 20-40 mg/amp/hari
Pemberian Obat : Injeksi intravena
Kontra Indikasi : Gangguan ginjal aku dengan anuria, gangguan
fungsi ginjal dan hati
Peringatan : Gangguan fungsi ginjal, wanita hamil dan
menyusui.
Efek samping : Gangguan pencernaan ringan.
Kategori kehamilan :C
4) Obat IV (Furosemid)
Komposisi : Furosemid
Dosis : 20-40 mg dosis tunggal
Pemberian Obat : Bersama makanan
Kontra Indikasi : Gangguan ginjal aku dengan anuria, gangguan
fungsi ginjal dan hati
Peringatan : Gangguan fungsi ginjal, wanita hamil dan
menyusui.
Efek samping : Gangguan pencernaan ringan.
Kategori kehamilan :C
5) Obat V (Ambroxol)
Komposisi : Ambroxol HCl
Dosis : 30 mg 2-3 tab/hari
Pemberian Obat : Bersama makanan
Kontra Indikasi : Gangguan fungsi hati dan ginjal
Peringatan : Gangguan GI, alergi pada kulit dan edema pada
wajah
Efek samping : Reaksi alergi
Kategori kehamilan :-
6) Obat VI (Novorapid)
Komposisi : Insulin aspart
Dosis : Bersifat invidual berdasarkan berat badan pasien.
Dosis lazim 0,5-1 U/kgBB
Pemberian Obat : Setelah makan
Kontra Indikasi : Hipersensitivitas, hipoglikemia
Peringatan : Dosis yang tidak adekuat atau pemberhentian terapi
secara tiba-tiba dapat mengakibatkan hiperglikemia
dan ketoadesis
Efek samping : Hipoglikemia, urtikaria, ruam kulit
Kategori Kehamilan :B
7) Obat VII (Alprazolam)
Komposisi : Alprazolam
Dosis : 0,25-0,5 mg 3x/hari
Pemberian Obat : Tanpa atau dengan makanan
Peringatan : Hindari terapi dosis tunggal pada depresi atau
kombinasi depresi-ansietas
Efek Samping : Mengantuk, amnesia, depresi dan kepala terasa
ringan
Kategori Kehamilan :D

Kesimpulan skrining resep dan hasil analisis DPR (Drug Related Problem) :

Kesimpulan dari skrining resep yang telah dilakukan ialah:

Skrining resep : Resep yang diberikan tidak lengkap secara administrasi karena tidak
mencantumkan paraf dokter, berat badan pasien, dan SIP dokter.

Dari hasil analisis Drug Related Problem terdapat polifarmasi dari obat yang diresepkan
dokter yaitu Inj. Lasix dan furosemid. Dan juga ada obat yang tidak tepat indikasi dengan
pasien yaitu aprazolam.
OBAT REKOMENDASI APOTEKER

dr. Gusnaini Cukke, Sp.PD

SIP : -

Jl. Ahmad Yani No. 29

(0485) 21009

Kendari, 17 Juni 2017

R/ Infus RL

R/ Novorapid Inj

R/ Lasix 1 Amp

R/ Ranitidin Inj

R/ Ambroxol

S 3 dd 1

Pro : Ny. R

Umur : 65 tahun

Alamat : Salo Jampu


PENYERAHAN DAN PEMBERIAN INFORMASI OBAT/PIO,
KOMUNIKASI INFORMASI EDUKASI/KIE, DAN KONSELING

No. Kriteria Informasi Isi Informasi

- Cairan RL (Ringer Laktat)


1. Nama Obat - Inj. Lasix
- Inj. Ranitidin
- Ambroxol
- RL : untuk mengembalikan keseimbangan cairan dalam
tubuh pasien
Kegunaan obat/out - Inj. Novorapid : untuk mengatasi diabetes melitus pasien
2. come terapi yang - Inj. Lasix : untuk mengobati hipertensi yang diderita pasien
diharapkan - Inj. Ranitidin : untuk mengatasi gangguan GI yang
mungkin terjadi selama pengobatan
- Ambroxol : untuk mengatasi batuk yang diderita pasien
- RL : sesuai kondisi pasien
- Inj. Novorapid : 6 U/3x sehari
3. Aturan pakai - Inj. Lasix : 1 amp/hari
- Inj. Ranitidin : 1 amp/hari
- Ambroxol : 3x1 tab/hari
- Inj. Novorapid : pagi dan siang sesudah makan dan
malam hari sebelum tidur
4. Waktu minum obat - Inj. Lasix : siang hari
- Inj. Ranitidin : pagi hari
- Ambroxol : pagi, siang dan malam sesudah makan

MONITORING DAN EVALUASI


Hal-hal yang perlu monitoring dari pasien yaitu :
a. Pantau tekanan darah dan gula darah pasien
b. Pantau gejala yang dialami berukurang atau tidak
c. Pantau kepatuhan pasien minum obat
d. Pantau efek samping yang mungkin dialami oleh pasien

KIE (Konseling, Informasi dan Edukasi)


Konseling
Adapun hal-hal yang perlu ditanyakan dalam konseling pada kasus ini adalah:
1. Apakah dokter menjelaskan tentang obat anda ?
2. Apakah dokter menjelaskan cara penggunaan obat anda ?
3. Apakah dokter menjelaskan harapan setelah anda meminum obat ?

Informasi dan Edukasi


Informasi dan edukasi yang harus diberikan kepada pasien yaitu :
a) Pemberian informasi mengenai faktor-faktor pencetus hipertensi
b) Pemberian informasi tentang hal-hal yang harus dilakukan jika terjadi
hipertensi.
c) Pemberian informasi tentang efek samping obat.
d) Pemberian informasi tentang cara pemakaian obat.
LAMPIRAN