Anda di halaman 1dari 9

RESUME 1

FISIKA ZAT PADAT

STRUKTUR KRISTAL

Nama : Syamina

NIM/TM : 16033043 / 2016

Kelompok : 10 ( sepuluh )

Prodi : Pendidikan Fisika A

Dosen : Drs. Hufri, M.Si

JURUSAN FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI PADANG

2019
STRUKTUR KRISTAL

A. Keadaan Kristal
Pada suhu dan tekanan yang sesuai, semua zat (berbentuk zat atau senyawa)
dapat ada dalam salah satu dari 3 wujud atau fasa yakni gas, cairan atau padatan.
Beberapa sifat padatan yang menonjol adalah bentuk dan volum yang tetap, jarak
pisah antar atom yang kecil, dan ketertiban atom/molekul.
a) Kristal merupakan susunan yang padat dari atom-atom identik yang tersusun
dalam pola yang berulang (periodik) dalam ruang 3 dimensi dengan
jangkauan yang panjang.
b) Amorf merupakan susunan yang padat dari atom-atom yang tersusun tidak
teratur.
c) Polikristal terdiri dari kumpulan kristalit yang membentuk benda padat.
Polikristal bentuknya terletak diantara kristal sempurna dan amorf.

(a) (b) (c)


Gambar 1. (a) Kristal , (b) Amorf, dan (c) Polikristal

B. Definisi Pokok
1. Kisi Kristal
Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya bahwa sebuah kristal disusun
oleh satuan-satuan struktur yang identik secara berulang -ulang yang tak hingga
didalam ruang. Untuk menggambarkan struktur kristal ini dapat
digambarkan/dijelaskan dalam istilah- istilah Lattice (kisi) dan sebuah Basis yang
ditempelkan pada setiap titik lattice (titik kisi).
 Kisi kristal : Kisi adalah sebuah susunan titik-titik yang teratur dan periodik di
dalam ruang.
 Basis : sekumpulan atom, dengan jumlah atom dalam sebuah basis dapat berisi
satu atom atau lebih.
Atau secara singkatnya adalah struktur kristal terdiri dari kisi dan basis.
Struktur kristal akan terjadi bila ditempatkan suatu basis pada setiap titik kisi
sehinggastruktur kristal merupakan gabungan antara kisi dan basis. Apabila
dinyatakan dalam hubungan dua dimensi adalah sebagai berikut:
+ =
Kisi Basis Struktur Kristal
Gambar 2. Gabungan kisi dan basis

2. Vektor Basis
Perhatikan sebuah kisi yang ditunjukkan gambar 3, dengan koordinat awal
pada titik kisi misalkan dipilih titik A. Dengan demikian vektor posisi setiap titik
pada titik kisi dinyatakan oleh;

R = n1a + n2b + n3c (1)


Di mana a, b, dan c adalah tiga buah vektor yang ditunjukkan dan (n 1 n2 n3)
adalah bilangan-bilangan bulat yang nilainya bergantung pada titik kisi.

A
Gambar 3. Vektor basis dari kisi kristal

Untuk titik D (n1 n2 n3) = (3,3,1). Ketiga vektor a,b dan c (yang tidak harus
saling tegak lurus) membentuk perangkat vektor basis untuk kisi. Dalam hal pada
mana posisi dari semua titik kisi dapat secara tepat ditentukan oleh persamaan (1)
Perangkat dari semua vektor-vektor yang dinyatakan oleh persamaan (1) disebut
vektor-vektor kisi.
3. Sel Satuan
Sel satuan merupakan bangun geometri terkecil dari suatu kristal. Oleh karena
itu kisi dapat dipandang sebagai tersusun dari sejumlah besar satuan sel yang
ekuivalen, seperti pola mosaik.
Atom-atom dalam sebuah kristal disusun dalam sebuah deretan periodik, oleh
karenanya memungkinkan untuk mengisolasi sebuah satuan sel dari berbagai jenis
kristal. Satuan sel tersebut akan merepresentasikan struktur kristal dari zat padatan
bersangkutan. Sekelompok ion-ion, atom-atom atau melekul-molekul penyusun
padatan kristal dalam satuan sel tersebut membentuk susunan berulang secara
translasi dalam arah tiga dimensi yang ditunjukan gambar.4.

c
b
a

Gambar 4. Ruang kisi disusun oleh perulangan translasi dari satuan sel

4. Sel Primitif dan Non Primitif


 Sel primitif adalah sel yang mempunyai luas atau volume terkecil. Sel primitif
dibangun oleh vektor basis biasa disebut sel satuan (unit sel).

Gambar 5. Sel primitif

 Sel konvensional (sel non primitif) adalah sel yang mempunyai luas atau volume
bukan terkecil artinya mempunyai luas atau volume yang besarnya merupakan
kelipatan sel primitif.
Gambar 6. Sel non primitif

C. Sistem Kristal dan Kisi Bravais


Satuan sel diklasifikasi dalam 14 kelas ruang kisi sesuai dengan adanya 14
kemungkinan ruang kisi yang berbeda, yang didasarkan pada bentuk parallelogram
dari satuan sel, yang disebut dengan 14 kisi Brevais.

b
a
α1 α2
α3
Gambar 7. Satuan sel parallelogram
1) Triklinik, tidak ada sumbu kisi kristal yang saling tegak lurus, interval
perulangan kisi pada ketiga arah sumbu tidak ada yang sama satu dengan yang
lainnya. Kisi kristal ini hanya terdiri dari kisi kristal triklinik sederhana (P).
2) Monoklinik, dua sumbu kristal tidak saling tegak lurus, tapi sumbu kristal ke
tiga tegak lurus pada dua sumbu yang tidak saling tegak lurus, interval
perulangan kisi pada masing-masing arah sumbu kristal tidak sama satu
dengan yang lainnya. Kisi kristal monoklinik terdiri dari kisi kristal
monoklinik sederhana (P) dan kisi kristal monoklinik pusat badan (I).
3) Orthorhombik, sumbu-sumbu kristal satu dengan yang lainnya saling tegak
lurus, tapi interval perulangan kisi pada masing-masing arah sumbu kristal
tidak sama. Kisi kristal orthorhombic terdiri dari, kisi kristal orthorhombic
sederhana (P), kisi kristal orthorhombic pusat dasar (C), kisi kristal
orthorhombic pusat badan (I), dan kisi kristal orthorhombic pusat muka (F).
4) Tetragonal, sumbu-sumbu kristal satu dengan yang lainnya saling tegak lurus,
interval perulangan kisi sepanjang dua arah sumbu adalah sama, tapi interval
perulangan pada arah sumbu ke tiga tidak sama. Kisi kristal tetragonal terdiri
dari kisi kristal tetragonal sederhana (P) dan kisi kristal tetragonal pusat badan
(I).
5) Heksagonal, dua sumbu kristal membentuk sudut 60o, semestara sumbu ketiga
tegak lurus pada dua sumbu yang membentuk sudut 60 o. Interval perulangan
sepanjang kedua sumbu yang membentuk sudut 60o adalah sama, tapi interval
perulangan pada sumbu ketiga tidak sama.
6) Trigonal yang sering disebut Rhombohedral, Sudut dari masing-masing
pasangan sumbu kristal adalah sama tapi tidak 90o, interval perulangan
sepanjang ketiga arah sumbu kisi kristal adalah sama.
7) Kubus, sumbu-sumbu kristal satu dengan yang lainnya saling tegak lurus dan
interval perulangan kisi pada ketiga arah sumbu adalah sama. Kisi kristal
kubus terdiri dari kisi kristal kubus sederhana (P), kisi kristal kubus pusat
badan (I), dan kisi kristal kubus pusat muka (F).
KEPUSTAKAAN

Aprilia,Annisa, dkk. 2012. Struktur Kristal Zat Padat : Pengantar Fisika material.
Universitas Padjadjaran.

Darmawan, dkk. 1997 . Fisika Zat Padat. Jakarta : Universitas Terbuka.

Wierdartun. Pendahuluan Fisika Zat Padat. [slide share] diakses pada 3 Februari 2017
LATIHAN :

1. Ilustrasikanlah struktur dari kristal 2 dimensi !


Jawaban :

Keterangan : T adalah vektor translasi

A,B,C adalah atom penyusun atom

a1 adalah jarak antar atom

2. Jelaskanlah :
a. Apa yang dimaksud dengan operasi simetri?
b. Operasi simetri apa yang harus dimiliki setiap kristal?
c. Suatu benda diketahui memiliki simetri rotasi 900, apa artinya?
Jawaban :
a. Operasi simetri adalah satu tindakan yang apabila dilakukan pada benda yang
memiliki simetri tersebut menghasilkan suatu keadaan baru yang tidak dapat
dibedakan dari keadaan sebelumnya.
b. Setiap kristal atas defenisinya harus memenuhi operasi translasi.
c. Setelah rotasi 900 diadakan pada benda diperoleh keadaan baru yang sama
dengan keadaan sebelum operaso simetri tersebut diadakan.

3. Gambarkanlah sel primitif sebuah kisi dengan menggunakan metoda wigner-seitz !


Jawaban :
Cara menentukan sel primitif (metoda wigner–seitz) :
a. Ambilah salah satu titik kisi sebagai acuan (biasanya di tengah)
b. Titik kisi yang anda ambil sebagai acuan dihubungkan dengan titik kisi terdekat
disekitarnya.
c. Di tengah-tengah garis penghubung, buatlah garis yangtegak lurus terhadap
garis penghubung.
d. Luas terkecil (2 dimensi) atau volume terkecil (3 dimensi) yang dilingkupi oleh
garis-garis atau bidang-bidang ini yang disebut sel primitive Wigner-Seitz.