Anda di halaman 1dari 7

RANGKUMAN PENDAHULUAN

UNTUK MEMENUHI TUGAS BAHASA INDONESIA

NAMA ANGGOTA :

Uswatun Hasanah (361841311104)


Rival Rynaldi (361841311108)
Firda Lailani (361841311112)
Ulul Fajar Fathoni (361841311115)
Ahmad Agung H.M (361841311127)

POLITEKNIK NEGERI BANYUWANGI


TAHUN AJARAN 2018/2019
AGRIBISNIS
A. Kedudukan dan Fungsi Bahasa

Di Indonesia tumbuh dan berkembang dengan beragam bahasa , sebagian


besar bangsa Indonesia menguasai dan menggunakan beberapa bahasa sekaligus.
Setiap bahasa yang ada di Indonesia perlu diletakkan dalam kedudukan tertentu dan
dalam kedudukan itu memiliki fungsi tertentu pula . Bahasa bahasa di Indonesia di
kelompokkan menjadi 3 bagian yaitu , bahasa persatuan dan bahasa negara , bahasa
daerah serta bahasa asing . Bahasa Indonesia di tetapkan sebagai bahasa persatuan
melalui sumpah pemuda tahun 1928 sedangkan bahasa indonesia sebagai bahasa
negara di kukuhkan pada tahun 1945 .

1. Bahasa Nasional dan Bahasa Negara

Bagi bangsa Indonesia , bahasa indonesia memiliki kedudukan yang sangat


penting .
Sebagai bahasa persatuan , bahasa Indonesia memiliki fungsi sebagai lambang
kebanggaan dan identitas nasional . Sebagai bahasa negara , bahasa Indonesia
di gunakan di penyelenggaraan negara . Bahasa negara juga berfungsi sebagai
bahasa pengantar di dunia .

2. Bahasa Daerah
Bahasa daerah adalah bahasa-bahasa suku bangsa di Indonesia . Bahasa daerah
berfungsi sebagai lambang kebanggaan dan lambang identitas daerah , dalam
hubungannya dengan fungsi bahasa Indinonesia , bahasa daerah merupakan
pendukung bahasa indonesia . bahasa daerah merupakan bahasa pengantar
pada tingkat permulaan di tingkat sekolah dasar di daerah tertentu untuk
memperlancar proses pengajaran .

3.Bahasa Asing
Bahasa asing memiliki fungsi sebagai alat perhubungan antar bangsa dan
sarana pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi modern untuk pembangunan
nasional . bahasa asing sesungguhnya hanya melengkapi fungsi bahasa indonesia
yang juga di kembangkan menjadi sarana serupa .

B. Bahasa Indonesia Baku


Bahasa Indonesia tumbuh dan berkembang dalam masyarakat yang multikultural .
Bahasa indonesia mempunyai banyak varian dikarenakan perbedaan daerah
penggunaan atau akibat kelompok sosial penggunanya . perbedaan varian dapat
dijadikan ciri dari mana penutur berasal di sisi lain hal dapat mengganggu interaksi
sosial antar kelompok yang menggunakan bahasa indonesia . oelh karena itu di
perlukan bahasa indonesia yang baku .

Bahasa indonesia baku adalah inti semua varian bahasa yang dapat diterima oleh
penutur semua dialek bahasa indonesia . dalam istilah ilmu bahasa disebut inti
bersama .
Untuk menyebut orang tua laki-laki , dalam bahasa A : babe, abah, bapak ; bahasa B:
abah, bapa, bapak ; bahasa C : bapa, rama, bapak , dengan demikian bapak lah yang di
anggap bauk .

Dengan bahasa indonesia baku , anda dapat berinteraksi dengan teman anda dari
daerah manapun . oleh karena itu pemerintah selalu mengupayakan penggunaan
bahasa baku , dalam ejaan , kosa kata maupun tata bahasa , agar komunikasi antara
orang daerah satu dengan daerah lain di Indonesia berjalan lancar tanpa ada salah
pengertian .

Dengan memilih inti dari varian bahasa indonesia . Bahasa indonesia baku memiliki 2
keunggulan pertama , jangkauan wilayah penggunaan maksudnya bahasa indonesia
baku dapat di gunakan di wilayah yang sangat luas jangkauannya. kedua , waktu
penggunaan maksudnya adalah bahasa indonesia baku dapat digunakan dalam kurun
waktu yang relatif lama , artinya walaupun sudah di buat 10 tahun lalu dokumen
bahasa indonesia baku masih bisa di pahami oleh pembaca saat ini maupun masa yang
akan datang .

Selain keunggulan tadi masih ada beberapa ciri lain , yaitu pertama dinamis artinya,
kaidah bahasa indonesia relatif tetap serta tidak berubah setiap saat . meskipun
demikian bahasa indonesia terus berkembang , maka kaidah bahasa indonesia harus
berlaku juga unsur bahasa yang baru muncul itu.

Kedua, cendekia artinya , bahasa indonesia baku mencerminkan cara berfikir yang
teratur , logis dan sistematis untuk menyampaikan gagasan , bahasa indonesia baku
dapat digunakan untuk menyampaikan isi secara teratur , logis dan dinamis .

Penggunaan bahasa indonesia baku bukan berarti melarang penggunaan bahasa


indonesia yang tidak baku .bahasa indonesia baku punya ranah penggunaannya
sendiri , begitu juga dengan penggunaan bahasa tidak baku kita menggunakan bahasa
indonesia ketika untuk berbicara di tingkat nasional atau dengan orang dari daerah
lain .

Jika forumnya tidak resmi kita boleh menggunakan bahasa indonesia tidak baku ,,
yang penting penggunaan bahasa indonesia harus sesuai kontak dan situasi

C. Kerangka konseptual , visi , dan tujuan


1. PEBELAJARAN BAHASA INDONESIA

Konsep nasionalisme di Indonesia dibangun oleh pendiri bangsa atas dasar atau fondasi
bahasa, bukan fondasi ras/etnis atau agama. Tidak ada satu agama yang dijadikan fondasi
berdirinya bangsa Indonesia.
Keberadaan bahsa Indonesia sebagai pemersatu bahasa di Indonesia patut disyukuri oleh
bangsa Indonesia dan bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, dengan menggunakan bahasa
Indonesia yang baik dan benar dengan lisan maupun tulisan.
Penyelenggaraan mata kuliah bahasa Indonesai di perguruan tinggi mengupayakan
peningkatan sivitas akademik agar mampu menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas
permasalahan hilangnya fungsi bahasa Indonesia di masyarakat.
Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara membawa konsekuensi bahasa Indonesia
harus mampu mengemban tujuan nasional negara Indonesia. Dalam mengemban tujuan
negara masyarakat Indonesia apalagi yang terdidik harus dan mampu menggunkan bahasa
Indonesia dengan baik dan jelas serta dapat menjelaskan, menerapkan, mengevaluasi, dan
menciptakan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta seni (ipteks).
Implementasi bahasa Indonesia secara khusus bertujuan untuk menciptakan sivitas akademik
yang terampil memproduksi dan menggunakan teks sesuai dengan tujuan dan fungsi
sosialnya. Oleh karena itu, teks dipandang sebagai satuan bahasa yang bermakna secara
kontekstual, dan materi ajar bahasa Indonesia dan disajikan dengan prinsip pembelajaran
berbasis teks.
Dalam buku Bahas Indonesia Wahana Ilmu Pengetahuan (2013), dinyatakan:
Pembelajaran bahasa Indonesia bebasis teks dilaksanakan dengan menerapkan
prinsip bahwa (1) bahasa hendaknya dipandang sebagai teks, bukan semata-mata
merupakaan kumpulan kata-kata atau kaidah-kaidah kebahasaan (2) penggunaan
bahasa merupakan proses pemilihan bentuk-bentuk kebahasaan untuk
mengungkapkan makna, (3) bahasa bersifat fungsional, yaitu penggunaan bahasa
tidak pernah dapat dilepaskan dari konteksi karena bentuk bahasa yang digunakan
itu mencerminkan ide, sikap, nilai, dab ideologi penggunaannya, dan (4) bahasa
merupakan sarana pembentukan kemampuaan berpikir manusia dan cara berpikir
seperti itu

direalisasikan melalui struktur teks. (Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan,2013)


Dalam setiap teks terdapat struktur tersendiri yang satu sama lain berbeda. Sementara itu, di
dalam struktur teks tergambar struktur berpikir. Dengan demikian, makin banyak jenis teks
yang dikuasai sivitas akademik, makin banyak pula jenis teks struktur berpikir yang dapat
digunakan. Dengan cara itu sivitas akademik dapat mengkonstruksi ilmu pengetahuannya
melalui kemampuan mengobservasi, mempertanyakan, mengasosiasikan, menganalisis, dan
menyajikan hasil secara saintik.
Visi untuk memicu dan memacu pengembangan fungsi bahasa Indonesia sebagai penghela
dan pembawa ilmu pengetahuan di global, dengan cara (1) meningkatkan literasi berbahasa
Indonesia di kalangan sivitas akademik, (2) menigkatkan akses dan relevansi pendidikan
tinggi kalangan berbasis bahasa Indonesia, (3) menigkatkan kemampuan sivitas akademik
untuk mencari dan menemukan ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni melalui bahasa
Indonesia, dan (4) meningkatkan kesadaran sivitas akademik akan peran pentingnnya sebagai
agen transformasi pola berpikir saintifik melalui penggunaan bahasa Indonesia.
Untuk itu, pembelajran bahasa Indonesia tidak bertujuan sekedar mengantarkan mehasiswa
untuk mencapai nilai tertinggi, tetapi juga diharapkan dapat menjadi wahana untuk:
1. Menumbuhkan sikap mental sivitas akademik yang mampu mengapresiasi
nilai-nilai bahasa Indonesia sebagai simbol kedaulatan bangsa dan negara
2. Memberikan pemahaman dan penghayatan atas keberadaan bahasa Indonesia
sebagai bahasa pemersatu bangsa dan bahasa ipteks.
3. Menyiapkan sivitas akademik agar mampu menganalisa permasalahan dan
mencari solusi terhadap persoalan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara melaui pembuatan dan penggunaan teks.
4. Mengembangkan ketrampilan berkomunikasi secara akademik baik dalam bentuk
bahasa Indonesia lisan maupun tulisan demi pengembangan ipteks dlam tatanan
dunia global.

D. Kompetisi dan desain pembelajaran


Mata kuliah Bahasa Indonesia di desain sedemikian rupa sehingga dapat
menjadikan bahasa indonesia sebagai wahana mengekspresi diri dan akademik .
Desain itu dapat di gambarkan ke dalam poin poin berikut :
1. Kompetensi Inti (KI) merupakan kompetensi generik yang isinya merujuk
pada esensi tujuan pendidikan nasional , seperti yang tercantum dalam undang undang
republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 kompetensi inti mencakupi unsur nilai
spiritual , sosial , pengetahuan , dan keterampilan .
2. Kompetensi Dasar (KD) merupakan kemampuan spesifik yang isinya
mendeskripsikan kemampuan yang berkaitan subtansi mata kuliah , Bahasa Indonesia
sebagai salah satu elemen mata kuliah wajib umum.
3. Kompetinsi inti 1 dan 2 di kembangkan secara koheren dan harmonis
sebagai dampak pengiring secara filosof’s berfungsi sebagai dasar aksiologis mata
kuliah .
4. Kompetensi inti 3 dan 4 dikembangkan secara konsisten dan interaktif
sebagai dampak intruksional
5. Kompetensi inti 1,2,3 dan 4 secara bersama-sama merupakan entitas
capaian pembelajaran dalam konteks utuh . Sebagai suatu proses pencapaian tujuan
pendidikan nasioanal.
6. Kompetensi dasar di jabarkan secara utuh , koheren , dan konsisten
berdasarkan pada kerangka kompetensi inti 1,2,3 dan 4 yang kemudian dikembangkan
dalam materi kuliah .
7. Kompetensi dasar 1.1 sampai 1.3 berfungsi untuk membangun sikap
spiritual sivitas akademik terhadap keberadaan bahasa indonesia sebagai anugerah
tuhan yang maha esa .
8. Kompetensi Dasar 2.1 sampai 2.4 berfungsi untuk membangun sikap sosial
dengan cara menunjukkan perilaku jujur , responsif ,santun , tanggung jawab , peduli,
disiplin dan toleran .
9. Kompetensi Dasar 3.1 sampai 3.4 bertujuan untuk memberikan wawasan
dan pengetahuan berbahasa indonesia kepada sivitas akademik .
10. Kompetensi Dasar 4.1 sampai 4.7 bertujuan untuk memberikan
peningkatan keterampilan berpikir kritis untuk berbahasa indonesia sesuai dengan
norma bagi sivitas akademik .
Proses pembelajaran aktif dilakukan dengan menerapkan berbagai metode belajar ,
antara lain sebagai berikut :

1. Pembelajaran tematik
Metode inni bertujuan untuk mengintegrasikan pengetahuan , keterampilan , nilai ,
sikap , dan pemikiran yang kreatif .
2.Pembelajaran berbasis saintifik
Metode ini mengutamakan kaidah kaidah ilmiah , objektif , terukur , dan sistematis
dalam melakukan pengamatan , penalaran , penenmuan , pengabsahan , dan
penjelasan tentang suatu teks .
3. Pembelajaran berbasis proyek
Merupakan pembelajaranyang berorientasi proses ,relatif berjangka waktu, dan
berfokus pada masalah tertentu .
4. Pembelajaran berbasis masalah
Dengan metode ini sivitas akademik disodorkan pad suatu masalah , yang kemudian
melalui pemecahan masalah tersebut mereka dapat memperoleh keterampilan-
keterampilan baru yang lebih mendasar .
5. Pembelajaran kolaboratif
Metode pembelajaran yang didalam prosesnya sivitas akademik baik yang berasal dari
disiplin ilmu yang sama maupun dari berbagai disiplin ilmu yeng berbeda . bekerja
sama mengeksplorasi sebuah pertanyaan spesifik atau bekerja sama merancang
sebuah proyek bersama .
6. Pembelajaran Berbasis teks
Pembelajaran berbasis teks /genre mengandung makna bahwa teks beserta unsur-
unsur didalamnya menjadi bahan dasar pembelajaran

E. Pembelajaran berbasis teks

Pembelajaran berbasis teks atau bisa di sebut pembelajaran berbasis genre . Secara
sempit diartikan sebagai jenis teks dan secara luas diartikan sebagai proses sosial yang
berorientasi kepada tujuan yang di capai secara bertahap ( Martin, 1992) . Genre
merupakan proses sosial , melalui genre anggota masyarakat berkomunikasi , genre
yang berorientasi kepada tujuan digunakan masyarakat untuk melakukan sesuatu .
Dan genre di katakan bertahap karena untuk mencapai tujuannya , teks di susun dalam
tahapan tahapan (Martin & Rose, 2003:7-8) . Melalui tahapan tahapan itulah tujuan
sosial atau fungsi sosial dapat di capai . Sementara itu , teks dapat didefinisikan
sebagai satuan bahasa yang dapat dimediakan secara tulis atau lisan yang di tata
menurut struktur teks tertentu yang mengungkapkan makna secara kontekstual
(Wiratno, 2003) .teks dapat berwujud tulis atau lisan bahkan dalam multimedia teks
dapat berwujud perpaduan antara teks lisan atau tulis dan gambar/animasi/film.

1. Teks sebagai Bahan Dasar Pembelajaran


Pembelajaran berbasis teks di perrguruan tinggi merupakan kelanjutan pembelajaran
yang sama d smp/mts dan sma/ma . Fungsi sosial teks adalah tujuan teks tersebut ,
dalam proses pembelajaran , perlu ditunjukkan bahwa unsur unsur dan struktur teks di
gunakan di dalam teks untuk memenuhi fungsi/tujuan sosial teks tesebut . teks yang
berbeda juga memanfaatkan unsur unsur kebahasaan dan struktur teks yang berbeda
pula .Teks diliputi oleh dua konteks , yaitu konteks situasi dan konteks budaya .
konteks situasi merupakan konteks yang terdekat yang menyertai penciptaan teks ,
sednagkan konteks budaya lebih bersifat institusional dan global . Pada konteks yang
demikian itu lah di ciptakan dan di gunakan teks dengan ragam akademik .

2. Jenis jenis teks


Jenis teks dimaknai sebagai genre arti sempit , digolongkan menjadi genre faktual dan
genre fungsional . genre faktual adalah jenis teks yang dibuat berdasarkan kejadian di
sekitar lingkungan hidup , sedangkan genre fuiksional adalah jenis teks yang dibuat
berdasarkan imajinasi .
Genre yang di gunakan untuk menamai jenis teks itu secara keseluruhan disebut genre
makro yang berfungsi sebagai payung yang membawahi genre-genre mikro . Dengan
demikian nama genre makronya adalah editorial , dan nama genre mikro yang ada di
bawah nya adalah genre eksposisi atau diskusi .

3. Prinsip prinsip pembelajaran berbasis teks


Terdapat empat tahap yang harus di tempuh (Rose&Martin, 2012) , yaitu :
- tahap pembangunan konteks
- tahap pemodelan teks
- tahap pembuatan teks secara bersama sama
- tahap pembuatan teks secara mandiri
Keempat tahap itu berlangsung secara siklus . Setiap bab pada buku bahasa Indonesia
untuk perguruan tinggi yang diterbitkan oleh Kemendikbud ini terdapat empat
bagian , bagian A berkenaan dengan tahap pembangunan konteks , bagian B
berkenaan dengan tahap pemodelan , bagian C berkenaan dengan tahap pembangunan
teks secara bersama sama , dan bagian D berkenaan dengan tahap belajar mandiri .