Anda di halaman 1dari 10

MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA


NOMOR 05 TAHUN 2019
TENTANG
PERUBAHAN KETIGA ATAS PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN
NOMOR 77/ M-DAG/ PER/11/2016 TENTANG KETENTUAN IMPOR BAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang : a. bahwa untuk lebih meningkatkan efektivitas pelaksanaan


kebijakan impor ban, perlu melakukan perubahan
terhadap Peraturan Menteri Perdagangan Nomor
77/ M-DAG/PER/11/2016 tentang Ketentuan Impor Ban
sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan
Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 117 Tahun 2018
tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri
Perdagangan Nomor 77/ M-DAG / PER/ 11/ 2016 tentang
Ketentuan Impor Ban;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana
dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Peraturan
Menteri Perdagangan tentang Perubahan Ketiga atas
Peraturan Menteri Perdagangan Nomor
77/ M-DAG/PER/ 11/2016 tentang Ketentuan Impor Ban;

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang


Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4916);
-2

2. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang


Perdagangan (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2014 Nomor 45, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5512);
3. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2017 tentang Pengesahan
Protocol Amending the Marrakesh Agreement Establishing
the World Trade Organization (Protokol Perubahan
Persetujuan Marrakesh Mengenai Pembentukan Organisasi
Perdagangan Dunia) (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2017 Nomor 240, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 6140);
4. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2018 tentang
Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara
Elektronik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2018 Nomor 90, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 6215);
5. Peraturan Presiden Nomor 48 Tahun 2015 tentang
Kementerian Perdagangan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2015 Nomor 90);
6. Peraturan Menteri Perdagangan Nomor
08/ M-DAG/PER/2/2016 tentang Organisasi dan Tata
Kerja Kementerian Perdagangan (Berita Negara Republik
Indonesia Tahun 2016 Nomor 202);
7. Peraturan Menteri Perdagangan Nomor
77/M-DAG/PER/ 11/2016 tentang Ketentuan Impor Ban
(Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor
1704) sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir
dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 117
Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan
Menteri Perdagangan Nomor 77/M-DAG/PER/ 11/2016
tentang Ketentuan Impor Ban (Berita Negara Republik
Indonesia Tahun 2018 Nomor 1917);
8. Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 75 Tahun 2018
tentang Angka Pengenal Importir (Berita Negara Republik
Indonesia Tahun 2018 Nomor 936);
-3

9. Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 77 Tahun 2018


tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi
Secara Elektronik di Bidang Perdagangan (Berita Negara
Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 938);

MEMUTUSKAN:
Menetapkan : PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN TENTANG
PERUBAHAN KETIGA ATAS PERATURAN MENTERI
PERDAGANGAN NOMOR 77/ M-DAG/ PER/ 11/ 2016 TENTANG
KETENTUAN IMPOR BAN.

Pasal I
Beberapa ketentuan dalam Peraturan Menteri Perdagangan
Nomor 77/M-DAG/ PER/11/2016 tentang Ketentuan Impor
Ban (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor
1704) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan
Menteri Perdagangan Nomor 117 Tahun 2018 tentang
Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor
77/M-DAG/PER/ 11/2016 tentang Ketentuan Impor Ban
(Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 1917)
diubah sebagai berikut:

1. Ketentuan Pasal 3A diubah sehingga berbunyi sebagai


berikut:

Pasal 3A
(1) Impor Ban yang dilakukan oleh perusahaan pemilik
NIB yang berlaku sebagai API-P dapat dilakukan
dari negara asal atau melalui PLB.
(2) Impor Ban yang dilakukan oleh perusahaan pemilik
NIB yang berlaku sebagai API-U hanya dapat
dilakukan melalui PLB.

2. Di antara Pasal 3A dan Pasal 4 disisipkan 1 (satu) pasal,


yakni Pasal 3B sehingga berbunyi sebagai berikut:
-4

Pasal 3B
(1) Ketentuan sebagaimana diatur dalam Pasal 3A
Peraturan Menteri ini tidak berlaku bagi Impor Ban
yang tiba di pelabuhan tujuan paling lambat
tanggal 1 Maret 2019.
(2) Impor Ban sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dibuktikan dengan dokumen pabean berupa
Manifest (B.0 1.1).

3. Ketentuan ayat (2) Pasal 8 diubah, sehingga Pasal 8


berbunyi sebagai berikut:

Pasal 8
(1) Masa berlaku Persetujuan Impor sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 7 dapat diperpanjang paling
lama 30 (tiga puluh) hari.
(2) Untuk memperoleh perpanjangan masa berlaku
Persetujuan Impor sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), perusahaan harus mengajukan
permohonan secara elektronik kepada Direktur
Jenderal paling lambat 14 (empat belas) hari
kerja sebelum masa berlaku Persetujuan Impor
habis, dengan melampirkan hasil scan dokumen
asli:
a. Persetujuan Impor; dan
b. Bill of Lading (B/ L).
(3) Pengajuan permohonan sebagaimana dimaksud
pada ayat (2) hanya dapat dilakukan setelah
mendapatkan Hak Akses.
(4) Atas permohonan sebagaimana dimaksud pada
ayat (2), Direktur Jenderal menerbitkan
perpanjangan masa berlaku Persetujuan Impor
dengan menggunakan Tanda Tangan Elektronik
(Digital Signature) yang tidak memerlukan cap dan
tanda tangan basah serta mencantumkan kode QR
(Quick Response Code) paling lama 3 (tiga) hari
kerja terhitung sejak permohonan diterima secara
lengkap dan benar.
-5

(5) Dalam hal permohonan sebagaimana dimaksud pada


ayat (2) tidak lengkap dan benar, akan dilakukan
penolakan secara elektronik paling lama 3 (tiga) hari
kerja terhitung sejak permohonan diterima.

4. Ketentuan ayat (1) Pasal 13 diubah, sehingga Pasal 13


berbunyi sebagai berikut:

Pasal 13
(1) Verifikasi atau penelusuran teknis sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 11 ayat (1) dilakukan
terhadap Impor Ban, yang meliputi data atau
keterangan paling sedikit mengenai:
a. data atau keterangan di Persetujuan Impor;
dan
b. kesesuaian Sertifikat Produk Penggunaan
Tanda Standar Nasional Indonesia (SPPT SNI)
Ban dengan dokumen asal barang.
(2) Hasil Verifikasi atau penelusuran teknis
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dituangkan
dalam bentuk Laporan Surveyor (LS)
untuk digunakan sebagai dokumen pelengkap
pabean dalam penyelesaian kepabeanan di bidang
impor.
(3) LS sebagaimana dimaksud pada ayat (2) hams
memuat pernyataan kebenaran atas hasil Verifikasi
atau penelusuran teknis dan menjadi tanggung
jawab penuh Surveyor.
(4) Atas pelaksanaan Verifikasi atau penelusuran
teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1),
Surveyor memungut imbalan jasa dari importir
yang be sarannya ditentukan dengan
memperhatikan azas manfaat.

5. Ketentuan Pasal 16 diubah sehingga berbunyi sebagai


berikut:
-6

Pasal 16
(1) Perusahaan yang telah mendapatkan Persetujuan
Impor yang tidak melaksanakan kewajiban
penyampaian laporan sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 14 dikenai sanksi administratif berupa
pembekuan Persetujuan Impor.
(2) Persetujuan Impor yang telah dibekukan dapat
diaktifkan kembali apabila perusahaan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
menyampaikan laporan pelaksanaan Impor Ban
dalam jangka waktu 1 (satu) bulan sejak tanggal
pembekuan.

6. Ketentuan Pasal 18 diubah sehingga berbunyi sebagai


berikut:

Pasal 18
Sanksi administratif berupa pembekuan Persetujuan
Impor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 dan sanksi
administratif berupa pencabutan Persetujuan Impor
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ditetapkan oleh
Direktur Jenderal.

7. Ketentuan Pasal 18A diubah sehingga berbunyi sebagai


berikut:

Pasal 18A
Perusahaan yang telah dikenai sanksi administratif
berupa pencabutan Persetujuan Impor sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 17 dapat mengajukan kembali
permohonan Persetujuan Impor berikutnya paling singkat
1 (satu) tahun sejak tanggal pencabutan.

8. Ketentuan dalam Lampiran Peraturan Menteri


Perdagangan Nomor 77/ M-DAG/ PER/ 11 / 2016 tentang
Ketentuan Impor Ban (Berita Negara Republik Indonesia
Tahun 2016 Nomor 1704) diubah sehingga menjadi
sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang
merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan
Menteri ini.
-7

Pasal II
Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal
diundangkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan


pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya
dalam Berita Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 30 Januari 2019

MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA,

ttd.

ENGGARTIASTO LUKITA

Diundangkan di Jakarta
pada tanggal 1 Februari 2019

DIREKTUR JENDERAL
PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
REPUBLIK INDONESIA,

ttd.

WIDODO EKATJAHJANA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2019 NOMOR 74

Salinan sesuai dengan aslinya


Sekretariat Jenderal
Kementerian Perdagangan
7. Kepala Biro Hukum,
SEKRE
JENOF •

4 SRI HARIYATI
LAMPIRAN
PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 05 TAHUN 2019
TENTANG
PERUBAHAN KETIGA ATAS PERATURAN MENTERI
PERDAGANGAN NOMOR 77/M-DAG/PER/ 12/2016 TENTANG
KETENTUAN IMPOR BAN

DAFTAR BAN YANG DIBATASI IMPORNYA

No. Pos Tarif/HS Uraian Barang

40.11 Ban bertekanan, baru, dari karet.

1 4011.10.00 - Dari jenis yang digunakan untuk kendaraan bermotor


(termasuk station wagon dan mobil balap)
4011.20 - Dari jenis yang digunakan untuk bus atau lori:
2 4011.20.10 - - Dengan lebar tidak melebihi 450 mm
3 4011.20.90 - - Lain-lain
4 4011.40.00 - Dari jenis yang digunakan untuk sepeda motor
5 4011.50.00 - Dari jenis yang digunakan untuk sepeda roda dua
6 4011.70.00 - Dari jenis yang digunakan untuk kendaraan dan
mesin pertanian atau kehutanan
4011.80 - Dari jenis yang digunakan untuk kendaraan dan
mesin konstruksi, pertambangan atau industri:
- - Memiliki ukuran pelek tidak melebihi 61 cm:
7 4011.80.11 - - - Dari jenis yang digunakan pada traktor, mesin dari
pos 84.29 atau 84.30, forklift, wheel-barrow atau
kendaraan dan mesin industri lainnya
8 4011.80.19 - - - Lain-lain
4011.63 - - Memiliki ukuran pelek melebihi 61 cm:
9 4011.80.21 - - - Dari jenis yang digunakan pada traktor, mesin dari
pos 84.29 atau 84.30, forklift atau kendaraan dan
mesin industri lainnya
10 4011.80.29 - - - Lain-lain
- Lain-lain:
11 4011.90.10 - - Dari jenis yang digunakan untuk kendaraan dari Bab
87
12 4011.90.20 - - Dari jenis yang digunakan pada mesin dari pos 84.29
atau 84.30
13 4011.90.30 - - Lain-lain, dengan lebar melebihi 450 mm
2

14 4011.90.90 - - Lain-lain
40.13 Ban dalam, dari karet.
4013.10 - Dari jenis yang digunakan untuk kendaraan bermotor
(termasuk station wagon dan mobil balap), bus atau lori:
- - Dari jenis yang digunakan untuk kendaraan
bermotor (termasuk station wagon dan mobil balap):
15 4013.10.11 - - - Cocok dipasang pada ban dengan lebar tidak
melebihi 450 mm
16 4013.10.19 - - - Cocok dipasang pada ban dengan lebar melebihi
450 mm
- - Dari jenis yang digunakan untuk bus atau lori:
17 4013.10.21 - - - Cocok dipasang pada ban dengan lebar tidak
melebihi 450 mm
18 4013.10.29 - - - Cocok dipasang pada ban dengan lebar melebihi
450 mm
19 4013.20.00 - Dari jenis yang digunakan untuk sepeda roda dua
4013.90 - Lain-lain:
- - Dari jenis yang digunakan pada mesin dari pos 84.29
atau 84.30:
20 4013.90.11 - - - Cocok dipasang pada ban dengan lebar tidak
melebihi 450 mm
21 4013.90.19 - - - Cocok dipasang pada ban dengan lebar melebihi
450 mm
22 4013.90.20 - - Dari jenis yang digunakan untuk sepeda motor
- - Dan jenis yang digunakan untuk kendaraan lain dari
Bab 87:
23 4013.90.31 - - - Cocok dipasang pada ban dengan lebar tidak
melebihi 450 mm
24 4013.90.39 - - - Cocok dipasang pada ban dengan lebar melebihi
450 mm
- - Lain-lain:
25 4013.90.91 - - - Cocok dipasang pada ban dengan lebar tidak
melebihi 450 mm

26 4013.90.99 - - - Cocok dipasang pada ban dengan lebar melebihi


450 mm

87.08 Bagian dan aksesori kendaraan bermotor dari pos 87.01


sampai dengan 87.05

8708.70 - Roda dan bagian serta aksesorinya:

- - Roda dengan ban terpasang:

27 8708.70.21 - - - Untuk kendaraan dari pos 87.01

28 8708.70.22 - - - Untuk kendaraan dari pos 87.03


-3

29 8708.70.23 - - - Untuk kendaraan dari pos 87.02 atau 87.04 (tidak


termasuk subpos 8704.10)

30 8708.70.29 - - - Lain-lain

MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA,

ttd.

ENGGARTIASTO LUKITA

Salinan sesuai dengan aslinya


Sekretariat Jenderal
Kernenterian Perdagangan
Hukum,
/ .

JENDPRA

:S*HARIYATI