Anda di halaman 1dari 8

FINAL ASSIGNMENT

1. Keekonomian: Siapa yang menanggung biaya pada masing-masing tahapan tersebut di atas?
Berapa biaya dan waktu yang dibutuhkan untuk melakukan masing-masing kegiatan pengusahaan
potensi panas bumi dalam pemanfaatan tak langsungnya? Berapa harga jual litsrik per kWh dari
perhitungan pembiayaan yang anda buat tersebut? apa yang menarik bagi seorang pengusaha untuk
mengusahakan potensi panas bumi?

Jawaban
1. Tahap Penetapan Wilayah Kerja

Survey Pendahuluan

Uji Kelayakan

Eksplorasi

Tahapan diatas merupakan tahapan dari kegiatan ketika menentukan wilayah kerja. Berdasarkan UU
NO 21 Tahun 2014 pasal 6 ayat 1 h dan pasal 17 ayat 2 Pemerintah (menteri) memiliki wewenang dalam
penyelenggaraan pelaksanaan eksplorasi, eksploitasi, dan/atau pemanfaatan panas bumi dalam penetapan
wilayah kerja. Pada pasal 17 ayat 4 disebutkan bahwa menteri dapat menunjuk pihak lain dalam
pelaksanaannya. Pada pasal 17 ini dibahas mengenai kegiatan survey pendahuluan, studi kelayakan dan
eksplorasi dalam menetapkan wilayah kerja yang nantinya akan dilakukan penawaran kepada pihak – pihak
yang ingin melakukan kegiatan lebih lanjut lagi. Pada tahap ini akan dijelaskan pada PP NO 7 Tahun 2017.
Figure 1 UU Panas Bumi NO 21 Tahun 2014

Berdasarkan pasa 14 ayat 2 dijelaskan bahwa biaya melakukan kegiatan survey pendahuluan dan
eksporasi dalam menetapkan wilayah kerja dikeluarkan oleh pihak lain. Pihak lain tersebut didefinisikan
sebagai pihak yang ditugaskan untuk melakukan kegiatan.
2. Pembahasan Mengenai Biaya Kegiatan Setelah Mendapat IPB

Eksplorasi

Eksploitasi

Pemanfaatan

Berdasarkan UU 21 Tahun 2014 dan PP 7 Tahun 2017 bahwa pada tahap ekplorasi, eksploitasi, dan
pemanfaatan menggunakan biaya pihak yang mendapatkan IPB.
3. Waktu yang Dibutuhkan Pada Tiap Tahap

Figure 2 Permen ESDM NO 11 2009


Berdasarkan dari Peraturan Menteri ESDM NO 11 Tahun 2009 dijelaskan bahwa waktu tahap
eksplorasi setelah mendapatkan surat Izin Usaha Panas Bumi adalah paling lama 3 tahun. Untuk studi
kelayakan adalah 2 tahun, dan eksploitasi dan pemanfaatan berlaku paling lama adalah 30 tahun.
4. Perhitungan Biaya Per Tahan dan Total

asd

2. Bagaimana orang tahu bahwa disitu ada potensi energi geothermal? Beri contoh!

A.Secara Geologi
1.Pemetaan Geologi
Langkah:Memetakan persebaran batuan,lapisan,formasi,manifestasi panas bumi di permukaan
Parameter yang dipetakan:

 Keterdapatan singkapan
 Deskripsi singkapan
 Arah persebaran singkapan
 Deskripsi struktur singkapan
 Lokasi singkapan
Output

 Peta geologi regional


 Prediksi struktur bawah permukaan dengan pendekatan secara geologi.

2.Analisa geomorfologi
Langkah: melakukan deliniasi potensi panas bumi dengan analisa geomorfologi melalui citra satelit
berdasarkan komponen dan teori dari reservoir geothermal.
Parameter yang menjadi interest

 Keberadaan manifestasi panas bumi di permukaan


o Permukaan tanah dengan suhu yang tinggi
 Keberadaan Recharge area di permukaan
Syarat perlu sistem geothermal

 Reservoir
 Heat Source
 Recharge Area; daerah resapan air tanah biasanya ditandai.
 Discharge Area;daerah air tanah keluar. Biasanya pada area discharge terdapat manifestasi panas
bumi permukaan. Manifestasi permukaan adalah
 mata air panas
o mata air panas
o geyser
adalah air tanah yang tersembur keluar sebagai kolam uap air panas, yang terbentuk
oleh adanya celah yang terisi air.
o fumarole
lubang asap tempat keluarnya gas-gas yang dihasilkan oleh gunung api.
o Solfatar;
lubang asap tempat keluarnya gas-gas yang mengeluarkan gas belerang (sulfur), sering
juga dijumpai belerang yang mengendap sebagai kristal dan melapisi rekahan-rekahan
pada batuan yang dilaluinya.
 uap panas
 lumpur panas
 tanah panas.
Output
Deliniasi Area prospek manifestasi panas bumi

B.Secara Geochemistry
Analisa kelayakan air,tanah, dan gas pada lapangan
 analisa air;Pengambilan contoh air dilakukan pada mata air panas yaitu untuk analisa
unsur dan analisa isotop (18O dan 2H)
 Analisa Tanah; Pengambilan contoh tanah dimaksudkan untuk mengetahui kandungan
unsure-unsur (Hg, As, Li, zat organic) dan sifat fisiknya, (pH) yang berkaitan dengan
kegiatan hidrotermal.
 Analisa gas; pengambilan contoh gas dari lapangan selanjutnya akan dilakukan 2 metode
analisa yaitu metode kromatografi dan metode titrimetric. Metode kromatografi gas
digunakan untuk mendeteksi dan mengetahui konsentrasi gas yang terkandung dalam
contoh, antara lain : CO, CH4, H2, O2+AR, N2, NH3, SO2. Metode titrimetri digunakan
untuk mendeteksi dan mengetahui konsentrasi gas seperti : CO2, H2S, dan HCl.
Konsentrasi H2O dalam contoh gas dapat diketahui dengan melakukan perhitungan berat
gas total dalam contoh.
Data Geokimia yang diukur pada lapangan antara lain :

 Temperatur manifestasi dan udara disekitarnya,


 pH air,
 debit air panas atau dingin,
 Daya hantar listrik (DHL) air panas/dingin,
 Koordinat dan lokasi pengambilan contoh,
 Kandungan CO2, CO, H2S, dan NH3 pada hembusan uap air, fumarol dan solfatara.
 Luas manifestasi.
Output

 Analisa keterdapatan panas bumi


 Analisa kelayakan pengembangan panas bumi
 Analisa jenis system reservoir geothermal
C.Secara Geofisika
Survey geofisika merupakan kunci penting dalam penentuan keterdapatan potensi geothermal dalam suatu
lapangan.

1. Survey magnetic
 Parameter yang diukur
Nilai anomali medan magnet

 Output survey
Peta persebaran nilai suseptibilitas bawah permukaan

 Output secara umum


a. Lokasi heat source; nilai suseptibilitas pada heat source relative rendah karena
dipengaruhi oleh temperature currie.
b. Lokasi reservoir geothermal; nilai suseptibilitas pada heat source relative rendah
karena dipengaruhi oleh temperature currie
c. Lokasi patahan/sesar; nilai anomaly medan magnet yang relative rendah pada luasan
yang kecil dan disertai kemenerusan yang searah dengan peta geologi dapat
mengindikasikan lokasi patahan.
2. Survey Gravity
 Parameter yang diukur
nilai anomaly gaya gravitasi
 Output survey
Peta persebaran nilai densitas bawah permukaan
 Output secara umum
Lokasi heat source; batuan yang menjadi heat source pada umumnya merupakan batuan beku,
dimana batuan beku memiliki densitas yang besar.
Lokasi patahan; nilai anomaly gravitasi yang relative rendah pada luasan yang kecil dan disertai
kemenerusan yang searah dengan peta geologi dapat mengindikasikan lokasi patahan. Selain
itu, dapat dilakukan analisa second vertical derivative yang dapat memberikan informasi jenis
sesar(naik atau turun)
3. Survey Seismik
 Parameter yang diukur
Waktu tiba gelombang seismik
Displacement tanah yang telah dirambatkan gelombang seismik
 Output survey
Bentuk struktur bawah permukaan
 Output secara umum
Metode seismik merupakan metode yang paling terpercaya dalam memetakan struktur bawah
permukaan.
4. Survey Geolistrik
 Parameter yang diukur
Nilai beda potensial
Nilai resistivitas
Waktu peluruhan beda potensial
 Output survey
Peta persebaran resistivitas bawah permukaan
 Output secara umum
Kandungan fluida; resistivitas fluida air relatif rendah
Jenis fluida;resistivitas fluida fasa cair relatif rendah
Jenis batuan;nilai resistivitas akan berbeda dengan batuan yang berbeda.
5. Survey Magnetotellurik
 Parameter yang diukur
Anomaly medan magnet
Beda potensial
 Output survey
Peta persebaran resistivitas bawah permukaan.
 Output secara umum
Kandungan fluida; resistivitas fluida air relatif rendah
Jenis fluida;resistivitas fluida fasa cair relatif rendah
Jenis batuan;nilai resistivitas akan berbeda dengan batuan yang berbeda.