Anda di halaman 1dari 3

DEMAM TIFOID

SOP No. Dokumen :


No. Revisi :
TanggalTerbit :
Halaman : 1/3
Puskesmas Danga Ttd Kepala Puskesmas Kepala Puskesmas

Klaudia Pau
197908182005012020
1. Pengertian Demam tifoid adalah Infeksi sistemik akut yang disebabkan oleh salmonella
enteric serotype typhi atau paratiphy
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah dalam melakukan tatalaksana
demam tifoid
3. Kebijakan
4. Referensi Panduan Praktek Klinis bagi dokter di fasilitas pelayanan kesehatan primer.
5. Prosedur Alat dan bahan :
1. Stetoskop
2. Senter
3. Spygmomamometer
4. Thermometer
6. Langkah- 1. Dokter melakukan identifikasi pasien dengan menanyakan nama,
langkah tanggal lahir, alamat pasien dan mencocokan data dengan rekam
medis
2. Dokter melakukan anamnesis dengan menanyakan keluhan :
Demam turun naik terutama sore dan malam hari dan dapat
berlangsung hingga > 1 minggu, sakit kepala (pusing-pusing),
gangguan gastrointestinal berupa konstipasi dan meteorismus atau
diare, mual, muntah, nyeri abdomen dan BAB berdarah, dapat
dijumpai penurunan kesadaran atau kejang.
3. Dokter melakukan pemeriksaan fisik dengan menemukan :
Kesadaran compos mentis atau penurunan kesadaran, demam suhu
> 37,5oC, bradikardia relatif, yaitu penurunan frekuensi nadi
sebanyak 8 denyut per menit setiap kenaikan suhu 1oC, ikterus.
Pemeriksaan mulut: typhoid tongue, tremor lidah, halitosis, dapat
juga dialami nyeri perut dengan tanda akut abdomen.
4. Dokter melakukan pemeriksaan penunjang berupa pemeriksaan
Darah rutin, tes widal.
5. Dokter melakukan diagnosis berdasarkan anamnesis, pemeriksaan
fisik dan pemeriksaan penunjang.
6. Dokter melakukan penatalaksanaan yaitu :
Terapi suportif berupa tirah baring dan menjaga kecukupan asupan
cairan, diet bergizi seimbang, konsistensi lunak, cukup kalori dan
protein, rendah serat.
Terapi simptomatik untuk menurunkan demam (antipiretik) dan
mengurangi keluhan gastrointestinal.
Terapi definitif dengan pemberian antibiotik. Antibiotik lini pertama
untuk demam tifoid adalah Kloramfenikol (4x500mg selama 10 hari)
, Ampisilin atau Amoksisilin dengan dosis 3 x500 mg (aman untuk
penderita yang sedang hamil), atau Trimetroprim-sulfametoxazole
(Kotrimoksazol) dengan dosis 2x960 mg selama 7-10 hari
Bila pemberian salah satu antibiotik lini pertama dinilai tidak efektif,
dapat diganti dengan antibiotik lain atau dipilih antibiotik lini kedua
yaitu Seftriakson (dewasa 2-4 gr/hr selama 3-5 hari, Kuinolon
(siprofloksasin 2x500mg selama 7 hari) (tidak dianjurkan untuk
anak <18 tahun karena dinilai mengganggu pertumbuhan tulang).
7. Dokter memberikan edukasi kepada pasien dan atau keluarga pasien
mengenai kondisi pasien, layanan medis, pengobatan, efek samping
obat dan rujukan bila diperlukan.
8. Dokter mencatat tanggal pemeriksaan, anamnesis, pemeriksaan
fisik, diagnosis/kode ICD 10 : A01.0 Typhoid fever
7. Bagan Alir ----
8. Hal- hal yang 1. Konseling dan edukasi :
perlu Pengobatan dan perawatan serta aspek lain dari demam tifoid yang
diperhatikan harus diketahui pasien dan keluarganya, diet, jumlah cairan yang
dibutuhkan, pentahapan mobilisasi, dan konsumsi obat sebaiknya
diperhatikan keluarga, tanda-tanda kegawatan harus diberitahu
kepada pasien dan keluarga supaya bisa segera dibawa ke rumah
sakit terdekat untuk perawatan.
2. Kriteria rujukan :
Demam tifoid dengan keadaan umum yang berat (toxic typhoid), tifoid
dengan komplikasi, serta dengan komorbid yang berat, telah
mendapat terapi selama 5 hari namun belum tampak perbaikan.
9. Unit Terkait 1. Poli Umum
2. Apotek
3. Rawat Inap
10. Dokumen 1. Rekam Medis
terkait 2. Persetujuan Tindakan Medis
11. Rekaman No Yang diubah Isi Perubahan Tangga mulai
historis diberlakukan
perubahan

Anda mungkin juga menyukai