Anda di halaman 1dari 5

TUGAS MID METODOLOGI PENELITIAN

DI SUSUN OLEH:

REZKI FERY SARJUN

E1B1 17 041

JURUSAN S1 ARSITEKTUR
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2019
A. HASIL SUSUNAN PARAGRAF LATAR BELAKANG
Kota Kendari terus mengalami perkembangan yang pesat, terutama dari aspek
pertumbuhan ekonomi dan pertambahan penduduk. Saat ini, Kota Kendari masih tergolong kota
kecil dengan penduduk berjumlah 304.862 jiwa, dan luas wilayah 267,37 km2, dengan ke
padatan penduduk 1.140 jiwa /km2, serta laju pertumbuhan penduduk 3,09% per tahun. Jumlah
bangunan rumah yang ada saat ini di Kota Kendari, sebanyak 48.897 rumah, dan akan terus
mengalami perkembangan mengingat masih banyaknya keluarga yang belum mempunyai
rumah, serta jika ditinjau dari penggunaan energi listrik, maka sektor rumah tangga ini
menggunakan listrik sebesar 84.829,76 kWh, atau sebesar 52,68% dari total energi listrik yang
disalurkan di Kota Kendari, selama tahun 2012 (BPS, 2012).
Saat ini telah terjadi perubahan orientasi pembangunan perkotaan, yang di mana
sebelumnya lebih terfokus pada pembangunan fisik, ekonomi, dan social. Sehingga dimensi
lingkungan keberlanjutan menjadi perhatian utama. Upaya menuju keberlanjutan pembangunan,
dihadapkan pada sejumlah permasalahan lingkungan secara global. misalnya hilang dan/atau
berkurangnya keanekaragaman hayati, semakin banyaknya limbah berbahaya yang dihasilkan,
terjadi perubahan iklim, pemanasan global akibat efek rumah kaca dan pencemaran udara,
penggundulan hutan tropis, hilangnya kebijakan lokal masyarakat tradisional, ledakan jumlah
penduduk, serta pembangunan yang tidak memperhatikan asas lingkungan, dan lain-lain.
Berdasarkan keadaan itu, untuk melakukan perencanaan kota, dibutuhkan pendekatan
konsep perencanaan yang berkelanjutan. Ada beberapa konsep pengembangan kota yang
berkelanjutan, salah satunya adalah konsep Green City. di mana selaras dengan alam yang dapat
diterapkan dalam manajemen pengembangan kota.
Salah satu aspek lingkungan hidup di perkotaan harus mendapat perhatian serius,
terutama pada tata ruang perkotaan, dan kawasan perumahan di perkotaan. Saat ini, ada
kecenderungan masyarakat di Kota Kendari untuk membangun rumah dengan tipe minimalis,
yang lebih mengandalkan penghawaan buatan dalam bangunan. sedangkan wilayah Indonesia
secara umum merupakan daerah tropis yang kaya dengan cahaya matahari dan angin. Pada sisi
lain, Ruang Terbuka Hijau (RTH), yang telah dibuat oleh Pemerintah Kota Kendari, hanya pada
4 lokasi dan umumnya hanya digunakan untuk kegiatan rekreatif di luar ruang. dan belum
banyak dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan temperatur udara yang nyaman dalam ruang
bangunan.
Menurut data yang diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.
Sepanjang tahun 2012 terjadi 159 hari dengan curah hujan 1.549,3 mm, dan penyinaran matahari
sepanjang tahun 2012 adalah 2.137,6 jam. Selama tahun 2012 suhu udara maksimum 31,58oC,
dan minimum 23,34oC, dengan rata-rata kelembaban udara 83,08 persen. Kecepatan angin di
Kota Kendari selama tahun 2012 pada umumnya berjalan normal, yaitu mencapai 6,13 knot
dengan rata-rata tekanan udara 1.010,04 milibar (BMKG, 2012).
Isu lingkungan terutama pemanasan global, dan pemanfaatan sumber daya lingkungan
yang berlebihan dalam beberapa tahun terakhir, menjadi isu krusial dalam setiap perencanaan
pembangunan. Salah satu aspek yang mendapat perhatian dalam hal ini adalah perencanaan
pembangunan kota, yang di mana saat ini telah memberi perhatian lebih pada aspek lingkungan
keberlanjutan.
Melihat perkembangan tersebut, maka dapat diperkirakan beberapa tahun mendatang
Kota Kendari akan mengalami permasalahan perkotaan yang kompleks, terutama mengenai
aspek lingkungan hidupnya. Untuk mengantisipasi permasalahan tersebut, diharapkan
pemerintah khususnya Pemerintah Kota Kendari dan para stakeholders lainnya mulai menyusun
grand design, sehingga dapat menyelesaikan permasalahan perkotaan yang mungkin timbul di
masa mendatang. khususnya yang berkaitan dengan aspek perumahan masyarakat.
B. HASIL SUSUNAN PARAGRAF DARI LITERATUR
Kota mempunyai arti dan definisi beragam berdasarkan aspek yuridis administratif, fisik
morfologis, jumlah penduduk, kepadatan penduduk, fungsi dalam wilayah organik, dan sosial
ekonomi. Dalam pembangunan kota berkelanjutan diartikan sebagai upaya meningkatkan
kualitas kehidupan kota dan warganya tanpa menimbulkan beban bagi generasi yang akan
datang, sebagai akibat berkurangnya sumberdaya alam dan penurunan kualitas lingkungan.
Pembangunan berkelanjutan adalah suatu proses perubahan terhadap eksploitasi sumberdaya,
arah investasi, orientasi pengembangan teknologi; dan perubahan kelembagaan yang semuanya
selaras untuk meningkatkan potensi saat ini dan masa depan sehingga dapat memenuhi
kebutuhan dan aspirasi manusia. Dalam pembangunan berkelanjutan, ditekankan perlunya
koordinasi dan integrasi sumberdaya alam, sumberdaya manusia, dan sumberdaya buatan
dengan pendekatan kependudukan, pembangunan, dan lingkungan, serta integrasi aspek sosial,
ekonomi, dan lingkungan.
Sehingga dalam pembangunan kota berkelanjutan, diperlukan ruang terbuka sebagai
keseluruhan lansekap, perkerasan (jalan dan trotoar), taman, dan tempat rekreasi di dalam kota.
ruang terbuka selalu dianggap sebagai elemen penting dalam desain perkotaan. Taman di daerah
perumahan dibagi menjadi tiga tingkatan: (1) Private Park, yaitu taman yang terdapat di halaman
rumah, digunakan dan dipelihara oleh pemilik rumah, (2) Neighbourhood Park, yaitu taman
yang terletak di suatu kawasan permukiman dan melayani kebutuhan taman untuk penghuni
beberapa blok rumah, (3) Community Park, yaitu taman yang dibuat untuk kebutuhan penduduk
di suatu permukiman dengan jumlah penduduk yang dilayani lebih besar dan fasilitasnya lebih
lengkap dari taman lingkungan.
C. HASIL SUSUNAN DAFTAR PUSTAKA DARI LITERATUR

DAFTAR PUSTAKA

Komisi Dunia untuk Lingkungan dan Pembangunan. 1987. Our Common Future.
Environment: Transmitted to the General Assembly as an Annex to document A/42/427-
Development and International Cooperation.

H.S., Yunus. 2005. Manajemen Kota,Perspektif Spasial. Yogyakarta: Pustaka pelajar.

F.I., Wardhono. 2012. Pembangunan Kota Berkelanjutan,


http://fitriwardhono.wordpress.com/2014/08/15/pembangunan-kota-berkelanjutan,
Dikutip 7 april 2019.

Citra inda, Harti. 2004. Pengaruh Taman Lingkungan Terhadap Suhu Udara Sekitarnya.
Skripsi. Dapertemen Budidaya Pertanian IPB.

Untermann, R., dan Small R. 1982. Site Planning for Cluster Housing. New York: van Nostrand
Reinhold.