Anda di halaman 1dari 10

SUMMARY PERBAIKAN RPP DAN STRATEGI PEMBELAJARAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah :SMA NEGERI 4 GORONTALO UTARA


Mata pelajaran : MATEMATIKA WAJIB
Kelas/Semester : X / GANJIL
Materi Pokok : Persamaan dan pertidaksamaan Nilai mutlak
Alokasi Waktu : 12 Jam Pelajaran (6 kali tatap muka)

A. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi


Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
3.1 Mengintepretasi persamaan dan 3.1.1 Menjelaskan konsep persamaan linear satu
pertidaksamaan nilai mutlak dari variabel
bentuk linear satu variabel 3.1.2 Menjelaskan konsep pertidaksamaan linear satu
dengan persamaan dan variabel,
pertidksamaan linear Aljabar 3.1.3 Membedakan bentuk umum persamaan dan
lainnya. pertidaksamaan linear satu variabel,
3.1.4 Menjelaskan konsep nilai mutlak,
3.1.5 Menghitung nilai mutlak,
3.1.6 Menjelaskan persamaan nilai mutlak linear satu
variabel,
3.1.7 Menghitung persamaan nilai mutlak linear satu
variabel,
3.1.8 Menjelaskan pertidaksamaan nilai mutlak linear
satu variabel,
3.1.9 Menghitung pertidaksamaan nilai mutlak linear
satu variabel.
4.1 Menyelesaikan masalah yang 4.1.1 Menuliskan bentuk umum persamaan dan pertidak
berkaitan dengan persamaaan samaan linear satu variabel
dan pertidaksamaan nilai mutlak 4.1.2 Menuliskan bentuk nilai mutlak
dari bentuk linear satu variabel. 4.1.3 Menyelesaikan masalah persamaan nilai mutlak
dari bentuk linear satu variabel
4.1.4 Menyelesaikan masalah pertidaksamaan nilai
mutlak dari bentuk linear satu variabel.

B. Tujuan Pembelajaran :
Setelah pembelajaran peserta didik dapat :
KI. 3.1 (Pengatahuan) dan KI.4.1(Keterampilan)
1. Mengintepretasi persamaan dan pertidaksamaan nilai mutlak dari bentuk linear satu variabel
dengan persamaan dan pertidksamaan linear Aljabar lainnya.
2. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan persamaan dan pertidaksamaan nilai mutlak
dari bentuk linear satu variabel.

C. Materi Pembelajaran
Persamaan dan pertidaksamaan nilai mutlak linear satu variabel
Fakta
 Tentukan penyelesaian dari x – 5 = 8 , penyelesaiannya : x – 5 = 8  x  5  5  8  5
( kedua ruas ditambahkan 5)  x  13 jadi, penyelesaian persamaan itu adalah 13
 Tentukan pertidaksamaan dari x + 3 < 6, Penyelesaiannya : x + 3 < 6  x  3  3  6  3
(kedua ruas dikurang 3)  x  3 jadi, penyelesaian pertidaksamaan itu adalah 3
 Masalah konsekstual yang berkaitan dengan nilai mutlak
Seorang anak bermain lompat-lompatan dilapangan. Dari posisi diam, si anak melompat ke
depan 2 langkah, kemudian 3 langkah ke belakang, dilanjutkan 2 langkah ke depan, kemudian
1 langkah ke belakang, dan akhirnya 1 langkah ke belakang.
Permasalahanya :
1
a. Dapatkah kamu membuat sketsa lompatan anak tersebut?
b. Tentukankah berapa langkah posisi akhir anak tersebut dari posisi semula?
c. Tentukukan nilai mutlak?
Konsep
 Pengertian persamaan dan pertidaksamaan
Persamaan linear satu variabel adalah kalimat terbuka yang dihubungkan tanda “sama
dengan” (“=”) dan hanya mempunyai satu variabel berpangkat 1 . bentuk umum persamaan
linear satu variabel adalah ax + b = 0, dengan x adalah variabel, a adalah koefisien, b adalah
konstanta.
Pertidaksamaan adalah kalimat terbuka yang menggunakan tanda ketidaksamaan (“<,>,  ,  ”)
Bentuk umum pertidaksamaan ax + b < 0, ax + b > 0, ax + b  0 dan ax + b  0.
 Nilai mutlak
 Nilai mutlak adalah nilai suatu bilangan rial tanpa tanda plus atau minus ,nilai mutlak
dilambangkan (“ x ”). baik x ataupun  x sama-sama bernilai a.
 x jika x  0
 Jika x bilangan Real, untuk x dibaca nilai mutlak x, dan didefinisikan x  
 x jika x  0
definisi ini dapat diungkapkan dengan kalimat sehari-hari seperti berikut ini, nilai mutlak suatu
bilangan positif atau nol adalah bilangan itu sendiri, sedangkan nilai mutlak dari suatu
bilangan negatif adalah lawan dari bilangan negatif itu.
 Persamaan linear satu variabel nilai mutlak dalam bentuk aljabar, maka dapat dimaknai
ax  b, jika ax  b  0
sebagai berikut untuk ax  b  
 (ax  b), jika ax  b  0
 Pertidaksamaan linear satu variabel nilai mutlak dapat dimaknai sebagai berikut untuk

 x  a, maka penyelesai annya  a  x  a
x  dengan a  0, x  R, a  R.

 x  a , maka penyelesai annya x   a atau x  a
 Pertidaksamaaan linear satu variabel nilai mutlak berbentuk ax + b maka pertidaksamaan nilai
mutlak dapat disesuaikan sepeti berikut.

Prinsip

Untuk setiap a,b,c dan x bilangan real dengan a  0


1. Jika ax  b  c dengan c  0, maka salah satu sifat berikut ini berlaku.
b
i. ax  b  c, untuk x  
a
 ax  b   c, untuk x  
b
ii.
a
2. Jika
ax  b  c dengan c  0, makatidak ada bilangan rial x yang memenuhi persamaan ax  b  c.

Prosedur
Sungai pada keadaan tertentu mempunyai sifat cepat meluap dimusim hujan dan cepat kering
dimusim kemarau. Diketahui debit air sungai tersebut adalah p liter/detik pada cuaca normal dan
mengalami perubahan debit sebesar q liter/detik dicuaca tidak normal.
Tunjukkan nilai penurunan minimum dan peningkatan maksimum debit air sungai tersebut. Nilai
mutlak peningkatan dan penurunan debit air tersebut dengan perubahan q liter/detik dapat
ditunjukkan dengan persamaan .

2
x  p  q, x adalah debit air sungai
 x  p jika x  p
Dengan definisi maka x  p  
 x  p jika x  p
Akibatnya, x  p  q berubah menjadi
a) Untuk x  p, x  q atau x  p  q
Hal ini berarti penurunan maksimum debit air sungai adalah (p + q)
b) Untuk x < p, -x + p = q atau x = p – q
Hal ini berartipenurunan minimum debit air adalah (p – q) maka dapat digambar sebagai
berikut.
q
q

p–q ... p–2 p–1 p+1 p+2 ... p+q

D. Metode Pembelajaran : - Problem Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah)

E. Kegiatan Pembelajaran
1. Pertemuan Ketiga : 2 JP.
Indikator :
4.1.1 Menjelaskan konsep nilai mutlak
4.1.2 Menghitung nilai mutlak
4.1.2 Menuliskan bentuk nilai mutlak
a. Kegiatan pendahuluan
 Orientasi
 Pembelajaran dimulai dengan Do’a dan Salam
 Diperiksa kehadiran siswa sebagai sikap disiplin
 Disiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran.
 Apersepsi
1) Para siswa diperkenalkan dengan cerita 1.1 tentang kegiatan baris berbaris pada kegiatan
pramuka dan 1.2 tentang permainan lomat melompat.
2) Menyampaikan KD dan tujuan pembelajaran
3) Mengajak Siswa memikirkan jenis-jenis pekerjaan yang menarik minat bagi siswa.
 Motivasi
 Diberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari.
 Mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan pelajaran yang akan dipelajari.
 Pemberian Acuan
 Memberikan informasi cakupan keluasan materi saat ini
 Diberitahukan tentang kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, dan KKM pada pertemuan
yang berlangsung
 Pembagian kelompok belajar
 Dijelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar sesuai dengan langkah-langkah
pembelajaran.
b. Kegiatan Inti
 Mengajak siswa memperhaatikan dan memahami masalah 1.1.masalah 1.2 dan masalah 1.3
 Mengupayakan siswa lebih dahulu berusaha memikirkan, bersusah payah mencari ide-ide,
berdiskusi dalam kelompok, mencari pemecahan masalah didalam kelompok.
 Guru memberikan bantuan kepada siswa, tetapi mengupayakan siswa sendiri yang berusaha
menuju ketingkat pemahaman dan proses berfikir yang lebih baik.

3
 Mengajak siswa mengamati masalah 1.1. fokus pengamatannya adalah bagaimana
menentukan penyelesaian sebuah persamaan nilai mutlak dengan menggunakan definisi 1.1
 Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyelesaikan masalah 1.1 dengan cara
sendiri.
 Menjelaskan tugas berikutnya, yaitu membuat pertanyaan tentang sifat-sifat persamaan nilai
mutlak.
 Mengamati siswa yang sedang bekerja dan kalau perlu diberikan pertanyaan pancingan.
 Informasikan kepada siswa bahwa untuk menjawab pertanyaan yang terdapat pada masalah
1.1 sampai dengan masalah 1.3, terlebih dahulu memahami definisi 1.1 dengan baik
 Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendiskusikannya tentang cara yang paling
muda digunakan untuk menyelesaikan masalah.
 Mengajak siswa untuk mendiskusikan permasalahan yang terdapat pada masalah 1.1 dan 1.2.
perhatikan siswa yang sedang melakukan kegiatan menalar
Kesimpulan
 Nilai mutlak adalah nilai suatu bilangan rial tanpa tanda plus atau minus ,nilai mutlak
dilambangkan (“ x ”). baik x ataupun  x sama-sama bernilai a.
 x jika x  0
 Jika x bilangan Real, untuk x dibaca nilai mutlak x, dan didefinisikan x  
 x jika x  0
definisi ini dapat diungkapkan dengan kalimat sehari-hari seperti berikut ini, nilai mutlak
suatu bilangan positif atau nol adalah bilangan itu sendiri, sedangkan nilai mutlak dari suatu
bilangan negatif adalah lawan dari bilangan negatif itu.
 Meminta siswa untuk sharing hasil karyanya ke teman sebangkunya, dan pastika teman yang
menerimahasil karya tersebut memahami apa yang harus dilakukan
 Memantau bagamana siswa mengerjakan tugasnya dan pastikan bahwa kalimat-kalimat yang
digunakan sudah sesuai dengan kaidah penulisan yang baik.

c). Kegiatan Penutup


 Meminta siswa untuk melakukan refleksi dan menuliskan hal-hal penting dari yang
dipelajarinya
 Memberikan penulaian terhadap proses dan hasil karya siswa dengan menggunakan rubrik
penilaian.
 Memberikan siswa latihan untuk dikerjakan di rumah/PR
 Siswa diminta untuk mempelajarai materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya.
 Menginformasikan kepada siswa mempelajari materi yang akan dipelajari pada pertemuan
berikutnya.
2. Pertemuan Keempat: (2 JP)
Indikator :
4.1.3 Menjelaskan persamaan nilai mutlak linear satu variabel
4.1.4 Menghitung persamaan nilai mutlak linear satu variabel
a. Kegiatan pendahuluan
 Orientasi
 Pembelajaran dimulai dengan Do’a dan Salam
 Diperiksa kehadiran siswa sebagai sikap disiplin
 Disiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran.
 Apersepsi
1) Dikaitkan materi pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman siswa dengan
materi sebelumnya.
2) Ditanyakan kembali materi prasyarat dengan bertanya, misal : bagaimana menyelesaikan
persamaan nilai mutlak linear satu variabel dengan menggunakan sifat-sifat nilai mutlak ?

4
 Motivasi
 Diberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari.
 Disampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang belangsung
 Mengajukan pertanyaan “bagaimana menetukan persamaan nilai mutlak satu variabel dengan
menggunakan sifat-sifat nilai mutlak?
 Pemberian Acuan
 Memberikan informasi cakupan keluasan materi saat ini
 Diberitahukan tentang kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, dan KKM pada pertemuan
yang berlangsung
 Pembagian kelompok kecil sebanyak 3 - 4 orang siswa yang memungkinkan belajar secara
efektif
 Dijelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar sesuai dengan langkah-langkah
pembelajaran.
b. Kegiatan Inti
 Mengajak siswa memperhaatikan dan memahami masalah 1.1
 Mengupayakan siswa lebih dahulu berusaha memikirkan, bersusah payah mencari ide-ide,
berdiskusi dalam kelompok, mencari pemecahan masalah didalam kelompok.
 Guru memberikan bantuan kepada siswa, tetapi mengupayakan siswa sendiri yang berusaha
menuju ketingkat pemahaman dan proses berfikir yang lebih baik.
 Mengajak siswa mengamati masalah 1.1. fokus pengamatannya adalah bagaimana
menentukan penyelesaian sebuah persamaan nilai mutlak dengan menggunakan definisi 1.1
 Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyelesaikan masalah 1.1 dengan cara
sendiri.
 Menjelaskan tugas berikutnya, yaitu membuat pertanyaan tentang sifat-sifat persamaan nilai
mutlak.
 Mengamati siswa yang sedang bekerja dan kalau perlu diberikan pertanyaan pancingan.
 Informasikan kepada siswa bahwa untuk menjawab pertanyaan yang terdapat pada masalah
1.1 sampai dengan masalah 1.3, terlebih dahulu memahami definisi 1.1 dengan baik
 Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendiskusikannya tentang cara yang paling
muda digunakan untuk menyelesaikan masalah.
 Mengajak siswa untuk mendiskusikan permasalahan yang terdapat pada masalah 1.1
perhatikan siswa yang sedang melakukan kegiatan menalar
Kesimpulan
 Untuk setiap a,b,c bilangan real, dengan a  0.
1). Jika ax  b  c dengan c  0, maka salah satu berikut ini berlaku
b
i. ax  b  c, untuk x  
a
 ax  b   c, untuk x  
b
ii.
a
2).Jika ax  b  c, dengan c  0, maka tidak ada bilangan real x yang memenuhi persamaan ax  b
 Meminta siswa untuk sharing hasil karyanya ke teman sebangkunya, dan pastika teman yang
menerimahasil karya tersebut memahami apa yang harus dilakukan
 Memantau bagamana siswa mengerjakan tugasnya dan pastikan bahwa kalimat-kalimat yang
digunakan sudah sesuai dengan kaidah penulisan yang baik.
c). Kegiatan Penutup
 Meminta siswa untuk melakukan refleksi dan menuliskan hal-hal penting dari yang
dipelajarinya

5
 Memberikan penulaian terhadap proses dan hasil karya siswa dengan menggunakan rubrik
penilaian.
 Memberikan siswa latihan untuk dikerjakan di rumah/PR
 Siswa diminta untuk mempelajarai materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya.
 Menginformasikan kepada siswa mempelajari materi yang akan dipelajari pada pertemuan
berikutnya.

3. Pertemuan Kelima : (2 JP)


Indikator :
3.1.7 Menghitung persamaan nilai mutlak linear satu variabel
4.1.3 Menyelesaikan masalah persamaan nilai mutlak dari bentuk linear satu variabel
a. Kegiatan Pendahuluan
 Orientasi
 Pembelajaran dimulai dengan Do’a dan Salam
 Diperiksa kehadiran siswa sebagai sikap disiplin
 Disiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran.
 Apersepsi
 Dikaitkan materi pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman siswa dengan
materi sebelumnya.
 Ditanyakan kembali materi prasyarat dengan bertanya, misal : bagaimana menyusun
persamaan nilai mutlak linear satu variabel dengan menggunakan konsep nilai mutlak?
 Motivasi
 Diberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari.
 Disampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang belangsung
 Mengajukan pertanyaan “bagaimana mengubah persamaan nilai mutlak linear satu variabel
dengan menggunakan konsep nilai mutlak?
 Pemberian Acuan
 Memberikan informasi cakupan keluasan materi saat ini
 Diberitahukan tentang kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, dan KKM pada pertemuan
yang berlangsung
 Pembagian kelompok kecil sebanyak 3 - 4 orang siswa yang memungkinkan belajar secara
efektif
 Dijelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar sesuai dengan langkah-langkah
pembelajaran.
c. Kegiatan Inti
 Mengajak siswa memperhaatikan dan memahami masalah 1.2 gambar 1.5
 Mengupayakan siswa lebih dahulu berusaha memikirkan, bersusah payah mencari ide-ide,
berdiskusi dalam kelompok, mencari pemecahan masalah didalam kelompok.
 Guru memberikan bantuan kepada siswa, tetapi mengupayakan siswa sendiri yang berusaha
menuju ketingkat pemahaman dan proses berfikir yang lebih baik.
 Mengajak siswa mengamati masalah 1.2. fokus pengamatannya adalah bagaimana
menentukan penyelesaian sebuah persamaan nilai mutlak dengan menggunakan sifat 1.1
 Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyelesaikan masalah 1.2 dengan cara
sendiri.
 Menjelaskan tugas berikutnya, yaitu membuat pertanyaan tentang koordinat titik pada tabel
persamaan nilai mutlak.
 Mengamati siswa yang sedang bekerja dan kalau perlu diberikan pertanyaan pancingan.
 Informasikan kepada siswa bahwa untuk menjawab pertanyaan yang terdapat pada masalah
1.2 sampai dengan masalah 1.3, terlebih dahulu memahami sifat 1.1 dengan baik

6
 Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendiskusikannya tentang cara yang paling
muda digunakan untuk menyelesaikan masalah.
 Menghimbau siswa untuk membuat grafik bentuk nilai mutlak dengan memanfaatkan definisi
1.1
 Mengajak siswa berdikusi membuat titik-titik pada tabel, kemudian disajikan dalam sistem
koordinat cartesius.
 Mengajak siswa untuk mendiskusikan permasalahan yang terdapat masalah 1.3 perhatikan
siswa yang sedang melakukan kegiatan mengamati.
x  p  q, x adalah debit air sungai
 x  p jika x  p
Dengan definisi maka x  p  
 x  p jika x  p
Akibatnya, x  p  q berubah menjadi
c) Untuk x  p, x  q atau x  p  q
Hal ini berarti penurunan maksimum debit air sungai adalah (p + q)
d) Untuk x < p, -x + p = q atau x = p – q
Hal ini berartipenurunan minimum debit air adalah (p – q) maka dapat digambar sebagai
berikut.
 Meminta siswa untuk sharing hasil karyanya ke teman sebangkunya, dan pastika teman yang
menerimahasil karya tersebut memahami apa yang harus dilakukan
 Memantau bagamana siswa mengerjakan tugasnya dan pastikan bahwa kalimat-kalimat yang
digunakan sudah sesuai dengan kaidah penulisan yang baik.

Kesimpulan
x  p  q, x adalah debit air sungai
 x  p jika x  p
Dengan definisi maka x  p  
 x  p jika x  p
Akibatnya, x  p  q berubah menjadi
a) Untuk x  p, x  q atau x  p  q
Hal ini berarti penurunan maksimum debit air sungai adalah (p + q)
b) Untuk x < p, -x + p = q atau x = p – q
Hal ini berartipenurunan minimum debit air adalah (p – q) maka dapat digambar sebagai
berikut.
q
q

p–q ... p–2 p–1 p+1 p+2 ... p+q

c). Kegiatan Penutup


 Meminta siswa untuk melakukan refleksi dan menuliskan hal-hal penting dari yang
dipelajarinya
 Memberikan penilaian terhadap proses dan hasil karya siswa dengan menggunakan rubrik
penilaian.
 Memberikan siswa latihan untuk dikerjakan di rumah/PR
 Siswa diminta untuk mempelajarai materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya.
 Menginformasikan kepada siswa mempelajari materi yang akan dipelajari pada pertemuan
berikutnya.

7
4. Pertemuan Keenam : ( 2 JP)
Indikator :
3.1.8 Menjelaskan pertidaksamaan nilai mutlak linear satu variabel
3.1.9 Menghitung pertidaksamaan nilai mutlak linear satu variabel
3.1.10 Menyelesaikan masalah pertidaaksamaan nilai mutlak dari bentuk linear satu variabel
b. Kegiatan Pendahuluan
 Orientasi
 Pembelajaran dimulai dengan Do’a dan Salam
 Diperiksa kehadiran siswa sebagai sikap disiplin
 Disiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran.
 Apersepsi
 Para siswa diperkenalkan dengan data dan suhu inkubator disebuah rumah sakit.
 Jika seorang bayi lahir prematur disebuah Rumah sakit Ibu dan anak. Untuk mengatur suhu
tubuh bayi tetap stabil, maka harus dimasukkan ke inkubator selama 2 hari. Suhu inkubator
harus dipertahankan berkisar antara 32 o C hingga 35 o C. Bayi tersebut lahir dengan BB
seberat 2.100 – 2.500 gram. Jika pengaruh suhu ruangan membuat suhu inkubator
menyimpang sebesar 0,2 o C,tentukan interval perubahan suhu inkubator.
 Motivasi
 Diberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari.
 Disampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang belangsung
 Mengajukan pertanyaan “bagimana memecahan permasalahan tentang inkubator pada
pertidaksamaan nilai mutlak linear satu variabel ?
 Pemberian Acuan
 Memberikan informasi cakupan keluasan materi saat ini
 Pembagian kelompok kecil sebanyak 3 - 4 orang siswa yang memungkinkan belajar secara
efektif
 Dijelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar sesuai dengan langkah-langkah
pembelajaran.
d. Kegiatan Inti
 Mengajak siswa memperhaatikan dan memahami masalah 1.3 gambar 1.9
 Mengupayakan siswa lebih dahulu berusaha memikirkan, bersusah payah mencari ide-ide,
berdiskusi dalam kelompok, mencari pemecahan masalah didalam kelompok.
 Guru memberikan bantuan kepada siswa, tetapi mengupayakan siswa sendiri yang berusaha
menuju ketingkat pemahaman dan proses berfikir yang lebih baik.
 Mengajak siswa mengamati masalah 1.3. fokus pengamatannya adalah bagaimana
menentukan penyelesaian sebuah persamaan nilai mutlak dengan menggunakan sifat 1.1
 Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyelesaikan masalah 1.3 dengan cara
sendiri.
 Menjelaskan tugas berikutnya, yaitu membuat pertanyaan tentang koordinat titik pada tabel
pertidaksamaan nilai mutlak.
 Mengamati siswa yang sedang bekerja dan kalau perlu diberikan pertanyaan pancingan.
 Informasikan kepada siswa bahwa untuk menjawab pertanyaan yang terdapat pada masalah
1.3 sampai dengan masalah 1.4, dengan menggunakan sifat 1.1 dengan baik
 Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendiskusikannya tentang cara yang paling
muda digunakan untuk menyelesaikan masalah.
 Menghimbau siswa membuat sifat-sifat pertidaksamaan nilai mutlak linear satu variabel
berdasarkan contoh-contoh.
 Mengajak siswa untuk memahami sifat-sifat pertidaksamaan nilai mutlak
 Menghimbau siswa untuk membuat grafik bentuk nilai mutlak dengan memanfaatkan definisi
1.1
8
 Mengajak siswa berdikusi membuat titik-titik pada tabel, kemudian disajikan dalam sistem
koordinat cartesius.
Kesimpulan
Untuk setiap bilangan real.
1) Jika a  0 dan x  a, maka  a  x  a
2) Jika a  0 maka x  a, maka tidak ada bilangan real x yang memenuhi pertidaksamaan.

3) Jika x  a, dan a  0 maka x  a atau x  a.


 Meminta siswa untuk sharing hasil karyanya ke teman sebangkunya, dan pastika teman yang
menerimahasil karya tersebut memahami apa yang harus dilakukan
 Memantau bagamana siswa mengerjakan tugasnya dan pastikan bahwa kalimat-kalimat yang
digunakan sudah sesuai dengan kaidah penulisan yang baik.

c). Kegiatan Penutup


 Meminta siswa untuk melakukan refleksi dan menuliskan hal-hal penting dari yang
dipelajarinya
 Memberikan penilaian terhadap proses dan hasil karya siswa dengan menggunakan rubrik
penilaian.
 Memberikan siswa latihan untuk dikerjakan di rumah/PR
 Siswa diminta untuk mempelajarai materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya.
 Menginformasikan kepada siswa mempelajari materi yang akan dipelajari pada pertemuan
berikutnya.
F. Media/alat dan Bahan
1. Media/Alat :
 Worksheet atau lembar kerja (peserta didik)
 Lembar penilaian
 Laptop
 LCD
2. Bahan :
 Mistar
 Kertas plano
 Lakban
G. Sumber Belajar
 Draft Matematika 7 Maret 2016, kementerian pendidikan kebudayaan RI 2016
 Buku matematika SMA, Erlangga
 Ensiklopedia Matematika,ST.Negoro & B. Harahap, PT Ghalia Indonesia 1999

H. Penilaian
1. Teknik Penilaian
No Aspek Teknik Bentuk Instrumen
1 Pengetahuan  TesTertulis  Uraian
 Penugasan  Tugas
2 Keterampilan  Penilaian Praktek  LembarPengamatan

2. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan


a. Program remedial dan pengayaan :
b. Program remedial diberikan setelah ulangan harian. Bagi peserta didik yang belum tuntas/belum
mencapai KKM diberikan remedial dengan ketentuan :
 Lebih dari 50% peserta didik tidak tuntas bentuk remedial adalah pembelajaran remedial
 Antara 20% s.d 50% peserta didik tidak tuntas bentuk remedial adalah remedial kelompok
 Kurang dari 20% peserta didik tidak tuntas bentuk remedialnya adalah remedial individual
c. Program pengayaan diberikan kepada peserta didik yang telah tuntas/mencapai KKM.
3. Instrumen Penilaian
9
a. Penilaian Pengetahuan
Kisi-kisi Soal
Materi Teknik Bentuk No
IPK Indikator soal
Pembelajaran Penilaian Instruktur Soal
1. Menentukan nilai Nilai Mutlak Tentukan nilai mutlak Tertulis Uraian
mutlak untuk setiap bentuk
berikut ini

2. Mengidentifikasi Persamaan Manakah pernyataan Tertulis Uraian


nilai mutlak Nilai mutlak berikut ini yang
linear satu merupakan penyataan
variabel bernilai benar? Berikan
alasanya

3.Menghitung Hitunglah nilai x (jika Tertulis Uraian


persamaan nilai ada) yang memenuhi
mutlak persamaan nilai mutlak
berikut. Jika tidak ada
nilai x yaang memenuhi,
berikan alasanmu.

b. Pedoman Penilaian Pengetahuan dan Keterampilan


No.Soal Aspek Penilaian Rubrik Penilaian Skor Skor Maksimal
Ketelitian dalam Benar 25
1. menghitung Salah 5 25
Tidak ada Jawaban 0
Ketelitian dalam Benar 25
2. membentuk model dan Salah 5 25
menyelesaikan masalah Tidak ada Jawaban 0
Ketelitian menghitung Benar 25
3. Salah 5 25
Tidak ada Jawaban 0
Keterampilan dalam Benar 25
menyelesaikan
Salah 5
Persamaan dan
4. Tidak ada Jawaban
25
Pertidaksamaan nilai 0
mutlak Linear satu
variabel
Skor Maksimal = 100 100
Skor Minimal = 0 0

Gorontalo, Juli 2019


Mengetahui :
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Dra. Maimun Kimun, M.Si Muhamad Ansar Muzakkir, S.Pd


NIP. 19640919 199702 2 001 NIP. 19880814 201403 1 001

10