Anda di halaman 1dari 17

PENTINGNYA PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN

KESEHATAN BAGI ANAK USIA SEKOLAH DASAR

MAKALAH

Untuk memenuhi tugas Mata Kuliah


Problematikan Pendidikan Olahraga
Yang dibina oleh Dr. Eko Hariyanto, M.Pd.

Oleh

Slamet Yulianto 140614807261

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


PROGRAM PASCASARJANA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN OLAHRAGA
FEBRUARI 2015
i

KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan
hidayahNya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah dengan judul
“Pentingnya Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan bagi Anak Usia Sekolah
Dasar“ dengan segenap kemampuan yang kami miliki meskipun masih banyak
kekurangan.
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas perkuliahan Problematika
Pendidikan Olahraga yang dibina oleh Dr. Eko Hariyanto, M.Pd. Makalah ini
membahas mengenai bagaimana pentingnya Pendidikan Jasmani Olahraga Dan
Kesehatan untuk pertumbuhan dan perkembangan anak usia Sekolah Dasar baik
dari segi fisik maupun psikologis. Diharapkan pembahasan ini dapat memberikan
gambaran dan sedikit merubah sudut pandang masyarakat umum khususnya kepada
para pembaca bagaimana pentingnya PJOK bagi pertumbuhan dan perkembangan
anak sejak usia dini.
Tak lupa kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah
memberikan bantuan dan motivasi dalam penyelesaian makalah ini. Kami telah
berupaya untuk memberikan karya terbaiknya, namun kami hanya manusia biasa
yang tidak luput dari kesalahan. Oleh karena itu, jika ada kesalahan dalam penulisan
dan atau isi makalah, kami mengharapkan kritik membangun dari para pembaca
demi keberlangsungan penulisan yang lebih baik di waktu yang akan datang.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.

Malang, Februari 2015

Penyusun
ii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..................................................................................... i


DAFTAR ISI .................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................ 1
A. Latar Belakang ..................................................................................... 1
B. Rumusan masalah................................................................................. 1
C. Tujuan .................................................................................................. 2

BAB II PEMBAHASAN ................................................................................. 3


A. Hakikat Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan ....................... 3
1. Pengertian ...................................................................................... 3
2. Tujuan Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan .................... 3
3. Ruang Lingkup Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan ..... 4
B. Ruang Lingkup Pengajaran Pendidikan Jasmani Olahraga Dan
Kesehatan ............................................................................................. 5
1. Pembentukan Tubuh ......................................................................... 6
2. Pembentukan Prestasi ....................................................................... 7
3. Pembentukan Sosial ........................................................................... 8
4. Keseimbangan Mental ....................................................................... 9
5. Kecepatan Berfikir ............................................................................. 10
6. Pembentukan Kepribadian ................................................................. 11
C. Problematikan Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan di
SDN Purworejo Ngantang .................................................................. 11

BAB III PENUTUP ......................................................................................... 13


A. Kesimpulan........................................................................................... 13
B. Saran ..................................................................................................... 13
DAFTAR RUJUKAN ...................................................................................... 14
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan adalah salah satu
matapelajaran yang ada di semua jenjang pendidikan wajib mulai dari sekolah dasar
(SD) hingga jenjang sekolah mengengah atas (SMA). Pendidikan Jasmani Olahraga
Dan Kesehatan (PJOK) adalah satu proses pendidikan yang menggunakan aktivitas
gerak sebagai media untuk mencapai tujuan pendidikannya. Kita semua tahu bahwa
semua makhluk hidup pasti melakukan aktivitas gerak, begitupula dengan manusia.
Semua orang pasti melakukan baik orang tua, remaja, anak-anak, laki-laki dan
perempuan. Anak-anak pada umumnya memiliki kecenderungan ingin selalu
bergerak. Bergerak bagi anak-anak merupakan salah satu bagian yang sangat
menyenangkan dan penting di dalam kehidupannya, misalnya saat meraka sedang
bermain.
Banyak macam gerakan yang dilakukan anak-anak dalam bebagai
aktivitasnya. Semakin banyak variasi gerakan yang dikuasi hal tersebut akan
semakin baik, itu semua merupakan modal dasar di dalam memasuki tahap-tahap
pertumbuhan dan perkembangan anak. Pertumbuhan dan perkembangan yang
berhubungan dengan pengetahuan, nilai dan sikap, maupun keterampilan gerak
semua sangat penting bagi anak-anak sebagai bekal dalam kehidupan di masa
depannya nanti. Oleh sebab itu hendaknya kita semua sadar bahwa anak-anak harus
diberikan kesempatan yang cukup untuk melihat, meniru dan mencoba melakukan
berbagai bentuk gerakan, agar mereka memperoleh berbagai pengalaman garak.
Keberhasilan anak-anak dalam belajar keterampilan gerak, ditentukan oleh
banyak faktor. Salah satunya dalah faktor lingkungan, menurut kami faktor ini
adalah factor yang sangat berperan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan
anak. Faktor lingkungan dapat mempengaruhi terjadinya perubahan pada diri anak
baik dari segi fisik, psikologi, pengetahuan maupun sikap. Salah satu usaha untuk
mewujudkan keberhasilan anak di dalam belajar keterampilan gerak, adalah melalui
program pendidikan jasmani di sekolah.

1
Program pendidikan jasmani yang diselenggarakan di SD hendaknya
mampu memberikan banyak pengalaman gerak bagi anak. Keberhalisan proses
pendidikan jasmani tidak lepas dari peran serta semua unsur pendidikan baik dari
kebijakan sekolah, perangkat sekolah, pendidik di sekolah, sarana-prasarana di
sekolah dan orang tua siswa. Melalui berbagai bentuk gerakan dalam pendidikan
jasmani, dapat memberikan sumbangan yang sangat besar dan bermakna bagi anak-
anak SD terhadap pengembangan kemampuan pengetahuan, nilai dan sikapnya.
Dengan demikian tidaklah berlebihan bila dikatakan bahwa program pendidikan
pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari pendidikan, artinya pendidikan
jasmani merupakan salah satu alat untuk mencapai tujuan pendidikan.
Berdasarkan beberapa pernyataan di atas maka pendidikan jasmani
memiliki nilai yang penting bagi siswa usia SD yang akan dibahas dalam makalah
ini.

B. Rumusan Masalah
1. Apa hakikat Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan?
2. Apa ruang lingkup pengajaran Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan?
3. Apa problematika Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan terkait dengan
pentingnya Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan bagi anak usia
sekolah dasar?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui hakikat Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan.
2. Untuk mengetahui ruanglingkup pengajaran Pendidikan Jasmani Olahraga Dan
Kesehatan.
3. Untuk mengetahui problematika Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan
terkait dengan pentingnya Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan bagi
anak usia sekolah dasar.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Hakikat Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan


1. Pengertian
Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan adalah suatu proses mendidik
melalui garakan. Ateng (2002:2) mengemukakan bahwa pendidikan jasmani
merupakan suatu proses pembelajaran melalui aktivitas jasmani yang didesain
untuk meningkatkan kebugaran jasmani, mengembangkan keterampilan motorik,
pengetahuan dan perilaku hidup sehat dan aktif, sikap sportif dan kecerdasan emosi.
Lingkungan belajar diatur secara seksama untuk meningkatkan pertumbuhan dan
perkembangan seluruh ranah, jasmani, psikomotor, kognitif dan afektif siswa.
Lutan (7:1995) menyatakan pada hakekatnya pendidikan jasmani adalah sebagai
proses pendidikan via gerak insani (human movement) yang dapat berupa aktivitas
jasmani, permainan atau olahraga untuk mencapai tujuan pendidikan.
Sedangkanalam undang-undang negara Indonesia, disebut sebagai olahraga
pendidikan. UU nomor 3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional pasal
1 disebutkan olahraga pendidikan adalah pendidikan jasmani dan olahraga yang
dilaksanakan sebagai bagian proses pendidikan yang teratur dan berkelanjutan
untuk memperoleh pengetahuan, kepribadian, keterampilan, kesehatan, dan
kebugaran jasmani.
Kesimpulan yang dapat ditarik dari beberapa definisi tersebut bahwa
pendidikan jasmani adalah suatu proses mendidik melalui aktivitas jasmani, yang
dirancang dan disusun secara sistematik, untuk merangsang pertumbuhan dan
perkembangan, meningkatkan kemampuan dan keterampilan jasmani, kecerdasan
dan pembentukan watak, serta nilai dan sikap yang positif bagi setiap warga negara
dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.

2. Tujuan Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan


Tujuan umum pendidikan jasmani di sekolah dasar adalah untuk
memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan jasmani, mental, emosional dan

3
sosial yang selaras dalam upaya membentuk dan mengembangkan kemampuan
gerak dasar, menanamkan nilai, sikap dan membiasakan hidup sehat seseorang.
Tujuan umum tersebut merupakan penjabaran dari tujuan pendidikan jasmani
menurt taksonomi Bloom (1956) yang membagi tujuan pendidikan jasmani menjadi
beberapa domain yaitu (1) domain kognitif; pengetahuan, kemampuan dan
keterampilan intelektual, (2) domain afektif; perkembangan personal, sosial dan
emosional, dan (3) domain psikomotor; mempersepsi, membuat pola,
menyesuaikan, menyempurnakan, memvariasi, improvisasi, dan merangkai
(composing). Pendapat lain menurut Anarino (1980) tujuan pendidikan jasmani
dibagi menjadi empat domain, yaitu (1) domain fisik; kekuatan, daya tahan otot,
daya tahan kardiovaskuler & kelentukan, (2) domain psikomotor; kemampuan
perseptual-motorik, dan keterampilan gerak dasar, (3) domain kognitif;
pengetahuan, kemampuan dan keterampilan intelektual, (4) domain afektif;
perkembangan personal, sosial dan emosional.
Beberapa tujuan pendidikan tersebut jika dijabarkan dalam konteks
pendidikan jasmani secara riil contonya adalah sebagai berikut:
a. Memacu pekembangan dan aktivitas sistem: peredaran darah, pencernaan,
pernapasan dan persyarafan.
b. Memacu pertumbuhan jasmani seperti bertambahnya tinggi dan berat badan.
c. Meningkatkan kesegaran jasmani.
d. Menanamkan nilai-nilai disiplin, kerja sama, sportivitas, tenggang rasa.
e. Meningkatkan pengetahuan pendidikan jasmani.
f. Meningkatkan keterampilan melakukan aktivitas jasmani dan memiliki sikap
yang positif terhadap pentingnya melakuakan aktivitas jasmani.
g. Menanamkan kegemaran untuk melakukan aktivitas jasmani.

3. Ruang Lingkup Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan


Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan diajarakan di semua jenjang
pendidikan wajib di Indonesia yaitu mulai sekolah dasar (SD), sekolah menengah
pertama (SMA), hingga sekolah menengah atas (SMA). Ruang lingkup
pembelajaran meliputi tiga aspek terstruktur dalam kurikulum yang tersebar mulai
kelas satu sampai kelas enam, yang meliputi :

4
a. Pendidikan Jasmani. Pendidikan gerak yang bertujuan mengmbangkan
potensi-potensi aktifitas anak secara organik, neuromuscular, intelektual dan
emosional.
b. Pendidikan Olahraga. Pendidikan gerak yang bertujuan mengembangkan
kemampuan gerak dasar cabang-cabang olahraga.
c. Pendidikan Kesehatan. Pendidikan yang membentuk dan mengembangkan
pengetahuan serta pandangan hidup sehat, serta dapat menerapkan prilaku
hidup sehat dalam kehidupan sehari- hari.
Pendidikan jasamani yang diajarkan di sekolah dasar, mulai dari kelas I
sampai kelas VI ditekankan pada usaha memacu pertumbuhan dan perkembangan
jasmani, mental, emosional, dan sosial. Jenis-jenis kegiatan yang diajarkan di
sekolah dasar meliputi atas: (1) kegiatan pokok yang terdiri atas; pengembangan
kemampuan jasmani, atletik, senam dan permainan. (2) Kegiatan pilihan,
yang dimaksud kegiatan pilihan adalah suatu bentuk kegiatan jasmani yang
ditujukan untuk meningkatkan prestasi secara maksimal peserta didik sekolah dasar
sesuai dengan bakat dan kegemarannya. Sehingga program pilihan sudah menjurus
kepada kegiatan olahraga dan prestasi. Jenis kegiatan olahraga pilihan ini mulai
diberikan pada peserta didik SD kelas II sampai kelas VI, yang terdiri atas; pencak
silat, renang, bulu tangkis, sepak takraw, tenis meja dan permainan tradisional.

B. Ruang Lingkup Pengajaran Pendidikan Jasmani Olahraga Dan


Kesehatan.

Pendidikan jasmani merupakan salah sarana dalam usaha pencapaian tujuan


pendidikan. Pendidikan jasmani berperan besar terhadap pembentukan dan
perkembangan manusia secara utuh. Untuk mencapai keberhasilan proses
pendidikan jasmani tentunya merupakan hal yang kompleks, perlu kerjasama dari
semua pihak seperti perangkat sekolah (kepala sekolah, guru dan staf), pesera didik
dan masyarakat umum utamanya wali murid. Semua pihak tersebut harus saling
bekerjasama untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif yang cocok untuk
menanamkan nilai-nilai pendidikan melalui lembaga sekolah.
Pihak sekolah harus mampu menyediakan sarana-prasarana pendidikan
jasmanai yang mendukung proses pembelajaran pendidikan jasmani, misalnya

5
berupa alat-alat olahraga yang nyata dalam melakukan suatu bentuk gerakan seperti
tongkat, simpai, gada, peti lompat, bola kasti, dan sebagainya, maupun sarana-
prasarana pendidikan afektif berupa penyiapan olahraga kompetisi misalnya
classmetting olahraga yang berperan menanamkan nilai kebiasaan sportif, jujur,
tanggung jawab melalui suasana kompetisi berupa pemberian hadiah dan hukuman,
pemberian motivasi, pemberian teguran, penugasan, dan sebagainya, kesemuanya
merupakan suatu tindakan di dalam pendidikan.
Contoh sederhana lainya adalah dengan mewajibkan anak untuk datang ke
sekolah pagi tepat waktu dan berpakaian rapi. Hal tersebut dapat melatih anak untuk
disiplin, bertanggung jawab dan terbiasa berperilaku sehat terhadap diri sendiri
melalui bangun pagi, mandi, berpakaian rapi dan bersih. Selain tindakan, situasi
dan sikap pun dapat dijadikan alat dalam pendidikan, misalnya seperti pergaulan,
upacara peringatan, darmawisata, berkemah, perlombaan, latihan, dan sebagainya,
memperlihatkan kasih sayang, memperlihatkan dengan sungguuh-sungguh, mau
mendengarkan, kesediaan dalam memberi bantuan atau pertolongan,
memperlihatkan keramah tamahan, dan sebagainya.
Berdasarkan uraian di atas, maka peranan pendidikan jasmani sebagai salah
satu sarana untuk mencapai tujuan pendidikan, yaitu sebagai berikut:
1. Pembentukan Tubuh
Peranan pendidikan jasmani terhadap pembentukan tubuh, dapat dilihat dari
semua bentuk pembelajaran materinya yang memerlukan aktivitas fisik yang pasti
melibatkan aktivitas otot. Dengan aktivitas fisik berulang-ulang otot-otot menjadi
lebih besar dan kuat, badan tumbuh menjadi lebih besar dan lebih tinggi sehingga
proposional. Melalui pendidikan jasmani yang teratur dan terarah, maka organ-
organ tubuh pun akan bekerja dan berkembang sebagaimana mestinya sesuai
dengan fungsinya. Hal ini akan berpengaruh terhadap kesehatan, baik kesehatan
jasmani maupun rohani. Dengan demikian anak-anak akan memiliki nilai dan sikap
yang positif terhadap pentingnya pendidikan jasmani dalam kehidupannya. Tubuh
yang kuat dan sehat adalah modal awal bagi anak-anak untuk meningkat
keterampilan geraknya dimasa depan.

6
2. Pembentukan Prestasi
Untuk mencapai suatu prestasi maksimal banyak komponen fisik yang perlu
dipenuhi. Pembelajaran pendidikan jasmani adalah salah satu sarana untuk
membentuk dan mengembangkan komponen fisik. Dalam aktivias pendidikan
jasmani diperlukan adanya kekuatan, kecepatan, kelentukan, keuletan, kedisiplinan,
kepercayaan terhadap diri sendiri, pemahaman dan penugasan terhadap prosedur
gerakan yang akan dilakukan, serta konsep cara untuk melakukan gerakannya. Hal
ini merupakan dasar yang mengacu kepada tercapainya suatu peningkatan prestasi
yang optimal. Dalam hal ini bukan hanya berarti pencapaian prestasi optimal untuk
keterampilan gerak dalam bidang pendidikan jasmani, tetapi juga berlaku untuk
peningkatan prestasi belajar, bekerja atau melakukan kegiatan yang lainnya, dan
sebagainya yang sesuai dengan pa yang diharapkan dari tujuan pendidikan nasional.
Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, maka pendidikan jasmani dalam
melaksanakan peranannya untuk membantu tercapainya tujuan pendidikan, antara
lain:
a. Membentuk dan mengembangkan anak kepada suatu bentuk kerja yang
optimal melalui aktivitas jasmani.
b. Mengarahkan, membimbing dan mengembangkan diri anak terhadap
pencapaian prestasi dengan jalan menanamkan kedisiplinan, pemusatan
pikiran, kewaspadaan, kepercayaan pada diri sendiri, tanggung jawab dan
peningkatan kemampuan diri.
c. Belajar untuk mengendalikan terhadap luapan perasaan yang berkembang
dalam waktu yang singkat atau keadaab dan reaksi psikologis dan fisiologis
(emosi).
d. Menanamkan pada anak untuk dapat mengenal kemampuan sendiri dan
keterbatasan terhadap dirinya.
e. Menanamkan untuk belajar meningkatkan sikap dan tindakan yang tepat
terhadap nilai-nilai prestasi yang diraihnya di dalam kehidupan sehari-hari,
baik di lingkungan masyarakat maupun di dalam kegiatan pendidikan
jasmani dan olah raga.
Dengan ditanamkannya pembentukan prestasi kepada anak-anak, maka
diharapkan di kemudian hari anak-anak akan dapat mengembangkannya, serta

7
dapat mengatasi hambatan-hambatan yang dihadapinya, baik bagi dirinya sendiri
maupun bagi orang lain di lingkungannya.

3. Pembentuk Sosial
Kehidupan manusia tidak terlepas dari norma-norma kehidupan dan tidak
dapat melepaskan diri dari kehidupan sosial. Dalam kehidupan sosial, anak-anak
akan tumbuh berkembang serta akan menemukan pribadinya masing-masing. Ia
akan menyadari keadaan dirinya, bahwa ia berada di tengah-tengah manusia yang
lainnya. Keadaan masa-masa berada di sekolah anak-anak akan dapat merasakan
terjadinya perubahan dan memperoleh berbagai pengalaman, hal ini sangat
berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Mereka tentu akan
mengubah sifat-sifat dan perhatiannya dari keadaan lingkungan keluarga kepada
keadaan lingkungan di sekolahnya. Hal ini akan terlihat adanya perubahandari sifat
ketergantungan menjadi sifat kemampuan untuk dapat berdiri sendiri. Dengan
demikian mereka sudah terlihat mempunyai suatu perkembangan kepribadian sosial
dan menyadari akan hidupnya, walaupun belum secara mendalam.
Melalui pendidikan jasmani kepada anak-anak akan dapat diberikan
bimbingan terhadap pergaulan hidup, yang sesuai dengan norma-norma dan
ketentuan-ketentuan yang sesuai dengan unsur-unsur sosial, hingga akan membantu
kehidupan anak yang lebih aktif. Peranan pendidikan jasmani di dalam usahanya
terhadap pembentukan sosial anak-anak, contohnya sebagai berikut:
a. Menanamkan pembinaan terhadap pengakuan dan penerimaan akan norma-
norma dan peraturan yang berlaku di masyarakat.
b. Menanamkan kebiasaan untuk selalu berperan aktif dalam suatu kelompok,
agar dapat bekerja sama, dapat menerima pimpinan dan memberikan
pimpinan.
c. Membina dan memupuk ke arah perkembangan perasaan sosial dan
menghargai orang lain.
d. Menanamkan dan memupuk untuk selalu belajar bertanggung jawab, dan
mau memberikan bantuan dan pertolongan, serta memberikan perlindungan
dan mau berkorban.
e. Menanamkan kebiasaan untuk selalu mau belajar secara aktif dalam sesuatu

8
bentuk kegiatan, baik dalam belajar, bekerja maupun dalm mengisi waktu-
waktu luang.

4. Keseimbangan Mental
Kehidupan di zaman modern seperti sekarang ini, banyak tuntutan yang
serba kompleks hingga akan menimbulkan ketegangan-ketegangan dan konflik-
konflik batin yang serba tidak menentu. Usaha prefentif perlu dilakukan yaitu
dengan cara menumbuhkan keyakinan dan kepercayaan pada diri sendiri di dalam
menentukan langkah-langkah kehidupan. Dengan demikian maka kita tidak akan
tergoyahkan oleh hal-hal yang dapat mengganggu keseimbangan mental. Selain
dari itu untuk menjaga keseimbangan mental dapat diusahakan dengan mengadakan
penyesuaian diri dengan keadaan lingkungan, dan dengan mengadakan latihan-
latihan mental melalui olahraga yang dapat diperoleh melalui pendidikan olahraga
secara terarah.
Salah satu usaha untuk menciptakan suatu linkungan mental yang sehat
dapat dilakukan melalui pendidikan jasmani yang pembinaannya dimulai sejak
Sekolah Dasar. Salah satu peranan pendidikan jasmani di sekolah adalah belajar
mengendalikan luapan perasaan yang berkembang dan surut dalam waktu yang
singkat atau keadaan dan reaksi psikologis dan fisiologis yang sering juga dikatakan
dengan pembinaan kestabilan emosi. Program kegiatan pendidikan jasmani yang
baik dan terarah, dapat dijadikan sebagai sarana pemupukan kestabilan emosi dan
keseinbangan mental.
Hubungan antara para pendidik pendidikan jasmani pada umumnya sangat
erat berhubungan dengan pesertadidiknya, dalam suasana pergaulan yang akrap
baik di lapangan permainan, atletik, senam, kolam renang maupun di tempat-tempat
latihan yang lainnya. Dalam hal ini tentu pendidik pendidikan jasmani akan lebih
mudah untuk mengamati tingkah laku anak-anaknya secara wajar. Suasana yang
bebas penuh keakraban tetapi terpimpin, maka anak-anak akan segera dapat terlihat
segala kekurangan dan kelemahan dari masing-masing anak terseburt. Dengan
demikian akan lebih memudahkan bagi guru pendidikan jasmani untuk
mengadakan bimbingan dan pengarahan kepada anak-anak, dalam usaha memupuk
kepribadiannya secara lebih efektif dan efisien.

9
Melalui pendidikan jasmani pemupukan kestabilan emosi anak dapat lebih
efektif. Anak-anak akan memperoleh pengalaman secara langsung dalam dunia
nyata, karena mereka langsung praktik melakukan kegiatan di lapangan dalam
suasana yang penuh rangsangan terhadap timbulnya emosi yang harus dapat di
kendalikan. Di sini anak-anak telah memperoleh bekal yang cukup kuat, yaitu agar
mereka dapat berpikir secara lebih jernih dan terarah, menyesuaikan diri terhadap
situasi, selalu mau belajar, dan mau menerima keadaan yang seharusnya. Dengan
demikian anak-anak akan menjadi manusia dewasa yang memperoleh tempaan
terhadap keyakinan dalam rangka pemantapan diri, sehingga tidak akan mudah
tergoyahkan atau terpancing oleh rangsangan-rangsangan yang dapat
mempengaruhi kestabilan emosinya, atau dengan kata lain anak-anak telah miliki
keseimbangan mental yang cukup kuat.

5. Kecepatan Proses Berpikir


Proses pendidikan jasmani menuntut peserta didik untuk sensitiv terhadap
situasi yang dihadapinya. Mereka harus memiliki daya pengindraan dan kecepatan
di dalam proses berpikirnya, serta harus dapat dengan segera mengambil suatu
keputusan yang harus dilakukan dengan cepat dan tepat, yaitu agar segera dapat
bertindak dalam melakukan kegiatannya sehingga tidak tertinggal oleh lawan-
lawan bermainnya. Misalnya dalam sebuah permainan bulu tangkis. Seorang
pemain melakukan pukulan yang keras dan menukik (smash) diarahkan kelapangan
lawan, kalau dilihat dari proses pukulannya saja sangat sederhana sekali, yaitu
meloncat, mengayunkan raket, dan memukul bola keras yang di arahkan ke
lapangan lawan. Hal semacam ini adalah hanya masalah teknik saja, tetapi jika di
hubungkan dengan keberhasilan dari tindakannya melakukan pukulan tersebut,
maka bukanlah hanya teknik saja yang menentukan keberhasilannya tetepi juga
pelakunya yaitu manusia secara keseluruhan. Karena di dalam melakukan pukulan
tadi, selain teknik pukulan, juga melibatkan daya kecepatan, penglihatan, proses
berpikir dalam mengambil keputusan ke mana bola harus di pukul dengan cepat dan
tepat, serta fungsi kejiwaannya pun turut memegang peranan dalam hal ini.
Sehingga dapat di katakan bahwa dalam melakukan contoh aktivitas
pukulan tersebut, bukan hanya jasmani saja yang bekerja tetapi manusia secara

10
keseluruhan termasuk kecepatan proses berpikir juga berperan. Akan tetapi bagi
anak-anak yang beru belajar memukul, mungkin masih terikat oleh penguasaan
tekniknya saja di mana kegiatannya hanya jasmani saja. Namun dengan latihan
terus-menerus, maka lama-kelamaan akan merasakan bahwa hanya dengan
mengandalkan teknik saja tiada akan cukup menjamin keberhasilannya dalam
memukul tersebut. Oleh karena itu, dengan melalui pengajaran pendidikan jasmani
anak-anak dilatih untuk dapat bertindak dengan cepat dan tepat, serta akan dapat
ditingkatkan dalam kecepatan proses berpikirnya.

6. Pembentukan Kepribadian
Pelajaran pendidikan jasmani, hendaknya dapat dimanfaatkan oleh anak-
anak sebaik-baiknya dengan dibimbing dan dikembangkan, serta diarahkan kepada
hal-hal yang positif agar bermanfaat bagi kelangsungan hidupnya. Proses
pembelajaran pendidikan jasmani di dalamnya harus dapat memfasilitasi anak
untuk mengambangkan nilai-nilai dalam kehidupanya sehari-hari, sebagai sarana
untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan jasmani, mental, emosional
dan sosial yang selaras dalan upuya mengembangkan kemampuan gerak dasar,
menanamkan kedisiplinan , nilai dan sikap positif, serta membiasakan hidup sehat.
Dalam hal ini anak-anak harus memiliki kepribadian yang tinggi, sebagai suatu
modal dan kemudi dalam usaha untuk mengadakan penyesuaian yang cepat dan
tepat.

C. Problematikan Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan di SDN


Purworejo Ngantang

Banyak permasalahan yang terjadi di dalam pedidikan jasmani khusunya di


Sekolah Dasar Negeri Purworejo I, II, dan III di Kecamatan Ngantang.
Permasalahan tersebut sangat kompleks yang akarnya adalah paradigma
masyarakat tentang pendidikan jasmani masih kurang. Hal ini dapat disebabkan
sekolah ini terletak di daerah pedesaan yang sebagian besar penduduk/wali murid
bermatapencaharian sebagai petani, sehingga kesadaran mereka akan pentingnya
pendidikan masih kurang. Jangankan perhatian untuk pendidikan jasmani untuk
pendidikan wajib 12 tahun saja masih sangat kurang, sebagian besar anak-anak di

11
daerah tersebut hanya melanjutkan jenjang pendidikan sampai SMP saja. Hal
tersebut terbukti lulusan kelas VI di SDN Purworejo II tahun 2014 sebanyak 16
anak dan yang melanjutkan ke jenjang SMP 13 anak. Kemudian lulusan tahun 2011
sebanyak 21 anak yang melanjutkan ke SMP Negeri 2 Ngantang hanya 4 anak yang
melanjutkan ke jenjang SMA.
Berikut akan disajikan data mengenai potret Pendidikan Jasmani Olahraga
Dan Kesehatan dari sekolah SD Purworejo Ngantang yang diambil dari hasil
observasi dan wawancara kepada guru PJOK masing-masing sekolah pada Senin,
2 Januari 2015:

SarPras / Sekolah SDN Purworejo I SDN Purworejo II SDN Purworejo III


Jumlah Siswa 138 147 157
Jumlah Guru 1 orang guru, 2 orang guru: 1 1 orang guru kelas:
Lulusan SMA kelas lulusan S1 lulusan D3
PGSD UT, 1 GTT
Lulusan SMK
Silabus Ada dari MGMP Ada dari MGMP Ada dari MGMP
RPP Ada dari MGMP Ada dari MGMP Ada dari MGMP
Lapangan 1 lapangan paving 1 lapangan 1 lapangan
(bolavoli, (bolavoli, sepak (bolavoli, sepak
bulutangkis, kasti, bola, permaianan bola, permaianan
senam) 1 tradisional, tradisional, senam
lapangan sepak senam)
bola umum Dusun
(sepak bola, voli,
kasti, permainan
tradisional,
Jumlah Bola 2 (bola futsal) 6 (bola 12lastic) 2 (bola 12lastic)
sepakbola
Jumlah Bola voli 2 3 2
Net 1 2 1
Bola tenis 3 5 2
Stik kasti 5 4 4
Cakram 3 4 2
Peluru 3 2 2
Lembing 5 8 6
Matras 2 2 2
Sutlecock 1 slop - 2 slop
Net batminthon 1 - 1
Peralatan audio 1 1 1
untuk senam

12
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Program pengajaran pendidikan jasmani yang diterapkan di sekolah-
sekolah, termasuk SD dapat dijadikan sebagai salah satu sarana untuk membentuk
dan mengembangkan sifat-sifat kepribadian pada anak-anak secara positif. Selain
dari pembentukan tubuh, prestasi, sosial, mental, kecepatan proses berpikir, dan
kepribadian seperti yang telah di kemukakan, juga peranan pendidikan jasmani
sangat besar pengaruhnya terhadap pembinaan dan peningkatan kesegaran jasmani serta
ketrampilan. Pengembangan bekat dan minat anak dalam aktivitas jasmani, hingga akan
dapat memberikan sumbsngannya dalam usaha pencarian bibit-bibit olahragawan yang
berbakat dalam rangka meningkatkan prestasi nasional dalam bidang olahraga. Membentuk
sikap dan jiwa sportivitas, serta tingkah laku yang sesuai dengan kepribadian bsngsa.
Membangkitkan kecintaan terhadap almamater, menggalang persatuan dan kesatuan, serta
mendinamisasikan kehidupan sekolah. Mengenbangkan kebiasaan untuk bergerak dan
kebiasaan untuk hidup sehat. Membantu dalam menyesuaikan, menginterprestasikan, dan
memperkembangkan fisik, mental, emosional, dan sosial setiap individu secara optimal,
dengan melalui pelajaran dan partisipasi dalam latihan-latihan yang terbimbing dan terarah,
serta yang di pilih sesuai dengan norma-norma sosial dan kesehatan.

B. Saran
Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan pada jenjang sekolah dasar
adalah salah satu proses utama untuk membentuk fisik, psikologis, mental, karakter
dan sosila seseorang. Melalui pendidikan jasmani pula tujuan pendidikan nasional
yaitu untuk menjadikan manusia secara utuh akan lebih mudah dicapai. Sehingga
sebaiknya paradigma masayarakat dan semua unsur penyelenggara pendidikan
harus menyadari betapa pentingnya Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan
bagi anak usia sekolah dasar. Karakter bangsa dapat dibentuk sejak usia dini melalui
Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan dari lingkungan belajarnya.

13
DAFTAR RUJUKAN

Ateng, A (1992). Pengembangan Bakat Melalui Pendidikan Jasmani. (Online).


http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=8&
ved=0CEQQFjAH&url=http%3A%2F%2Fstaff.uny.ac.id%2Fsites%2Fdef
ault%2Ffiles%2Fpenelitian%2FCukup%2520Pahalawidi%2C%2520M.Or.
%2FMENEMUKAN%2520DAN%2520MENGEMBANGKAN%2520%2
520BAKAT%25281%2529.pdf&ei=Mut7VOOgG8-
RuATJuYCYBw&usg=AFQjCNFAE5bcxWfE-4bu-
gfqTP5sdY1zkw&sig2=EFW66PkTkR_cDL2hA-vbBw). Diakses 20
November 2014
Daning. 2006. Penjaskes Untuk Sekolah Dasar. (Online).(http://jurnal.uns.
krisdaning217.com/2012/03/ -pembelajaran-penjaskes-pada.html). Diakses
28 Januari 2015
Rukmana, A. 2008. Pembelajaran Pendidikan Sekolah Dasar.
(http://jurnal.upi.edu/pendidikan-dasar/edition/nomor-9-april-2008).
Diakses 28 Januari 2015.
Rusli Lutan, (1995), Hakikat dan Karakteristik Penjaskes, Depdikbud
Undang-Undang Republik Indonesia. tentang Sistem Keolahragaan Nasional. No.
3. Tahun 2005

14

Anda mungkin juga menyukai