Anda di halaman 1dari 7

TEKSTUR TANAH

Nurul jannah

2018110200311048

nuruljannah230800@gmail.com

Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian-Peternakan, Universitas Muhammadiyah Malang (University of

Muhammadiyah Malang), Jl Raya Tlogomas No. 246, Malang, Jawa Timur, Indonesia

ABSTRAK

Tanah adalah bahan padat (mineral atau organik) yang terletak dipermukaan bumi, yang telah dan
sedang serta terus mengalami perubahan yang dipengaruhi oleh faktor-faktor: Bahan Induk, Iklim,
Organisme, Topografi, dan Waktu.. Tanah juga memiliki tekstur. Yang dimaksud dengan tekstur
tanah adalah proporsi relatif dari partikel pasir, debu, dan liat (jumlahnya 100%). Proporsi tersebut
dikelompokkan dalam kelas tekstur. Komponen tanah yang ideal adalah Bahan padat (50%) meliputi
bahan mineral (45%) dan bahan organik (5%). Ruang antar bahan padat (50%) yaitu cair (25%) dan
gas (25%). Semua makhluk hidup, baik manusia, hewan dan tumbuhan tumbuh dan berkembang di
atas tanah. Tanah merupakan suatu hal yang sangat penting bagi kehidupan seluruh makhluk hidup.
Apabila tidak ada tanah, lalu dimana kita harus berpijak. Mengingat fungsi tanah itu sendiri yaitu
Sebagai pengendali air, Sebagai filter bahan termar , Sebagai siklus unsure hara, Tanah juga dapat
sebagai tempat untuk mempertahankan tanaman dan hewan , Sebagai penyangga struktur. Tekstur
tanah merupakan % perbandingan relative tiga golongan besar partikel atau butir tunggal tanah yang
meliputi fraksi liat (clay), debu (silt) dan pasir (sand) dalam menyusun massa tanah. Faktor-faktor
yang mempengaruhi dan dipengaruhi oleh tekstur tanah adalah iklim, organisme, bahan induk, waktu,
konsentrasi, kadar air, perakaran, dan pengolahan tanah. Semakin liat tekstur tanah, maka akan
semakin sulit untuk diolah karena teksturnya terlalu keras dan padat. Tekstur tanah dibagi menjadi 12
kelas seperti yang tertera pada diagram segitiga tekstur USDA yang meliputi pasir, pasir berlempung,
lempung berpasir, lempung, lempung liat berpasir, lempung liat berdebu, lempung berliat, lempung
berdebu , debu, liat berpasir, liat berdebu dan liat. Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui kelas
tekstur tanah dan metode pengukurannya baik secara kualitatif di lapang maupun secara kuantitatif di
laboratorium.

Kata kunci : Tanah, komponen, tekstur tanah.

PENDAHULUAN ideal adalah Bahan padat (50%) meliputi


bahan mineral (45%) dan bahan organik
Tanah adalah bahan padat (mineral (5%). Ruang antar bahan padat (50%) yaitu
atau organik) yang terletak dipermukaan cair (25%) dan gas (25%). Semua makhluk
bumi, yang telah dan sedang serta terus hidup, baik manusia, hewan dan tumbuhan
mengalami perubahan yang dipengaruhi tumbuh dan berkembang di atas tanah.
oleh faktor-faktor: Bahan Induk, Iklim, Tanah merupakan suatu hal yang sangat
Organisme, Topografi, dan Waktu.. Tanah penting bagi kehidupan seluruh makhluk
juga memiliki tekstur. Yang dimaksud hidup. Apabila tidak ada tanah, lalu dimana
dengan tekstur tanah adalah proporsi relatif kita harus berpijak. Mengingat fungsi tanah
dari partikel pasir, debu, dan liat (jumlahnya itu sendiri yaitu Sebagai pengendali air,
100%). Proporsi tersebut dikelompokkan Sebagai filter bahan termar , Sebagai siklus
dalam kelas tekstur. Komponen tanah yang unsure hara, Tanah juga dapat sebagai

1
tempat untuk mempertahankan tanaman dan BAHAN DAN METODE
hewan , Sebagai penyangga struktur
Tempat dan Waktu
(Azizah,2014).
Praktikum ini dilaksanakan di
Bahan organik (Notohadiprawiro, Laboratorium Agronomi 1 Universitas
2006). Iklim juga berpengaruh dengan Muhammadiyah Malang, pada hari Rabu
menggerakkan proses berulang pembasahan tanggal 27 Maret 2019.
dan pembekuan. Pengaruh Tanah adalah
salah satu gejala alam yang terjadi di Bahan dan Alat
permukaan daratan. Membentuk suatu zona
Bahan yang digunakan dalam
yang disebut pedosfer. Tersusun berupa
praktikum ini adalah tanah pendem, tanah
pecahan dan lapukan batuan yang bercampur
cangar, tanah pantai, aquades H2O2. Alat
tidak langsung lewat vegetasi menentukan
yang digunakan dalam praktikum ini adalah
seberapa besar pengaruh yang dapat
Erlenmeyer, hydrometer, timbangan, tabung
dijalankan oleh faktor organisme
pendispersi, termometer, dan gelas beker.
(Notohadiprawiro 2006).
Pelaksanaan Praktikum
Tanaman juga dibutuhkan oleh
manusia sebagai sarana pemenuhan Menyiapkan semua alat dan bahan.
makanan dan lain-lain. Komponen tanah Menyaring tanah dengan menggunakan
yang terdiri atas mineral organik, udara, air saringan. Memasukkan 100 gr tanah ke
menyusun antara satu dengan yang lain dalam tabung Erlenmeyer. Memasukkan 100
sehingga membentuk sebuah tubuh tanah. ml H2O2 ke dalam tabung yang sama.
Bahan organik yang terdapat di dalam tanah Menambahkan 400 ml aquades dan di
dapat diartikan sebagai sisa-sisa dari shaker selama 24 jam. Menggoyangkan
tanaman atau hewan yang terdapat di dalam tabung Erlenmeyer sampai tanah yang
tanah dan terdiri dari organisme yang masih mengendap tercampur kedalam larutan.
hidup ataupun yang sudah mati. Tiap-tiap Menuangkan isinya kedalam tabung
daerah, kenampakan sifat-sifat fisik tanah ini pendispersi dan mengencerkannya sampai
berbeda-beda antara daerah satu dengan batas 1.205 ml memakai aquades.
daerah lain, tergantung dari gabungan antara Menggojok larutan tersebut sebanyak 25 kali
bahan induk, iklim, topografi, dan dan diamkan selama 4 menit. Mengukur
organisme. (Zahro,2017) suhu menggunakan termometer dan
mengukur kepekatan menggunakan
Sifat fisik tanah juga dipengaruhi hydrometer. Mendiamkan larutan tanah
oleh penambahan bahan seperti pupuk dapat tersebut selama 2 jam. Mengecek suhu dan
memperbaiki sifat fisik tanah, meningkatkan kepekatannya lagi setelah 24 jam. Mencatat
porositas serta kemantapan agregat hasil pengamatan.
(Prasetyo et al, 2014).
Rancangan Percobaan dan Analisis Data
Tujuan dari praktikum ini adalah
untuk mengetahui kelas tekstur tanah dan Percobaan yang digunakan adalah
metode pengukurannya baik secara kualitatif menggunakan 3 sampel. Sampel yang
di lapang maupun secara kuantitatif di pertama adalah menggunakan tanah pendem,
laboratorium. sampel kedua adalah menggunakan tanah
cangar dan sampel ketiga adalah

2
menggunakan tanah pantai. Perhitungan data A/m x 100%. Pembacaan hidrometer
dilakukan dengan menggunakan rumus terkoreksi setelah 2 jam (B) = b+ (°F1-67) x
pembacaan hidrometer terkoreksi setelah 4 0,2. % Liat = B/m x 100%. % Debu = 100 -
menit (A) = a + (°F1-67) x 0,2. % Pasir = (% Liat + % Pasir).
HASIL DAN PEMBAHASAN

Tabel 1. Hasil Pengamatan


Waktu
Sampel Kalibrasi Pengamatan
4 menit 2 jam
28°C/82,4°F Suhu 28°C/82,4°F 28°C/82,4°F
1
0/10 kepekatan 0/10 19/10
28°C/82,4°F Suhu 28°C/82,4°F 28°C/82,4°F
2
0/10 Kepekatan 16/10 3/10
28°C/82,4°F Suhu 29°C/84,2°F 29°C/84,2°F
3
0/10 Kepekatan 15/10 1/10

Tabel 2. Hasil Perhitungan Presentase


Sampel Presentase Liat Presentase Debu Presentase Pasir
1 3,44% 91,58% 4,98%
2 4,10% 90,86% 5,04%
3 3,54% 91,55% 4,94%

Berdasarkan hasil pengamatan pada didiamkan selama 4 menit kalibrasinya


setiap sampel. Pada sampel 1 yaitu tanah berubah menjadi 15/10 dengan suhu
pendem pada awalnya memiliki kalibrasi 29°C/84,2°F. Kemudian didiamkan lagi
0/10 dengan suhu 28°C/82,4°F. kemudian selama 2 jam, kalibrasi menjadi 1/10 dengan
setelah didiamkan selama 4 menit kalibrasi suhu 29°C/84,2°F/
berubah menjadi 19/10 dengan suhu tetap
Pada perhitungan persentase hasil
yaitu 28°C/82,4°F. Kemudian didiamkan
pengamatan. Sampel 1 yaitu tanah pendem
lagi selama 2 jam, kalibrasinya menjadi 0/10
mempunyai presentase pasir 4,98%,
dengan suhu 29°C/84,2°F.
presentase liat 3,44% dan presentase debu
Sampel 2 yaitu tanah cangar, 91,58% sehingga sampel 1 yaitu tanah
awalnya memiliki kalibrasi 0/10 dengan pendem termasuk dalam klas debu (silt).
suhu 28°C/82,4°F. kemudian setelah
Sampel 2 yaitu tanah cangar
didiamkan selama 4 menit kalibrasinya
mempunyai presentase pasir 5,04%,
berubah menjadi 16/10 dengan suhu tetap
presentase liat 4,1% dan presentase debu
yaitu 28°C/82,4°F. kemudian didiamkan lagi
90,86% sehingga sampel 2 yaitu tanah
selama 2 jam, kalibrasinya menjadi 3/10
cangar termasuk dalam klas debu (silt).
dengan suhu 30°C/86°F.
Sampel 3 yaitu tanah pasir
Sampel 3 yaitu tanah pasir, awalnya
mempunyai presentase pasir 4,94%,
memiliki kalibrasi kalibrasi 0/10 dengan
presentase liat 3,54% dan presentase debu
suhu 28°C/82,4°F. kemudian setelah

3
91,55% sehingga sampel 3 yaitu tanah pasir dapat berlangsung dengan baik
termasuk dalam klas debu (silt). (Azizah,2014)

Kelas tekstur adalah pengelompokan KESIMPULAN


tekstur berdasar proporsi fraksi yang
Berdasarkan hasil pengamatan,
ditetapkan berdasarkan proporsi lempung,
sampel 1 yaitu tanah pendem termasuk
debu dan pasir. Kelas tekstur tanah
dalam kelas debu (silt). Sampel 2 yaitu tanah
ditetapkan dengan segitiga tekstur USDA.
cangar termasuk dalam kelas debu (silt).
Pengukuran distribusi ukuran partikel dan
Sampel 3 yaitu tanah pasir termasuk dalam
kelas tekstur dilakukan dengan penyaringan
kelas debu (silt).
dan analisis sedimentasi (Sutanto, 2005).
Tekstur tanah merupakan %
Tekstur tanah merupakan %
perbandingan relative tiga golongan besar
perbandingan relative tiga golongan besar
partikel atau butir tunggal tanah yang
partikel atau butir tunggal tanah yang
meliputi fraksi liat (clay), debu (silt) dan
meliputi fraksi liat (clay), debu (silt) dan
pasir (sand) dalam menyusun massa tanah.
pasir (sand) dalam menyusun massa tanah
(Ikhwan,2019). Tekstur tanah dibagi menjadi 12 kelas
seperti yang tertera pada diagram segitiga
Faktor - faktor yang mempengaruhi
tekstur USDA yang meliputi pasir, pasir
dan dipengaruhi oleh tekstur tanah adalah
berlempung, lempung berpasir, lempung,
iklim, organisme, bahan induk, waktu,
lempung liat berpasir, lempung liat berdebu,
konsentrasi, kadar air, perakaran, dan
lempung berliat, lempung berdebu , debu,
pengolahan tanah. Semakin liat tekstur
liat berpasir, liat berdebu dan liat.
tanah, maka akan semakin sulit untuk diolah
karena teksturnya terlalu keras dan padat DAFTAR PUSTAKA
(Ismunandar, 2009).
Azizah,N. 2014. Menetukan Tekstur Tanah
Tekstur tanah dibagi menjadi 12 kelas Dengan Metode Perasaan di Lahan
seperti yang tertera pada diagram segitiga Politani. Jurnal Nasional Ecopedon.
tekstur USDA yang meliputi pasir, pasir Vol 2(2):13-15.
berlempung, lempung berpasir, lempung,
Hanafiah.2010.Dasar-dasar ilmu tanah.
lempung liat berpasir, lempung liat berdebu,
Rajawali. Jakarta
lempung berliat, lempung berdebu , debu,
liat berpasir, liat berdebu dan liat (Hanafiah, Ikhwan, Ali.2019. Petunjuk Praktikum Ilmu
2010). Tanah.Malang(ID): UMM.
Tekstur tanah perlu dilakukan
Ismunandar.2009. Dasar ilmu tanah. Tim
mengingat adanya berbagai jenis tanah yang
dosen. Malang.
terdapat dipermukaan bumi dan masing-
masing memiliki penggunaan yang berbeda Notohadiprawira, Tejoyuwono. 2006. Tanah
satu sama lain. Upaya memaksimalkan dan Lingkungan.
hasil-hasil pertanian dapat dipenuhi jika Yogyakarta(ID):UGM.
penunjang pokok kesuburan tanaman dapat
terpenuhi, dalam hal ini tanah yang sesuai Prasetyo, Adi et al.2014. Hubungan Sifat
dengan karakteristik tanaman sehingga Fisik Tanah, Perakaran dan Hasil Ubi
Kayu Tahun ke Dua Pada Alfisol
irigasi, pemupukan dan upaya-upaya lain
Jatikerto Akibat Pemberian Pupuk
untuk meningkatkan produktifitas tanaman Organik Dan Anorganik. Jurnal Tanah

4
dan Sumberdaya Lahan.Vol.1(1):27-
37,2014.

Sutanto, Rachman.2005.Dasar-Dasar Ilmu


Tanah. Yogyakarta (ID): Penerbit
Kanisius.

Zahro,S.F.2017. Penetapan kadar


lengas.Program Studi Agroteknologi.
Universitas Jember. Jember.

5
LAMPIRAN

6
7