Anda di halaman 1dari 12

ABSTRAK

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP TINDAKAN


PERTOLONGAN PERTAMA MEMBERIKAN BANTUAN HIDUP DASAR
PADA IBU KADER DI WILAYAH PUSKESMAS PACAR KELING
SURABAYA

Muhamad Iqbal, Endang Soelistyowati, Kiaonarni Ongko W


Program Studi DIV Keperawatan Surabaya
Poltekkes Kemenkes Surabaya
Email : Iqbaldaniraditya@gmail.com
“Cardiac arrest” menjadi kasus kegawatdaruratan yang harus mendapatkan
penanganan segera dari petugas medis ataupun masyarakat umum atau bystander
yang sudah terlatih. Penanganan yang harus segera diberikan adalah Bantuan Hidup
Dasar dengan Resusitasi Jantung Paru (RJP). Penyebab henti jantung bisa jadi murni
kecelakaan, diantaranya trauma fisik, panas, kimia dan kedaruratan medik, umumnya
karena penyakit yang diderita seperti kejang, tidak sadar, ngamuk. Kasus terjadinya
henti jantung di IGD RSUD Dr. Soetomo sebanyak 7,8% dalam 1 bulan. Metode
penelitian yang digunakan Pre Post Test Design, sampel kader dengan jumlah 20
kader. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Uji statistic yang digunakan
Wilcoxon Sign Rank Test dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian dengan
menggunakan analisis Wilcoxon Sign Rank Test menunjukkan pengaruh Pendidikan
kesehatan terhadap pengetahuan, sikap dan ketrampilan (p=0,000). Terdapat
pengaruh Pendidikan kesehatan terhadap tindakan pertolongan pertama memberikan
bantuan hidup dasar. Kepada petugas kesehatan di Puskesmas Pacarkeling Surabaya
agar lebih intensif memberikan Pendidikan kesehatan. Pendidikan kesehatan melalui
Promosi Kesehatan baik secara individu, atau kelompok. Khususnya tentang Bantuan
Hidup Dasar.
Kata kunci : Pendidikan kesehatan, bantuan hidup dasar
ABSTRACT
THE INFLUENCEO OF HEALTH EDUCATION ON FIRST AID MEASURES
PROVIDES BASIC LIFE ASSINTANCE TO CARDE MOTHERS IN THE
PACAR KELING PUSKESMAS AREA

Muhamad Iqbal, Endang Soelistyowati, Kiaonarni Ongko W


Program Studi DIV Keperawatan Surabaya
Poltekkes Kemenkes Surabaya
Email : Iqbaldaniraditya@gmail.com
Cardiac arrest or "cardiac arrest" is an emergency case that must receive immediate
treatment from medical personnel or the general public or trained bystander. One of the
treatments that must be given immediately is Basic Life Support with Cardiac Pulmonary
Resusitation (CPR). The causes of cardiac arrest can be purely accidents, including
physical trauma, heat, chemistry and so forth and medical emergencies, generally due to
illnesses such as seizures, unconsciousness, anger. Cases of cardiac arrest in Dr.
Soetomo as much as 7.8% in 1 month. The research method used was Pre Post Test
Design, a cadre sample with a number of 20 cadres. Data collection is done by
questionnaire. Statistical test used by Wilcoxon Sign Rank Test with the help of SPSS.
The results of the study using Wilcoxon Sign Rank Test analysis showed the effect of
health education on knowledge, attitudes and skills (p = 0,000). There is an influence of
health education on cadre knowledge, attitudes and skills in providing basic life
assistance. To the health workers in health centers Pacarkeling Surabaya that more
intensive give me an education health. Education health through the promotion of health
either individually, or the group. Especially about Basic Life Support.
Keywords: Education Health, basic life support
PENDAHULUAN
Henti jantung atau “cardiac arrest” jantung sekitar 360.000 korban banyak

menjadi kasus kegawatdaruratan yang ditemukan di luar rumah sakit setiap

harus mendapatkan penanganan yang tahunnya dan 15% sebagai penyebab

segera dari petugas medis ataupun seluruh kematian. Prevalensi henti

masyarakat umum atau bystander yang jantung di Indonesia setiap tahunnya

sudah terlatih. Salah satu penanganan belum didapatkan data yang jelas akan

yang harus segera diberikan adalah tetapi prevalensi terjadinya penyakit

Bantuan Hidup Dasar dengan Resusitasi jantung di Indonesia 7,2% (BPPK,

Jantung Paru (RJP). Penanganan yang 2008). Provinsi Jawa Timur khususnya

terlambat ataupun tidak tepat pada henti kota Surabaya juga belum terdapat data

jantung akan berakibat fatal yaitu tentang henti jantung tetapi ditemukan

kematian dalam hitungan menit pada tahun 2013 prevalensi penyakit

(Vaillancourt, Christian, Stiell, & Ian, jantung koroner sebanyak 1,3% dan

2004) penyakit gagal jantung sebanyak 0,3%

Survey centers for desease control yang berisiko mendapatkan serangan

and prevention (CDC) di United State jantung dan terjadi henti jantung

ditemukan kasus henti jantung 31.869 (Kementerian kesehatan RI, 2013).

selama 5 tahun (2005-2010) dan 33,3% Kasus henti jantung di RSUD Dr.

mendapatkan bantuan RJP dari Soetomo Surabaya sebanyak 7,8 %

bystander serta 3,7% automated external dalam 1 bulan dari 256 Kasus, dan

defribilator atau AED (Bryan et al, kejadian Death Of Arrived (DOA)

2011). Sasson et al (2013) juga sebanyak 10.7 % dalam 1 bulan.

menyatakan bahwa kejadian henti


METODE PENELITIAN

Jenis penelitian yang digunakan Kader yang berusia 30-40 tahun 8 orang

dalam penelitian ini adalah quasi (40%). Pendidikan Kader yang tingkat

experiment komparasi, yaitu SMA sebanyak 17 orang (85%).

menggunakan rancangan Pre Post Test Pengaruh pendidikan kesehatan

design Pendidikan kesehatan tentang terhadap pengetahuan kader tentang

Tindakan Pertolongan Pertama pertolongan pertama memberikan

Memberikan Bantuan Hidup Dasar pada bantuan hidup dasar

Ibu Kader di wilayah Puskesmas Tabel 1 Pengetahuan kader tentang


pertolongan pertama memberikan
PacarKeling Surabaya. bantuan hidup dasar sebelum dan
sesudah mendapatkan pendidikan
kesehatan di wilayah kerja Puskesmas
Populasi dalam hal ini adalah Ibu-ibu Pacarkeling Surabaya, 26 Juli 2018
Post
Pre
Kader di wilayah Puskesmas Pacar No Pengetahuan
%
N % n

Keling Surabaya, dengan target populasi Baik 95


1 - - 19
Cukup 5
2 - - 1
sebanyak 21 orang. Teknik pengambilan
Kurang -
3 20 100 -
sampel dalam penelitan ini Total 20 100 20
100

P = 0,000
menggunakan Nonprobability : Simple
Berdasarkan hasil penelitian
Random Sampling yaitu untuk mencapai
didapatkan bahwa pengetahuan Kader
sampling ini, setiap elemen diseleksi
seluruhnya pengetahuannya kurang. Dan
secara acak, sehingga jumlah responden
setelah diberikan Pendidikan kesehatan
yang diperlukan terpenuhi.
sebagian besar pengetahuannya baik,
HASIL PENELITIAN
dan sebagian kecil pengetahuannya
Karakteristik kader pada
cukup.
penelitian ini di dapatkan data sebagian
Pengaruh Pendidikan kesehatan hidup dasar sebelum dan sesudah

terhadap Sikap Kader tentang mendapatkan pendidikan kesehatan di

pertolongan pertama memberikan wilayah kerja Puskesmas Pacarkeling

bantuan hidup dasar Surabaya.

Tabel 2 Sikap Kader tentang pertolongan Post


Pre
pertama memberikan bantuan hidup No Ketrampilan
%
n % n
dasar sebelum dan sesudah diberikan
Baik 100
Pendidikan kesehatan di wilayah 1 - - 20
Puskesmas Pacarkeling Surabaya. 2
Kurang
20 100 -
-

Post 100
Pre Total 20 100 20
No Sikap
% p = 0,000
n % n
Positif 100
1 3 15 20 Berdasarkan hasil penelitian sebelum
Negative -
2 17 85 -
diberikan Pendidikan kesehatan di
100
Total 20 100 20
p = 0,000 dapatkan bahwa perilaku kader
Berdasarkan Dari hasil penelitian seluruhnya kurang. Dan setelah
didapatkan bahwa sikap Kader sebagian diberikan Pendidikan kesehatan
besar bersikap negatif, dan sebagian didapatkan bahwa ketrampilan Kader
kecil bersikap positif, dan sesudah seluruhnya baik.
diberikan Pendidikan kesehatan
PEMBAHASAN
seluruhnya bersikap positif.
Pengetahuan Ibu Kader Sebelum dan
Pengaruh Pendidikan kesehatan
Sesudah Diberikan Pendidikan
terhadap Perilaku Kader tentang
Kesehatan.
pertolongan pertama memberikan
Dari hasil penelitian sebelum
hidup dasar
diberikan Pendidikan kesehatan
Tabel 3 Keterampilan Kader tentang
pengetahuan Kader seluruhnya (100%)
pertolongan pertama meberikan bantuan
kurang, dan sesudah diberikan
Pendidikan kesehatan pengetahuannya serta menyajikan seluruh poin-poin

baik (95%) baik, dan (5%) materi pada Modul di dalam kuesioner.

pengetahuannya cukup. Sikap Ibu Kader Sebelum dan

Dari data tersebut didapatkan Sesudah Diberikan Pendidikan

perubahan pengetahuan menjadi Kesehatan Dari hasil penelitian

meningkat dari sebelum mendapat sebelum diberikan Pendidikan

pendidikan kesehatan dan setelah kesehatan Sikap Kader

mendapat pendidikan kesehatan. Berdasarkan hasil penelitian

Menurut Amisani (2009) media sebelum diberikan Pendidikan

modul sangat efektif dalam kesehatan Sikap Kader sebagian besar

meningkatkan efektifitas pendidikan (85%) sikapnya negative, dan sebagian

kesehatan dengan metode ceramah, kecil (15%) sikapnya positif. Setelah

karena modul selain merangkum dari diberikan Pendidikan kesehatan

kesluruhan materi Pendidikan seluruhnya (100%) bersikap positif.

Kesehatan, juga menyajikan gambar Menurut teori (Notoatmojo, 2003) yang

yang menarik yang memudahkan mengatakan bahwa sikap merupakan

seseorang memahami isi materi. reaksi atau respon yang masih tertutup

Menurut asumsi peneliti, dari seseorang terhadap stimulus atau

peningkatan pengetahuan Ibu Kader obyek. Sikap mempunyai 3 komponen

salah satunya didukung oleh pokok yaitu (1) kepercayaan

penggunaan metode yaitu Modul. Isi (keyakinan), ide dan konsep suatu

Modul sesuai sesuai dengan materi obyek, (2) kehidupan emosional atau

Pendidikan kesehatan yang evaluasi terhadap obyek, (3)

disampaikan dengan gambar dan warna kecenderungan untuk bertindak. Sikap


mempunyai beberapa tingkatan yaitu stimulus yang diberikan, dan merespon,

(1) menerima, artinya orang mau dan artinya memberikan jawaban apabila

memperhatikan stimulus yang ditanya, mengerjakan dan

diberikan, (2) merespon, artinya menyelesaikan tugas yang diberikan.

memberikan jawab apabila ditanya, Hal ini menunjukkan bahwa Pendidikan

mengerjakan dan menyelesaikan tugas kesehatan yang diberikan bermanfaat

yang diberikan, (3) menghargai, artinya untuk meningkatkan Sikap Ibu Kader

mengajak orang lain untuk mengerjakan dalam tindakan pertolongan pertama

atau mendiskusikan suatu masalah, (4) memberikan bantuan hidup dasar.

bertanggung jawab, artinya Perilaku Ibu Kader Sebelum dan

bertanggung jawab atas segala sesuatu Sesudah Diberikan Pendidikan

yang telah dipilih dengan segala risiko. Kesehatan Dari hasil penelitian

Menurut asumsi peneliti adanya didapatkan sebelum diberikan

perubahan sikap yang terjadi pada Ibu Pendidikan kesehatan

Kader tentang Pertolongan Perrtama Berdasarkan hasil penelitian

Memberikan Bantuan Hidup dasar didapatkan sebelum diberikan

dikarenakan (1) Peningkatan Pendidikan kesehatan Perilaku Kader

pengetahuan tentang materi yang seluruhnya (100%) kurang, dan setelah

diberikan, (2) Semua Kader menerima diberikan Pendidikan kesehatan

dan merespon dengan baik ketika Perilaku kader seluruhnya (100%)

diberikan Pendidikan kesehatan. Hal ini berubah menjadi baik.

sesuai dengan teori di atas bahwa sikap Menurut Bertnus (2009) terdapat

mempunyai tingkatan, yaitu menerima, beberapa factor yang mempengaruhi

artinya orang mau dan memperhatikan perilaku seseorang dalam melakukan


sebuah tindakan salah satunya adalah saat memberikan bantuan hidup dasar.

pengetahuan, pengetahuan mencakup Sedangkan Kader yang kurang terampil

segenap apa yang diketahui tentang sebagian besar tidak mengetahui Teknik

obyek tertentu dan disimpan didalam apa saja yang dilakukan pada saat

ingatan. Menurut Fitriani (2011) ada memberikan bantuan hidup dasar. Dalam

beberapa dimensi ruang lingkup penelitian ini dalam menyampaikan

Pendidikan kesehatan, antara lain Pendidikan kesehatan menggunakan

kelompok, metode yang dapat digunakan ceramah dan simulasi, jadi Kader ikut

untuk kelompok kecil diantaranya melakukan tindakan pertolongan

simulasi. Simulasi merupakan metode pertama memberikan bantuan hidup

praktek yang berfungsi untuk dasar. Dan membuat Kader menjadi

mengembangkan perilaku peserta terampil. Sehingga terjadi perubahan

belajar. Metode ini merupakan gabungan tingkat ketrampilan menjadi lebih

dari Role Play dan diskusi kelompok. meningkat dibandingkan sebelum

Pada perilaku sebagian besar mendapatkan Pendidikan kesehatan

Kader tidak memiliki perilaku yang tentang pertolongan pertama

benar dalam melakukan pertolongan memberikan bantuan hidup dasar.

pertama memberikan bantuan hidup Pengaruh Pendidikan Kesehatan

dasar. Hal ini dikarenakan sebagian Terhadap Tindakan Pertolongan

besar Kader belum memiliki Pertama Memberikan Bantuan Hidup

pengetahuan yang baik tentang tindakan Dasar Pada Ibu Kader Di Wilayah

pertolongan pertama memberikan Kerja Puskemas Pacarkeling

bantuan hidup dasar, terutama dalam hal- Surabaya.

hal apa saja yang harus dilakukan pada


Berdasarkan hasil Analisa terdapat diberikan Pendidikan kesehatan

adanya pengaruh antara Pendidikan hamper seluruhnya baik, dan

kesehatan terhadap pengetahuan, sikap sebagian kecil cukup.

dan perilaku. Hal ini diperkuat oleh hasil 2. Sikap Ibu Kader sebelum diberikan

Uji Wilcoxon Signed Rank Test, pendidikan kesehatan sebagian

didapatkan nilai signifikan p = 0,000, besar neagtif , dan sebagian kecil

karena nilai signifikan <0,05 maka Ho positif. Setelah diberikan

ditolak, berarti ada pengaruh antara Pendidikan kesehatan sikap Ibu

Pendidikan kesehatan terhadap Kader seluruhnya adalah positif.

pengetahuan, sikap dan perilaku tentang 3. Perilaku Ibu Kader sebelum

pertolongan pertama memberikan diberikan Pendidikan kesehatan

bantuan hidup dasar. seluruhnya adalah kurang, dan

Hal tersebut menunjukkan bahwa setelah diberikan Pendidikan

Pendidikan kesehatan sangat diperlukan kesehatan seluruhnya adalah baik.

untuk meingkatkan pengetahuan, sikap 4. Terdapat pengaruh yang bermakna

dan ketrampilan pada kader dalam antara pemberian Pendidikan

melakukan tindakan pertolongan kesehatan terhadap peningkatan

pertama memberikan bantuan hidup pengetahuan, sikap dan perilaku

dasar. pada Ibu Kader di wilayah kerja

KESIMPULAN Puskesmas Pacar Keling Surabaya.

1. Pengetahuan Ibu Kader sebelum SARAN

diberikan Pendidikan kesehatan 1. Bagi Institusi: Pendidikan

seluruhnya kurang. Sebagian besar kesehatan dapat dijadikan

pengetahuan Ibu Kader sesudah sebagai alternatif pilihan didalam


kegiatan Promosi Kesehatan baik Bahasa ; Agung Waluyo, I Made
Karsoyo, Julia, Yasmin asih EGC
secara individu maupun
Jkt.
kelompok.
Bryan., et al. 2011. Out-of-hospital
2. Bagi Ibu Kader: Diharapkan Ibu
cardiac arrest surveillance-cardiac
Kader bisa menularkan informasi
arrest registry to enhance survival
yang diperoleh melalui (CARES), United states.
Mordibity and Mortality Weekly
Pendidikan kesehatan kepada
Report Surveillance Summaries /
kepada keluarga atau masyarakat
Vol. 60 / No 8.
disekitarnya.
Koeshartono, 2008 Materi Medis Teknis
3. Bagi peneliti: Perlu dilakukan
Standart GELS(General
penelitian lebih lanjut dengan Emergency Life Support)/
PPGD(Penaggulangan Penderita
sampel yang lebih banyak
Gawat Darurat) Edisi X.
mengenai pengaruh Pendidikan
Surabaya: Fakultas Kedokteran
kesehatan terhadap perubahan Unair - RSU DR. Soetomo
Surabaya.
perilaku kader.

DAFTAR PUSTAKA Nursalam. 2003. Konsep dan Penerapan


Metodologi Penelitian Ilmu
Arif, Muttaqin., 2009. Asuhan
Keperawatan. Jakarta : Salemba
Keperawatan Klien dengan
Medika
Gangguan Sistem Kardiovaskular
dan hematologi. Salemba Medika, Notoatmodjo, S. 2010. Metodologi
Jakarta. Penelitian Kesehatan. Jakarta :
Azwar, S. (2007). Sikap Manusia Teori Rineka Cipta.
dan Pengukurannya, adisi 2,
Notoatmodjo, S. 2007. Kesehatan
Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Masyarakat Ilmu dan Seni. Jakarta
Brunner & suddarth, 2002. Keperawatan : Rineka Cipta.
Medikal Bedah Edisi 8 vol 1 Alih
Notoatmodjo, S. 2007. Promosi Vaillancourt, Christian, & Stiell, Ian, G.
Kesehatan dan Ilmu Perilaku. 2004. Cardiac Arrest Care and
Jakarta : Rineka Cipta. Emergency Medical Services in
Canada. The Caadian Journal of
Pranata, S., Fauziah, Y., Budisuari,
Cardiology, 20(11):181-197.
M.A., dan Kusrini, I. 2013. Riset
Kesehatan Dasar dalam Angka Wawan, A., dan Dewi, M.2011. Teori
Provinsi Bali 2013. Jakarta: Badan dan Pengukuran Pengetahuan,
Penelitian dan Pengembangan Sikap dan Perilaku. Yogyakarta:
Kesehatan (BPPK) RI Nuha Medika.

Soekijo Notoatmodjo. 2003. Zidlo M. Stanley & Hill A. James, 2009


Pendidikan dan Perilaku First Aid Cara Benar PPGD, edisi
Kesehatan. Jakarta: PT Rineka I. Alih Bahasa Handayani.S.H,
Cipta. Comic, Yogyakarta.

Sugiyono, 2005. Statistika untuk


Penelitian. Bandung : CV Alfabeta

Subagjo, A., Achyar, Ratnaningsih, E.,


Sugiman,T., Kosasih, A.,
Agustinus, R. 2011. Buku
Panduan Kursus Bantuan Hidup
Jantung Dasar. Jakarta:
Perhimpunan Dokter Spesialis
Kardiovaskular Indonesia

Suharsono, T dan Ningsih, DK. 2008.


Penatalaksanaan Henti Jantung
Diluar Rumah Sakit. Malang:
UMM Press. Sasson