Anda di halaman 1dari 4

BAB II

PEMBAHASAN

A. Tugas dan Fungsi Pendiidkan Islam


1. Tugas Pendidikan Islam
Menurut al-Ghazali, tugas pendidik yang utama adalah menyempurnakan, membersihkan,
menyucikan, serta membawakan hati manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Karena
tujuan pendidikan Islam yang utama adalah upaya untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

Perhatikan QS. At-Taubah:122

‫ون ِليَ ْن ِف ُروا كَافَّةً فَلَ ْو ََل نَفَ َر ِم ْن ك ُِل فِ ْرقَ ٍة ِم ْن ُه ْم َطائِفَةٌ ِليَتَفَقَّ ُهوا فِي‬
َ ُ‫َان ا ْل ُم ْؤ ِمن‬
َ ‫َو َما ك‬
َ ‫ين َو ِليُ ْنذ ُِروا قَ ْو َم ُه ْم إِذَا َر َجعُوا إِلَ ْي ِه ْم لَعَلَّ ُه ْم يَ ْحذَ ُر‬
‫ون‬ ِ ‫الد‬
ِ
Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi
dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan
mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah
kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.

Selanjutnya Al-Ghazali menukil dari perkataan para ulama yang menyatakan bahwa pendidik
merupakan pelita segala zaman, orang yang hidup semasa dengannya akan memperoleh pancaran
cahaya keilmiahannya. Andaikata dunia tidak ada pendidik, niscaya manusia seperti binatang,
sebab: pendidikan adalah upaya mengeluarkan manusia dari sifat kebinatangan (baik binatang buas
maupun binatang jinak) kepada sifat insaniyah dan ilahiyah.
Seorang pendidik bukan hanya bertugas memindahkan atau mentrasfer ilmunya kepada orang
lain atau kepada anak didiknya. Tetapi pendidik juga bertanggungjawab atas pengelolaan,
pengarah fasilitator dan perencanaan. Oleh karena itu, fungsi dan tugas pendidik dalam pendidikan
dapat disimpulkan menjadi tiga bagian, yaitu :
1) Sebagai instruksional (pengajar), yang bertugas merencanakan program pengajaran dan
melaksanakan program yang telah disusun serta mengakhiri dengan pelaksanaan penilaian setelah
program dilakukan.
2) Sebagai educator (pendidik), yang mengarahkan peserta didik pada tingkat kedewasaan dan
berkepribadian kamil seiring dengan tujuan Allah SWT menciptakannya.
3) Sebagai managerial (pemimpin), yang memimpin, mengendalikan kepada diri sendiri, peserta
didik dan masyarakat yang terkait, terhadap berbagai masalah yang menyangkut upaya
pengarahan, pengawasan, pengorganisasian, pengontrolan dan partisipasi atas program pendidikan
yang dilakukan.
Dalam tugas itu, seorang pendidik dituntut untuk mempunyai seperangkat prinsip keguruan.
Prinsip keguruan itu dapat berupa:

1) Kegairahan dan kesediaan untuk mengajar seperti memerhatikan: kesediaan, kemampuan,


pertumbuhan dan perbedaan peserta didik.
2) Membangkitkan gairah peserta didik
3) Menumbuhkan bakat dan sikap peserta didik yang baik
4) Mengatur proses belajar mengajar yang baik
5) Memerhatikan perubahan-perubahan kecendrungan yang mempengaruhi proses mengajar
6) Adanya hubungan manusiawi dalam proses belajar mengajar.

2. Fungsi Pendidikan Islam


Fungsi pendidikan islam adalah menyediakan segala fasilitas yang dapat memungkinkan
tugas-tugas pendidikan islam tersebut tercapai dan berjalan dengan lancar. Penyediaan fasilitas ini
mengandung arti dan tujuan yang bersifat struktural dan institusional.
Fungsi Pendidikan Islam secara mikro adalah proses penanaman nilai-nilai ilahiah pada diri
anak didik, sehingga mereka mampu mengaktualisasikan dirinya semaksimal mungkin sesuai
dengan prinsip-prinsip religius. Secara makro pendidikan Islam berfungsi sebagai sarana
pewarisan budaya dan identitas suatu komunitas yang didalamnya manusia melakukan interaksi
dan saling mempengaruhi antara satu dengan yang lain.

Secara umum fungsi pendidikan Islam adalah membimbing dan mengarahkan pertumbuhan
dan perkembangan peserta didik dari tahap ke tahap kehidupannya sampai mencapai titik
kemampuan optimal. Sementara fungsinya adalah menyediakan fasilitas yang dapat
memungkinkan tugas pendidikan berjalan dengan lancar.
Bila dilihat secara operasional, Fungsi pendidikan islam adalah sebagai berikut :
1) Alat untuk memelihara, memperluas dan menghubungkan tingkat-tingkat kebudayaan, nilai-nilai
tradisi dan sosial, serta ide-ide masyarakat dan bangsa.
2) Alat untuk mengadakan perubahan, inovasi dan perkembangan yang secara garis besarnya melalui
pengetahuan dan skill yang baru ditemukan, dan melatih tenaga-tenaga manusia yang produktif
untuk menemukan perimbangan perubahan sosial dan ekonomi.