Anda di halaman 1dari 6

Fix Rotation

Komponen ini bertujuan untuk meneruskan gaya dari motor listik untuk
memutarkan cakram yang berhubungan dengan universal joint dan poros berulir
untuk diteruskan pada engsel agar gerakan yang direncanakan (naik turun) dapat
diaplikasikan.
Menggunakan material st37 dengan mechanical properties sebagai berikut
:

Analisa yang dilakukan menggunakan software Ansys dengan


menggunakan mesh relevance 100 dan mesh centre yang digunakan adalah
medium. Beban yang digunakan untuk menggerakan fix rotation adalah 50N
dengan mengambil angka terbesar pada pengujian pada sepatu newbalance dengan
jenis sepatu running shoes.
 Hasil analisa Von Misses Stress pada fix rotation menggunakan software
Ansys.
Menggunakan komponen dengan tebal 50mm yang memiliki yield strength material
2,5x108 Pa dan Sf 4 dan hasil Analisanya adalah

Yield strength/SF > Von Mises stress


62,5x107 Pa > 1,9x107 Pa

 Hasil analisa total deformation pada fix rotation menggunakan software


anysis.

Maka material yang dipilih sebagai fix rotation adalah Baja dengan lendutan
maksimal 9,18x10-6 mm

Rod coupler
Komponen ini berfungsi untuk meneruskan gaya serta dapat memanipulasi
panjang rod untuk mendapatkan sudut yang direncanakan. Pada bagian lubang rod
coupler terdapat ulir dengan ukuran M10.
Menggunakan material st37 dengan mechanical properties sebagai berikut
:

Analisa yang dilakukan menggunakan software ansys dengan


menggunakan mesh relevance 100 dan mesh centre yang digunakan adalah fine.
Beban yang diaplikasikan adalah 50N dari kedua sisi rod coupler, untuk
supportnya menggunakan cylindrical support.

 Hasil analisa Von misses stress pada rod coupler menggunakan software
Ansys.

Menggunakan poros dengan diameter 25mm yang memiliki yield strength material
2,5x108 Pa dan Sf 4 dan hasil Analisanya adalah
Yield strength/SF > Von Mises stress
62,5x10 Pa > 7,8x107 Pa

 Hasil analisa total deformation pada rod coupler menggunakan software


anysis.

Maka material yang dipilih sebagai breket adalah Baja dengan lendutan maksimal
7,56x10-6 mm.

Plat Engsel

Komponen ini berfungsi sebagai pemanjang dari engsel ketika melakukan


pengujian. Ukuran panjanng tersebut berkaitan dengan ukuran Panjang maksimum
sepatu yang akan diuji.
Menggunakan material st37 dengan mechanical properties sebagai berikut
:
Analisa yang dilakukan menggunakan software anysis dengan
menggunakan mesh relevan 100 dan mesh centre yang digunakan adalah coarse,
lalu menggunakan methode dengan pilihan automatic. Beban yang diaplikasikan
adalah 50N dari bawah plat engsel untuk supportnya menggunakan cylindrical
support.

 Hasil analisa Von misses stress pada plat engsel menggunakan software
anysis.

Menggunakan plat baja dengan tebal 4mm. memiliki yield strength material 2,5x108
Pa dan Sf 4 dan hasil Analisanya adalah

Yield strength/SF > Von Mises stress


62,5x107 Pa > 4,33x107 Pa

 Hasil analisa total deformation pada plat engsel menggunakan software


anysis.
Maka material yang dipilih sebagai breket adalah Baja dengan lendutan maksimal
0,267mm