Anda di halaman 1dari 2

Periode pertumbuhan ekonomi dengan hasil minyak (1973 – 1982)

Pertanyaan :
1. Kebijakan Bank Indonesia dan Dampaknya terhadap perekonomian Indonesia?
Jawaban
Pada tahun 1974, Pemerintah menggunakan Kebijakan Kredit Selektif yang bertujuan
untuk mengendalikan jumlah uang beredar dan menjaga inflasi. Dampak yang terjadi
pada saat itu adalah kelangkaan sumber dana karena menurunnya himpunan dana dari
masyarakat dan pembatasan pemberian kredit. Namun kegiatan investasi terus berlanjut
sehingga GDP meningkat dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi terhadap perekonomian
Indonesia.

2. Latarbelakang dan pengimplementasian Kebijakan Kredit Selektif?

 Latar Belakang Kebijakan Kredit Selektif


Peningkatan kegiatan perekonomian nasional kemudian mengalami dorongan lebih lanjut
dengan hasil minyak yang meningkat khususnya pada awal dekade 1970-an. Ditemukannya
ladang-ladang minyak di Indonesia telah memberikan sisi positif dan negatif. Di satu sisi, hasil
minyak telah memberikan limpahan rezeki bagi penerimaan negara sehingga dapat dipergunakan
untuk membiayai pengeluaran rutin dan pengeluaran pembangunan di sisi fiskal. Dengan peran
aktif dan cenderung dominan oleh pemerintah, kebijakan fiskal telah memungkinkan untuk
mendorong kegiatan ekonomi riil. Namun, di sisi lain peningkatan penerimaan devisa hasil minyak
dan pengeluaran pemerintah telah menyebabkan ekspansi jumlah uang beredar dari sisi fiskal.
Kondisi ini mengharuskan kebijakan moneter untuk melakukan penyerapan ekspansi moneter dari
sisi fiskal tersebut agar tidak menimbulkan kelebihan likuiditas dalam perekonomian yang dapat
meningkatkan laju inflasi.
 Implementasi Kebijakan Kredit Selektif
Meskipun kehidupan sektor perbankan kurang bergairah akibat kelangkaan sumber
dana karena menurunnya penghimpunan dana masyarakat dan adanya pembatasan dalam
pemberian kredit, kegiatan investasi terus berlanjut, khusunya yang dilakukan oleh
pemerintah. Selanjutnya, untuk memberikan ruang gerak yang lebih besar kepada bankbank
dalam pemanfaatan dana terutama dalam pemberian kreditnya kepada sektor swasta, Bank
Indonesia pada tahun 1978 menurunkan reserve requirement bank-bank dari 30% menjadi
15%.