Anda di halaman 1dari 12

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR

DINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 2 JIWAN
Jl. Raya Solo No. 07 Telp. 0351-868386 - Fax 0351-865203 Madiun
e-mail : admin@smkn2jiwan.sch.id – website : smkn2jiwan.sch.id
M AD I U N Kode Pos : 63161

UJIAN AKHIR SEMESTER GASAL


TAHUN PELAJARAN 2018-2019

Mata Pelajaran : TEKNOLOGI DASAR OTOMOTIF


Kompetensi Keahlian : TKR
Kelas :X
Guru Pembuat Soal : Hernowo Subiantoro

I. Kerjakan soal dibawah ini sesuai petunjuk di lembar jawab!

1. 1. Satuan dari gaya adalah……..


2. a. Joule (J)
3. b. Newton (N)
4. c. Watt (W)
5. d. Horsepower (Hp)
6. e. Pascal (P)
7.
8. 2. Reaksi yang timbul di seluruh bagian spesimen dalam menahan beban yang
diberikan.disebut…….
9. a. Tekanan (P)
10. b. Kecepatan (v)
11. c. Tegangan (T)
12. d. Energi (E)
13. e. Rengangan (σ)
14.
3. Misalnya, F1 = 50 N dan F2 = 30 N. Keduanya bekerja pada satu garis kerja serta arahnya
berlawanan. Maka besarnya resultan gaya FR =………
a. = 20 N (arahnya mengikuti gaya Fl).
b. = 20 N (arahnya mengikuti gaya F2).
c. = 70 N (arahnya mengikuti gaya Fl).
d. = 1500 N (arahnya mengikuti gaya Fl).
e. = 20 N (arahnya mengikuti gaya F3).
15.
4. Pada gambar di bawah ini merupakan menyusun gaya secara …..

16.
a. Segitiga gaya
b. Poligon gaya
c. Menyusun secara analitis
d. Menyusun secara paralelogram
e. Menyusun gaya dengan titik tangkap berbeda

17. 5. Bantalan yang hanya mampu menahan beban dengan tegak lurus sumbu poros adalah…

Teknologi Dasar Otomotif | Kelas X TKR C-2 Hal 1 |dari 12


a. Bantalan radial
b. Bantalan luncur
c. Bantalan gelinding
d. Bantalan aksial
e. Bantalan gelinding khusus
18.
19. 6. Mengubah gerak naik turun batang torak menjadi gerak putar dan diteruskan ke flywheel
adalah fungsi …
20. a. silinder d. cam shaft
21. b. crank shaft e. connecting rod
22. c. piston
23.
24. 7. Konstruksi mekanik katup model SOHC/DOHC, untuk menggerakkan poros nok
menggunakan …
25. a. timing chain d. v belt
26. b. timing belt e. semua jawaban salah
27. c. timing gear
28.
29. 8. Pemeriksaan kepala silinder meliputi sebagai berikut, kecuali …
30. a. kerataan permukaan kepala silinder d. kebocoran katup
31. b. kerataan tempat pemasangan manifold e. diameter ruang bakar
32. c. keretakan kepala silinder
33.
34. 9. Pada mesin 4 tak 4 silinder dengan FO : 1- 3- 4- 2, pada silinder 1 torak sedang langkah isap,
maka pada silinder 4 sedang langkah …
35. a. ekspansi d. usaha
36. b. isap e. kompresi
37. c. buang
38.
39. 10. Pada saat TOP 1 katup yang dapat di stel adalah sebagai berikut, kecuali …
40. a. silinder 1 : katup in & eks d. silinder 4 : tidak ada
41. b. silinder 2 : katup in e. silinder 3 : katup eks
42. c. silinder 3 : katup in & eks
43.
44. 11. Alat untuk mengukur diameter silinder adalah sebagai berikut …
45. a. feller gauge & mistar baja
46. b. jangka sorong, micrometer, cylinder bore gauge
47. c. micrometer, cylinder bore gauge, dial indikator
48. d. dial indicator, jangka sorong, mikrometer
49. e. blok v, jangka sorong, micrometer, dial indikator
50.
51. 12. Pengertian overlapping pada kerja katup adalah …
52. a. katup in & eks membuka bersama d. lamanya katup in membuka
53. b. katup in & eks membuka bergantian e. lamanya katup eks membuka
54. c. Katup in & eks menutup bersama
55.

13. Pengertian langkah buang yang benar bila dikaitkan dengan meknisme kerja
katup/diagram kerja katup adalah :
a. Piston bergerak dari TMA ke TMB, katup masuk masih tertutup rapat, beberapa derajat
sebelum TMB katup buang sudah terbuka lebih awal sehingga gas bekas pembakaran
dapat keluar ke exhaust manifold.
b. Piston bergerak dari TMB ke TMA, katup masuk masih tertutup rapat, beberapa derajat
sebelum TMA katup buang sudah terbuka lebih awal sehingga gas bekas pembakaran
dapat keluar ke exhaust manifold

Teknologi Dasar Otomotif | Kelas X TKR C-2 Hal 2 |dari 12


c. Piston bergerak dari TMA ke TMB, katup buang masih tertutup rapat, beberapa
derajat sebelum TMB katup masuk terbuka lebih awal sehingga gas bekas pembakaran
dapat keluar ke exhaust manifold.
d. Piston bergerak dari TMA ke TMB, katup buang membuka beberapa derajat setelah
TMB sehingga gas bekas pembakaran dapat keluar ke exhaust manifold.
e. Piston bergerak dari TMB ke TMA, katup masuk masih tertutup rapat, beberapa derajat
sebelum TMB katup buang sudah terbuka lebih awal sehingga gas bekas pembakaran
dapat keluar ke exhaust manifold.

56. 14. Yang dimaksud dengan mekanisme katup DOHC adalah :


a. Mesin yang camshaft nya ada di samping blok mesin, jadi harus menggunakan
mekanisme penghubung lagi untuk menggerakkan katup.
b. Mesin yang chamshaftnya ada di atas kepala silinder dan jumlahnya double.
c. Mesin 4 tak yang tidak menggunakan mekanisme katup.
d. Mesin 4 tak yang mekanik katupnya masih menggunakan push rod sebagai mekanisme
penghubung untuk menggerakakn katup.
e. Mesin yang dipergunakan untuk kecepatan tinggi seperti untuk balap formula 1.

57. 15. Perbedaan motor bensin dan motor diesel secara prinsip terdapat pada :
a. Kualitas bahan bakar dan proses kerjanya.
b. Jumlah bahan bakar dan tipenya.
c. Power yang dihasilkan dan range kerja mesin.
d. Putaran mesin dan kebutuhan bahan bakarnya.
e. Jenis bahan bakar dan proses kompresinya.
58.
59. 16. Yang dimaksud AFR (air fuel ratio) atau perbandingan udara dan bahan bakar harus
stochiometry adalah :
a. 17,4 : 1, yaitu 17,4 untuk udara dan 1 untuk bensin.
b. 14,7 : 1, yaitu 14,7 untuk bensin dan 1 untuk udara.
c. 14,7 : 1, yaitu 14,7 untuk udara dan 1 untuk bensin.
d. 14,7 : 1, yaitu 14,7 untuk udara dan 1 untuk bensin.
e. 17,4 : 1, yaitu 17,4 untuk bensin dan 1 untuk udara.
60.
61. 17. Komponen mesin yang apabila keausannya melebihi limit, perbaikannya dengan di
oversize adalah …
62. a. kepala silinder d. silinder liner
63. b. cincin torak e. blok silinder
64. c. batang torak
65.
66. 18. Apa tujuan diperlukan tekanan kompresi pada mesin ?
a. Karena mesin dalam kondisi belum berjalan masih dalam keadaan dingin.
b. Gas akan mudah terbakar dengan sempurna jika suhu awal pembakaran dapat dicapai.
c. Supaya mesin larinya kencang.
d. Supaya mesin dapat bekerja dengan sedikit bahan bakar.
e. Supaya tenaga yang dihasilkan oleh mesin lebih besar.

19. Reaksi pembakaran dalam ruang bakar adalah :


CH + O à CO + HO. Tetapi kita tahu bahwa terdapat juga Nitrogen dengan prosentase
sekitar 72% dan Oksigen 21%. Dan beberapa gas mulia lainnya. Sehingga rumus kimia
pembakarannya menjadi :
1. a. CH + O à CO + HO.
2. b. CH + O à CO + HO.
3. c. CH + O à CO + HO.

Teknologi Dasar Otomotif | Kelas X TKR C-2 Hal 3 |dari 12


4. d. CH + O2 + Nà CO + HO + N
5. e. CH + O+ N à CO + HO + N
6.
7. 20. Pada system injeksi bahan bakar (EFI) fungsi karburator sebagai pengabutan campuran
udara-bahan bakar digantikan oleh peran :
a. Pompa bensin
b. Filter bensin
c. ECM (Electronic Control Module)
d. sensor
e. injector

21. Sistem pelumasan pada mesin berfungsi sebagai berikut, kecuali …


a. mengurangi keausan komponen mesin
b. menambah tenaga mesin
c. mendinginkan komponen mesin
d. mencegah karat komponen mesin
e. membersihkan komponen mesin
22. Komponen mesin berikut ini memerlukan pelumasan pada saat bekerja, kecuali …
a. rocker arm
b. ring piston
c. camshaft
d. crankshaft
e. timing belt

23. Komponen mesin kendaraan bermotor yang berfungsi untuk menstart motor untuk hidup
adalah …
a. Alternator
b. Coil
c. Motor starter
d. Roda Gila (Flywheel)
e. Radiator

24. Komponen pengapian motor bakar yang berfungsi menaikkan tegangan baterai menjadi
tegangan tinggi adalah …
a. Coil
b. Kabel tegangan tinggi
c. Igniter
d. Kontak point
e. Busi

25. Fungsi sistem pengapian pada motor bakar bensin 4 langkah adalah …
a. Menaikan tegangan listrik
b. Pengisian baterai
c. Memanaskan mesin
d. Membagi tegangan listrik di masing-masing silinder
e. Menyediakan listrik tegangan tinggi pada busi untuk membakar campuran udara-bahan
bakar di ruang silinder

26. Alternator pada sistem pengisian baterai kendaraan bermotor berfungsi.....


a. Menambah energi listrik.
b. Membagi energi listrik.
c. Menghasilkan energi listrik.
d. Menyuplai energi listrik.
e. Mengisi energi listrik.

Teknologi Dasar Otomotif | Kelas X TKR C-2 Hal 4 |dari 12


27. Komponen sistem pengisian yang mengatur besar kecilnya arus listrik yang dapat masuk
ke rotor coil sehingga tegangan yang dihasilkan oleh alternator akan konstan (sama) pada
setiap putaran mesin, baik putaran lambat, sedang maupun tinggi adalah fungsi kerja ...
a. Diode rectifier
b. Rotor
c. Stator
d. IC regulator
e. Ampere Meter

28. Sistem bahan bakar konvensional motor bensin seperti pada gambar urutan komponennya
yang benar adalah sebagai berikut.

a. Tutup tangki - Tangki bahan bakar – filter bensin – pompa bensin – selang bensin –
karburator
b. Tangki bahan bakar – pompa bbm – filter bensin – tutup tangki – selang bensin –
karburator
c. Tangki bahan bakar – tutup tangki – filter bensin – pompa bensin – selang bensin –
karburator
d. Tangki bahan bakar – filter bensin – tutup tangki – filter bensin – selang bensin –
karburator
e. Tangki bahan bakar – pompa bbm – filter bensin – karburator – selang bensin –
tutup tangki

29. Sistem bahan bakar motor diesel konvensional pada gambar urutan komponennya yang
benar adalah sebagai berikut…

a. Tangki solar – filter solar - pompa pengalir – pompa injeksi – governor – injector
b. Tangki solar – pompa pengalir – filter solar – pompa injeksi – governor – injector
c. Tangki solar – pompa pengalir – filter solar – governor – pompa injeksi – injector
d. Tangki solar – filter solar – pompa pengalir - pompa injeksi – governor – injector
e. Tangki solar – pompa pengalir – filter solar – pompa injeksi – injector - governor

Teknologi Dasar Otomotif | Kelas X TKR C-2 Hal 5 |dari 12


30. Pada mesin diesel teknologi common rail seperti gambar di bawah ini. Komponen No. 10
adalah … berfungsi …

a. Tanki bahan bakar, berfungsi untuk menyimpan bahan bakar dan digunakan selama
berkendara.
b. Filter bahan bakar, Berfungsi untuk menyaring pertikel kotoran yang ikut terbawa
oleh bahan bakar.
c. Supply pump, fungsi utama adalah untuk menhisap bahan bakar dari dalam tanki,
menaikkan tekanannya sampai maksimal 160 Mpa, dan dikirimkan ke komponen
common rail.
d. Common rail, adalah semacam pipa yang berisi bahan bakar bertekanan tinggi dari
supply pump untuk dikirimkan ke masing-masing injektor.
e. Engine ECU, mempunyai peran untuk mengatur tekanan common rail, mengatur
volume dan timing injeksi, putaran idle dan sistem lainya berdasarkan sinyal yang
dikirimkan dari berbagai sensor.

31. Sistem pada kendaraan bermotor yang fungsinya untuk memindahkan tenaga putaran
dari mesin agar dapat sampai ke roda dan ban disebut dengan sistem ..
a. Chasis
b. Rangka dan body
c. Pemindah Tenaga (Power Train)
d. Transmisi
e. Wheel Alignment

32. Suatu proses penuangan materi cair seperti logam atau plastik yang dimasukkan ke
cetakan untuk dijadikan komponen mesin disebut sebagai .....
a. Expandle mold casting
b. Casting
c. Termoplastik
d. Invesment molding
e. Waste molding

33. Pengecoran logam untuk block engine diawali dengan pembuatan cetakan dengan bahan
dari .....
a. Semen
b. Kapur
c. Viber glass
d. Pasir kwarsa
e. Serbuk kayu

34. Perbedaan mendasar dari sistem hidrolik dan sistem pneumatik adalah...
a. Cara Kerja
b. Penggunaannya

Teknologi Dasar Otomotif | Kelas X TKR C-2 Hal 6 |dari 12


c. Operasionalnya
d. Pengelompokannya
e. Fluida kerja

35. Sebuah mesin sering kekurangan pelumasan dan terlihat tetesan atau rembesan minyak
pelumas. Hal ini disebabkan oleh...
a. Ada seal di mesin yang rusak / bocor
b. Mesin jarang digunakan
c. Mesin tidak pernah dirawat
d. Mesin tidak pernah diganti minyak pelumasnya
e. Mesin bekerja terlalu berat

36. Perhatikan teknik pengoperasian jacking dan blocking saat mengangkat kendaraan
berikut ini:
1) Tentukan titik di bagian kolong kendaraan yang tepat sebagai tempat tumpuannya
2) Blocking roda ban bagian belakang jika bagian depan kendaraan yang akan
diangkat dan begitu sebaliknya
3) Angkat kendaraan secara perlahan-lahan dengan dongkrak sesuai dengan akurasi
pekerjaan
4) Periksa apakah titik tumpuan dongkrak sudah tepat agar tidak tejadi selip yang
membahayakan
Urutan kerja yang tepat dapat disimpulkan sebagai berikut...
a. 1-2-3-4
b. 1-2-4-3
c. 2-1-4-3
d. 4-3-2-1
e. 4-2-1-3

37. OMM (Operation Maintenance Manual) memuat berbagai informasi mengenai kendraan.
Berikut ini adalah yang tidak termasuk informasi yang terdapat dalam OMM
a. Petunjuk pengoperasian kendaraan
b. Spesifikasi tipe kendaraan
c. Langkah-langkah perawatan berkala
d. Jadwal service berkala dalam parameter jarak tempuh atau waktu
e. Kode nomor suku cadang

38. Seorang mekanik otomotif dalam memperbaiki kendaraan berpedoman kepada .....
a. Buku catatan
b. Buku jurnal otomotif
c. Katalog suku cadang
d. Service manual book
e. Parts book

39. Fastener yang memiliki fungsi untuk memegang komponen mesin pada tempatnya dan
mencegah terlepas saat terjadi gaya putar dan tekanan dorong adalah...
a. Split pin / cotter pin
b. Rivet / paku keling
c. Circlip
d. Sealant
e. Adhesive

40. Jenis sealant tepat digunakan sebagai bahan perapat antara blok silinder dengan kepala
silinder karena bersifat...
a. Mudah mengeras dan kuat
b. Tahan terhadap suhu dan tekanan tinggi
c. Mudah proses bongkar pasangnya
d. Dapat menahan dari kebocoran ruang bakar silinder motor
e. Memiliki titik lebur yang rendah

Teknologi Dasar Otomotif | Kelas X TKR C-2 Hal 7 |dari 12


II. Jawablah dengan benar pertanyaan di bawah ini!
1. Sebutkan 5 jenis komponen mesin yang terkena tegangan dan sebutkan jenis tegangannya,
misalnya Tegangan tarik terjadi pada komponen mesin rantai.. dll
2. Jelaskan perbedaan mesin diesel konvensional dengan diesel common rail !
3. Sebutkan nama-nama komponen system bahan bakar EFI pada gambar berikut ini.

4. Diketahui mesin TOYOTA 1NR-FE I4 DOHC EFI Dual VVT-I dengan data spesifikasi 4
silinder sebaris, diameter silinder (d) sebesar 72 mm, panjang langkah torak (s) sebesar 92
mm. Berapakah volume silinder (Vs) / kapasitas silinder (cc) mesin tersebut ?
5. Berikan contoh penerapan fluida bergerak yang dikontrol pada kendaraan bermotor
a. Sistem hidrolik
b. Sistem Pneumatik

SELAMAT MENGERJAKAN DAN SUKSES !!!

Teknologi Dasar Otomotif | Kelas X TKR C-2 Hal 8 |dari 12


KISI KISI SOAL UTS GASAL XO TDO

3.1 Memahami dasar-dasar mesin 1. Gaya, arah gaya


2. Momen: bengkok, puntir dan tekan
4.1 Menerapkan perhitungan dasar-dasar mesin 3. Tegangan tarik, bengkok, tegangan gabungan,
4. Sambungan tetap dan tidak tetap
5. gigi,rantai dan belt

ADIWIYATA

3.2 Memahami proses mesin konversi energi 3.2.1 Menjelaskan proses kerja mesin konversi energi
3.2.2 Menguraikan proses mesin konversi energi
4.2 Mendemontrasikan mesin konversi energi 4.2.1 Mendemonstrasikan proses kerja mesin konversi
energi
4.2.2 Mengecek hasil demontrasi proses kerja mesin
konversi energy

ADIWIYATA

Menumbuh kembangkan jiwa dan semangat peduli


lingkungan hidup kepada siswa selama proses
pembelajaran di sekolah

Menciptakan ruang kelas yang bersih dan sehat guna


mendukung kegiatan pembelajaran

Mendaur ulang limbah menjadi produk kreatif dan


memusnahkan limbah yang tidak dapat di daur ulang
sesuai standar lingkungan hidup

Menggunakan energi listrik secara bijak dan hemat demi


kelestarian sumber daya alam

Menciptakan rekayasa teknologi yang bermanfaat


sekaligus ramah lingkungan sehingga kelestarian
lingkungan hidup selalu terjaga

3.3 Memahami klasifikasi engine 3.3.1 Menjelaskan cara kerja engine


3.3.2 Menampilkan klasifikasi engine
4.3 Mengidentifikasi model-model engine 4.3.1 Mengkonsepkan klasifikasi engine
4.3.2 Membeda-bedakan klasifikasi engine

ADIWIYATA

3.4 Memahami cara kerja engine 2 dan 4 langkah 3.4.1 Menjelaskan cara kerja engine 2 dan 4 langkah
3.4.2 Mengidentifikasi engine 2 dan 4 langkah
4.4 Menjelaskan cara kerja engine 2 dan 4 langkah
4.4.1 Memeragakan cara kerja engine 2 dan 4 langkah
4.4.2 Menggolongkan cara kerja engine 2 dan 4 langkah

DU/DI
Mesin bensin dan diesel
Drive train
Chasis
Kelistrikan mesin
Kelistrikan body
Body otomotif
Bahan bakar dan Pelumas

ADIWIYATA

Teknologi Dasar Otomotif | Kelas X TKR C-2 Hal 9 |dari 12


3.5 Memahami proses dasar pembentukan logam 1. Teknik Pengecoran logam
2. Pembentukan manual
4.5 Menerapkan proses dasar pembentukan logam 3. Pembentukan roll dingin
4. Pembentukan roll panas
5. Pembentukan dengan press
6. Pembentukan dengan bubut
7. Pembentukan dengan Frais
8. Pembentukan dengan Mesin Skrap

ADIWIYATA

3.6 Mengidentifikasi komponen sistem hidrolik dan 1. Prinsip kerja pompa fluida
pneumatic 2. Jenis-jenis pompa
3. Karakteristik pompa fluida
4.6 Menerapkan system hidrolik dan pneumatic pada 4. Prinsip kerja Kompresor
program teknik otomotif 5. Jenis-jenis kompresor
6. Karakteristik kompresor
7. Prinsip kerja mesin pendingin
8. Jenis-jenis dan Karakteristik pesawat pendingin
9. Nama,fungsi dan cara kerja komponen hidrolik
10. Gambar diagram hidrolik
11. Pembacaan diagram hidrolik

ADIWIYATA

3.7 Menjelaskan fungsi berbagai bearing, seal dan gasket 1. Jenis dan spesifikasi bearing, seal dan gasket
serta prosedur perawatanya. serta fungsinya
2. Teknik pelepasan dan pemasangan bearing, sea
4.7 Menerapkan pemeliharaan bearing, seal dan gasket dan gasket
3. Teknik pemeliharaan jenis bearing, seal dan
gasket

ADIWIYATA

3.8 Mengidentifikasi berbagai jenis jacking, blocking dan 1. Jenis dan spesifikasi serta fungsi jacking,
lifting sesuai dengan operation manual blocking dan lifting
2. Teknik pengoperasian jacking, blocking dan
4.8 Menerapkan teknik pengoperasian jacking, blocking dan lifting
liffting sesuai operation manual
ADIWIYATA

3.9 Menjelaskan cara penggunaan OMM (operation 1. Fungsi OMM, Service Manual dan Part book
maintenance manual), Service Manual dan Part book sesuai dalam pemeliharaan kendaraan
peruntukannya 2. Pembacaan dan penggunaan OMM
3. Pembacaan dan penggunaan service manual
4.9 Menerapkan penggunaan OMM dan service manual 4. Pembacaan dan penggunaan part book

ADIWIYATA

3.10 Memahami fungsi treaded, fasterner, sealant dan 1. Jenis, spesifikasi dan cara penggunaan bolt dan
adhesive nut
2. Penggunaan bolt dan nut (thread imperial dan
4.10 Mengaplikasikan treaded, fastener, sealand dan metric)
adhesive 3. Jenis dan spesifikasi Fasteners dan Locking
Application
4. Penggunaan,pemilihan Fasteners dan Locking
Application
5. Jenis dan spesifikasi sealant dan adhesive

ADIWIYATA

Teknologi Dasar Otomotif | Kelas X TKR C-2 Hal 10 |dari 12


KUNCI JAWABAN

1 B 11 B 21 B 31 C
2 C 12 A 22 D 32 B
3 B 13 E 23 C 33 D
4 B 14 B 24 A 34 E
5 A 15 E 25 E 35 A
6 B 16 C 26 C 36 B
7 B 17 D 27 D 37 E
8 E 18 B 28 A 38 D
9 D 19 D 29 B 39 C
10 C 20 E 30 E 40 B

URAIAN
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

1.
2. A. Sistem Common Rail
Teknologi ini dikembangkan untuk menuntaskan masalah pada solar berkualitas rendah, saat proses
pembakaran di dapur pacu. Hasilnya pembakaran yang jauh lebih cepat dan sempurna, sehingga ramah
lingkungan.
Cara kerja diesel common rail, semua injektor terletak dalam satu rel yang sama dari pompa injektor,
yang bertugas menyemprotkan solar secara langsung (direct) ke dalam ruang bakar. Sementara pada
mesin diesel konvensional, masing-masing injektor memasok solar sendiri dari pompa injeksi.
Pada awal pengembangannya, teknologi diesel common rail dirancang agar mampu memberikan
tekanan hingga 1.350 bar atau 20.000 psi. Namun kini sudah dapat menghasilkan kompresi hingga
mencapai 1.800 bar, yang menuntut adanya material pipa khusus yang kuat.
Lewat pengembangan mesin diesel common rail ini, selain dapat menghemat bahan bakar hingga 20%
dan menurunkan emisi gas buang, noise-pun dapat berkurang lantaran pembakaran lebih optimal. Di
samping itu, tenaga yang dihasilkan pun akan meningkat hampir dua kali lipat ketimbang mesin diesel
konvensional
Kelebihan :
 Sistem commonrail menawarkan peningkatan atomisasi bahan bakar, sehingga meningkatkan
pengapian dan pembakaran dalam mesin
 Sistem commonrail juga memberikan peningkatan kinerja, menurunkan konsumsi bahan bakar,
dan membuat getaran mesin lebih halus
 Waktu pembakaran yang lebih sempurna, sehingga menghasilkan tenaga mesin yang jauh lebih
baik.
Kelemahan :
tekanan kerja yang sangat tinggi menyebabkan ketegangan material yang tinggi.Implikasi dari hal ini
adalah risiko kebakaran dan ledakan yang tinggi bila terjadi kebocoran sehingga perlu penempatan
yang hati-hati dari sistem injeksi
B. Sistem Konvensional
Pada mesin diesel dengan sistem konvensional ini bekerja dengan jumlah injeksi diatur dengan
governor pada pompa injeksi dengan waktu pembakaran solar diatur oleh automatic timer pada
pompa injeksi ( injection pump ). Dengan pendistribusian bahan bakar solar ke setiap setiap silinder
dengan yang dilakukan oleh injection pump dimana pengaturan tekanan pada saat melakukan
pembakaran dan jumlah bahan bakar berdasarkan putaran mesin.

Teknologi Dasar Otomotif | Kelas X TKR C-2 Hal 11 |dari 12


Kelebihan :
Perawatan lebih mudah
Kelemahan :
konsumsi bahan bakar tidak efisien
Kesimpulan :
Dari segi teknologi sistem diesel common rail ini lebih baik dibandingkan dengan sistem diesel
konvensional, karena sistem common rail pembakaran bahan bakar secara merata dengan
menghasilkan tenaga yang maksimal.

3. Keterangan Gambar Sistem EFI


1. Fuel rail/delivery pipe (pipa pembagi)
2. Pressure regulator (pengatur tekanan)
3. Injector (nozel penyemprot bahan bakar)
4. Air box (saringan udara)
5. Air temperature sensor (sensor suhu udara)
6. Throttle body butterfly (katup throttle)
7. Fast idle system
8. Throttle position sensor (sensor posisi throttle)
9. Engine/coolant temperature sensor (sensor suhu air pendingin)
10. Crankshaft position sensor (sensor posisi poros engkol)
11. Camshaft position sensor (sensor posisi poros nok)
12. Oxygen (lambda) sensor
13. Catalytic converter
14. Intake air pressure sensor (sensor tekanan udara masuk)
15. ECU (Electronic control unit)
16. Ignition coil (koil pengapian)
17. Atmospheric pressure sensor (sensor tekanan udara atmosfir)

4. Diketahu :
d = 72 mm
s = 92 mm
N = 4 silinder
Ditanya :
π
Volume Silinder (Vs) = 4 d2 . s . N = 0,785 . 72² . 92 . 4 = 1.497.553,92 mm3 = 1497,55 cc
1 cc = 1 ml
1 cc = 1 cm 3
1 cc = 1000 mm 3
1 cc = 0,001 L
1 L = 1 dm 3
1 L = 1000 cc
1 mm 3 = 0,001 cc
5. Sistem hidrolik
Transmisi Matic, Power Steering, Suspensi hidrolik, Rem hidrolik,
Sistem Pneumatik
Air bag, Suspensi Udara, Rem Angin, AC mobil,

Teknologi Dasar Otomotif | Kelas X TKR C-2 Hal 12 |dari 12