Anda di halaman 1dari 14

SIAGA UN 2019

BIDANG STUDI : KIMIA


KELAS : XII IPA

KD: Kimia Dasar: Perkembangan teori atom berdasarkan teori atom Thompson, Catatan:
Rutherford, Bohr, & mekanika kuantum (Pengetahuan dan Pemahaman)
1. Model atom mekanika kuantum yang dikemukakan oleh Erwin
Schrodinger didasarkan pada dua hal yaitu
(A) Model atom Niels Bohr dan Hipotesis Louis de Broglie.
(B) Model atom Rutherford dan model atom Niels Bohr.
(C) Model atom Niels Bohr dan azas ketidakpastian Werner Heisenberg.
(D) Hipotesis Louis de Broglie dan azas ketidakpastian Werner Heisenberg.
(E) Model atom Niels Bohr dan azas ketidakpastian Werner Heisenberg.
KD: Kimia Dasar: Hubungan konfigurasi elektron terhadap sifat periodisitas
dan letak unsur dalam tabel periodik (Pengetahuan dan Pemahaman)
2. Perhatikan tabel periodik unsur berikut!

Y
L
X Z Q

Letak unsur yang sesuai dengan nomor atom dan konfigurasi elektron adalah
Unsur Nomor atom Konfigurasi elektron
(A) X 12 [Ne] 3s2
(B) Y 8 [He] 2s2 3p4
(C) L 14 [Ne] 3s2 3p2
(D) Z 31 [Ar] 4s2 4p1
(E) Q 33 [Ar] 4s2 3d10 4p3
KD: Kimia Anorganik: Unsur-unsur golongan utama (gas mulia, halogen,
alkali, dan alkali tanah, serta unsur-unsur periode 3) dan unsur transisi
periode 4 dan cara pembuatannya, serta kegunaannya dalam
kehidupan sehari-hari (Pengetahuan dan Pemahaman)
3. Perhatikan tabel berikut!
No. Mineral Unsur
(1) Kriolit Litium
(2) Hematit Besi
(3) Bauksit Aluminium
(4) Kalkopirit Kalsium
(5) Kasiterit Tembaga
Pasangan data yang tepat antara mineral dan unsurnya adalah nomor
(A) (1) dan (2). (C) (1) dan (4). (E) (3) dan (5).
(B) (1) dan (3). (D) (2) dan (3).

Halaman 1 dari 14 halaman


KIMIA – XII IPA   SIAGA UN

Catatan: 4. Perhatikan persamaan kimia pembuatan unsur berikut!


2Ca3(PO4)2(s) + 6SiO2(s)+ 10C(s)  6CaSiO3(s) + 10CO(g) + P4(g)
Nama proses pembuatan unsur yang dihasilkan dan kegunaannya adalah
(A) Wohler dan bahan untuk membuat korek api.
(B) Frasch dan bahan pembuatan asam sulfat.
(C) Tanur Tinggi dan pembuatan baja.
(D) Hall-Heroult dan alat dapur.
(E) Haber-Bosch dan bahan baku pembuatan pupuk urea.

KD: Anorganik: Geometri molekul (melalui teori VSEPR atau struktur ikatan
Lewis, dan domain elektron). (Aplikasi)
5. Pasangan senyawa dari unsur-unsur berikut:
6K, 8L, 15M, 17Q, 9R, memenuhi aturan oktet, kecuali
(A) KL2 dan KQ4. (C) MQ5 dan KL. (E) KQ4 dan KL2.
(B) KQ4 dan Q2L. (D) MQ3 dan KR4.

6. Unsur X dan Y mempunyai konfigurasi elektron sebagai berikut.


X = [Ne] 3s2 3p2
Y = [Ne] 3s2 3p5
Jika kedua unsur berikatan, rumus kimia dan bentuk molekul yang
tepat adalah
(A) X4Y, segi empat. (D) XY4, bipiramida trigonal.
(B) XY2, segitiga planar. (E) XY4, tetrahedral.
(C) X4Y, tetrahedral.
KD: Kimia Analisis: Larutan elektrolit dan non elektrolit dan daya hantar
listrik (Aplikasi)
7. Perhatikan data hasil percobaan berikut ini!
Lampu Gelembung Gas
Larutan
Terang Redup Mati Banyak Sedikit Tidak ada
(1)   √  √ 
(2)  √   √ 
(3) √   √  
(4) √   √  
(5)   √   √
Berdasarkan data di atas, pasangan larutan yang memiliki derajat
ionisasi,  = 1 , dan 0 <  < 1 berturut-turut adalah
(A) (1) dan (2). (C) (2) dan (4). (E) (3) dan (5).
(B) (1) dan (3). (D) (3) dan (2).
KD: Kimia Analisis: pH larutan asam-basa kuat dan lemah berdasarkan
perhitungan maupun eksperimen (indikator asam-basa) ((Aplikasi)
8. Perhatikan data hasil uji terhadap 2 jenis larutan dengan menggunakan
4 jenis indikator!
Hasil
Nama Trayek Perubahan
No. Pengamatam
Indikator pH Warna Indikator
Larutan X Larutan Y
(1) Metil merah 4,2  6,3 Merah  kuning Kuning Merah
(2) Metil jingga 3,2  4,4 Merah  kuning Kuning Jingga
(3) Metil ungu 4,8  5,4 Ungu  hijau Hijau Ungu
(4) Lakmus 4,7  8,3 Merah  biru Biru Merah
Perkiraan pH untuk larutan X dan larutan Y secara berurutan adalah
(A) 3,2  4,4 dengan 5,8  8,3. (D) 4,7  8,3 dengan 3,2  4,0.
(B) 4,4  4,8 dengan 4,7  5,4. (E) 8,3  14,0 dengan 3,2  4,2.
(C) 4,8  5,4 dengan 4,4  4,8.

Halaman 2 dari 14 halaman


KIMIA – XII IPA   SIAGA UN

KD: Kimia Analisis: titrasi asam basa dan kurva tirasinya (termasuk Catatan:
indikator dan perubahan warnanya) (Aplikasi)
9. Berikut ini data hasil titrasi antara Ca(OH)2 dengan larutan asam asetat
0,4 M.
Percobaan Volume Ca(OH)2 Volume CH3COOH
(1) 20 mL 50,5 mL
(2) 20 mL 50,0 mL
(3) 20 mL 49,5 mL
Berdasarkan pada data tersebut, kadar (% massa) Ca(OH)2 yang
terdapat dalam 20 mL larutan jika massa jenis larutan tersebut
1,25 g/mL, adalah
(Mr Ca(OH)2 = 74 gram.mol1)
(A) 1,48%. (C) 2,96%. (E) 4,44%.
(B) 2,22%. (D) 3,70%.

10. Diketahui data beberapa indikator dengan trayek pH-nya.


Indikator Metil jingga Bromtimol biru Fenolftalein
Trayek pH 3,1  4,4 6,0  7,6 8,3  10,0
Dan berikut ini adalah kurva titrasi asambasa.
14 Pasangan asam-basa
dan indikator yang
sesuai dengan kurva
pH larutan

Titik ekivalen tersebut adalah


7

0
Volume asam
(A) NaOH  CH3COOH  metil jingga.
(B) NaOH  H2SO4  fenolftalein.
(C) N2H4  HCOOH  metil jingga.
(D) KOH  CH3COOH  bromtimol biru.
(E) CH3NH2  HCl  bromtimol biru.

KD: Kimia Analisis: pH, komponen dan sifat larutan penyangga. (Aplikasi)
11. Jika kedua larutan asam dan garam berikut dicampurkan maka akan
terjadi larutan penyangga dengan pH tertentu.
No Larutan asam Larutan garam Ka
(1) 50 mL HNO2 0,2 M 50 mL NaNO2 0,1 M 4  104
(2) 25 mL HF 0,4 M 75 mL KF 0,4 M 6  104
(3) 100 mL HCOOH 0,3 M 200 mL HCOONa 0,2 M 2  104
Urutan pH larutan yang terjadi mulai dari pH terkecil adalah
(A) (1)  (2)  (3). (C) (3)  (1)  (2). (E) (2)  (3)  (1).
(B) (1)  (3)  (2). (D) (3)  (2)  (1).

Halaman 3 dari 14 halaman


KIMIA – XII IPA   SIAGA UN

Catatan: KD: Kimia Analisis: hidrolisis garam (pH, reaksi kesetimbangan hidrolisis)
(Aplikasi)
12. Perhatikan tabel data yang belum lengkap dari hasil uji hidrolisis
larutan garam berikut ini:
Uji Lakmus Jenis Persamaan Reaksi
No. Larutan
Merah Biru Hidrolisis Hidrolisis
(1) (NH4)2SO4 merah merah ... NH4+ + H2O NH4OH+ H+
(2) NaF ... biru parsial F + H2O HF + OH
(3) HCOOK biru biru parsial ...

Data yang tepat untuk mengisi bagian titik-titik pada nomor larutan
(1), (2), dan (3) berturut-turut adalah
(A) parsial merah HCOO + H2O OH + HCOOH

(B) parsial biru HCOO + H2O OH + HCOOH
(C) total biru NH4OH + HCOOH NH4+ + HCOO + H2O
(D) parsial merah NH4+ + H2O NH4OH + H+
(E) total merah HCOO + H2O HCOOH + OH

KD: Kimia Analisis: Kesetimbangan ion dalam larutan garam dan


menghubungkan dengan pH-nya (Penalaran)
13. Campuran antara dua larutan dapat terjadi endapan, tepat jenuh atau
tidak terbentuk endapan. Jika 100 mL Mn(NO3)2 4  104 M dicampur
dengan 100 mL NaOH 8  104 M dan Ksp Mn(OH)2 = 3,2  1011,
pernyataan yang benar adalah
(A) terbentuk endapan karena Ksp < Qsp.
(B) terbentuk endapan karena Ksp > Qsp.
(C) belum terbentuk endapan karena Ksp < Qsp.
(D) belum terbentuk endapan karena Ksp > Qsp.
(E) larutan tepat jenuh karena Ksp = Qsp.
KD: Kimia Fisik: Termokimia (pengertian perubahan entalpi, reaksi eksotermik
dan endotermik, menghitung H melalui kalorimeter, tabel H, hukum
Hess dan energi ikatan rata-rata) (Pemahaman)
14. Pada suatu percobaan, asam sulfat pekat dicampur dengan air sehingga
konsentrasi asam sulfat berkurang dan tabung reaksi menjadi panas.
Pernyataan yang benar untuk percobaan tersebut adalah
(A) Pengenceran asam sulfat adalah proses endoterm karena sistem
melepas kalor ke lingkungan.
(B) Pengenceran asam sulfat adalah proses endoterm karena sistem
menyerap kalor dari lingkungan.
(C) Pengenceran asam sulfat adalah proses eksoterm karena sistem
melepas kalor ke lingkungan.
(D) Pengenceran asam sulfat adalah proses eksoterm karena sistem
menyerap kalor dari lingkungan.
(E) Pengenceran asam sulfat adalah proses endoterm karena
lingkungan melepas kalor ke sistem.

Halaman 4 dari 14 halaman


KIMIA – XII IPA   SIAGA UN

KD: Kimia Fisik: Laju reaksi (menentukan orde dan persamaan hukum laju Catatan:
reaksi melalui percobaan) (Penalaran)
15. Pengamatan laju reaksi untuk reaksi:
NO(g) + Cl2(g)  NOCl2(g)
disajikan dalam tabel berikut.
[NO] [Cl2] Laju reaksi
Percobaan
(M) (M) (M. s1)
1 0,20 0,10 0,024
2 0,20 0,20 0,048
3 0,40 0,05 0,048
Grafik yang menunjukkan orde reaksi terhadap NO adalah
(A) (C) (E)
Laju reaksi

Laju reaksi
Laju reaksi

[NO] [NO] [NO]

(B) (D)
Laju reaksi

Laju reaksi

[NO] [NO]

KD: Kimia Fisik: Laju reaksi (pengertian laju reaksi, faktor-faktor yang
mempengaruhi laju reaksi) (Aplikasi)
16. Perhatikan data percobaan berikut!
Ukuran Waktu
Konsentrasi HCl Suhu awal
Percobaan partikel reaksi
(Volume 25 mL) (C)
Zn (2g) (menit)
1 0,2 M Pita 23 10
2 0,1 M Pita 23 20
3 0,2 M Pita 33 1
4 0,2 M Serbuk 23 4
5 0,4 M Pita 23 5
Jika kondisi yang diharapkan adalah:
* variabel bebas : luas permukaan
* variabel terkontrol : konsentrasi HCl
* variabel terikat : waktu
Pasangan data yang sesuai dengan kondisi tersebut adalah
(A) (1) dan (2). (C) (1) dan (4). (E) (3) dan (4).
(B) (1) dan (3). (D) (2) dan (4).

Halaman 5 dari 14 halaman


KIMIA – XII IPA   SIAGA UN

Catatan: KD: Kimia Fisik: kesetimbangan kimia (faktor-faktor yang mempengaruhi


arah pergeseran kesetimbangan – prinsip Le Chatelier) (Aplikasi)

17. Suatu sistem kesetimbangan gas memiliki persamaan reaksi:


2PQ2(g) P2Q4(g) H = x kJ/mol
Jika tekanan sistem kesetimbangan ditingkatkan, reaksi akan
berlangsung ke arah
(A) kiri, karena bergeser ke arah eksoterm.
(B) kiri, karena bergeser ke arah endoterm.
(C) kanan, karena bergeser ke arah jumlah koefisien yang kecil.
(D) kanan, karena bergeser ke arah endoterm.
(E) kiri, karena bergeser ke arah jumlah koefisien yang besar.

KD: Kimia Fisik: koloid (kegunaan koloid berdasarkan sifat-sifatnya dalam


kehidupan sehari-hari) (Aplikasi)
18. Diberikan tabel tentang sifat koloid berikut.
No Peristiwa Sehari-hari Sifat Koloid
(1) Proses cuci darah Koagulasi
(2) Kabut di pegunungan Efek Tyndall
(3) Pembentukan delta di muara sungai Elektroforesis
(4) Pemutihan gula Liofil
(5) Proses kerja obat diare Adsorbsi
Pasangan data yang tepat adalah
(A) (1) dan (3). (C) (2) dan (4). (E) (3) dan (5).
(B) (1) dan (4). (D) (2) dan (5).

KD: Kimia Fisik: reaksi reduksi dan oksidasi kehidupan sehari-hari serta
penyetaraannya (Penalaran)
19. Senyawa aktif pada pemutih pakaian adalah natrium hipoklorit,
NaClO. Untuk menentukan kadar NaClO dalam pemutih pakaian,
NaClO direaksikan dengan KI dan HCl sehingga dihasilkan iodium.
Iodium yang terbentuk dititrasi dengan larutan standar natrium
tiosulfat, Na2S2O3 sesuai persamaan reaksi
NaClO + 2KI + 2HCl  NaCl + 2KCl + I2 + H2O
I2 + 2Na2S2O3  2NaI + Na2S4O6
Berdasarkan reaksi di atas, sifat bahan aktif yang terdapat dalam
pemutih pakaian adalah
(A) oksidator. (C) inhibitor. (E) emulgator.
(B) reduktor. (D) katalisator.

Halaman 6 dari 14 halaman


KIMIA – XII IPA   SIAGA UN

KD: Kimia Fisik: faktor-faktor penyebab korosi dan pencegahannya Catatan:


(Penalaran)

20. Diagram berikut menggambarkan percobaan untuk menentukan


faktor-faktor penyebab korosi pada paku besi.

Air yang sudah Udara


Udara dididihkan & Paku besi kering
1 tetes Paku besi
Paku besi
fenolptalein
Paku besi Kapas
Air & 1 tetes Minyak
CaCl2
fenolptalein tanah
Anhidrat

Paku besi
Paku besi dililit kawat Cr
dililit kawat
Sa
K3Fe(CN)4
K3Fc(CN) a dalam medium
dalam malam agar-agar
agar-agar

Keterangan:
 Indikator fenolftalein membentuk warna merah jika terdapat ion
hidroksida, OH.
 CaCl2 adalah zat higroskopis (menyerap uap air) sehingga udara
dalam tabung bebas uap air.
 Air yang sudah dididihkan kehilangan oksigen terlarut.
 K3Fe(CN)6 membentuk kompleks berwarna biru dengan ion Fe2+.

Hasil pengamatan adalah sebagai berikut


Tabung Hasil Pengamatan
1 Paku berkarat, muncul warna merah muda
2 Paku tidak berkarat, tidak terjadi perubahan warna
3 Paku tidak berkarat
4 Paku tidak berkarat
5 Terbentuk warna biru di sepanjang paku
6 Tidak terbentuk warna biru
Berdasarkan percobaan tersebut dapat disimpulkan
(A) Paku besi berkarat karena adanya fenolftalein.
(B) Paku besi berkarat karena adanya ion hidroksida di sekitar paku.
(C) Paku besi tidak berkarat karena logam Cr lebih mudah teroksidasi
dari besi.
(D) Paku besi tidak berkarat karena wadahnya tertutup sehingga
oksigen tidak dapat masuk.
(E) Paku besi tidak berkarat karena adanya K3Fe(CN)6 yang mengikat
ion Fe2+.

KD : Kimia Fisik: termokimia menghitung H melalui data energi ikatan rata-


rata (Aplikasi)
21. Diketahui energi ikatan rata-rata ClCl, N≡N, dan NCl berturut-turut
adalah 242, 942, dan 200 kJ/mol. Besarnya H penguraian 23,8 g
NCl3 (Mr = 119) menjadi unsur-unsurnya adalah
(A) 11,7 kJ. (C) 35,1 kJ. (E) 58,5 kJ.
(B) 23,4 kJ. (D) 46,8 kJ.

Halaman 7 dari 14 halaman


KIMIA – XII IPA   SIAGA UN

Catatan: KD: Kimia Analisis: prinsip kerja elektrolisis dan penerapannya dalam industri
(Aplikasi)

22. Perhatikan gambar penyepukan


sendok besi dengan logam kromium
berikut ini!
Reaksi yang terjadi di anoda adalah
(A) Fe  Fe2+ + 2e
Fe Cr+3 Cr
(B) 2H2O  O2 + 4H+ + 4e
+
(C) Cr  Cr3+ + 3e
(D) 2H2O + 2e  H2 + 2OH
(E) Cr3+ + 3e  Cr
KD: Kimia Fisik: kesetimbangan – hubungan kuantitatif pereaksi dan hasil
reaksi (Aplikasi)
23. Dalam suatu wadah bervolume tetap dicampurkan 6 mol gas SO2 dan
4 mol gas oksigen sehingga terjadi kesetimbangan sesuai persamaan
2SO2(g) + O2(g) 2SO3(g). Jika saat setimbang terdapat 4 mol gas
SO3 dan tekanan 12 atm, harga Kp untuk reaksi tersebut adalah
(A) 0,33. (B) 0,67. (C) 1,33. (D) 1,67. (E) 2,33.

KD: Kimia Fisik: pengertian kesetimbangan dan faktor-faktor yang


mempengaruhi arah pergeseran kesetimbangan dan penerapannya dalam
industri (Penalaran)
24. Persamaan kimia untuk reaksi kesetimbangan suatu gas:
2A(g) + B(g) A2B(g) H =  X kJ.
Gambar partikel pada kesetimbangan sesaat ditunjukkan berikut ini:
Keterangan
=A
=B
= A2B

Jika pada reaksi tersebut tekanan diperbesar, maka gambar yang


menyatakan sistem kesetimbangan sesaat baru adalah
(A) (D)

(B) (E)

(C)

Halaman 8 dari 14 halaman


KIMIA – XII IPA   SIAGA UN

KD: Kimia Fisik: Prinsip kerja sel volta dan kegunaannya (Aplikasi) Catatan:
25. Diketahui potensial reduksi standar beberapa elektroda sebagai
berikut.
 A+ + e  A Eo = +0,80
 B2+ + 2e  B Eo = 0,25
 C+ + e  C Eo = +0,52
 D2+ + 2e  D Eo = 0,74
Diagram sel untuk reaksi yang berlangsung spontan adalah
(A) AA+ ║B2+B (D) CC+ ║B2+B
(B) AA ║C C
+ +
(E) BB2+║C+C
(C) CC ║D D
+ 2+

KD: Kimia Fisik: Membedakan sifat koligatif larutan elektrolit dan


nonelektrolit (Penalaran)
26. Perhatikan tabel data larutan berikut!
Larutan Konsentrasi Titik beku lautan
C6H12O6 0,5 m 0,9 C
H2C2O4 0,5 m 1,35 C
Derajat ionisasi larutan H2C2O4 tersebut adalah
(A) 0,25. (C) 0,50. (E) 0,75.
(B) 0,40. (D) 0,60.
27. Perhatikan gambar berikut!

Keterangan :
 = Zat terlarut sukar menguap

Larutan A Larutan B
Pernyataan yang tepat untuk kedua larutan tersebut adalah
(A) kenaikan titik beku larutan A lebih rendah daripada kenaikan
titik beku larutan B.
(B) kenaikan titik didih larutan A lebih kecil daripada titik didih larutan B.
(C) tekanan osmotik larutan A lebih redah daripada tekanan osmotik
larutan B.
(D) tekanan uap larutan A lebih tinggi daripada tekanan uap larutan B.
(E) titik beku larutan A lebih rendah daripada titik beku larutan B.

KD: Kimia Fisik: Mengidentifikasi fenomena sifat koligatif larutan dalam


kehidupan sehari-hari (Pemahaman)
28. Berikut adalah beberapa pemanfataan sifat koligatif yang banyak
ditemui dalam kehidupan sehari-hari:
(1) penggunaan cairan infus bagi manusia,
(2) pembuatan cairan pendingin pada es putar,
(3) penggunaan obat tetes mata,
(4) pencairan salju menggunakan garam dapur,
(5) pemberian garam pada lintah.
Pasangan data yang merupakan pemanfaatan penurunan titik beku
larutan adalah
(A) (1) dan (3). (C) (2) dan (3). (E) (3) dan (5).
(B) (1) dan (4). (D) (2) dan (4).

Halaman 9 dari 14 halaman


KIMIA – XII IPA   SIAGA UN

Catatan: KD: Kimia Analisis: pH, komponen dan sifat larutan penyangga (Penalarani)
29. Perhatikan wacana berikut!
pH normal darah manusia sudah dirancang selalu relatife tetap yaitu
7,40  0,05. Komponen utama buffer darah adalah H2CO3  HCO3
dengan perbandingan 1 : 20, yang merupakan salah satu hasil
metabolisme pernapasan,
CO2(g) CO2(aq)
CO2(aq) + H2O(l) H2CO3(aq)
H2CO3(aq) + H2O(l) H3CO(aq) + HCO3(aq) Kal = 4,3 × 107
Pada kasus alkalosis atau kelebihan basa yang disebabkan
berkurangnya CO2 terlarut, pH darah naik hingga mencapai 7,8. Jika
dibiarkan akan menyebabkan kerusakan sistem saraf. Salah satu upaya
mengembalikan pH normal darah adalah dengan pemberian masker
gas oksigen didukung infus larutan buffer bikarbonat pH 6,7 selama
selang waktu tertentu.
Berdasarkan wacana tersebut, pemberian larutan bikarbonat pH 6,7
bertujuan untuk
(A) menaikkan pH darah dengan menggeser kesetimbangan kearah kiri.
(B) menaikkan pH darah dengan menggeser kesetimbangan kearah
kanan.
(C) menaikkan pH darah tanpa menggeser arah kesetimbangan.
(D) menurunkan pH darah dengan menggeser kesetimbangan kearah kiri.
(E) menurunkan pH darah dengan menggeser kesetimbangan kearah
kanan.

KD: Kimia Fisik: Prinsip kerja sel volta dan kegunaannya (Aplikasi)
30. Diketahui notasi sel volta: Mg | Mg2+ || Sn2+ | Sn Esel
0
= 2,23 volt.
Gambar sel volta berdasarkan notasi sel tersebut adalah
e e e e
(A) Katoda Anoda
(D) Katoda Anoda
Sn () (+) Mg Mg (+) () Sn

SnSO4 MgSO4 MgSO4 SnSO4

e e e e
(B) (E)
Katoda Anoda Katoda Anoda
Sn (+) ()
Mg (+) () Mg
Sn

SnSO4 MgSO4
SnSO4 MgSO4

 
(C) e e
Katoda Anoda
Mg (+) () Sn

MgSO4 SnSO4

Halaman 10 dari 14 halaman


KIMIA – XII IPA   SIAGA UN

KD: Kimia Fisik: Membedakan sifat koligatif larutan elektrolit dan Catatan:
nonelektrolit (Penalaran)
31. Berikut adalah data hasil percobaan titik beku dua jenis senyawa,
gliserol [C3H8O3] dan Mg(NO3)2.
Larutan
No Zat terlarut
Konsentrasi, (m) Titik Beku, (oC)
1 C3H8O3 0,3 0,54
2 C3H8O3 0,6 1,08
3 Mg(NO3)2 0,3 1,62
4 Mg(NO3)2 0,6 3,24
Pada konsentrasi yang sama, larutan C3H8O3 dan Mg(NO3)2 memiliki
titik beku yang berbeda. Hal ini disebabkan
(A) Kedua zat terlarut memiliki jumlah atom yang berbeda per molekul.
(B) Kedua larutan mengandung konsentrasi partikel terlarut yang berbeda.
(C) Gliserol, C3H8O3 membentuk ikatan hidrogen dengan air
sedangkan Mg(NO3)2 tidak.
(D) Gliserol, C3H8O3 terionisasi sebagian dalam air sedangkan
Mg(NO3)2 terionisasi sempurna.
(E) Kedua larutan mengandung konsentrasi partikel terlarut yang sama.

KD: Kimia Fisik: Penerapan stoikiometri reaksi redoks dan hukum Faraday
dalam industri (Aplikasi)
32. Gambar di samping adalah
(+) () gambar sebuah kunci yang
Cr terbuat dari besi disepuh
dengan krom menggunakan
arus 19,3 A.
Jika penyepuhan kunci
dilakukan selama 62,5 menit,

massa krom (Cr = 52) yang


Cr(NO3)3(aq) menutupi permukaan kunci
Fe adalah

(A) 13,0 g. (C) 26,0 g. (E) 39,0 g.


(B) 19,5 g. (D) 32,5 g.
33. Perhatikan wacana berikut!

Senyawa aktif pada pemutih adalah senyawa natrium


hipoklorit (NaClO). Untuk menghitung kadar NaClO
dalam pemutih digunakan reaksi iodometri yaitu:
NaClO + 2KI + 2HCl  NaCl + 2KCl + I2 + H2O
I2 + 2Na2S2O3  2NaI + Na2S4O6
Berdasarkan wacana tersebut, untuk menghitung kalor NaClO dalam
pemutih digunakan titrasi iometri dengan Na2S2O3 sebagai larutan
standar. Jika 20 mL NaClO dititrasi memerlukan 15 mL Na2S2O3 0,1 M,
maka kadar NaClO(w/w) dalam pemutih tersebut adalah
(Mr NaClO = 74,5, NaClO = 1 g.mL1)
(A) 0,279%. (C) 1,116%. (E) 4,464%.
(B) 0,558%. (D) 2,232%.

Halaman 11 dari 14 halaman


KIMIA – XII IPA   SIAGA UN

Catatan: KD: Kimia Organik: Struktur, sifat, dan kegunaan makromolekul alami
(polisakarida dan protein) dan sintesis (produk polimerisasi adisi dan
kondensasi)) (Aplikasi)
34. O OH Perhatikan monomer-monomer berikut!
NH2 Jika monomer-monomer tersebut berpolimerisasi,
polimer yang dihasilkan adalah
(A) bakelit. (D) PMMA.
(B) nilon 66. (E) orlon.
NH2
(C) kevlar.
O OH
KD: Kimia Organik: Sifat kimia, reaksi kondensasi,hidrolisis, redoks, adisi,
substitusi, eliminasi dan reaksi identifikasi senyawa karbon (Aplikasi)
35. Suatu senyawa dengan rumus molekul C4H10O memiliki sifat-sifat
sebagai berikut.
(1) Dengan larutan KMnO4 bereaksi menghasilkan asam isobutanoat
(2) Memiliki titik didih yang relatif tinggi.
(3) Dapat bereaksi dengan logam natrium menghasilkan gas hidrogen
Kemungkinan senyawa tersebut adalah
(A) CH3CH2CH2CH2OH
(B) CH3CH2CHCH3

OH
(C) CH3CHCH2OH

CH3
(D) OH

CH3CCH3

CH3
(E) CH3

CH3CCH2OH

CH3
36. Hasil uji beberapa bahan makanan adalah sebagai berikut:
Bahan Hasil pengujian
Makanan Biuret Xantoproteat Timbel(II) asetat
I Biru muda Kuning Coklat kehitaman
II Ungu Jingga Coklat kehitaman
III Ungu Kuning Tidak berubah
IV Biru muda Tidak berubah Tidak berubah
V Ungu Jingga Coklat kehitaman
Bahan makanan berprotein yang mengandung cincin benzena dan
unsur belerang adalah
(A) I dan II. (C) II dan V. (E) III dan V
(B) II dan IV. (D) III dan IV.

Halaman 12 dari 14 halaman


KIMIA – XII IPA   SIAGA UN

KD: Kimia Fisik: Prinsip kerja sel volta dan kegunaannya (Aplikasi) Catatan:
37. Perhatikan rangkaian sel volta berikut ini!

Nomor gambar, notasi sel, dan harga E sel yang tepat adalah
No. Notasi Sel ESel
(A) (1) Cu|Cu2+|| Zn2+ | Zn positif
(B) (2) Zn|Zn2+ || Cu2+|Cu positif
(C) (3) Al|Al3+|| Cu2+|Cu positif
(D) (4) Al|Al3+|| Zn2+ | Zn positif
(E) (5) Cu|Cu2+|| Al3+|Al positif

KD: Kimia Organik: Isomer senyawa karbon: rantai (cabang), posisi, fungsi,
geometri dan optis (kiral) (Aplikasi)
38. Berikut adalah tabel berisi rumus struktur, nama, dan pasangan isomer
suatu senyawa.
No Rumus Struktur Isomer dan Jenis Isomer
CH3C  CH3 CH3C = CH2
║ 
(1) CH2 CH3

2metilpropena Isomer posisi


CH3COOH HCOOCH3
(2)
asam etanoat isomer fungsi
CH3CHOH CH3CH2OCH3

(3) CH3 isomer fungsi
isopropanol
CH3CH  CH O
 ║ ║
(4) CH3 O CH3C  CH2CH3

2metilpropanal isomer kerangka

Pasangan data yang benar adalah


(A) (1) dan (2). (C) (1) dan (4). (E) (3) dan (4).
(B) (2) dan (3). (D) (2) dan (4)

Halaman 13 dari 14 halaman


KIMIA – XII IPA   SIAGA UN

Catatan: KD: Kimia Dasar: Hukum-hukum dasar kimia (termasuk hukum gas ideal dan
non ideal (RTP), konsep mol dan perhitungan kimia (Aplikasi)

39. Massa (gram) Besi dapat bereaksi dengan oksigen


Fe O FeO membentuk besi(II) oksida dengan
7 4 9 perbandingan massa sebagai berikut:
14 6 18 Berdasarkan data tersebut perbandingan
21 8 27 massa Fe dengan O dalam senyawa
35 10 45 tersebut adalah
(A) 2 : 1. (D) 7 : 4.
(B) 7 : 2. (E) 7 : 8.
(C) 7 : 3.

KD: Kimia Anorganik: Teori asam basa (Arrhenius, Bronsted-Lowry atau teori
asam basa Lewis) (Aplikasi)

40. Perhatikan persamaan reaksi berikut!


(1) Ca(OH)2(aq)  Ca2+(aq) + 2OH(aq)
(2) CO32(aq) + H2O(ℓ) HCO3(aq) + OH(aq)
(3) AgCl(g) + 2NH3(g)  Ag(NH3)3Cl
Urutan yang sesuai dengan konsep asam basa Arrhenius, Lewis, dan
Bronstead Lowry adalah
(A) (1), (2), dan (3). (D) (2), (1), dan (3).
(B) (2), (3), dan (1). (E) (1), (3), dan (2).
(C) (3), (2), dan (1).

Halaman 14 dari 14 halaman