Anda di halaman 1dari 16

34

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS DATA

4.1 Gambaran Jenis Motivasi Kerja SPG di PT X

4.1.1 Gambaran External Motivation

Untuk memperoleh hasil gambaran external motivation, dilakukan pengolahan

data menggunakan analisis descriptive statistic. Berdasarkan hasil pengolahan

data, diperoleh hasil gambaran external motivation pada SPG di PT X. Nilai rata-

rata external motivation adalah M = 4,42 dan SD = 0,81. Skala kontinum external

motivation minimal adalah 1 dan maksimal adalah 6. Nilai rata-rata skor external

motivation SPG ini cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan nilai titik tengah

alat ukur yaitu 3,50. Artinya, para SPG bekerja karena mereka merasa

pekerjaannya dapat memenuhi kebutuhan hidup, membantu mendapatkan

nafkah, serta mendapatkan fasilitas (tunjangan tertentu). Untuk lebih jelas dapat

dilihat pada Tabel 4.1 dan Lampiran 7a.


4.1.2 Gambaran Introjected Motivation

Untuk memperoleh hasil gambaran introjected motivation, dilakukan

pengolahan data menggunakan analisis descriptive statistic. Berdasarkan hasil

pengolahan data, diperoleh hasil gambaran introjected motivation pada SPG di

PT X. Nilai rata-rata introjected motivation adalah M = 3,93 dan SD = 0,933.

Skala kontinum introjected motivation minimal adalah 1 dan maksimal adalah 6.

Nilai rata-rata skor introjected motivation SPG ini cenderung lebih tinggi

dibandingkan dengan nilai titik tengah alat ukur yaitu 3,50. Artinya, para SPG

bekerja karena mereka merasa pekerjaannya membuat dirinya dipandang baik

oleh orang lain, membuat dirinya terlihat sebagai orang yang berhasil, dan

membuat dirinya memiliki reputasi (status yang baik). Untuk lebih jelas dapat

dilihat pada Tabel 4.1 dan Lampiran 7b.

4.1.3 Gambaran Identified Motivation

Untuk memperoleh hasil gambaran identified motivation, dilakukan

pengolahan data menggunakan analisis descriptive statistic. Berdasarkan hasil

pengolahan data, diperoleh hasil gambaran introjected motivation pada SPG di

PT X. Nilai rata-rata identified motivation adalah M = 3,50 dan SD = 1,09. Skala

kontinum identified motivation minimal adalah 1 dan maksimal adalah 6. Nilai

rata-rata skor identified motivation SPG ini sama dengan nilai titik tengah alat

ukur yaitu 3,50. Artinya, para SPG bekerja karena mereka merasa pekerjaannya

sesuai dengan tujuan hidupnya, harapan, dan nilai pribadinya. Untuk lebih jelas

dapat dilihat pada Tabel 4.1 dan Lampiran 7c.

4.1.4 Gambaran Intrinsic Motivation

Untuk memperoleh hasil gambaran intrinsic motivation, dilakukan pengolahan

data menggunakan analisis descriptive statistic. Berdasarkan hasil pengolahan

35
data, diperoleh hasil gambaran intrinsic motivation pada SPG di PT X. Nilai rata-

rata intrinsic motivation adalah M = 4,71 dan SD = 0,71. Skala kontinum intrinsic

motivation minimal adalah 1 dan maksimal adalah 6. Nilai rata-rata skor intrinsic

motivation SPG ini cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan nilai titik tengah

alat ukur yaitu 3,50. Artinya, para SPG bekerja karena mereka merasa

menikmati, pekerjaannya, senang melakukan pekerjaannya, dan banyak

peristiwa yang menyenangkan ketika mereka bekerja. Untuk lebih jelas dapat

dilihat pada Tabel 4.1 dan Lampiran 7d.

Tabel 4.1

Gambaran Jenis Motivasi Kerja

Motivasi Kerja Mean SD


External 4,42 0,81
Introjected 3,93 0,93
Identified 3,50 1,09
Intrinsic 4,71 0,71

4.2 Gambaran Quality of Work Life SPG di PT X

Untuk memperoleh hasil gambaran QWL, dilakukan pengolahan data

menggunakan analisis descriptive statistic. Berdasarkan hasil pengolahan data,

diperoleh hasil gambaran QWL, pada SPG di PT X. Nilai rata-rata quality of work

life adalah M = 3,30 dan SD = 0,41. Skala kontinum quality of work life minimal

adalah 1 dan maksimal adalah 5. Nilai rata-rata skor quality of work life dari SPG

ini cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan nilai titik tengah alat ukur yaitu 3.

36
Artinya SPG memandang quality of work life di PT X baik. Untuk lebih jelas dapat

dilihat pada Tabel 4.2.

Tabel 4.2

Gambaran Quality of Work Life

Quality of Work Life Mean SD


Total Quality of Work Life 3,30 0,41

4.2.1 Job Characteristic

Untuk memperoleh hasil gambaran QWL, dilakukan pengolahan data

menggunakan analisis descriptive statistic. Berdasarkan hasil pengolahan data,

diperoleh hasil gambaran QWL, dimensi job characteristic pada SPG di PT X.

Nilai rata-rata dimensi job characteristic adalah M = 3,42 dan SD = 0,50. Skala

kontinum job characteristic minimal adalah 1 dan maksimal adalah 5. Nilai rata-

rata skor job characteristic dari SPG ini cenderung lebih tinggi dibandingkan

dengan nilai titik tengah alat ukur yaitu 3. Artinya SPG memandang bahwa

perusahaan cukup memberikan kebebasan dalam mengambil keputusan dan

keleluasaan dalam menentukan cara kerja. Selain itu terdapat kejelasan tugas

dan tanggung jawab dalam pekerjaan. Penerapan rencana kerja dari unit kerja,

cara atasan menyampaikan umpan balik kepada bawahan, sistem penilaian

kinerja, serta peluang untuk menggunakan keahlian khusus dalam bekerja dinilai

cukup baik oleh SPG di PT X. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada Tabel 4.3 dan

Lampiran 8a.

4.2.2 Social Relevance of Employer

Untuk memperoleh hasil gambaran QWL, dilakukan pengolahan data

menggunakan analisis descriptive statistic. Berdasarkan hasil pengolahan data,

37
diperoleh hasil gambaran QWL, dimensi social relevance of employer pada SPG

di PT X. Nilai rata-rata dimensi social relevance of employer adalah M = 3,24 dan

SD = 0,66. Skala kontinum social relevance of employer minimal adalah 1 dan

maksimal adalah 5. Nilai rata-rata skor social relevance of employer dari SPG ini

cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan nilai titik tengah alat ukur yaitu 3.

Artinya jaminan terhadap kebebasan mengemukakan pendapat, upaya

perusahaan untuk memenuhi harapan pelanggan atau pengguna jasa, upaya

perusahaan untuk memproduksi barang, dengan memperhatikan

kesehatan/keselamatan pelanggan, dinilai cukup baik oleh SPG. Sedangkan

dalam hal perhatian perusahaan terhadap kondisi masyarakat di sekitar kantor,

tanggung jawab sosial dari perusahaan terhadap masyarakat, dinilai kurang baik

oleh SPG. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada Tabel 4.3 dan Lampiran 8b.

4.2.3 Social Integration in the Work Organization (Co-Worker)

Untuk memperoleh hasil gambaran QWL, dilakukan pengolahan data

menggunakan analisis descriptive statistic. Berdasarkan hasil pengolahan data,

diperoleh hasil gambaran QWL, dimensi social integration in the work

organization pada SPG di PT X. Nilai rata-rata dimensi social integration in the

work organization adalah M = 3,80 dan SD = 0,49. Skala social integration in the

work organization minimal adalah 1 dan maksimal adalah 5. Nilai rata-rata skor

social integration in the work organization dari SPG ini cenderung lebih tinggi

dibandingkan dengan nilai titik tengah alat ukur yaitu 3. Artinya dukungan sosial

dari rekan kerja, hubungan sosial di antara rekan kerja, serta komunikasi di

antara rekan kerja dinilai cukup baik oleh SPG. Untuk lebih jelas dapat dilihat

pada Tabel 4.3 dan Lampiran 8c.

38
4.2.4 Adequate and Fair Pay (Pay and Benefit)

Untuk memperoleh hasil gambaran QWL, dilakukan pengolahan data

menggunakan analisis descriptive statistic. Berdasarkan hasil pengolahan data,

diperoleh hasil gambaran QWL, dimensi adequate and fair pay pada SPG di PT

X. Nilai rata-rata dimensi adequate and fair pay adalah M = 2,65 dan SD = 0,75.

Skala adequate and fair pay minimal adalah 1 dan maksimal adalah 5. Nilai rata-

rata skor adequate and fair pay dari SPG ini cenderung lebih rendah

dibandingkan dengan nilai titik tengah alat ukur yaitu 3. Artinya SPG memandang

bahwa perusahaan kurang memberikan dukungan dana untuk rekreasi (family

gathering), fasilitas bantuan pengobatan, fasilitas/jaminan kesehatan, kurangnya

penghasilan per bulan, serta tidak adanya program dana pensiun. Untuk lebih

jelas dapat dilihat pada Tabel 4.3 dan Lampiran 8d.

4.2.5 Opportunity to Use and Develop Human Capacities (Personal

Development)

Untuk memperoleh hasil gambaran QWL, dilakukan pengolahan data

menggunakan analisis descriptive statistic. Berdasarkan hasil pengolahan data,

diperoleh hasil gambaran QWL, dimensi opportunity to use and develop human

capacities pada SPG di PT X. Nilai rata-rata dimensi opportunity to use and

develop human capacities adalah M = 3,23 dan SD = 0,62. Skala kontinum

opportunity to use and develop human capacities minimal adalah 1 dan

maksimal adalah 5. Nilai rata-rata skor opportunity to use and develop human

capacities dari SPG ini cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan nilai titik

tengah alat ukur yaitu 3. Artinya SPG mememandang bahwa perusahaan sudah

cukup baik dalam memberikan kesempatan kepada SPG untuk mendalami

keahlian tertentu (peluang mengikuti pelatihan), dan kesempatan untuk

39
mengaplikasikan keterampilan/ilmu yang dimiliki. Sedangkan mengenai

kesempatan melanjutkan pendidikan (sekolah) sambil tetap bekerja, dinilai

kurang baik oleh SPG. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada Tabel 4.3 dan

Lampiran 8e.

4.2.6 Balance of Work and Family (non Work-Life)

Untuk memperoleh hasil gambaran QWL, dilakukan pengolahan data

menggunakan analisis descriptive statistic. Berdasarkan hasil pengolahan data,

diperoleh hasil gambaran QWL, dimensi balance of work and family pada SPG di

PT X. Nilai rata-rata dimensi balance of work and family adalah M = 3,02 dan SD

= 0,59. Skala kontinum balance of work and family minimal adalah 1 dan

maksimal adalah 5. Nilai rata-rata skor balance of work and family dari SPG ini

sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan nilai titik tengah alat ukur yaitu 3.

Artinya, SPG menilai bahwa perusahaan cukup baik dalam memberikan

kesempatan bagi para SPG untuk menyelesaikan urusan/tugas rumah tangga.

Para SPG juga menilai bahwa mereka cukup memiliki waktu untuk keluarga.

Sedangkan dukungan perusahaan dalam menyelesaikan masalah keluarga,

dinilai kurang baik oleh SPG. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada Tabel 4.3 dan

Lampiran 8f.

4.2.7 Opportunity for Career Growth (Promotion)

Untuk memperoleh hasil gambaran QWL, dilakukan pengolahan data

menggunakan analisis descriptive statistic. Berdasarkan hasil pengolahan data,

diperoleh hasil gambaran QWL, dimensi opportunity for career growth pada SPG

di PT X. Nilai rata-rata dimensi opportunity for career growth adalah M = 2,99 dan

SD = 0,89. Skala kontinum opportunity for career growth minimal adalah 1 dan

maksimal adalah 5. Nilai rata-rata skor opportunity for career growth dari SPG ini

40
sedikit lebih rendah dibandingkan dengan nilai titik tengah alat ukur yaitu 3.

Artinya SPG memandang bahwa perusahaan kurang memberikan sistem

penghargaan (reward) kepada pekerja sesuai dengan kinerja. Sedangkan dalam

hal kejelasan mekanisme peningkatan karir, dan peluang mengembangkan karir,

dinilai cukup baik oleh SPG. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada Tabel 4.3 dan

Lampiran 8g.

4.2.8 Safe/Healthy Working Conditions, Facilities, and Work Environment

Untuk memperoleh hasil gambaran QWL, dilakukan pengolahan data

menggunakan analisis descriptive statistic. Berdasarkan hasil pengolahan data,

diperoleh hasil gambaran QWL, dimensi safe and healthy working condition pada

SPG di PT X. Nilai rata-rata dimensi safe and healthy working condition adalah M

= 3,44 dan SD = 0,63. Skala safe and healthy working condition minimal adalah 1

dan maksimal adalah 5. Nilai rata-rata skor safe and healthy working condition

dari SPG ini cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan nilai titik tengah alat

ukur yaitu 3. Artinya SPG memandang bahwa fasilitas kemanan dan kesehatan

lingkungan kerja, fasilitas teknologi (komputer, signal, jaringan internet), serta

kenyamanan tempat bekerja, dinilai cukup baik oleh SPG. Untuk lebih jelas dapat

dilihat pada Tabel 4.3 dan Lampiran 8h.

4.2.9 Supervisory

Untuk memperoleh hasil gambaran QWL, dilakukan pengolahan data

menggunakan analisis descriptive statistic. Berdasarkan hasil pengolahan data,

diperoleh hasil gambaran QWL, dimensi supervisory pada SPG di PT X. Nilai

rata-rata dimensi supervisory adalah M = 3,54 dan SD = 0,55. Skala supervisory

minimal adalah 1 dan maksimal adalah 5. Nilai rata-rata skor supervisory dari

SPG ini cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan nilai titik tengah alat ukur

41
yaitu 3. Artinya kemampuan atasan (langsung) dalam mengarahkan bawahan,

kepedulian atasan (langsung) terhadap masalah pribadi bawahan, keteladanan

kerja dari atasan (langsung), komunikasi atasan (langsung) dengan bawahan,

konsistensi atasan dalam melaksanakan peraturan, dinilai cukup baik oleh SPG.

Untuk lebih jelas dapat dilihat pada Tabel 4.3 dan Lampiran 8i.

4.2.10 Constitutionalism in The Work Organization (Work Culture)

Untuk memperoleh hasil gambaran QWL, dilakukan pengolahan data

menggunakan analisis descriptive statistic. Berdasarkan hasil pengolahan data,

diperoleh hasil gambaran QWL, dimensi constitutionalism in the work

organization pada SPG di PT X. Nilai rata-rata dimensi constitutionalism in the

work organization adalah M = 3,58 dan SD = 0,45. Skala kontinum

constitutionalism in the work organization minimal adalah 1 dan maksimal adalah

5. Nilai rata-rata skor constitutionalism in the work organization dari SPG ini

cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan nilai titik tengah alat ukur yaitu 3.

Artinya budaya (nilai) keteraturan / kedisiplinan dalam bekerja, citra perusahaan /

instansi tempat kerja, implementasi budaya (nilai) kejujuran dalam bekerja,

pelaksanaan (implementasi) visi dan misi perusahaan, penanaman budaya (nilai)

kreatif dalam bekerja, penerapan budaya (nilai) yang mengutamakan

pencapaian hasil kerja, usaha untuk menjaga kerapian / kebersihan ruang kerja ,

tata kelola/sistem administrasi umum (pelayanan klaim bantuan pengobatan,

perjalanan dinas, dll.), dinilai cukup baik oleh SPG. Untuk lebih jelas dapat dilihat

pada Tabel 4.3 dan Lampiran 8j.

42
Tabel 4.3

Gambaran Dimensi Quality of Work Life

Dimensi Quality of Work Life Mean SD

Job Characteristic 3,42 0,50

Social Relevance of Employer 3,24 0,66

Co-Worker 3,80 0,49

Pay and Benefit 2,65 0,75

Personal Development 3,23 0,62

Balance of Work and Family 3,02 0,59

Promotion 2,99 0,89

Working Conditions 3,44 0,63

Supervisory 3,54 0,55

Work Culture 3,58 0,45

4.3 Dimensi-Dimensi Quality of Work Life sebagai Prediktor Jenis Motivasi

Kerja

4.3.1 Uji Korelasi Dimensi Quality of Work Life dan External Motivation

Berdasarkan hasil uji normalitas, sebaran data pada dimensi QWL dan external

motivation tidak normal (lihat lampiran 9). Oleh karena itu uji korelasi spearman

digunakan untuk menguji hubungan antara dimensi QWL dan external

motivation. Variabel QWL memiliki 10 dimensi. Dari antara 10 dimensi QWL,

43
terdapat 3 dimensi QWL yang memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap

external motivation.

Dimensi pertama yang memiliki hubungan yang postif dan signifikan dengan

external motivation yaitu dimensi coworker (rs = 0,249, p = 0,015 < 0,05).

Dimensi kedua yaitu dimensi safe and healthy working conditions (rs = 0,242, p =

0,018 < 0,05). Dimensi ketiga yaitu dimensi work culture (rs = 0,262, p = 0,010 <

0,05). Dapat disimpulkan bahwa semakin baik dimensi coworker, safe and

healthy working conditions, dan work culture, maka external motivation akan

semakin meningkat.

Dimensi lain dari QWL, yaitu job characteristic, social relevance of employer,

pay and benefit, personal development, balance of work and family, promotion,

dan supervisory, tidak memiliki hubungan yang positif dan signifikan dengan

external motivation. Untuk lebih jelas, dapat dilihat pada Tabel 4.4.

Tabel 4.4

Hasil Uji Korelasi Dimensi Quality of Work Life dan External Motivation

External Motivation
Dimensi Quality of Work Life
r Sig.
Job Characteristic 0,147 0,154

Social Relevance of Employer 0,197 0,058

Coworker 0,249* 0,015

Pay and Benefit 0,124 0,230

44
Tabel 4.4 (lanjutan)

Hasil Uji Korelasi Dimensi Quality of Work Life dan External Motivation

External Motivation
Dimensi Quality of Work Life
r Sig.
Personal Development -0,082 0,431

Balance of Work and Family 0,084 0,432

Promotion 0,095 0,360

Working Conditions 0,242* 0,018

Supervisory 0,171 0,097

Work Culture 0,262* 0,010

Catatan. *p < 0,05. **p < 0,01.

4.3.2 Uji Korelasi Dimensi Quality of Work Life dan Introjected Motivation

Berdasarkan hasil uji normalitas, sebaran data pada dimensi QWL dan

introjected motivation tidak normal (lihat lampiran 9). Oleh karena itu uji korelasi

spearman digunakan untuk menguji hubungan antara dimensi QWL dan

introjected motivation. Variabel QWL memiliki 10 dimensi. Dari antara 10 dimensi

QWL, terdapat 2 dimensi QWL yang memiliki hubungan positif dan signifikan

terhadap introjected motivation.

Dimensi pertama yang memiliki hubungan yang postif dan signifikan dengan

introjected motivation yaitu dimensi safe and healthy working conditions (rs =

0,207, p = 0,044 < 0,05). Dimensi kedua yaitu dimensi supervisory (rs = 0,223, p

= 0,029 < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa semakin baik dimensi safe and

45
healthy working conditions, dan supervisory, maka introjected motivation akan

semakin meningkat.

Dimensi lain dari QWL, yaitu job characteristic, social relevance of employer,

coworker, pay and benefit, personal development, balance of work and family,

promotion, dan work culture, tidak memiliki hubungan yang positif dan signifikan

dengan introjected motivation. Untuk lebih jelas, dapat dilihat pada Tabel 4.5.

Tabel 4.5

Hasil Uji Korelasi Dimensi Quality of Work Life dan Introjected Motivation

Introjected Motivation
Dimensi Quality of Work Life
r Sig.
Job Characteristic 0,153 0,139

Social Relevance of Employer 0,053 0,617

Coworker 0,170 0,100

Pay and Benefit 0,151 0,143

Personal Development -0,069 0,505

Balance of Work and Family 0,134 0,207

Promotion 0,160 0,121

Working Conditions 0,207* 0,044

Supervisory 0,223* 0,029

Work Culture 0,096 0,355

Catatan. *p < 0,05. **p < 0,01.

46
4.3.3 Uji Korelasi Dimensi Quality of Work Life dan Identified Motivation

Berdasarkan hasil uji normalitas, sebaran data pada dimensi QWL dan

identified motivation tidak normal (lihat lampiran 9). Oleh karena itu uji korelasi

spearman digunakan untuk menguji hubungan antara dimensi QWL dan

identified motivation. Variabel QWL memiliki 10 dimensi. Dari antara 10 dimensi

QWL, tidak terdapat dimensi QWL yang memiliki hubungan positif dan signifikan

terhadap identified motivation. Dapat disimpulkan bahwa dimensi job

characteristic, social relevance of employer, coworker, pay and benefit, personal

development, balance of work and family, promotion, safe and healthy working

condition, supervisory, dan work culture tidak memiliki hubungan yang positif dan

signifikan dengan identified motivation. Untuk lebih jelas, dapat dilihat pada tabel

4.6.

Tabel 4.6

Tabel Hasil Uji Korelasi Dimensi Quality of Work Life dan Identified Motivation

Identified Motivation
Dimensi Quality of Work Life
r Sig.
Job Characteristic 0,120 0,247

Social Relevance of Employer -0,020 0,850

Coworker 0,110 0,287

Pay and Benefit 0,081 0,438

Personal Development -0,142 0,170

Balance of Work and Family 0,037 0,730

47
Tabel 4.6 (lanjutan)

Tabel Hasil Uji Korelasi Dimensi Quality of Work Life dan Identified Motivation

Identified Motivation
Dimensi Quality of Work Life
r Sig.
Promotion 0,120 0,247

Working Conditions 0,119 0,251

Supervisory 0,150 0,146

Work Culture -0,020 0,846

Catatan. *p < 0,05. **p < 0,01.

4.3.4 Uji Korelasi Dimensi Quality of Work Life dan Intrinsic Motivation

Berdasarkan hasil uji normalitas, sebaran data pada dimensi QWL dan

intrinsic motivation tidak normal (lihat lampiran 9). Oleh karena itu uji korelasi

spearman digunakan untuk menguji hubungan antara dimensi QWL dan intrinsic

motivation. Variabel QWL memiliki 10 dimensi. Dari antara 10 dimensi QWL,

terdapat dua dimensi QWL yang memiliki hubungan positif dan signifikan

terhadap intrinsic motivation.

Dimensi pertama yang memiliki hubungan yang postif dan signifikan dengan

intrinsic motivation yaitu dimensi job characteristic (rs = 0,277, p = 0,007 < 0,01).

Dimensi kedua yaitu dimensi supervisory (rs = 0,221, p = 0,032 < 0,05). Dapat

disimpulkan bahwa semakin baik dimensi job characteristic, dan supervisory,

maka intrinsic motivation akan semakin meningkat.

Dimensi lain dari QWL, yaitu job social relevance of employer, coworker, pay

and benefit, personal development, balance of work and family, promotion, safe

48
and healthy working condition, dan work culture, tidak memiliki hubungan yang

positif dan signifikan dengan intrinsic motivation. Untuk lebih jelas, dapat dilihat

pada Tabel 4.7.

Tabel 4.7

Hasil Uji Korelasi antara Quality of Work Life dan Intrinsic Motivation

Intrinsic Motivation
Dimensi Quality of Work Life
r Sig.
Job Characteristic 0,277** 0,007

Social Relevance of Employer 0,107 0,309

Coworker 0,143 0,168

Pay and Benefit 0,165 0,109

Personal Development -0,012 0,906

Balance of Work and Family 0,183 0,084

Promotion 0,181 0,079

Working Conditions 0,180 0,080

Supervisory 0,221* 0,032

Work Culture 0,174 0,092

Catatan. *p < 0,05. **p < 0,01.

49