Anda di halaman 1dari 18

Tekanan zat dan

penerapannya dalam
kehidupan sehari-hari

Physics education
Hertiana wunu(201784203020)
Kompetensi inti (KI) Kompetensi dasar (KD)
3. memahami pengetahuan ( factual, 4. mencoba, mengolah, dan mengaji dalam
konseptual, dan procedural) berdasarkan ranah konkret ( menggunakan, merangkai,
rasa ingin tahunya tentang ilmu memodifikasi, dan membuat ) dan ranah
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, abstrak ( menulis, membaca, menghitung,
terkait fenomena dan kejadian tampak menggambar dan mengarang) sesuai dengan
mata yang dipelajari disekolah dan sumber lain
yang sama dalam sudut pandang/teori

3.8 menjelaskan tekanan zat dan 4.8 menyajikan data hasil percobaan untuk
penerapannya dalam kehidupan sehari – menyelidiki tekanan zat cair pada kedalaman
hari , termasuk tekanan darah, osmosis, tertentu, gaya apung, dan kapilaritas,
dan kapilaritas jaringan angkut pada misalnya dalam batang tumbuhan
tumbuhan

Indikator Tujuan pembelajaran

3.8.1 menjelaskan konsep tekanan 3.8.1.1 Agar peserta didik mampu


menjelaskan konsep tekanan
3.8.2 menjelaskan hubungan antara gaya dan 3.8.2.2 agar peserta didik mampu
luas permukaan terhadap besarnya tekanan menjelaskan hubungan antara gaya dan luas
permukaan terhadap besarnya tekanan
3.8.3 mendeskripsikan tekanan zat cair pada 3.8.3.3 peserta didik diharapkan dapat
kedalaman tertentu (hidrostatis) mendeskripsikan tekanan zat cair pada
kedalaman tertentu (hidrositas)
3.8.4 menjelaskan hukum archimedes 3.8.4.4 agar peserta didik mampu
menjelaskan hukum Archimedes
3.8.5 mendeskripsikan penerapan hukum 3.8.5.5 peserta didik diharapkan dapat
archimedes pada benda yang terapung, mendeskripsikan penerapan hukum
melayang, dan tenggelam dalam air Archimedes pada benda yang terapung,
melayang dan tenggelam dalam air
3.8.6 menjelaskan hukum pascal pada benda 3.8.6.6 agar peserta didik mampu
dalam kehidupan sehari-hari menjelaskan hukum pascal pada benda dalam
kehidupan sehari-hari

3.8.7 menjelaskan hubungan antara luas 3.8.7.7 agara peserta didik mampu
penampang pada besarnya gaya tekan menjelaskan hubungan antar luas penampang
pada besarnya gaya tekan
3.8.8 menjelaskan prinsip tekanan zat gas 3.8.8.8 agar paeserta didik mampu
pada benda dalam kehidupan sehari-hari menjelaskan prinsip tekanan zat gas pada
benda dalam kehidupan sehari-hari
3.8.9 menjelaskan aplikasi konsep tekanan 3.8.9.9 agar peeserta didik mampu
zat pada mahkluk hidup menjelaskan aplikasi konsep tekanan zat pada
mahkluk hidup
3.8.10 menjelaskan teori tekanan zat dengan 3.8.10.10 agar peserta didik mampu
proses pengangkutan zat pada tumbuhan dan menjelaskan teori tekanan zat dengan proses
tekanan darah pengangukatan zat pada tumbuhan dan
teknan darah

3.8.11 mendeskripsikan prinsip tekanan pada 3.8.11.11 peserta didik diharapkan dapat
proses kapilaritas dalam pengangkutan zat mendeskripsikan prinsip tekanan pada proses
pada tunbuhan kapilaritas dalam pengangkutan zat pada
tumbuhan

Metode pembelajaran : ceramah, Tanya jawab, ekperimen

Media pembelajaran : buku ajar, LKS, powerpoint


Peta konsep

Tekanan zat

Tekanan zat Tekanan zat Tekanan


padat cair gas/udara

Tekanan Hukum Hukum pacsal


hidrostatis archimedes
tekanan zat dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari

A. Tekanan zat
Sebelum kita sudah mempelajari tentang gerak benda dan mahkluk hidup di
lingkungan sekitar, pada pembelajaran materi tersebut tentunya sudah tahu apa itu
gaya. Gaya adalah tarikan dan dorongan. Gaya mengubah bentuk, arah, dan kecepatan
benda. Sedangkan Tekanan adalah gaya yang bekerja pada satu satuan luas bidang
atau permukaan. Jadi, tekanan sangat berhubungan dengan gaya dan luas permukaan
benda.

1. Tekanan zat padat


Ada beberapa faktor yang mempengaruhi besarnya tekana dan hubungan antara
tekanan dan luas permukaan dengan gaya. Konsep tekanan sama dengan penyebaran
gaya pada luas suatu permukaan. Sehingga, apabila gaya yang diberikan pada suatu
benda (F) semakin besar, maka tekanan yang dihasilkan akan semakin besar.
Sebaliknya, semakin luas permukaan suatu benda, tekanan yang dihasilkan semakin
kecil. Secara sistematis, besaran tekanan dapat dituliskan dalam persamaan sebagai
berikut:

F
p ket: p  tekanan (N/𝑚2 atau Pa)
A

F = gaya (Newton)

A = luas bidang (𝑚2 )

Setelah mengetahui bahwa besar tekanan dipengaruhi oleh besarnya gaya dan luas
bidang, ada pun penerapan tekanan zat dalam kehidupan sehari-hari:

Alasan angsa lebih mudah mencari makanan di tempat yang berlumpur dari pada ayam.
Mengapa demikian?. Karena Kaki angsa lebih besar dan berselaput,hal ini berhubungan
dengan tempat hidupnya dilumpur.tujuannya agar bebek lebih mudah berjalan dilumpur.
Kaki bebek yang lebar akan membuat tekanan kaki bebek terhadap lumpur menjadi kecil
sehingga bebek dapat mudah melewati lumpur dan tidak terperosok. Kaki ayam tidak
seperti kaki bebek karena tempat hidup ayam tidak ditempat berlumpur tapi ditempat
yang kering.
2. Tekana zat cair
Air merupakan contoh fluida. Fluida adalah zat yang dapat mengalir. Zat cair
memiliki massa sehingga memiliki berat, dan pada saat berada disuatu tempat yang
memiliki luas tertentu dapat menghasilkan tekanan. Tekanan zat cair terbagi menjadi :
a. Tekanan hidrostatis

Ketika kamu menyelam, bagaimanakah kondisi telinga yang kamu rasakan?


Apakah telingamu terasa tertekan? Semakin dalam kamu menyelam, kamu
akan merasakan tekanan yang lebih besar. Kedalaman zat cair dan massa jenis
zat cair memengaruhi tekanan yang di hasilkan oleh zat cair atau disebut
dengan tekanan hidrostatis. Semakin dalam zat cair, semakin besar tekanan
yang dihasilkan. Semakin besar massa jenis zat cair, semakin besar pula
tekanan yang dihasikan. Pada bagian sebelumnya kamu sudah memahami
bahwa tekanan merupakan besarnya gaya per satuan luas permukaan tempat
gaya itu bekerja, secara sistematis dirumuskan sebagai berikut:

F
p
A

Pada zat cair, gaya (F) disebabkan oleh berat zat cair (w) yang berada diatas

Benda, sehingga:

w
p
A
m g
Karena berat (w) = m    V
V  h A
  g h A
Maka, dapat di tuliskan bahwa: p  atau p    g  h
A

Ket: p  tekanan ( N/m 2 )

m  massa benda (kg)

  massa jenis zat cair (kg/m 3 )

g  percepatan grafitasi ( m/s 2 )

h  tinggi zat cair (m)

V  volume (m 3 )

Tekanan hidrostatis ini penting untuk diperhatikan dalam merancang


berbagai struktur bangunan dalam penampang air, misalnya pembangunan
bendungan untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Selain PLTA, para
arsitek kapal selang juga memperhitunngkan tekanan hidrostatis air laut,
sehingga kapal selam mampu menyelam kedasar laut dengan kedalaman
ratusan meter tanpa mengalami kebocoran atau kerusakan akibat tekanan
hidrostatis. Apakah kamu mengetahui bahwa manusia hanya mampu
menyelam hingga kedalaman kurang lebih 20 m? hal ini dikarenakan paru-
paru manusia tidak dapat menahan tekanan yang besar ( >240.000Pa).

b. Hukum Archimedes
Tahukah kamu dalam merancang kapal selam harus memperhatikan tekanan
hidrostatis air laut. Hal ini menjadi pertimbangan dalam merangcang struktur
dan pemilihan bahan untuk membuat kapal selam. Salah satu bahan yang
tahan terhadap tekanan hidrostatis air laut yang sangat besar adalah baja.
Taahukan kamu bahwa baja merupakan logam yang utamanya terbuat dari
campuran besi dan karbon? Dengan demikian baja memiliki massa jenis yang
lebih besar daripada massa jenis air laut.

Coba kamu pikirkan mengapa kapal selam maupun kapal laut lainya yang
terbuat dari baja tidak tenggelam, padahal massa jenis baja jauh lebih besar
daripada massa jenis air laut.
Kamu dapat mengetahui bahwa ketika suatu benda dimasukan kedalam air,
beratnya seolah-olah berkurang. Pristiwa ini bukan berarti ada massa benda
yang hilang.berat benda berkurang saat dimasukan kedalam air, disebebkan
oleh adanya gaya apung (Fa) yang mendorong benda ketas atau berlawanan
dengan arah berat benda. Perhatikan gambara dibawah ini.

Secara sistematis, dapat dituliskan :


Fa  wbu  wba
Sehingga
wbu  wba  Fa

Ket :

Fa  gaya apung (N)

wba  berat benda di air (N)

wbu  berat benda diudara (N)

Fenomena ini di pelajari oleh Archimedes yang hasilnya kemudian dinyatakan


sebagai hukum Archimedes sebagai berikut : “ jika benda di celupkan kedalam
zat cair, maka benda itu akan mendapat gaya ketas yang sama besar dengan
berat zat cair yang didesak oleh benda tersebut”. Menurut Archimedes, benda
menjadi lebih ringan bila diukur dalam air daripada di udara karena di dalam
air benda mendapat gaya ke atas. Ketika di udara, benda meiliki berat
medekati yang sesungguhnya. Karena berat zat cair yang didesak atau
dipindahkan benda adalah :

wcp  mcp  g dan mcp   cp  Vcp

Sehingga berat air yang didesak oleh benda adalah :

wcp   c  g  Vc

Berarti, menurut hukum Archimedes, besar gaya ke atas adalah :

Fa   c  g  Vcp

Ket :

Fa  gaya apung (N)

  massa jenis zat cair (kg/m 3 )

g  percepatan grafitasi (m/s 2 )

Vcp  volume zat cair yang dipindahkan (m 3 )

Hukum Archimedes tersebut digunakan sebagai dasar pembuatan kapal laut atau
kapal selam. Suatu benda dapat terapung atau tenggelam tergantung pada
besarnya gaya berat (w) dan gaya apung (Fa). Jika gaya apung maksimum lebih
besar daripada gaya berat maka benda akan terapung. Sebaliknya, jika gaya apung
maksimum lebih kecil dari gaya berat maka benda akan tenggelam. Apung
maksimum sama dengan berat benda, maka benda akan melayang.
c. Hukum pascal
Mobil yang dicuci di tempat pencucian kendaraan biasanya diangakat dengan
menggunakan alat pengangkat yang disebut pompa hidrolik tujuannya agar
membantu proses pencucian mobil mencapai semua bagian mobil yang akan
dibersihkan.

Bagaimanakah alat pengangkat tersebut dapat mengangkat mobil yang sangat


berat padahal di dalam pompa hidrolik tersebut hanya berisi udara atau berupa
minyak?. Fenomena tersebut menunjukan bahwa tekanan yang diberikan pada
zat cair dalam ruang tertutup akan diteruskan ke segala arah dengan besar
yang sama hal ini merupakan bunyi dari hukum pascal. Perhatikan gambar
dibawah ini yang merupakan penerapan hukum pascal pada pompa hidrolik.

Jika pada penampang dengan luas A1 diberi gaya dorong F1 maka akan di
hasilkan tekanan p dapat dirumuskan :
F1
p
A1
Menurut hukum pascal tekanan p tersebut akan di teruskan ke segala dengan
sama besar, termasuk ke luas penampang A2 . Pada penampang A2 muncul
gaya angkat F2 dengan tekanan :
F2
p
A2
Secara sistematis di peroleh persamaan pada dongkrak hidrolik sebagai
berikut:
Ket:

p  tekanan ( N/m 2 )

F 1 dan F 2  gaya yang diberikan (newton)

A1 dan A2  luas penampang (m)

3. Tekanan Gas/udara
Pada bagian sebelumnya kamu telah mempelajari bahwa zat padat dan zat cair
memiliki tekanan. Bagaimana dengan gas/udara? Apakah juga memiliki tekanan?
Ketika gelas yang berisi air dibalik, ternyata kertas HVS dapat menahan air di dalam
gelas. Hal ini terjadi karena HVS mendapatkan tekanan dari udara luar yang besarnya
lebih besar dari pada tekanan air dalam gelas. Perhatikan gambar berikut.

Bagaimanakah tekana udara yang terjadi pada Erlenmeyer yang ditutup dengan balon
karet? Ketika air dalam Erlenmeyer yang di tutup dengan balon karet dipanaskan akan
membuat balon karet mengembang. Hal ini terjadi karena partikel gas dalam
elenmeyer menerima kalor dari pemanasan. Akibatnya gerakan partikel gas dalam
elenmeyer semakin cepat dan terjadilah pemuaian sehingga tekana menjadi besar.
Tekanan didalam elenmeyer ini di teruskan sama besar menuju balon karet, sehingga
tekanan didalam balon karet lebih besar daripada tekanan gas diluar balon karet yang
mengakibatkan balon karet mengembang. Perhatikan gambar berikut.

(a).kondisi balon karet pada elenmeyer yang berisi air dingin,


(b).kondisi balon karet pada elenmeyer yang berisi air panas

Ketika elenmeyer yang berisi air panas yang telah ditutup rapat dengan balon karet
dimasukan ke dalam air dingin, balon karet tertekan kedalam elenmeyer. Hal ini di sebabkan
karena kalor pada partikel gas dalam elenmeyer di rambatkan menuju air dingin. Pergerakan
partikel gas semakin lambat dan terjadilah penyusutan. Penyusutan ini menyebabkan tekanan
gas dalam elenmeyer semakin rendah dari tekanan gas dari luar.

Prinsip tekana gas juga di manfaatkan untuk mengembangkan balon udara. Balon udara dapat
terbang karena massa jenis total dari balon udara lebih rendah dari pada massa jenis udara
disekitarnya. Massa jenis balon udara tersebut di kendalikan oleh perubahan temperature
pada udara dalam balon. Sehingga pilot mengontrol temperature udara dalam balon dengan
menggunakan pembakar yang ada di bawa lubang balon.
Ketika bara api dari pembakar memanaskan udara dalam balon, berat balon menjadi lebih
kecil dari gaya keatas sehingga balon akan bergerak keatas ( ingat, udara panas lebih ringan
dari udara dingin). Jika ingin turun, maka pemanasan udara dalam balon di kurangi atau
dihentikan sehingga suhu udara dalam balon menurun. Gaya ke atas pada balon adalah sama
dengan berat udara dingin yang dipindahkan oleh balon tersebut.

B. Aplikasi konsep tekanan zat pada makhluk hidup


Konsep tekanan zat juga terdapat pada mahkluk hidup, misalnya pada mekanisme
pengangkutan air dan nutrisi pada tumbuhan, tekanan darah pada manusia, dan
tekanan gas pada proses pernapasan.

1. Pengangkutan air pada tumbuhan


Masih ingatkah kamu susunan jaringa pada akar mulai dari jaringan terluar
hinngga terdalam? Jaringan-jaringa itulah yang akan di lalui oleh air ketika
masuk kedalam tumbuhan. Jarring pengangkutan air ketika masuk ke dalam
akar pertama-tama, air diserap oleh rambut-rambut akar. Kemudian, air masuk
ke sel epidermis melalui proses secara osmosis. Selanjutnya, air akan melalui
korteks. Dari korteks, air kemudian melalui endodermis dan perisikel.
Selanjutnya, air masuk ke jaringan xylem yang berada dia akar. Setelah tiba di
xylem akar, air akan bergerak ke xylem batang dank e xilem daun.
Tumbuhan tidak mempunyai mekanisme pemompaan cairan seperti pada
jantung manusia. Lalu, bagaimana air dapat naik dari akar kebagian tumbuhan
lain yang lebih tinggi? Perhatikan gambar tentang pergerakan air dari akar
menuju daun.
Air dapat diangkut naik dari akar kebagian tumbuhan lain yang lebih
tinggi dan diedarkan keseluruh tubuh tumbuhan karena adanya gaya
kapilaritas batang.sifat ini seperti yang terdapat pada pipa kapiler.pipa kapiler
memiliki bentuk yang hampir menyerupai sedotan akan tetapi diameternya
sangat kecil. Apabila salah satu ujung pipa kapiler dimasukan kedalam air,air
yang berada pada pipa tersebut akan lebih tinggi daripada air yang berada
disekitar pipa kapiler. Begitu pula pada batang tanaman, air yang berada pada
batang tanaman akan lebih tinggi apabila dibandingkan dengan air yang
berada pada tanah.

Daya kapilaritas batang dipengaruhi oleh adanya gaya kohesi dan


adhesi. Kohesi merupakan kecendrungan suatu molekul untuk dapat berikatan
dengan molekul lain yang sejenis. Adhesi adalah kecendrungan suatu molekul
untuk dapat berikatan dengan molekul lain yang tidak sejenis. Melalui gaya
adhesi molekul air membentuk ikatan yang lemah dengan dinding pembuluh.
Melalui gaya kohesi akan terjadi ikatan antara satu molekul air dengan
molekul air lainnya.hal ini akan menyebabkan terjadinya terik-menarik antara
molekul air yang satu dengan molekul air lainya disepanjang pembuluh xylem.
Selain disebabkan oleh gaya kohesi dan adhesi, naiknya air kedaun disebabkan
oleh penggunaan air di bagian daun atau disebut dengan daya isap daun. air
dimanfaatkan oleh tumbuhan dalam proses fotosintesis. Pada daun air juga
mengalami penguapan, penguapan air oleh daun disebut transparasi.
Penggunaan air oleh bagian daun akan menyebabkan terjadinya tarikan
terhadap air yang berada pada bagian xylem sehingga air yang berada pada
akar dapat naik kedaun.
2. Pengankutan nutrisi pada tumbuhan
Semua bagian tumbuhan yaitu akar,batang,daun dan bagian lainya
memerlukan nutrisi. Agar kebutuhan nutrisi disetiap bagian tumbuhan
terpenuhi, maka dibutuhkan suatu proses pengangkutan nutrisi hasil fotosintsis
berupa gula dan asam amino keseluruh tubuh tumbuhan. Pengankutan jhasil
fotosintesis dari daun keseluruh tubuh tumbuhan terjadi melalui pembuluh
floem. Pengankutan zat-zat hasil fotosintesis dimulai dari sumbernya , yaitu
daun( daerah yang memiliki konsentrasi gula tinggi) kebagian tanaman lain
yang dituju ( daerah yang memiliki konsentrasi gula rendah) dengan dibantu
oleh sirkulasi yang mengalir melalui pembuluh xylem dan floem.

3. Tekanan darah pada sistem peredaran darah manusia

Tekanan yang terdapat pada pembuluh darah memiliki prinsip kerja seperti
hukum pascal. Hal ini karena tekanan pada pembuluh darah merupakan
tekanan yang berada pada ruang tertutup. Pada saat jantung memompah darah,
darah akan mendapatakan dorongan sehingga mengalir melalui pembuluh
darah. Saat mengalir dalam pembuluh darah, darah memberikan dorongan
pada dinding pembuluh darah yang disebut dengan tekanan darah. Agar
tekanan darah dapat terjaga, maka pembuluh darah harus terisi penuh oleh
darah. Bila terjadi kehilangan darah akibat kecelakaan atau penyakit, tekanan
darah dapat hilang, sehingga darah tidak dapat mengalir menuju sel-sel
diseluruh tubuh.akibatnya, sel-sel tubuh akan mati karena tidak mendapatkan
pasokan oksigen dan nutrisi. Tekanan darah diukur menggunakan sebuah alat
yang bernama sphygmomanometer, ada pula yang menyebutnya dengan tensi
meter seperti yang terdapat pada gambar dibawah ini.
Tekanan darah di ukur di dalam pembuluh nadi (arteri) besar yang biasanya di
lakukan ditangan bagian lengan atas. Tekanan darah yang normal berkisar
antara 120/80mmHg. Angka pertama menunjukan tekanan saat bilik
berkontraksi dan darah terdorong keluar dari bilik jantung melalui pembuluh
arteri disebut angka sitol. Angka kedua yang lebih rendah adalah hasil
pengukuran tekanan saat bilik relaksasi dan darah masuk menuju bilik jantung,
tepat sebelum bilik-bilik ini berkontraksi lagi, disebut angka diastol.

Pada proses pengukuran tekanan darah juga berlaku hukum pascal. Masih
ingatkah dengan pertanyaan hukum pascal? Menurut pascal tekanan yang
diberikan kepada zat cair dalam ruang tertutup akan di teruskan ke segala arah
dengan besar yang sama.

Dengan demikian, tekann darah yang berada pada bagian aorta, akan sama
dengan tekanan yang ada pada arteri atau pembuluh nadi yang ada di lengan
atas atau di bagian tubuh yang lainya.
Rangkuman

 Tekanan berbanding terbalik dengan besar gaya dan berbanding terbalik denga luas
bidang tekan. Semakin besar dorongan (gaya) yang diberikan, semakin besar pula
tekanan yang dihasilkan. Sebaliknya semakin besar luas bidang tekanan suatu benda
maka semakin kecil tekanan yang dihasilkan.
 Kedalam zat cair dan massa jenis zat cair memengaruhi tekanan zat cair atau disebut
dengan tekanan hidrostatis. Semakin dalam zat cair maka tekanan yang di hasilkan
semakin besar. Semakin besar massa jenis zat cair, semakin besar pula tekanan yang
dihasilkan. Dengan kata lain, tekanan dalam zat cair sebanding dengan kedalaman
atau ketinggian dan besarnya massa jenis.
 Hukum Archimedes menyatakan bahwa “jika suatu benda dicelupkan kedalam suatu
zat cair, maka benda itu akan memperoleh tekanan keatas yang sama besarnya dengan
berat zat cair yang didesak oleh benda tersebut.
 Hukum pascal menyatakan “bahwa tekanan yang diberikan kepada zat cair dalam
ruang tertutup akan diteruskan kesegala arah dengan besar yang sama.
 Aplikasi konsep tekanan zat pada mahkluk hidup dapat ditemui pada pengangkutan
air dan nutrisi pada tumbuhan dan tekanan darah pada pembuluh darah manusia.
 Air dapat diangkut naik dari akar kebagian tumbuhan lain yang lebih tinggi dan
diedarkan keseluruh tubuh tunbuhan karena adanya daya kapilaritas batang dan daya
hisap daun.
Latihan soal
1. Faktor –faktor yang memengaruhi besarnya tekanan adalah……
a. Gaya tekan dan massa benda
b. Gaya tekan dan grafitasi
c. Luas bidang tekan dan gaya tekan
d. Luas bidang tekan dan gaya grafitasi
2. Sebuah alat pengangkat mobil memilki luas penampang penghisap kecil A1
sebesar 20 cm2 dengan penghisap besar A2 sebesar 50 cm2.

Berapa gaya yang harus diberikan untuk mengangkat mobil 20.000 N adalah…..N
gaya yang harus diberikan untuk mengangkat mobil 20.000 N adalah…..N
a. 2.000
b. 4.000
c. 5.000
d. 8.000
3. Upaya yang dapat dilakukan untuk mendapatkan tekanan yang besar adalah….
a. Mengurangi gaya tekan dan memperbesar gaya luas bidang
b. Mengurangi gaya tekan dan memperkecil luas bidang
c. Meningkatkan gaya tekan dan memperbesar luas bidang
d. Meningkatkan gaya tekan dan memperkecil luas bidang
4. Seorang penyelam menyelam dengan kedalaman 3 m, massa jenis air 1.000
kg/m3,kontanta grafitasi pada tempat tersebut adalah 10 N/kg. besar tekanan
hidrostatisnya adalah….N/m2
a. 3.000
b. 30.000
c. 40.000
d. 50.000
5. Sebuah drum besi dapat mengapung didalam air disebabkan oleh….
a. Masa jenis seluruh drum lebih kecil dari pada massa jenis air
b. Massa jenis seluruh drum lebih besar dari pada massa jenis air
c. Massa jenis bahan pembuat drum lebih kecil dari pada massa jenis air
d. Massa jenis bahan pembuat drum lebih besar dari pada massa jenis air