Anda di halaman 1dari 5

MENGUKUR TEKANAN DARAH

No. Dokumen :

No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit :

Halaman :

UPTD Widiyati Poesoko


Puskesmas Bukateja NIP.196707082002122004

1. Pengertian Mengukur tekanan darah adalah suatu tindakan keperawatan untuk


mengukur tekanan darah pasien dengan menggunakan alat
tensimeter
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk mengukur
tekanan darah.
3. Kebijakan SK Kebijakan pelayanan Klinis No.
4. Referensi KMK 514_2015 tentang Panduan Praktek Klinis Bagi Dokter di
Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama
5. Prosedur /
1. Petugas menyiapkan alat dan bahan.
Langkah-langkah
2. Petugas menjelaskan kepada pasien jenis dan prosedur
pemeriksaan yang akan dilakukan.
3. Petugas mempersilahkan pasien untuk istirahat paling tidak 5
menit dalam posisi pemeriksaan (posisi duduk).
4. Petugas memastikan ruang pemeriksaan tenang dan
nyaman.
5. Petugas membebaskan lengan yang akan diperiksa dari
pakaian. Pastikan pada lengan tersebut tidak terdapat cimino
untuk dialisis, bekas luka yang disebabkan putusnya arteri
brachial sebelumnya maupun limfaoedem.
6. Petugas melakukan palpasi pada arteri brakhialis untuk
memastikan terabanya denyut.
7. Petugas memposisikan lengan pasien sedemikian rupa
sehingga arteri brakhialis sejajar dengan jantung. Apabila
pasien dengan posisi duduk maka letakkan lengan pada
meja sedikit diatas pinggul.
8. Petugas menententukan ukuran manset. Bila manset terlalu
besar untuk lengan pasien, seperti pada anak-anak, maka
pembacaannya akan lebih rendah dari tekanan sebenarnya.
Bila manset terlalu kecil, misalnya pada penggunaan manset
standar pada pasein obes, maka pembacaan tekanan akan
lebih tinggi dibanding tekanan sebenarnya.
9. Petugas memasang manset dengan membalutkannya
dengan kencang dan lembut pada lengan atas. Batas bawah
manset berada pada 2.5 cm di atas fossa antecubiti, dan
balon manset harus berada di tengah arteri brakialis.
10. Petugas memposisikan lengan pasien sedemikan rupa
sehingga siku sedikit fleksi.
11. Petugas memompa manset hingga mengembang. Untuk
menentukan seberapa tinggi tekanan manset, pertama-tama
perkirakan tekanan sistolik dengan palpasi. Raba arteri
radialis dengan satu tangan, kembangkan manset secara
cepat sampai dengan pulsasi arteri radialis menghilang. Baca
tekanan yang terbaca pada manometer, lalu tambahkan 30
mmHg. Gunakan jumlah ini sebagai target untuk
mengembangkan manset sehingga mengurangi
ketidaknyamanan karena manset yang terlalu kencang.
12. Petugas mengempiskan manset dan tunggu 15-30 detik.
13. Petugas menempatkan membran stetoskop pada arteri
brachialis.
14. Petugas mengembangkan manset secara cepat sampai
dengan tekanan yang telah ditentukan sebelumnya.
15. Petugas mengempiskan secara perlahan dengan kecepatan
2-3 mmHg per detik.
16. Dua bunyi pertama yang terdengar adalah tekanan sistolik
pasien.
17. Petugas menurunkan tekanan 10-20 mmHg.
18. Petugas mengempiskan manset secara cepat hingga nol.
19. Titik dimana bunyi terdengar menghilang merupakan tekanan
diastolik pasien.
20.Petugas menunggu selama 2 menit, kemudian ulangi
pemeriksaan untuk mendapatkan nilai rata-rata dan di catat
dalam rekam medis.
6. Diagram Alir

(jika dibutuhkan)
7. Unit Terkait Rawat jalan, rawat inap, UGD, Poned
Rekam Historis

No
Halaman Yang di Ubah Isi perubahan Tanggal diberlakukan
.
MENGUKUR TEKANAN DARAH
No. Dokumen :
No. Revisi :
DAFTAR Tanggal Terbit :
Halaman :
TILIK
UPTD
Puskesmas Bukateja

UNIT :………………………………………………………………………………………………………………
NAMA PETUGAS :………………………………………………………………………………………………………………
TANGGAL PELAKSANAAN :………………………………………………………………………………………………………………

No Kegiatan Ya Tidak Tidak Berlaku

1. Apakah petugas menyiapkan alat dan bahan?

2. Apakah petugas menjelaskan kepada pasien jenis dan


prosedur pemeriksaan yang akan dilakukan?
3. Apakah petugas mempersilahkan pasien untuk istirahat
paling tidak 5 menit dalam posisi pemeriksaan (posisi
duduk)?
4. Apakah petugas memastikan ruang pemeriksaan tenang
dan nyaman?
5. Apakah petugas melakukan palpasi pada arteri brakhialis
untuk memastikan terabanya denyut?
6. Apakah petugas melakukan palpasi pada arteri brakhialis
untuk memastikan terabanya denyut?
7. Apakah petugas memposisikan lengan pasien
sedemikian rupa sehingga arteri brakhialis sejajar
dengan jantung. Apabila pasien dengan posisi duduk
maka letakkan lengan pada meja sedikit diatas pinggul?
8. Apakah petugas menententukan ukuran manset?

9. Apakah petugas memasang manset dengan


membalutkannya dengan kencang dan lembut pada
lengan atas. Batas bawah manset berada pada 2.5 cm di
atas fossa antecubiti, dan balon manset harus berada di
tengah arteri brakialis?
10. Apakah petugas memposisikan lengan pasien
sedemikan rupa sehingga siku sedikit fleksi?
11. Apakah petugas memompa manset hingga
mengembang?
12. Apakah petugas mengempiskan manset dan tunggu 15-
30 detik?
13. Apakah petugas menempatkan membran stetoskop pada
arteri brachialis?
14. Apakah petugas mengembangkan manset secara cepat
sampai dengan tekanan yang telah ditentukan
sebelumnya?
15. Apakah petugas mengempiskan secara perlahan dengan
kecepatan 2-3 mmHg per detik?
16. Apakah petugas menurunkan tekanan 10-20 mmHg?

17. Apakah petugas mengempiskan manset secara cepat


hingga nol?
18. Apakah petugas menunggu selama 2 menit, kemudian
ulangi pemeriksaan untuk mendapatkan nilai rata-rata
dan di catat dalam rekam medis?

CR : …………………………%.
Bukateja ,……………………2017
Pelaksana / Auditor

(……………………..)