Anda di halaman 1dari 16

42

BAB 3

METODE PENELITIAN

Metode penelitian merupakan suatu cara untuk memperoleh kebenaran

ilmu pengetahuan atau pemecahan suatu masalah, pada dasarnya menggunakan

metode ilmiah (Notoatmodjo, 2012). Pada bab ini disajikan : (1) Desain Penelitian,

(2) Populasi, sampling, sampel, (3) Variabel Penelitian dan Definisi Operasional,

(4) Prosedur Penelitian, (5) Pengumpulan Data, (6) Pengolahan Data, (7) Etika

Penelitian, (8) Keterbatasan.

3.1 Desain Penelitian

Desain penelitian merupakan rencana tentang cara mengumpulkan

dan menganalisis data agar dapat dilaksanakan secara ekonomis serta

serasi dengan tujuan penelitian (Nasution, 2009). Dalam penelitian ini

desain yang digunakan adalah deskriptif dengan metode studi kasus yaitu

metode penelitian yang berusaha menyelesaikan suatu masalah, persoalan

atau kasus khusus yang mungkin muncul. Metode ini juga berusaha

meneliti, menguraikan dan mecari solusi atau jalan keluar terbaik

mengatasi masalah yang dihadapi bukan menciptakan teori baru

(Muliawan, 2014).

3.2 Populasi, sampling, sampel

3.2.1 Populasi

Populasi adalah sekumpulan kasus yang perlu memenuhi syarat-

syarat tertentu yang berkaitan dengan masalah penelitian. Kasus-kasus

tersebut dapat berupa orang, barang, binatang, hal atau peristiwa (Mardalis,
43

2010). Populasi dalam penelitian adalah subjek (misalnya manusia;klien)

yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan (Nursalam, 2016). Populasi

merupakan keseluruhan objek penelitian atau objek yang diteliti

(Notoatmodjo, 2012). Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien

hipertensi di rawat jalan RSUD. Prof. Dr. Soekandar Kab. Mojokerto

dengan kriteria :

1. Bersedia menjadi responden.

2. Penderita hipertensi tanpa komplikasi.

3.2.2 Sampling

Sampling adalah tehnik pengambilan anggota sampel yang

merupakan sebagian dari anggota populasi (Usman & Setiady, 2008).

Sampling merupakan suatu proses seleksi sampel yang digunakan dalam

penelitian dari populasi yang ada, sehingga jumlah sample akan mewakili

keseluruhan populasi yang ada, secara umum ada 2 jenis pengambilan

sampel yakno probability sampling dan nonprobability sampling (Hidayat,

2014). Cara pengambilan sampling dalam penelitian ini menggunakan

nonprobability sampling tipe consecutive sampling yaitu dengan memilih

sampel yang memenuhi kriteria penelitian sampai kurun waktu tertentu

sehingga jumlah sampel terpenuhi (Hidayat, 2014). Kurun waktu

penelitian adalah 1 bulan.


44

3.2.3 Sampel

Sampel adalah sebagian dari seluruh individu yang menjadi objek

penelitian. Tujuan penentuan sampel ialah untuk memperoleh keterangan

mengenai objek penelitian dengan cara mengamati hanya sebagian dari

populasi, suatu reduksi terhadap jumlah objek penelitian (Mardalis, 2010).

Sampel dalam penelitian ini adalah pasien hipertensi di rawat jalan RSUD.

Prof. Dr. Soekandar Kab. Mojokerto yang memenuhi kriteria dari peneliti.

3.3 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional

3.3.1 Variabel penelitian

Variabel adalah suatu yang digunakan sebagai ciri, sifat, atau

ukuran yang dimiliki atau ditetapkan oleh satuan penelitian tentang suatu

konsep pengertian tertentu (Notoatmodjo, 2012). Pada penelitian ini

menggunakan 1 variabel yaitu variabel independent (bebas)

Variabel independent adalah variabel yang menjadi sebab

perubahan atau timbulnya variabel dependent (terikat). Variabel ini juga di

kenal dengan variabel bebas dalam mempengaruhi variabel lain (Hidayat,

2014). Variabel independent dalam penelitian ini adalah diagnosa

keperawatan.

3.3.2 Definisi Operasional

Definisi operasional adalah mendefinisikan variabel secara

operasional berdasarkan karakteristik yang diamati, memungkinkan

peneliti untuk melakukan observasi atau pengukuran secara cermat

terhadap suatu obyek atau fenomena. Definisi operasional ditentukan


45

berdasarkan parameter yang dijadikan ukuran dalam penelitian. Sementara

cara pengukuran merupakan cara yaitu variabel dapat diukur dan

ditentukan karakteristiknya (Hidayat, 2014).

Tabel 3.1 Definisi Operasional Analisis Nursing Diagnosis pada Pasien


Hipertensi

No Variabel Definisi Indikator Alat Skala Skor

Operasional Ukur

1. Variabel Penilaian Menurut NANDA Batasan Lembar Nominal -

independent respon Karakteristik dari: observasi

adalah manusia 1. Penurunan curah jantung asuhan

Nursing terhadap 2. Nyeri akut keperawa

Diagnosis gangguan 3. Kelebihan volume cairan tan

pada pasien kesehatan 4. Intoleransi Aktivitas dalam

hipertensi yang 5. Ketidakefektifan koping bentuk

dimulai dari 6. Resiko ketidakefektifan checlist.

pengkajian perfusi jaringan otak.

sampai 7. Resiko cedera.

pembuatan 8. Defisiensi pengetahuan.

analisa data 9. Ansietas.


46

3.4 Prosedur Penelitian

Adapun prosedur penelitian yang dilakukan melalui tahapan-

tahapan sebagai berikut :

1. Pengajuan judul penelitian.

2. Setelah judul disetujui oleh pembimbing, peneliti meminta surat izin

studi pendahuluan dari pihak program studi S1 keperawatan bina sehat

PPNI kabupaten Mojokerto yang diserahkan ke RSUD. Prof. Dr.

Soekandar Mojokerto.

3. Peneliti menyerahkan surat studi pendahuluan kepada BakesBangpol,

dari BakesBangpol peneliti menyerahkan surat untuk diberikan ke

Dinkes dan RSUD Prof. Dr. Soekandar.

4. Mendapatkan surat izin dari Dinas Kesehatan

5. Mendapatkan surat izin dari RSUD Prof. Dr. Soekandar

Kab.Mojokerto pada tanggal 12 Desember 2018 maka studi

pendahuluan untuk mendapatkan data awal bisa dilaksanakan.

6. Melakukan pendekatan pada responden dengan menjelaskan tujuan

peneliti kepada responden.

7. Memberikan lembar persetujuan untuk menjadi responden

8. Melakukan pengkajian mulai dari menanyakan keluhan sampai

melakukan pemeriksaan fisik

9. Setelah melakukan pengkajian, peneliti membuat analisa data untuk

menentukan masalah keperawatan


47

10. Peneliti membuat diagnosa keperawatan

11. Peneliti membuat tabulasi data, dikelompokan diagnosa yang sama

dan membuat presentase

12. Proses selanjutnya adalah tabulating yaitu memasukan data dalam

bentuk tabel dan mengelola data.

3.4.1 Kerangka Kerja

Kerangka kerja adalah tahapan atau langkah-langka kegiatan

penelitian yang akan dilakukan untuk mengumpulkan data yang diteliti

untuk mencapai tujuan penelitian(Setiadi, 2013). Langkah kerja dalam

penelitian ini adalah sebagai berikut :


48

Populasi
Seluruh pasien hipertensi di rawat jalan RSUD Prof. Dr. Soekandar Kab. Mojokerto

Sampling
3.4.2
Pengambilan sampling dilakukan dengan menggunakan teknik nonprobability sampling
tipe consecutive sampling

Sampel
3.4.3
Pasien Hipertensi di rawat jalan RSUD Prof. Dr. Soekandar Kab. Mojokerto

Pengumpulan data
Menggunakan wawancara dan pemeriksaan fisik

Variabel independent : Nursing


Diagnosis

Pengelolaan data
3.4.4
Setelah data terkumpul dilakukan analisis data dan kemudian dilakukan editing,
3.4.5 coding, scoring, dan tabulating

3.4.6
Penyajian Data
Penyajian data menggunakan tabel distribusi frekuensi

Desiminasi
Analisis Nursing Diagnosis pada Pasien Hipertensi di RSUD Prof. Dr.
Soekandar Kab. Mojokero

Gambar 3.1 Kerangka Kerja Analisis Nursing Diagnosis pada Pasien Hipertensi
49

3.5 Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data merupakan cara peneliti untuk

mengumpulkan data dalam penelitian. Metode pengumpulan data terdiri

atas wawancara, observasi, dokumen, Focus discussion, pemeriksaan fisik,

dan kuisioner/angket (Hidayat, 2014).

3.5.1 Instrumen

Instrumen penelitian adalah alat bantu atau fasilitas yang

digunakan bagi peneliti dalam mengumpulkan data agar

pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik (Arikunta, 2012).

Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan lembar

observasi asuhan keperawatan model ceklis beserta diagnosa

keperawatan menurut NANDA dengan cara wawancara dan

pemeriksaan fisik..

3.5.2 Lokasi dan waktu penelitian

Penelitian dilakukan di rawat jalan RSUD Prof. Dr.

Soekandar Kab. Mojokerto. Adapun waktu dilakukan penelitian ini

mulai bulan Desember 2018 sampai dengan Maret 2019.

3.6 Pengolahan Data

3.6.1 Editing

Editing adalah upaya untuk memeriksa kembali kebenaran data

yang diperoleh atau dikumpulkan. Editing dapat dilakukan pada tahap

pengumpulan data atau setelah data terkumpul (Hidayat, 2014).


50

3.6.2 Coding

Coding adalah bagaimana mengkode pertanyaan-pertanyaan

responden dan segala hal yang dianggap perlu (Setiadi, 2013). Peneliti

memberikan kode untuk :

Data Umum

1. Responden

Kode 1 : Responden 1

Kode 2 : Responden 2

Kode 3 : Responden 3

Kode 4 : Responden 4

Dan seterusnya

2. Jenis Kelamin

Kode 1 : Laki-laki

Kode 2 : Perempuan

Data Khusus

1. Diagnosa Keperawatan

Kode 1 : Penurunan curah jantung

Kode 2 : Nyeri akut

Kode 3 : Kelebihan volume cairan

Kode 4 : Intoleransi Aktivitas


51

Kode 5 : Ketidakefektifan koping

Kode 6 : Resiko ketidakefektifan perfusi jaringan otak.

Kode 7 : Resiko cedera.

Kode 8 : Defisiensi pengetahuan.

Kode 9 : Ansietas.

3.6.3 Scoring

Scoring adalah kegiatan pengolahan data untuk selanjutnya dilakukan

kesimpulan atau dengan kata lain scoring adalah menjumlahkan seluruh

hasil diagnosa keperawatan responden untuk kemudian dilakukan tabulasi

data.

3.6.4 Tabulating

Tabulating adalah membuat tabel-tabel data, sesuai dengan tujuan

penelitian atau yang diinginkan oleh peneliti. Setelah seluruh data

dikumpulkan, diperiksa kelengkapannya, dimasukkan dalam distribusi

frekuensi, yaitu melalui pengelompok data menjadi kelompok dalam suatu

format yang disebut tabel frekuensi. Hasil penelitian ini disajikan dalam

bentuk tabel distribusi frekuensi, kemudian diberi interpretasi atas data

tersebut berdasarkan variabel yang diteliti sesuai dengan kriteria

(Notoatmodjo, 2012). Interprestasi presentase adalah sebagai berikut :

100 % : seluruhnya

76-99% : hampir seluruhnya

51-75% : sebagian besar

50% : setengah
52

26-49% : hampir setengah

1-25% : sebagian kecil

0% : tidak satupun (Arikunta, 2012).

3.6.5 Analisa data

Data yang telah diolah baik pengolahan secara manual maupun

menggunakan bantuan komputer, tidak akan ada maknanya tanpa

dianalisis. Menganalisis data tidak sekedar mendeskripsikan dan

menginteprestasikan data yang telah diolah (Notoatmodjo, 2012).

3.7 Etika Penelitian

3.7.1 Prinsip-prinsip Petunjuk Etika Penelitian

Dalam melaksanakan penelitian khususnya jika yang menjadi

subyek penelitian adalah manusia, maka peneliti harus memahami hak

dasar manusia. Manusia memiliki kebebasan dalam menentukan dirinya,

sehingga peneliti yang akan dilaksanakan benar-benar menjunjung tinggi

kebebasan manusia. Beberapa prinsip penelitian pada manusia yang harus

dipahami antara lain sebagai berikut.

1. Prinsip manfaat

Dengan berprinsip pada aspek manfaat, maka segala bentuk

penelitian yang dilakukan memiliki harapan dapat dimanfaatkan

untuk kepentingan manusia. Prinsip ini dapat ditegakan dengan

membebaskan, tidak memberikan atau menimbulkan kekerasan pada

manusia, tidak menjadikan manusia untuk dieksploitasi. Penelitian


53

yang dihasilkan dapat memberikan manfaat dan

mempertimbangakan antara aspek resiko dengan aspek manfaat, bila

penelitian yang dilakukan dapat mengalami dilema dalam etik.

2. Prinsip menghormati manusia

Manusia memiliki hak dan makhluk yang mulia yang harus

dihormati, karena manusia memiliki hak dalam menentukan pilihan

antara mau dan tidak untuk diikutsertakan menjadi subyek penelitian.

3. Prinsip keadilan

Prinsip ini dilakukan untuk menjunjung tinggi keadilan

manusia dengan menghargai hak atau memberikan pengobatan

secara adil, hak menjaga privasi manusia, dan tidak berpihak dalam

perlakuan terhadap manusia.

3.7.2 Masalah Etika Penulisan (Hidayat, 2014).

Masalah etika penelitian merupakan masalah yang sangat penting

dalam penelitian. Masalah etika penelitian yang harus diperhatikan antara

lain adalah sebagai berikut.

1. Informed Consent

Informed Consent merupakan bentuk persetujuan antara peneliti

dengan responden peneliti dengan memberikan lembar persetujuan.

Informed consent tersebut diberikan sebelum penelitian dilakukan

dengan memberikan persetujuan untuk menjadi responden. Tujan

Informed consent adalah adar subyek mengerti maksud dan tujuan

penelitian, mengetahui dampaknya. Jika subyek bersedia, maka


54

mereka harus menandatangani lembar persetujuan. Jika responden

tidak bersedia, maka peneliti harus menghormati hak pasien. Beberapa

informasi yang harus ada dalam informed consent tersebut antara lain

partisipasi pasien, tujuan dilakukannya tindakan, jenis data yang

dibutuhkan, komitmen, prosedur pelaksanaan, potensial masalah yang

akan terjadi, manfaat, kerahasiaan, informasi yang mudah dihubungi.

2. Tanpa Nama (Anonim)

Masalah etika merupakan masalah yang memberikan jaminan

dalam penggunaan subyek penelitian dengan cara tidak memberikan

atau mencantumkan nama responden pada lembar alat ukur dan hanya

menuliskan kode pada lembar pengumpulan data atau hasil penelitian

yang akan disajikan.

3. Kerahasiaan (Confidentiality)

Masalah ini merupakan masalah etika dengan memberikan jaminan

kerahasiaan hasil penelitian, baik informasi maupun masalah-masalah

lainnya. Semua informasi yang telah dikumpulkan dijamin

kerahasiaan oleh peneliti, hanya kelompok data tertentu yang akan

dilaporkan pada hasil riset.


55

DAFTAR PUSTAKA

Ardiansyah, M. (2012). Medikal Bedah. (Dion, Ed.). Jogjakarta: DIVA Pers.

Arikunta, S. (2012). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:

Rineka Cipta.

Dinkes. (2016). Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, (4), 25.

Herdman, T. H. (2017). Diagnosis Keperawatan Definisi & Klasifikasi 2015-2017.

(M. Ester, Ed.) (10th ed.). Jakarta: EGC.

Hidayat, A. (2014). Metode Penelitian Kebidanan dan Teknik Analisa Data.

Jakarta: Salemba Medika.

Kemenkes. (2017). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur, 65.

Manurung, N. (2016). Aplikasi Asuhan Keperawatan Sistem Kardiovaskuler.

Jakarta: Trans Info Media.

Mardalis. (2010). Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal. Jakarta: Bumi

Aksara.

Muliawan, J. U. (2014). Metodologi Penelitian Pendidikan. Yogyakarta: Gava

Media.

Muttaqin, A. (2009). Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Sistem

Kardiovaskuler. (E. Nurachmach, Ed.). Jakarta: Salemba Medika.


56

Nasution, S. (2009). Metode Research (Penelitian Ilmiah). Jakarta: PT Bumi

Aksara.

Notoatmodjo. (2012). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Nurarif, A. H., & Dkk. (2015). Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan

Diagnosa Medis & NANDA NIC-NOC (Jilid 2). Jogjakarta: Mediaction.

Nursalam. (2016). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Riskesdas. (2018). Riskesdas.

Sampaio, D. C., Oliveira, P. De, Mata, F., Regina, L., Moraes, T., Fonseca, F., …

Aparecida, V. (2017). Profile of nursing diagnoses in people with

hypertension and diabetes. https://doi.org/10.17533/udea.iee.v35n2a03

Setiadi. (2013). Konsep dan Praktik Penulisan Riset Keperawatan (Yogyakarta).

Graha Ilmu.

Usman, H., & Setiady, P. (2008). Pengantar Statistika (2nd ed.). Jakarta: Sinar

Grafika Offset.

WHO. (2017). Blood Pressure Prevalence. Retrieved from

http://www.who.int/gho/ncd/risk_factors/blood_pressure_prevalence/en/

Wiley, J., & Dkk. (2017). Diagnosis Keperawatan. (M. Ester, Ed.) (10th ed.).

Jakarta: EGC.

Wilkinson, judith M., & Dkk. (2015). Buku Saku Diagnosis Keperawatan. (D.

Widiarti, Ed.) (9th ed.). Jakarta: EGC.


57