Anda di halaman 1dari 6

FORDIS M2KB3

Nama : RAGIL MERY YANISKA, S.Pd


NO. Peserta PPG : 19110918410115

Pertanyaan No 1:

Untuk benda tiga dimensi bentuknya yang tidak beraturan, tentu akan sulit untuk menentukan
momen inersianya secara analitik menggunakan formula-formula terkait. Apakah momen
inersia benda seperti itu dapat ditentukan secara empirik melalui kegiatan eksperimen
(percobaan)? Jika dapat, desain eksperimen seperti apa yang dapat digunakan untuk
keperluan tersebut ?

Tanggapan :

untuk mengukur momen inersia benda tiga dimensi yang bentuknya tidak beraturan dapat
ditentukan secara empirik melalui kegiatan eksperimen Ayunan Fisis.

Contoh desain eksperimennya adalah sebagai berikut :

PERCOBAAN MOMEN INERSIA

Tujuan Percobaan : Menentukan momen inersia pada benda tiga dimensi tidak
beraturan.

Landasan Teori

Momen Inersia adalah ukuran kelembaman/kecenderungan suatu benda untuk


berotasi terhadap porosnya. Besarnya momen inersia suatu benda bergantung
terhadap beberapa faktor, yaitu:
1. Massa benda atau partikel
2. Geometri benda (bentuk)
3. Letak sumbu putar benda
4. Jarak ke sumbu putar benda (lengan momen)
Momen Inersia (I) adalah suatu besaran yang memperlihatkan tentang usaha
suatu sistem benda untuk menentang gerak rotasinya. Besaran ini dimiliki oleh semua
sistem benda (khususnya padat) apapun bentuknya (bulat, persegi, segitiga, dll). Oleh
karena itu momen inersia didefinisikan sebagai kecenderungan suatu sistem benda
untuk berputar terus atau diam sebagai reaksi terhadap gaya torsi dari luar.
Pada dasarnya menentukan momen inersia benda berwujud tertentu seperti
silinder pejal, bola dan sebagainya, cenderung lebih mudah dibandingkan jika kita
harus menentukan besar momen inersia untuk bentuk benda yang tidak beraturan
dengan distribusi massa yang tidak sama.
Pada benda tegar berbentuk sembarang atau tidak beraturan yang bermassa M
digantungkan pada poros tetap di titik O yang berjarak L dari pusat massa (pm), diberi
simpangan θ kecil dengan sudut simpangan terhadap garis vertical, kemudian
dilepas sehingga berayun dengan periode T.
Untuk sudut simpangan kecil, gerak ayunan fisis dapat dianggap gerak harmonis
anguler, dengan persamaan simpangan sudutnya:

d
C

Mg

θ = θ m cos ωt

Dengan θ m : simpangan sudut maksimum.

Momen gaya pemulihnya terhadap poros O adalah:

τ = -MgL sin θ
untuk sudut θ kecil, maka sin θ≅θ (dengan θ dalam radian)

menurut hukum II Newton untuk gerak rotasi:

2
d θ
τ = Iα =I = -I ω2 θ
dt2

dengan I : momen inersia, α: percepatan sudut, dan θ : posisi sudut.

Dari persamaan τ = -MgL sin θ dan τ = -I ω2 θ akan diperoleh I = -MgL sin θ


(untuk θ sudut kecil, sin θ≅θ ).

2
-I ω θ=¿ -MgL θ

2π 2
I( ) = MgL
T

I . 4 π 2 = T2 MgL

I 4 π2
T2 =
MgL

T =2 π
√ I
MgL

τ = MgL sin θ (untuk θ sudut kecil, sin θ≅θ ).

2
d θ
I 2 = - MgL
dt

Untuk bandul sederhana I = ML2 , maka gerak mendekati gerak harmonik sederhana
jika simpangan sudutnya kecil. Dalam kasus ini kita akan memperoleh:

2
d θ −MgL
= θ =- ω 2
θ
dt
2
I

Mgl
dengan ω 2
=
I

menurut teorema sejajar, momen inersia I besarnya:


Ip = Ipm + ML2

dengan Ipm = momen inersia terhadap sumbu putar melalui pusat massa.

Ip = jarak antara sumbu putar terhadap pusat.

dengan demikian persamaan T = 2 π


√ Ipm+ ML 2
MgL
dengan I = Ipm + ML2

Alat dan Bahan

a. Satu set perangkat ayunan fisis.

b. Tripleks dengan bentuk tak beraturan dilengkapi beberapa lubang tersebar.


c. Mistar 100 cm
d. Poros penggantung
e. Stopwatch
f. Busur derajat
g. Neraca ohauss (ketelitian 0,01 gr)

Gambar Percobaan
Langkah –langkah percobaan

a. Gantungkan benda pada poros tertentu


b. Ambil garis lurus vertikal dari poros yang digantung
c. Berilah simpangan kecil lalu melepaskannya
d. Catat waktu yang diperlukan untuk 20 kali ayunan
e. Ulangi langkah b – d untuk 3 variasi posisi poros – poros yang lain.
f. Tentukan letak pusat massa benda dari posisi poros hingga titik pertemuan
kelima garis vertikal yang telah ditarik sebelumnya.

Data Hasil Percobaan

Benda : Lempeng Tak beraturan dengan Poros 1� = 30°, n=20

No L (m) t (s) t rata-rata (s) Jumlah Ayunan T = t rata-


1 2 3 (n) rata / n
1 0,15
2 0,20
3 0,25
4 0,30
5 0,35

Benda : Lempeng Tak beraturan Poros 2� = 30°, n=20

No L (m) t (s) t rata-rata (s) Jumlah Ayunan T = t rata-


1 2 3 (n) rata / n
1 0,15
2 0,20
3 0,25
4 0,30
5 0,35

Benda : Lempeng Tak beraturan Poros 3� = 30°, n=20

No L (m) t (s) t rata-rata (s) Jumlah Ayunan T = t rata-rata /


1 2 3 (n) n
1 0,15
2 0,20
3 0,25
4 0,30
5 0,35
Kesimpulan

Berdasarkan data hasil perhitungan didapatkan nilai periode (T), periode inilah yang
digunakan dalam perhitungan untuk menghitung nilai Momen Inersia pada benda tiga
dimensi tak beraturan.