Anda di halaman 1dari 1

Allah berfirman mengabarkan tentang Qarun, dimana suatu hari ia keluar kepada kaumnya dengan

suatu perhiasan yang sangat besar dan keindahannya sangat menakjubkan berupa kendaraan dan
pakaian yang digunakan, serta pembantunya dan para pekerjanya. Lalu di saat orang yang
menghendaki dunia dan cenderung kepada kebanggaan dan perhiasan melihatnya, mereka berharap
seandainya merika diberikan sesuatu yang sama dengannya, mereka berkata: yaa laita lanaa mitsla
maa uutiya qaaruunu innaHuu ladzuu hadh-dhin ‘adhiim (“Moga-moga kiranya kita mempunyai
seperti apa yang telah diberikan kepada Qarun, sesungguhnya dia benar-benar mempunyai
keberuntungan yang besar.”) yaitu bagian yang melimpah di dunia.

Ketika ahli ilmu mendengar perkataan mereka, dia berkata kepada mereka: wailakun tsawaabullaaHi
khairul liman aamana wa ‘amila shaalihan (“Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah
lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal shalih.”) yaitu balasan Allah kepada hamba-
hamba-Nya yang beriman dan beramal shalih di negeri akhirat adalah lebih baik daripada yang kalian
lihat. Sebagaimana terdapat dalam sebuah hadits shahih:

“Allah Ta’ala berfirman: ‘Aku persiapkan bagi hamba-hamba-Ku yang shalih sesuatu yang belum
pernah dilihat oleh mata, terdengar oleh telinga, dan terlintas dalam hati. Jika kalian suka bacalah:
Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka, yaitu yang menyedapkan
pandangan mata, sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.’” (as-Sajdah: 17)

Firman-Nya: wa laa yulaqqaaHaa illash shaabiruun (“Dan tidak diperoleh pahala itu kecuali oleh
orang-orang yang sabar.”)

As-Suddi berkata: “Surga tidak diperoleh kecuali oleh orang-orang yang sabar.” Seakan-akan hal itu
dijadikan kalimat penyempurna dan perkataan seorang ahli ilmu tersebut.

Ibnu Jarir berkata: “Kalimat itu tidak terdapat kecuali pada orang-orang yang sabar dari mencintai
dunia serta gemar terhadap negeri akhirat.”

Ini seakan-akan diputuskan dari pembicaraan ahli ilmu tadi serta dijadikannya sebagai firman Allah
Ta’ala dan pengetahuan-Nya.