Anda di halaman 1dari 9

Soal

Sat. Vapor

Wt

4
E
Qe
C
Qc

2 1

Sat. Liquid
Wp

Sumber panas: air buangan turbin di pembangkit listrik tenaga geotermal

Laju alir: 1000 ton/jam

Kondisi: T air buangan = 120oC

Berapa kerja yang dapat dihasilkan jika menggunakan:

a. Propane
b. R-134a
c. Ammonia
a. Fluida kerja : Propane

Membuka aplikasi hysys, lalu klik new case dan memasukkan komponen yaitu propane

Menambahkan fluid package yaitu Peng. Robinson

Lalu klik enter simulation environment dan memasukkan case material stream
Menambahkan case pump lalu mengisi aliran masuk, aliran keluar dan energi

Menambahkan case heater lalu mengisi aliran masuk, aliran keluar, energi dan delta P
Menambahkan case expand lalu mengisi aliran masuk, aliran keluar dan energi

Menambahkan case cooler lalu mengisi aliran masuk, aliran keluar, energi dan delta P
Mengisi data di aliran 3 yaitu komposisi propane = 1, mass flow = 1000 ton/jam, vapor = 1
dan T = 95oC

Mengisi data di aliran 1 yaitu T = 40oC dan vapor = 0


Menambahkan case spreadsheet lalu menghitung efisiennya
b. R-134a

Untuk fluida kerja R-134a, ganti fluida kerja dengan mengklik “enter basis environment”
lalu mengganti komponennya.
c. Ammonia

Untuk fluida kerja ammonia, ganti fluida kerja dengan mengklik “enter basis environment”
lalu mengganti komponennya
Kesimpulan :

Kami memilih temperatur aliran 3 sebesar 95ºC, karena air buangan turbin pada
pembangkit tenaga geothermal sebesar 120ºC, sedangkan fluida yang masuk ke dalam
evaporator tidak mungkin sebesar 120ºC. Sedangkan untuk temperatur aliran 1 sebesar 30ºC
karena suhu akan menurun karena telah dikondensasikan. Pemilihan temperatur 𝑇3 = 95 ºC
dan 𝑇1 = 30ºC agar mendapatkan temperatur aliran keluaran turbin 𝑇4 tidak terlalu tinggi.
Karena jika terlalu tinggi akan menghasilkan kavitasi pada pompa. Selain itu juga agar 𝑇4
tidak terlalu rendah, karena akan memerlukan daya yang lebih besar pada kondensor.

Pada kasus ini diperoleh efisiensi siklus (%) yang berbeda-beda dengan fluida kerja
yang berbeda. Pada fluida kerja propane didapatkan nilai efisiensi siklus sebesar 8,223%,
untuk R-134a nilai efisiensi siklus sebesar 8,976%, dan ammonia nilai efisiensi siklus sebesar
11,06%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa, nilai efisiensi terbesar yaitu pada
fluida kerja ammonia yaitu 11,06%. Oleh karena itu penggunaan fluida kerja ammonia akan
memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap kerja turbin daripada propane dan R-134a,
dimana turbin akan menghasilkan daya yang lebih besar.