Soal psikotes Kraeplin atau Pauli
Soal psikotes Kraeplin atau Pauli
Bisa dibilang ini adalah tes yang paing melelahkan di bandingkan semua tes yang
udah dilakukan. Pasalnya, kamu harus menghitung deretan angka dari paling atas
sampai bawah yang jumlahnya sangat banyak. Nama lain dari soal ini adalah tes
koran.
Tips mengerjakan tes satu ini adalah, kamu harus konsisten, jangan terlalu
bersemangat di awal dan letih di akhir. Karena kalau gitu nanti hasilnya akan
memperlihatkan penurunan performa kamu ketika bekerja.
Tes Psikotes Edwards Personal Preference Schedule (EPPS)
Diantara tes-tes psikotes yang ada, tes psikotes EPPS bisa dikatakan
adalah tes yang paling mudah. Tujuan dari tes psikotes ini adalah untuk
mengetahui kepribadian dan karakter kamu dengan detail.
Walaupun tesnya mudah, jangan menjawab dengan asal. Karena yang
dilihat dari tes ini adalah konsistensi kamu dalam menjawab soal.
Berusahalah menjawab semua pertanyaan yang ada dalam soal tersebut,
walaupun tidak sesuai dengan kepribadian.
Karena akan ada banyak pertanyaan yang diulang-ulang, akan terdeteksi
dengan mudah apakah kamu jujur atau tidak ketika menjawabnya. Tahap
ini biasanya melihat kepribadian dan kesesuaian dengan pekerjaan.
Makanya tes ini juga bisa digunakan sebagai acuan seperti apa suasana
kerja nanti baik dari budaya dan sistem yang diterapkan di kantor
tersebut.
Contoh soal:
Psikotes EPPS via softwarepsikogram.wordpress.com
Tips tambahan pahami jobdesc dari pekerjaan yang kamu incar ketika
mengerjakan soal ini, lalu jawablah sesuai dengan kepribadian yang
dibutuhkan untuk pekerjaan tersebut. Agar penguji bisa menilai bahwa
kepribadian kamu ternyata cocok dengan jenis pekerjaan yang kamu
incar.
Tes Logika Aritmatika
Contoh soal:
via
blog.payrollbozz.com
Penjelasan:
1. B. Karena setiap angka ditambahkan dengan 8, jawaban yang benar adalah 27 + 8 = 35
2. D. Polanya adalah ditambahkan dengan bilangan ganjil. 3 (+3) 6 (+5) 11 (+7) 18(+9) = 27
3. B. Setiap angka dikurangi 18, sehingga jawaban yang benar 459 – 19 = 440
4. A. Sama seperti nomor soal nomor dua, tiap angka ditambahkan dengan bilangan
ganjil. 316 (+7) 323 (+9) 332(+11) 343 (+13) = 356
5. E. Sama seperti nomor sebelumnya, hanya saja dalam bentuk pengurangan. 662 (-17) 645 (-
21) 624 (-25) 599 (-29) = 570
Tips mengerjakan:
Tes ini biasanya memiliki deretan angka yang berpola. Tugas kamu adalah menganalisa
dan memahami pola-pola yang ada di tiap baris. Ketika mengerjakan tes ini, lihat
deretan angka secara keseluruhan, apakah polanya urut atau lompat-lompat.
Selain itu, ingat juga kalau tes ini memiliki batas waktu. Jadi jangan sampai terpaku
pada satu soal. Kalau dirasa terlalu sulit atau membuang-buang waktu untuk
mengerjakan satu soal, lewati saja dan lanjut ke nomor berikutnya.
Tes Kraeplien/Pauli
Contoh soal:
via
asatrio.blogspot.co.id
Tips mengerjakan:
Tes yang biasa juga disebut tes koran ini cukup melelahkan dan menguras konsentrasi.
Gimana nggak, ada banyak angka yang bertebaran dan harus diselesaikan dengan benar.
Untuk tes jenis ini, kuncinya adalah kerjakan dengan tempomu sendiri; jangan terlalu
cepat atau terlalu lambat, yang penting konsisten.
Percuma juga ngebut di awal kalau akhirnya malah ngos-ngosan dan konsentrasi jadi
buyar.
Untuk alat tulis, gunakan pensil atau pulpen yang biasa. Kalau kamu menggunakan
pensil mekanik, pastikan isinya masih banyak. Dan jangan sampai patah di tengah jalan.
Waktu kamu bakal terbuang sia-sia hanya untuk mengisi ulang isi pensil tersebut.
Poin terakhir, saat kamu disuruh berhenti mengerjakan tes ini, ya berhenti saja. Nggak
usah curi-curi kesempatan. Hal yang dinilai dalam tes ini bukan seberapa banyak angka
yang bisa kamu jumlahkan, melainkan konsistensi pada tiap baris.
Tes Wartegg
Contoh soal:
via karyawanesia.com
Penjelasan:
Tiap kotak dari Wartegg mempunyai penilaian yang berbeda-beda. Untuk memudahkan
penjelasan, urutan kotaknya dari yang pertama sampai yang terakhir seperti ini ya
1234
5678
Gambar pertama menggambarkan hal-hal yang berhubungan dengan adaptasi di suatu
lingkungan.
Gambar kedua menggambarkan kebebasan dan fleksibiltas perasaan.
Gambar ketiga menggambarkan ambisi dan keinginan untuk terus berkembang dan
berbenah diri.
Gambar keempat menggambarkan cara mengatasi kesulitan yang terjadi.
Gambar kelima menggambarkan cara menyelesaikan suatu masalah.
Gambar keenam menggambarkan pola pikir dan analisa masalah.
Gambar ketujuh menggambarkan perasaan, apakah sudah stabil/dewasa atau masih
labil/kekanakan-kanakan.
Gambar kedelapan menggambarkan kehidupan sosial dengan orang lain.
Tips mengerjakan:
Ada yang bilang kalau kamu menggambar sesuai urutan (1,2,3,4,5,6,7,8), kamu akan
dicap sebagai pribadi yang kaku. Jika menggambarnya secara acak, kamu akan dianggap
kreatif. Menggambar dengan pola seperti 1,2,3,4,8,7,6,5 atau 5,6,7,8,4,3,2,1 kamu akan
dianggap seimbang.
Selain itu, jika kamu laki-laki, nggak boleh mulai menggambar dari nomor 5 karena bisa
dicap memiliki kelainan seksual. Untuk obyek yang digambar, katanya gambar benda
hidup untuk garis lengkung dan benda mati untuk garis lurus.
Saya sendiri nggak bisa memastikan benar tidaknya kunci jawaban yang beredar itu.
Menurut teman saya yang berasal dari jurusan psikologi, soal seperti ini nggak ada
kunci jawabannya. Pada saat penilaian pun ada banyak faktor yang harus
dipertimbangkan.
Kalau mau cari aman sih, ikuti saja urutan pengerjaan dari “kunci jawaban” yang sudah
terlanjur beredar. Tapi untuk gambarnya sendiri, gambarlah sesuai apa yang ingin
kamu gambar. Jangan sampai menjiplak atau menggambar ulang gambar yang pernah
kamu lihat sebelumnya.