Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Wirausaha merupakan suatu proses atau cara untuk melakukan suatu
usaha yang bertujuan untuk mendapatkan hasil atau keuntungan yang
diharapkan dengan cara memproduksi, menjual atau menyewakan suatu
produk barang atau jasa. Indonesia merupakan negara yang sedang
berkembang dalam bidang perekonomiannya. Pembangunan ekonomi negara
Indonesia di masa yang akan datang, sangatlah ditentukan dari peran yang
maksimal dari para wirausahawannya. Seorang wirausaha berperan secara
internal maupun eksternal. Secara internal seorang wirausaha berperan dalam
mengurangi tingkat ketergantungan orang lain, meningkatkan kepercayaan diri
serta meningkatkan daya beli pelakunya. Secara eksternal seorang wirausaha
berperan dalam menyediakan lapangan pekerjaan bagi para pencari kerja.
Untuk itu, peran seorang wirausaha sangat dibutuhkan sekali untuk membantu
mengangkat perekonomian Negara.
Dewasa ini banyak sekali perusahaan-perusahaan asing yang
beroperasi di Indonesia, sementara rakyat Indonesia sebagai pekerja di
perusahaa tersebut. Misalnya saja perusahaan Caltex dari Amerika Serikat
yang bergerak dibidang pengeboran minyak, perusahaan handphone seperti
Sony, Samsung, Siemen yang berasal dari Jepang, Korea Selatan dan Perancis,
perusahaan motor seperti Honda yang berasal dari Jepang, serta perusahaaan-
perusahaan asing lainnya. Dengan berdirinya perusahaan-perusahaan asing di
Indonesia membuat rakyat Indonesia sendiri mengalami kerugian dimana
rakyat Indonesia tidak dapat menikmati hasil alam dengan sepenuhnya dan
tidak bisa mengelola hasil alam alam dengan mandiri. Hal ini membuktikan
bahwa rakyat Indonesia masih belum mampu menjadi seorang wirausaha dan
membantu membangun negeri.
Namun tidaklah mudah menjadi seorang wirausaha yang sukses
gemilang. Banyak sekali tantangan dan rintangan yang harus dihadapi oleh
seorang wirausaha, terlebih lagi untuk seorang wirausaha pemula. Para
wirausahawan harus memiliki banyak ide dan berani berkreasi agar produk
yang dihasilkan bisa terjual maksimal.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa yang dimaksud dengan kewirausahaan?
2. Bagaimana karakteristik wirausaha?
3. Bagaimana proses menjadi seorang wirausaha?
4. Apa saja faktor penyebab keberhasilan dan kegagalan berwirausaha?

1.3 Tujuan
1. Mengetahui apa yang dimaksud dengan kewirausahaan
2. Mengetahui karakteristik wirausaha
3. Mengetahui proses menjadi seorang wirausaha
4. Mengetahui faktor penyebab keberhasilan dan kegagalan berwirausaha
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Kewirausahaan


Menurut Peggy A. Lambing & Charles R. Kuehl dalam buku
Entrepreneurship (1999), kewirausahaan adalah suatu usaha yang kreatif
yang membangun suatu value dari yang belum ada menjadi ada dan bisa
dinikmati oleh orang banyak. Ada enam hakekat penting kewirausahaan
sebagai berikut ( Suryana,2003 : 13) :
1. Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang
dijadikan dasar sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses,
dan hasil bisnis (Acad Sanusi,1994)
2. Kewirausahaan adalah suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang
baru dan berbeda ( Drucker,1959)
3. Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi
dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk
memperbaiki kehidupan (Zimmerer,1996)
4. Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diperlukan untuk memulai suatu
usaha dan perkembangan usaha ( Soeharto Prawiro,1997)
5. Kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru
dan sesuatu yang berbeda yang bermanfaat member nilai lebih
6. Kewirausahaan adalah usaha menciptakan nilai tambah dengan jalan
mengkombinasikan sumber-sumber melalui cara-cara baru dan berbeda
untuk memenangkan persaingan. Nilai tambah tersebut dapat diciptakan
dengan cara mengembangkan teknologi baru, menemukan pengetahuan
baru, menemukan cara baru untuk menghasilkan barang dan jasa yang
baru yang lebih efisien, memperbaiki produk dan jasa yang sudah ada, dan
menemukan cara baru untuk memberikan kepuasan baru kepada
konsumen.
2.2 Karakteristik Wirausaha
Menurut Mc Graith & Mac Milan (2010), ada tujuh karakter dasar
yang perlu dimiliki setiap calon wirausaha. Ketujuh karakter tersebut adalah
sebagai berikut.
1. Action oriented.
Seorang entrepreneur selalu ingin segera bertindak, sekalipun situasinya
tidak pasti (uncertain). Prinsip yang mereka anut adalah see and do. Bagi
mereka, resiko bukanlah untuk dihindari, melainkan untuk dihadapi dan
ditaklukkan dengan tindakan dan kelihaian.
2. Berpikir simpel.
Sekalipun dunia telah berubah menjadi sangat kompleks, mereka selalu
belajar menyederhanakannya. Dan sekalipun berilmu tinggi, mereka
bukanlah manusia teknis yang ribet dan menghendaki pekerjaan yang
kompleks. Mereka melihat persoalan dengan jernih dan menyelesaikan
masalah satu demi satu secara bertahap.
3. Mereka selalu mencari peluang-peluang baru.
Apakah itu peluang usaha yang benar-benar baru, atau peluang dari usaha
yang sama. Untuk usaha-usaha yang baru, mereka selalu mau belajar yang
baru, membentuk jaringan dari bawah dan menambah landscape atau
scope usahanya. Sedangkan dalam usaha yang sama, mereka selalu tekun
mencari alternatif-alternatif baru, seperti model, desain, platform, bahan
baku, energi, kemasan, dan struktur biaya produksi. Mereka meraih
keuntungan bukan hanya dari bisnis atau produk baru, melainkan juga
dengan cara-cara baru.
4. Mengejar peluang dengan disiplin tinggi.
Seorang wirausaha bukan hanya awas, memiliki mata yang tajam dalam
melihat peluang, atau memiliki penciuman yang kuat terhadap keberadaan
peluang itu, tetapi mereka bergerak ke arah itu. Peluang bukan hanya
dicari, diciptakan, dibuka, dan diperjelas. Karena wirausaha melakukan
investasi dsn menanggung resiko, maka seorang wirausaha harus
memiliki disiplin yang tinggi. Wirausah-wirausaha yang sukses bukanlah
pemalas atau penunda pekerjaan. Mereka ingin pekerjaannya beres, dan
apa ya g dipikirkan dapat dikerjakan segera. Mereka bertarung dengan
waktu karena peluang selslu berhubungan dengan waktu. Apa yang
menjadi peluang pada suatu waktu, belum tentu masih menjadi peluang di
lain waktu. Sekali kesempatan itu hilang, belum tentu akan kembali lagi.
Setiap gagasan brilliant dan inovasi biasanya harus dibangun dari bawah
dan disusun seluruh mata rantai nilainya (value chain).
5. Hanya mengambil peluang yang terbaik.
Cara penilaian peluang tersebut ada pada nilai-nilai ekonomis yang
terkandung didalamnya, masa depan yang lebih cerah, kemampuan
menunjukkan prestasi, dan perubahan yang dihasilkan. Semua itu
biasanya dikaitkan dengan "rasa suka" terhadap objek usaha atau
kepercayaan bahwa dia "mampu" merealisasikannya. Pada akhirnya,
sukses yang diraih setiap orang ditentukan oleh keberhasilan orang itu
dalam memilih.
6. Fokus pada eksekusi.
Wirausaha bukanlah orang yang bergulat dengan pikiran, merenung atau
menguji hipotesis, melainkan orang yang fokus pada eksekusi. Mereka
tidak mau berhenti pada eksploitasi pikiran atau berputar-putar dalam
pikiran penuh keraguan. "Manusia dengan entrepreneur mindset
mengeksekusi, yaitu melakukan tindakan dan merealisasikan yang
dipikirkan daripada menganalisa ide-ide baru sampai mati" (McGraith dan
Mac Millan,2000,hlm.3). Mereka juga adaptif 13 terhadap situadi, yaitu
mudah menyesuaikan diri dengan fakta-fakta baru atau kesulitan di
lapangan.
7. Memfokuskan energi setiap orang pada bisnis yang digeluti.
Seorang wirausaha tidak bekerja sendirian. Dia menggunakan tangan dan
pikiran setiap orang, baik dari dalam maupun luar perusahaannya. Mereka
membangun jaringan daripada melakukan impiannya sendiri. Ibarat
seorang orkestraktor atu dirigen musik, dia mengumpulkan pemusik-
pemusik yang ahli dalam memainkan instrumen-instrumen yang berbeda-
beda untuk menghasilkan nada-nada musik yang disukai penonton. Untuk
itu, dia harus memiliki kemampuan mengumpulkan orang, membangun
jaringan, memimpin, menyatukan gerak, memotivasi, dan berkomunikasi.

2.3 Proses Menjadi Seoraang Wirausaha


Menurut Srie Sulastri (2009) pengembangan kewirausahaan di awali
dari proses sebagai berikut :
1. Proses Inovasi
Faktor yang mendorong terjadinya inovasi,yaitu keinginan berprestasi,
adanya sifat penasaran, keinginan menanggung resiko, dan pengalaman
2. Proses Pemicu
Faktor yang mendorong seseorang terjun ke dunia bisnis yaitu adanya
ketidakpuasan terhadap pekerjaan yang ada, terjadinya pemutusan
hubungan kerja,keberanian menanggung resiko, dan komitmen yang tinggi
terhadap bisnis
3. Proses Pelaksanaan
Faktor yang mendorong pelaksanaan dari sebuah bisnis yaitu kesiapan
mental wirausaha secara total, adanya manager sebagai pelaksana
kegiatan, dan adanya visi jauh kedepan untuk mencapai keberhasilan.
4. Proses Pertumbuhan
Proses pertumbuhan didorong faktor organisasi, yaitu adanya tim yang
kompak dalam menjalankan usaha, adanya strategi yang mantap, adanya
struktur dan budaya organisasi yang baik dan adanya produk yang menjadi
unggulan.
Memulai sebuah usaha sendiri untuk sebagian orang memang tidaklah
mudah. Banyak sekali para wirausaha pemula yang mengalami banyak
kegagalan dan kerugian pada usaha pertamanya, namun janganlah takut akan
kegagalan ketika baru saja memulai usaha. Yang terpenting dalam memulai
usaha adalah rasa percaya diri dan teruslah untuk bermimpi. Menjadi seorang
wirausaha tidak semudah membalikkan telapak tangan, banyak hal-hal yang
harus dipikirkan terlebih dahulu agar usaha yang dijalankan sesuai dengan
apa yang diharapkan. Hal-hal yang harus dipikirkan sebagai seorang
wirausaha pemula adalah:
1. Produk yang akan dijual
Seorang wirausaha pemula harus tau dan mengerti kemampuan atau skill
yang dimiliki, sebelum memulai usahanya wirausahawan harus menggali
terlebih dahulu kemampuan yang ada dalam diri mereka, sehingga ketika
akan memulai suatu usaha mereka mampu membuat suatu produk yang
sesuai dengan kemampuan dan kreativitasnya masing-masing. Hal yang
perlu diingat pula adalah apakah produk yang akan dijual sesuai dengan
keadaan lingkungan dan minat para konsumen.
2. Modal usaha
Bagi seorang wirausaha pemula, dibutuhkan modal yang berupa uang
dimana modal tersebut cukup untuk memulai usahanya. Modal dapat
diperoleh dari hasil tabungan yang dimiliki, berinvestasi atau meminjam
modal dari bank atau keluarga. Akan tetapi modal yang dikeluarkan
janganlah terlalu besar karena belum tentu usaha yang dijalankan akan
sesuai dengan apa yang diharapkan.
3. Mitra bisnis yang dapat dipercaya
Mitra bisnis sangat diperlukan bagi seorang pemula apabila masih pertama
kali memulai usaha. Mitra bisnis haruslah yang dapat dipercaya dan dapat
membimbing untuk membantu konsultasi dan membantu memasarkan
produk yang akan dijual. Kesimpulannya, mitra bisnis akan membantu
memasarkan produk dan mengetahui diterima atau tidaknya produk yang
dihasilkan.
4. Tempat usaha
Setelah produk, modal dan mitra bisnis sudah tercapai para pemula harus
mengetahui dimana produk tersebut akan dipasarkan. Mencari tempat yang
strstegis dimana konsumen dapat dengan mudah menemukan produk
tersebut. Misalnya, dirumah apabila rumah tersebut berada didekat jalan
raya, atau dapat menyewa toko yang terletak di keramaian kota atau bisa
juga dengan menjual online atau Online Shop.
5. Laba dan rugi
Apabila kegiatan 1 sampai 4 terpenuhi, sekarang bagaimana para pemula
mengatur strategi bagaimana mencari laba agar produk bisa laku terjual.
Hal pertama yang bisa dilakukan bagi seorang pemula ialah menjual
produk dengan harga murah yaitu menjual produk diatas bahan baku
produk tetapi tidak terlalu mahal. Apabila banyak peminatnya, maka harga
produk bisa dinaikkan secara signifikan dan meningkatkan kualitas barang
dengan sedikit memberi polesan pada produk tersebut.
Setelah mengetahui hal-hal yang harus diperhatikan untuk memulai
sebuah usaha, hendaknya seorang wirausaha pemula memiliki kunci sukses
untuk menjadi seorang wirausahawan yang sukses. Kiat-kiat yang harus
dilakukan antara lain:
1. Semangat dan kerja keras
Dalam berwirausaha, semangat dan kerja keras adalah hal penting yang
harus dimiliki setiap pemula untuk membangun dan mengembangkan
sebuah usaha. Salah satu penyebab kegagalan usaha adalah tidak
terpeliharanya semangat dan kerjakeras untuk memajukan usaha.
Sehingga, pada saat timbul masalah seperti planning yang tidak sesuai
dengan harapan maka akan timbul keputusasaan.
2. Memiliki rasa kepercayaan diri yang tinggi
Banyak orang yang secara ilmu pengetahuan kurang pandai namun mereka
sukses dalam berwirausaha karena mereka memiliki rasa percaya diri yang
tinggi untuk maju dan sukses, sehingga persoalan apapun bisa dihadapi
dengan rasa percaya diri. Kepercayaan diri adalah modal penting dalam
memajukan usaha. Jika pemilik usaha tidak percaya diri dengan usaha
yang mereka jalani maka klien atau calon konsumen pun tidak akan
percaya dengan bisnis yang Anda jalankan.
3. Berfikir kreatif juga inovatif
Untuk memajukan sebuah usaha, pelaku bisnis membutuhkan adanya
inovasi, untuk itu berfikir kreatif untuk memajukan usaha sangatlah
diperlukan agar para konsumen tidak bosan untuk membeli produk
tersebut.
4. Berani mengambil resiko
Setiap usaha atau bisnis selalu memiliki resiko yaitu rugi. Untuk bisa maju
dalam berwirausaha maka sebagai pelaku bisnis harus berani mengambil
resiko. Besar kecilnya resiko yang dihadapi tergantung pada besar
kecilnya usaha yang dijalankan. Resiko yang diambil tentu saja bukan
tanpa alasan tetapi harus dengan pemikiran yang matang dengan berbagai
alasan serta pertimbangan yang jelas.
5. Memiliki kepribadian yang jujur
Menjadi seorang wirausah haruslah memiliki sifat kejujuran dimana para
konsumen akan terus mempercayai produk yang dijual. Sifat jujur sangat
penting dalam proses berwirausaha unuk terciptanya proses wirausaha
yang baik dan semakin meningkat kemajuannya.

2.4 Faktor-faktor Penyebab Keberhasilan dan Kegagalan Berwirausaha


Menurut Hendro ( 2011 : 47-50 ) ada beberapa faktor yang
menyebabkan wirausaha berhasil adalah :
1. Faktor Peluang
Peluang merupakan faktor penentu keberhasilan wirausaha yang pertama.
Ada banyak peluang emas, tetapi belum tentu cocok dengan kita, karena
peluang emas itu harus ada keselarasan, keserasian dan keharmonisan
antara pribadi pengusaha, bisnis, pasar, kondisi, situasi, dan perilaku pasar
sehingga kita dapat menentukan peluang emas yang cocok dengan diri kita
sendiri.
2. Faktor SDM
3. Faktor Keuangan
Hindari berpikir bahwa bisnis tanpa keuangan/ arus kas yang lancar itu
bisa berhasil. Arus kas itu bagaikan alirand arah dalam tubuh manusia.
Bila arus kas tidak mengalir maka bisnis akan berhenti dan mati. Jadi,
faktor keuangan adalah salah satu faktor keberhasilan wirausaha.
Contohnya :
a. Pengendalian biaya dan anggaran.
b. Pencairan dana modal kerja, dana investasi, dan dana lainnya.
c. Perencanaan dan penetapan harga produk, perincian biaya, dan laba
rugi.
d. Perhitungan rasio keuangan sehingga rasio keuangan bisa dikendalikan
dengan baik, seperti rasio kecukupan modal, rasio likuiditas dan rasio
hutang vs modal.
e. Struktur biaya seperti margin (batas) kontribusi, laba berbanding
penjualan, dan biaya berbanding penjualan.
4. Faktor OrganisasionalOrganisasi usaha sebainya tidak statis, tetapi
dinamis, kreatif, dan berwawasan ke depan. Organisasi sangat penting
untuk seorang pengusaha dan juga karyawannya. Organisasi akan
menentukan dan menjadi faktor keberhasilan usaha jika :
a. Ada jalur komunikasi yang jelas antara karyawan dengan atasan.
b. Sistem pertanggungjawabannya jelas.
c. Deskripsi pekerjaannya jelas.
d. Hubungan yang tegas antarkaryawan
e. Karyawan mengetahui tugasnya masing-masing.
f. Ada keteraturan dalam bekerja.
5. Faktor PerencanaanBekerja tanpa rencana berarti berjalan tanpa tujuan
yang jelas. Jadi, dapat dipastikan bahwa rencana adalah faktor kesuksesan
usaha. Contohnya :
a. Perencanaan visi, misi, strategi jangkan pendek, dan strategi jangka
panjang.
b. Perencanaan operasional dan program-program pemasaran.
c. Perencanaan produk.
d. Perencanaan informasi teknologi.
e. Perencanaan pendistribusian produk.
f. Perencanaan jumlah produk yang akan dijual.
6. Faktor Pengelolaan usahaPentingnya pengelolaan usaha adalah sebagai
berikut :
a. Menyusun organisasi
b. Mengelola sumber daya alam
c. Mengelola asset
d. Membuat jadwal usaha dan kegiatan
e. Menetapkan jumlah tenaga kerja
f. Mengatur distribusi barang
g. Mengendalikan persediaan barang
h. Mengendalikan mutu produk
7. Faktor Pemasaran dan Penjualan
Pemasaran dan penjualan adalah lokomotif bagi divisi atau bagian lainnya
seperti keuangan, personalia, produksi, distribusi, logistik, dan pembelian.
Faktor pemasaran dan penjualan sangat penting bagi kelancaran usaha.
Banyak usaha yang gagal karena hanya mementingkan bagiannya saja dan
lupa bahwa pemasarannya belum berjalan dengan baik.
8. Faktor Administrasi
Tanpa pencatatan, dokumentasi, pengumpulan data, dan pengelompokan
data administrasi yang baik, strategi, taktik, perencanaan, pengembangan,
program-program, dan arah perushaan tidak akan berjalan dengan baik
karena dilakukan berdasarkan felling atau perasaan saja. Ini akan
berbahaya dan menjadi penghalang kesuksesan wirausaha.
9. Faktor Peraturan Pemerintah, Politik, Sosial, dan Budaya Lokal
Faktor peraturan pemerintah, ekonomi, politik dan sosial budaya adalah
faktor keberhasilan wirausaha yang sangat besar. Hal ini disebabkan
karena wirausaha membutuhkan hal-hal berikut ini :
a. Peraturan pemerintah dan peraturan daerah seperti pajak, retribusi
danpendapatan daerah.
b. Legalitas dan perizinan.
c. Situasi ekonomi dan politik.
d. Perkembangan budaya lokal yang harus diikuti.
e. Lingkungan sosial yang berbeda di setiap daerah.
10.Catatan Bisnis
Banyak usaha yang sulit dan tidak bisa berkembang hanya karena kita
tidak tahu sejauh mana bisnis kita berkembang dan berjalan. Catatan usaha
atau bisnis akan membuat seorang pengusaha tahu sejauh mana ia telah
menjalankan usaha, sampai di mana, mengapa sampai, dan apa yang
menyebabkan hal ini bisa terjadi. Contoh catatan bisnis yaitu :
a. Keuangan : neraca, laporan laba rugi, dan laporan perubahan modal.
b. SDM dan personalia : jenis posisi dan bagian, jumlah karyawan,
golongan profil dan tingkat produktivitas.
c. Pemasaran : omzet, kontribusi produk, pasar, area, wilayah, konsumen,
lokasi, pembelian dan penjualan.
d. Produksi: stok, jumlah produksi, posisi produksi, dan kualitas.
Menurut Zimmerer (dalam Suryana, 2003:44-45) ada beberapa faktor yang
menyebabkan wirausaha gagal dalam menjalankan usahanya :
1. Tidak kompeten dalam manajerial
Tidak kompeten atautidak memiliki kemampuan dan pengetahuan
mengelola usaha merupakan factor penyebab utama yang membuat
perusahaan kurang berhasil
2. Kurang berpengalaman baik dalam kemampuan
Mengkoordinasikan, ketrampilan mengelola SDM, maupun kemampuan
mengintegrasikan operasi perusahaan.
3. Kurang dapat mengendalikan keuangan
Agar perusahaan dapat berhasil dengan baik factor yang paling utama
dalam keuangan adalah memelihara aliran kas. Yaitu mengatur
pengeluaran dan penerimaan secara cermat.
4. Gagal dalam perencanaan
Perencanaan merupakan titik awal dari suatu kegiatan, sekali gagal dalam
perencanaan maka akan mengalami kesulitan dalam pelaksanaan.
5. Lokasi yang kurang memadai
Lokasi usaha yang strategis merupakan factor yang menentukan
keberhasilan usaha. Lokasi yang tidak strategis dapat mengakiatkan
perusahaan sukar beroperasi karena kurang efisien.
6. Kurangnya pengawasan peralatan
Pengawasan erat hubungannya dengan efisiensi dan efektifitas. Kurang
pengawasan mengakibatkan penggunaan alat tidak efisien dan efektif.
7. Sikap yang kurang sungguh-sungguh dalam berusaha
Sikap yang setengah-setengah terhadap usaha akan mengakibatkan usaha
yang dilakukan menjadi labil dan gagal. Dengan sikap setengah
hati,kemungkinan gagal menjadi besar.
8. Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan/transisi kewirausahaan.
Wirausaha yang kurang siap menghadapi dan melaksanakan
perubahan,tidak akan menjadi wirausaha yang berhasil. Keberhasilan
dalam berwirausaha hanya bisa diperoleh apabila berani mengadakan
perubahan dan mampu membuat peralihan setiap waktu.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kewirausahaan adalah suatu usaha yang kreatif yang membangun
suatu value dari yang belum ada menjadi ada dan bisa dinikmati oleh orang
banyak. Selain itu kewirausahaan adalah suatu kemampuan kreatif dan
inovatif dalam menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda yang dijadikan
dasar.
Proses menjadi seorang wirausaha pemula antara lain produk yang
akan dijual, modal usaha, mitra bisnis yang dapat dipercaya tempat usaha laba
dan rugi. Serta ada beberapa faktor yang dapat menjadikan suatu wirausaha
berhasil ataupun gagal.
3.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA

Hendro.2011.Dasar-dasar Kewirausahaan. Jakarta : Penerbit Erlangga.

McGrath, R.G. & MacMillan. I.2000. The Entrepreneurial Mindset: strategies for
Continuosly Creating Opportunity in An Age of Uncertainty. Boston:
Harvard Business School Press.

Sri Sulastri, Atty.2008.Kewirausahaan: Karakteristik Wirausaha.Bandung:


Grafindo Media Pratama

Suryana.2003.Kewirasuhaan: Pedoman Praktis, Kiat, dan Proses Menuju Sukses


(Edisi Revisi).Jakarta: Salemba Empat