Anda di halaman 1dari 8

9 Ilmuwan Muslim di Masa

Keemasan Islam
Redaksi | Selasa, 23/01/2018 14:15 WIB

BEKASI (aksi.id) - Pada abad 750 masehi sampai dengan abad 1258 masehi islam pernah
memiliki masa kejayaannya di bidang ilmu pengetahuan. Banyak filsuf, ilmuwan, dan
insinyur memberikan kontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi. Dikutip dari freedomsiana.com, berikut adalah sembilan tokoh ilmuwan
muslim yang menjadi panutan bagi perkembangan ilmu pengetahuan hingga sekarang.

1. Ibnu Rusyd (520-595 H)


Ibnu Rusyd merupakan salah satu tokoh pada masa kejayaan Islam. Nama lengkapnya
Abu -al-Walid Muhammad Ibu Rusyd, lahir di Cordova (Spanyol) pada tahun 520 H, dan
wafat di Marakesy (Maroko) pada tahun 595 H. Beliau menguasai ilmu fikih, ilmu kalam,
sastra Arab, matematika, fisika, astronomi, kedokteran, dan filsafat.

Karya-karya beliau antara lain kitab Bidayat al-Mujtahid (kitab yang membahas tentang
fikih), Kulliyat Fi at-Tibb (buku tentang kedokteran di Eropa), Fal al-Maqal Fi Ma Bain
al-Hikmah wa asy-Syariat. Ibnu Rusyd berpendapat antara filsafat dan agama Islam tidak
bertentangan, bahkan Islam menganjurkan para penduduknya untuk mempelajari ilmu
filsafat.

2. Al-Ghazali (450-505 H)
Al-Ghazali merupakan salah satu tokoh pada masa kejayaan Islam. Nama lengkapnya
Abu Hamid al-Ghazali, lahir di desa Gazalah, dekat Tus, Iran Utara pada tahun 450 H
dan wafat pada tahun 505 H di Tus juga. Beliau dididik dalam keluarga dan guru yang
zuhud (hidup sederhana dan tidak tamak terhadap duniawi). Beliau belajar di Madrasah
Imam al-Juwaeni. Setelah beliau menderita sakit, beliau berkhalwat (mengasingkan diri
dari khalayak ramai dengan niat beribadah mendekatkan diri kepada Allah Swt.) dan
kemudian menjalani kehidupan tasawuf selama 10 tahun di Damaskus, Jerusalem,
Mekah, Madinah, dan Tus. Adapun jasa-jasa beliau terhadap umat Islam antara lain
sebagai berikut.

 Memimpin Madrasah Nizamiyah di Bagdad dan sekaligus sebagai guru besarnya.


 Mendirikan madrasah untuk para calon ahli fikih di Tus.
 Menulis berbagai macam buku yang jumlahnya mencapai 288 buah, mengenai
tasawuf, teologi, filsafat, logika, dan fikih.

Diantara bukunya yang terkenal, yaitu Ihya Ulumuddin, yakni membahas masalah-masalah ilmu akidah,
ibadah, akhlak, dan tasawuf berdasarkan Alquran dan Hadis. Dalam bidang filsafat, beliau menulisTahafut al-
Falasifah (Tidak konsistennya para filsuf). Al-Ghazali merupakan ulama yang sangat berpengaruh didunia
Islam sehingga mendapat gelar Hujjatul Islam (bukti kebenaran Islam).

3. Al-Kindi (805-873 M)
Al-Kindi merupakan salah satu tokoh pada masa kejayaan Islam. Nama lengkapnya
Yakub bin Ishak al-Kindi, lahir di Kuffah pada tahun 805 M dan wafat di Bagdad pada
tahun 873 M. Al-Kindi termasuk cendekiawan muslim yang produktif. Hasil karyanya di
bidang filsafat, logika, astronomi, kedokteran, ilmu jiwa, politik, musik, dan matematika.
Beliau berpendapat, bahwa filsafat tidak bertentangan dengan agama karena sama-sama
membicarakan tentang kebenaran. Beliau juga merupakan salah satunya filsuf Islam
Arab. ia disebut Failasuf al-Arab (Filsuf orang Arab).
Baca juga : Ternyata Ilmuwan Muslim Temukan Teori Evolusi 1.000 Tahun Sebelum Darwin

Karya-karya Al-Kindi mencakup berbagai bidang, seperti geometri, astronomi, astrologi,


aritmetika, musik, fisika, medis, psikologi, meteorologi, dan politik. Dalam berfilsafat
Al-Kindi mengumpulkan karya-karyanya dengan dibukukan, dan seabad kemudian
diselesaikan oleh Ibnu Sina. Kaum bangsawan ortodoks yang konservatif melancarkan
aksi kekerasan terhadap Al-Kindi karena dianggap bidah. Sebagai seorang filsuf Islam
yang produktif, diperkirakan karya yang pernah ditulis Al-Kindi dalam berbagai bidang
tidak kurang dari 270 buah.

4. Al- Farabi (872-950 M)


Al- Farabi merupakan salah satu tokoh pada masa kejayaan Islam. Nama
lengkapnya Abu Nashr Muhammad Ibnu Tarkhan Ibnu Uzlag al-Farabi, lahir di Farabi
Transoxania pada tahun 872 M dan wafat di Damsik pada tahun 950 M. Beliau keturunan
Turki. Al- Farabi menekuni berbagai bidang ilmu pengetahuan antara lain logika, musik,
kemiliteran, metafisika, ilmu alam, teologi, dan astronomi.
Di antara karya-karya Al- Farabi , karya yang paling terkenal adalah Al-Madinah al-
Fadhilah (kota atau negara utama) yang di dalamnya membahas tentang pencapaian
kebahagiaan melalui kehidupan politik dan hubungan antara rezim yang paling baik
menurut pemahaman Plato dan hukum Illahiah Islam.

5. Ibnu Sina (980-1037 M)


Ibnu Sina merupakan salah satu tokoh masa kejayaan Islam. Nama lengkapnya Abu Ali
al-Husein Ibnu Abdullah Ibnu Sina, lahir di desa Afsyana dekat Bukhara, wafat dan
dimakamkan di Hamzan. Beliau belajar bahasa Arab, geometri, fisika, logika, ilmu
hukum Islam, teologi Islam, dan ilmu kedokteran. Pada usia 17 tahun, ia telah terkenal
dan dipanggil untuk mengobati Pangeran Samani, Nuh bin Mansyur. Beliau menulis
lebih dari 200 buku dan di antara karyanya yang terkenal berjudul Al-Qanun Fi at-Tibb,
yaitu ensiklopedia tentang ilmu kedokteran dan Al-Syifa, ensiklopedia tentang filsafat
dan ilmu pengetahuan.

Kepiawaian Ibnu Sina dalam mengobati orang sudah teruji, bahkan orang yang
diobatinya bukanlah orang sembarangan, melainkan para raja. Banyak raja yang meminta
Ibnu Sina untuk mengobatinya di antaranya Ratu Sayyidah serta Sultan Majdud dari
Rayy, Syamsu Dawla dari Hamazan, dan Alaud Dawla dari Isfahan, Karena
kehebatannya, di dalam dunai Islam ia dianggap sebagai Bapak Ilmu Kedokteran.
Tidak hanya dalam filsafat dan kedokteran saja Ibnu Sina memberikan andil dan
pemikirannya, tetapi ia juga turut serta ambil bagian dan memberikan andil pada berbagai
ilmu pengetahuan pada zamannya, di antaranya yang menonjol adalah ilmu astronomi.
Ibnu Sina menambahkan dalam bukunya Al-Magest(Buku tentang astronomi) berbagai
problem yang belum dibahas, mengajukan beberapa keberatan Euclides, meragukan
pandangan Aristoteles tantang kesamaan bintang-bintang tak bergerak, kesamaan satuan
jaraknya, dan sebagainya. Untuk itu di dalam buku Asy-Syifa, ia menguraikan bahwa
bintang-bintang yang tak bergerak tak berada pada satu Globe.

Ibnu Sina juga banyak membuat rumusan-rumusan tentang pembentukan gunung-


gunung, barang-barang tambang, di samping menghimpun berbagai analisis tentang
fenomena atmosfer, seperti angin, awan dan pelangi. Sementara orang yang sezaman
dengannya tidak mampu menambahkan sesuatu ke dalam bidang penelitian mereka.

6. Jabir bin Hayyan


Jabir bin Hayyan adalah salah satu ilmuan muslim di bidang ilmu kimia, setelah berguru
dari Barmaki Vizier di Bagdad. Jabir bin Hayyan lahir pada tahun 750 M dan wafat di
usia 53 tahun. Di kalangan Barat,Jabir bin Hayyan dikenal dengan nama Geber, ia
menuntut Ilmu dan mengembangkan ilmu kimianya pada masa pemerintahan Harun ar-
Rasyid. Dalam eksperimen kimianya, beliau menerapkan eksperimen sistematis sehingga
setiap eksperimen dapat direproduksi kembali. Jabir menekankan bahwa kuantitas zat
berhubungan dengan reaksi kimia yang terjadi sehingga dapat dianggap Jabir telah
merintis ditemukannya hukum perbandingan tetap. Kontribusi lainnya antara lain dalam
penyempurnaan proses kristalisasi, distilasi, kalsinasi, sublimasi dan penguapan serta
pengembangan instrumen untuk melakukan proses-proses tersebut.
Karya Jabir bin Hayyan antara lain kitab Al-Kimya (diterjemahkan ke Inggris menjadi
The Book of the Composition of Alchemy), kitab Al-Sab`een, kitab Al-Rahmah, Al-
Tajmi, Al-Zilaq al-Sharqi, Book of the Kingdom, Book of Eastern Mercury, dan Book of
Balance.

7. Muhammad bin Musa al-Khawarizmi


Muhammad bin Musa al-Khawarizmi lahir di Khawarizm, Uzbekistan tahun 780 Masehi,
dan wafat pada tahun 850 di Bagdad, Irak. Beliau adalah ahli matematika, astronomi,
astrologi. Dia berprofesi sebagai seorang dosen semasa hidupnya. Buku pertamanya
adalah Al-Jabar yang merupakan buku pertama yang membahas solusi sistematik dari
linear dan notasi kuadrat. Dengan buku yang ia tulis tersebut, ia disebut sebagai Bapak
Aljabar. Translasi bahasa latin dari aritmetika, beliau yang memperkenalkan angka India,
kemudian diperkenalkan sebagai sistem penomoran posisi desimal di dunia Barat pada
abad ke-12. Ia merevisi dan menyesuaikan geografi Plotemeus sebaik mengerjakan
tulisan-tulisan tantan astronomi dan astrologi.

Kontribusi beliau tidak hana berdampak besar pada matematika, tetapi juga dalam
kebahasaan. Kata Aljabar berasal dari kata Al-Jabr, satu dari dua operasi dalam
matematika untuk menyelesaikan notasi kuadrat, yang tercantum dalam buku beliau. Kata
logarisme dan logaritma diambil dari kata Algorisme, Latinisasi dari nama beliau. Nama
beliau juga diserap dalam bahasa Spanyol, Guarismo dan dalam bahasa Portugis,
Algarismo yang berarti digit. Beberapa karyanya yang terkenal adalah Al-Kitab al-
Mukhtasar fi Hisab al-Jabr wa--I-Muqabala, Dixit Algorizmi, kitab Surah al Ardh,
Buku Zij al-Sindhind, dan Risala fi Istikhraj Ta`rikh al-Yahud (Petunjuk penanggalan
Yahudi).

8. Ibnu Haitham
Salah satu ilmuan muslim yang namanya mendunia adalah Ibu Haitham. Nama
lengkapnya adalah Abu Ali Muhammad al-Hasan Ibnu al-Haitham. Beliau lahir pada
tahun 965 di Basra, Irak. Pada usia 64 tahun beliau meninggal dunia di Kairo. Beliau
dikenal di Barat dengan nama Alhazen sebagai seorang ilmuan Islam yang ahli dalam
bidang sains, falak, matematika, geometri, pengobatan, dan filsafat. Ibu Haitham
melakukan banyak penelitian, salah satunya adalah tentang cahaya yang kemudian
menjadi cikal bakal diciptakannya mikroskop dan teleskop.

Beberapa buah buku mengenai cahaya yang ditulisnya telah diterjemahkan ke dalam
bahasa Inggris antara lain Light and on Twilight Phenomena Kajiannya banyak
membahas mengenai senja dan lingkaran cahaya di sekitar bulan dan matahari serta
bayang-bayang dan gerhana. Dilihat dari karyannya, Ibu Haitham telah cukup banyak
menulis buku-buku. Di antara buku hasil karyanya adalah sebagai berikut.

 Al`Jami` fi Usul al-Hisab yang mengandung terori-teori ilmu metematika dan


matematika penganalisisan.
 Kitab Al-Tahli wa al-Tarkib mengenai ilmu geometri.
 Kitab Tahlil ai`Masa`il al-Adadiyah tentang Algebra.
 Maqalah fi Istikhraj Simat al-Qiblah yang mengupas tentang arah kiblat bagi
segenap rantau.
 Maqalah Fima Tad`u Ilaih mengenai penggunaan geometri dan urusan hukum
syarak.
 Risalah fi Sina`at al-Syi`r mengenai teknik penulisan puisi.

9. Ibnu Khaldun

Ibnu Khaldun disebut sebagai Bapak Sosiologi Islam, lahir di Tunisia pada 732 H/1332
M dan meninggal pada 808 H/1406 M. Nama lengkapnya adalah Waliuddin
Abdurrahman bin Muhammad bin Abi Bakar bin Muhammad bin al-Hasan. Karyanya
yang terkenal adalah Muqaddimah. Kitab ini berisi pembahasan tentang masalah sosial
manusia. Kitab ini membuka jalan menuju pembahasan ilmu-ilmu sosial. Dia dipandang
sebagai peletak dasar ilmu sosial dan politik Islam.