Anda di halaman 1dari 2

Beda Mihnah Islam dan Inquistim Kristen

Mihnah dan inquistim yang dialami Ibnu Rusyd,selain direhabilitasi,adalah


jenis yang sangat lunak dibandingkan pemikiran para filsuf di Kristen Eropa.Oleh
karena itu banyak dari mereka,jauh lebih banyak disbanding kalangan orang
orang Muslim yang menjadi sasarn objek bagi kaum penguasa yang berhasil
dihasut karena memerlukan tokoh agama konservatif.Penyiksaan dan inquistim
Kristen tidak bias dibandingkan dengan pemikir liberal seperti Ibnu
Rusyd.Mereka melakukannnya lebih dari rasa tak berperikemanusiaan.Kekejaman
itu berupa:penyiksaan bagi yang berani menyatakan kepada kenyamanan
doktrin,pembakaran manusia,kemajuan intelektual sering dihalangi,banyak para
pemikir yang disiksa oleh Gereja Kristen,dan pada Universitas Koningberg
dilarang member kuliah tentang masalah itu.

Segi perbandingan lainnya antara Mihnah Islam dan inquistim


Kristen,didapat bahwa inquistim Kristen terjadi dari satu arah.Dan

mihnah islam bias terjadi dalam 2 arah.Yaitu orang kolot yang melakukan
mihnah terhadap orang liberal seperti Ibnu Rusyd,dan kaum liberal itu
sendiri.yang melancarkan mihnah terhadap kaum kolot dan konservatif.Dan dari
kedua duanyaterdapat kekeliruan besar dan jadi catatan hitam untuk masyarakat
islam keseluruhan.

Ksengsaraan yang dialami pemikir eropa dapat dilihat lebih runut lagi
yaitu kepada masa masa introduksi filsafat Islam ke dunia barat,dimana terdapat
penerjemahan karya karya Ibnu Rusyd ke banana latin,dengan hal itu pengaruh
ibnu rusyd terhadap pemikiran eropa dikenal dengan Avveroisme
Latin.Pengajaran Ibnu rusyd tentang terjemahan itu mendapatkan reaksi yang
keras dari tokoh gereja.Pendapat lain menyebutkan reaksi itu tidak ditujukan
kepada ibnu rusyd,tetapi kepada ibnu sina karena ide nya datang dari ibnu sina
yang berisi ide yang intelek aktif dan unik tentang filsafat isyraqiyah yitu cahaya
illahi yang disamakan dengan tuhan itu sendiri.

Inti yang ditantang keras oleh mereka adalah tentang superioritas akal dan
wahyu.Kaum avverois adalah kaum rasionalis tetapi mereka adalah orang orang
yang beragama sehingga sulit menggabungkan kebenaran rasional dengan
revelasional(wahyu) dan membawanya kepada :kebenaran ganda”.

Menurut Ibnu rusyd kaum khawas akan menjadi kafir bila tak melakukan
takwil,karena ia mendapati berbagai ajaran yang tak masuk akal,tetapi untuk
kaum awam menjadi sebaliknya,yaitu menjadi kafir kalau melakukan
takwil,karena pekerjaan ini sulit sekali dan tak tercapai oleh akalnya.Kaum awam
harus memahami agama seadanya,sebab agama memiliki symbol symbol yaitu
ungkapan ungkapan alegoris,agar dapat dipahami oleh orang awam.Pandangan
Ibnu Rusyd tentang interpretasi metafosir didasarkan pada 2 cara baca dengan
bagian harus berhenti diantara koma.Jadi dengan kemungkinan 2 tanda berhenti
itu beliau bahwa hak melakukan takwil hanya ada pada kaum khawas,sedangkan
kaum awam tidak diperkenankan,hanya menerima apa adanya.

Pengaruh Ibnu Rusyd di Barat dan Dunia Islam

Dari pandangannnya dapat disimpulkan bahwa Ibnu Rusyd adalah seorang


yang religious.Dan menulis kitab dalam ilmu fiqih tentang perbandingan dalam
segi tertentu,seperti kejelasan dan kepraktisannya.Dan ibnu rusyd berbeda dengan
rekan sejawatnya dari kalangan filsuf Eropa yang umumnya menolak agama.

Sementara Itu,Ibnu Rusyd di barat dikenal sebagai penafsir pikiran pikiran


Aristoteles dan disinilah ia menemukan rasionalismenya.Karena hanya sebagai
penafsir maka filsafat ibnu rusyd dipandang tidak terlalu orisinal.Karena jika tidak
karena filsuf Muslim,maka Eropa yang Kristen tidak beranjak dari kegelapannya
Yang semuladan tak akan menembus ke zaman renaissance atau sampai zaman
kini.Bahwa Ibnu Rusyd tidak dipandang orisinal karena agama Islam adalah
system pandangan hidup yang lengkap.Karena itu mereka tidak bermaksud
membuat agama Islam tandingan yang disalahpahami kaum agama
Konservatif.Mereka menyediakan bahan bahan bahan bahan yang mereka akui
dari bangsa lain,dalam hal ini Yunani Kuno agar kaum Muslim mampu mampu
berfikir secara sistematis dan rasional,dengan tujuan memahami agama mereka
sendiri dengan baik dan cepat.

Meskipun begitu,jasa ibnu rusyd tidak mungkin diingkari dalam membuka


dinamika berfikir orang orang Kristen Eropa,kemudian dari Eropa menyebar ke
seluruh dunia melalui Ilmu pengetahuan.

Para Filsuf yunani tidak menghasilkan ilmu pengetahuan,tetapi para filsuf


muslimlah yang melengkapinya dengan ilmu pengetahuan agar jauh lebih
bermanfaat.Begitu hebatnya peranan mereka yang memiliki etos keilmuan Islam
di masa lalu,sehingga kita selaku orang orang Muslim bertanya tanya apa yang
kita lakukan sekarang untuk mengulang kejayaan mereka itu.Namun kita teringat
dengan penegasan dalam Kitab Suci : ”Itulah umat yang telah lewat.Baginya apa
yang telah diusahakannya,dan bagi kamu apa yang kamu usahakan,dan kamu
tidak akan ditanya tentang apa yang mereka lakukan di masa lalu itu”(Q 2:134
dan 141)