Anda di halaman 1dari 3

4.3.

Feeding Room

4.3.1. Penyimpanan Pakan

Pakan biasanya disimpan di suatu tempat yang dinamakan gudang pakan.


Gudang pakan sebaiknya dibuat pada dua tempat berbeda, pertama gudang pusat
untuk menyimpan pakan keseluruhan dan kedua gudang di kandang untuk
menyimpan pakan secukupnya. Gudang pakan biasanya berbentuk panggung
(pallet) dengan susunan pakan sebanyak 5 x 5 dimana bobot 1 karungnya 50 kg.
Tujuannya agar pakan tidak bersentuhan langsung dengan lantai dan tidak
mengalami kerusakan. Menurut pendapat Santoso dan Sudaryani (2015), gudang
pakan yang ada di kandang berbentuk panggung dengan ukuran 4 m x 6 m yang
fungsinya untuk menaruh pakan dan mencegah kerusakan pakan akibat lembab dan
penyimpanan. Pakan yang diberikan untuk ayam memiliki beragam bentuk seperti
butiran, tepung, pilih dan cair. Menurut pendapat Murtidjo (1987), bentuk pakan
ternak unggas digolongkan menjadi 4 kategori, yaitu bentuk butiran, tepung, pilih,
dan cair. Bentuk butiran memiliki komposisi ekonomis 25% - 60% dan cenderung
lebih disukai ayam karena bahan bakunya dari jagung, gandum, dan sorgum.
Bentuk tepung memiliki komposisi ekonomis sebesar 25% - 35% dengan bahan
baku seperti tempung tulang, tepung ikan, bekatul dan dedak gandum. Bentuk pilih
memiliki komposisi ekonomis 10% - 25% dengan bahan baku bungkil kedelai,
bungkil kelapa dan bungkil kacang tanah. Bentuk cair umumnya digunakan oleh
pabrik pakan ternak dengan komposisi ekonomis relatif kurang dari 0,5% dengan
bahan baku berupa minyak ikan dan minyak kedelai yang berfungsi untuk
pembentukan asam lemak bebas.
4.3.2. Peralatan
Peralatan yang ada di dalam feeding room bermacam-macam, seperti tandon
air, dosatron, nipple, hooper, control panel, panfider, temptron, litter, exhaust fan,
cooling pad, dan lain-lain. Setiap peralatan tersebut memiliki fungsi yang berbeda-
beda. Gas karbondioksida yang ada di dalam kandang dikeluarkan menggunakan
alat yang disebut exhaust fan. Adapun alat yang digunakan untuk mengalirkan
udara bersih dari luar ke dalam kandang disebut cooling pad. Menurut pendapat
Dewanti etal. (2014), exhaust fan berfungsi untuk mengeluarkan gas
karbondioksida dari dalam kandang sedangkan cooling pad berfungsi untuk
mengalirkan udara bersih dari luar masuk ke dalam kandang. Litter merupakan alas
kandang yang fungsinya untuk menampung kotoran ayam agar lantai kandang tidak
lembab. Bahan litter seperti sekam, serbuk, gergaji dan yang paling sering
digunakan adalah sekam padi karena dapat menyerap air baik, bebas debu, kering,
mempunyai kepadatan (density) yang baik, dan memberi kehangatan kandang.
Menurut Muharlien etal. (2011), lantai kandang diberi alas (litter) yang berfungsi
untuk menampung kotoran ayam dan menyerap air agar lantai kandang tidak basah.
Oleh karena itu bahan yang digunakan untuk litter harus mempunyai sifat mudah
menyerap air, tidak berdebu dan tidak basah.

Terdapat dua jenis drum atau tandon penampung air, yaitu drum di dalam
kandang dan di luar kandang. Menurut Santoso dan Sudaryani (2015), drum atau
bak yang ada di dalam kandang berfungsi sebagai air minum unggas di kandang,
sedangkan drum yang ada di luar kandang berfungsi untuk menampung seluruh air
sebelum disalurkan ke dalam kandang.
DAFTAR PUSTAKA

Dewanti, A. C. , P. E. Santosa, K. Nova. 2014. Pengaruh Berbagai Jenis Bahan


Litter terhadap Respon Fisiologis Broiler Fase Finisher di Close House. J.
Ilmiah Peternakan. 2 (3) : 81-87.
Muharlien, Achmanu dan R. Rachmawati. 2011. Meningkatkan Produksi Ayam
Pedaging melalui Pengaturan Proporsi Sekam, Pasirdan Kapur sebagai
Litter. J. Ternak Tropika. 12 (1) : 38-45.
Murtidjo, B. A. 1987. Pedoman Meramu Pakan Unggas. Kanisius : Yogyakarta.
Santoso dan Sudaryani. 2015. Panduan Praktis Pembesaran Ayam Pedaging.
Penebar Swadaya : Jakarta.