Anda di halaman 1dari 15

RINGKASAN MATA KULIAH (RMK)

PENELITIAN ILMIAH DAN JENIS-JENIS PENELITIAN

KELOMPOK 1:

Luh Putu Mita Widiantini (1707531105)

I Dewa Ayu Adnyaswari (1707531115)

I Made Andika Wicaksana (1707531116)

PROGRAM STUDI AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS UDAYANA
2019
I. Penelitian Ilmiah
1. Ilmu Pengetahuan dan Pendekatan Ilmiah
Ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan
meningkatkan pemahaman manusia dari bebrbagai segi kenyataan dalam alam manusia.
Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian
ilmu-ilmu didapatkan dari keterbatasannya (Suriasumantri dan Jujun S., 1984). Ilmu juga
merupakan rangkuman sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati
dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang
ilmu trtentu. Ilmu pengetahuan merupakan produk epistemologi. Beberapa persyaratan
ilmiah sesuatu dapat disebut ilmu, yaitu:
a. Objektif, yaitu ilmu harus memiliki objek kajian yang terdiri atas satu golongan
masalah yang sama sifat hakikatnya, baik tampak luar maupun bentuknya dari dalam.
b. Metodis, yaitu upaya-upaya yang dilakukan untuk meminimalisasi kemungkinan
terjadinya penyimpangan dalam mencari kebenaran.
c. Sistematis, yaitu dalam menjelaskan suatu objek, ilmu harus terurai dan terumuskan
dalam hubungan yang teratur dan logis sehingga membentuk suatu sistem yang berarti
secara utuh, menyeluruh, terpadu, mampu menjelaskan rangkaian sebab akibat
menyangkut objeknya.
d. Universal, yaitu kebenaran yang akan dicapai adalah kebenaran universal yang bersifat
umum. Untuk mencapai tingkat universalitas dalam ilmu-ilmu sosial, harus tersedia
konteks tertentu pula.
Ada beberapa sumber-sumber pengetahuan yaitu:
a. Pengalaman, merupakan sumber informasi yang kuat untuk menggambarkan sesuatu
yang pernah dialami dan mampu memberikan jawaban atas berbagai persoalan yang
dihadapi.
b. Wewenang/otoritas, yaitu manusia menjadikan orang lain atau objek yang mempunyai
pengalaman atau memiliki sumber keahlian yang dapat dipercaya sehingga dapat
diterima sebagai kebenaran.
c. Pendekatan ilmiah
d. Berpikir induktif
e. Berpikir deduktif
Pendekatan ilmiah, yaitu pendekatan yang merupakan metodologi (urut-urutan
berpikir secara logik dan sistematis dalam mengkaji kebenaran-kebenaran) yang bersifat
rasional sehingga mendapatkan kebenaran koherensi yang bersifat empirik dan objektif
berdasarkan kebenaran korespondensi serta mengandung manfaat bagi kehidupan manusia
(Saryono, 2008). Selain itu juga dapat diartikan sebagai pendekatan disipliner dan
pendekatan ilmu pengetahuan yang fungsional terhadap masalah tertentu (Kamus Besar
Bahasa Indonesia, 1989). Wujud pendekatan ini yaitu metode ilmiah. Menurut Checkland
(1993), ada tiga karakteristik utama pendekatan ilmiah yaitu reductionism, repeatability,
dan refutation. Penelitian merupakan penerapan metode ilmiah yang hasilnya adalah ilmu.
Untuk mengumpulkan ilmu pengetahuan dapat dilakukan melalui pendekatan ilmiah
seperti berpikir induktif, berpikir deduktif, dan berpikir reflektif/formatif, serta memahami
proses penyelesaian masalah.
Berpikir induktif merupakan proses penarikan simpulan yang dimulai dari pernyataan-
pernyataan khusus ke pernyataan yang bersifat umum, pembuatan simpulan didasarkan
dari pengalaman-pengalaman yang ditangkap oleh indra. Proses berpikir induktif
dikelompokkan menjadi dua, yaitu induksi sempurna dan tidak sempurna. Induksi
sempurna terjadi apabila simpulan diperoleh dari penjumlahan simpulan khusus.
Sebaliknya induksi tidak sempurna terjadi apabila simpulan diperoleh dari lompatan
pernyataan-pernyataan yang khusus, dimana dasar simpulannya hanya beberapa subjek
sebagai sampel.
Berpikir deduktif yaitu pembuatan simpulan dari pernyataan –pernyataan umum ke
khusus. Salah satu bentuknya yaitu silogisme yang memungkinkan seseorang untuk dapat
mencapai simpulan yang baik.
Berpikir reflektif yaitu berpikir untuk mengingat kembali hal-hal apa yang sudah
dilakukan dalam rangka melakukan instropeksi, refleksi, dan spirit koreksi atas berbagai
kualitas dan cara kerja yang sudah dilakukan dalam kehiduoan ini (Saryono, 2008). Model
pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan reflektif dikembangkan berdasarkan
pendekatan filosofis konstruktivisme dan psikologi kognitif.
2. Pendekatan Nonilmiah
Pendekatan nonilmiah merupakan kegiatan manusia dalam usaha mencari ilmu
pengetahuan dan mencari kebenaran, terutama sebelum ditemukannya metode ilmiah,
dilakukan dengan berbagai cara, seperti penemuan ilmu pengetahuan secara kebetulan,
penemuan ilmu pengetahuan dengan menggunakan akal sehat (common sense), penemuan
ilmu pengetahuan dengan menggunakan intuisi, penemuan ilmu pengetahuan melalui
wahyu, penemuan kebenaran melalui usaha coba-coba (trial and error), dan sebagainya.
3. Cara Berpikir Ilmiah
Menurut Jujus S. Suriasumantri berpikir merupakan suatu proses yang mebuahkan
pengetahuan. Proses ini merupakan serangkaian gerak pemikiran dalam mengikuti jalan
pemikiran tertentu yang akhirnya sampai pada sebuah simpulan yang berupa pengetahuan.
Menurut John dewey proses berpikir mempunyai ururtan-urutan yaitu:
a. Timbul rasa sulit, baik dalam bentuk adaptasi terhadap alat, sulit mengenai sifat,
maupun dalam menerangkan hal-hal yang muncul secara tiba-tiba.
b. Kemudia rasa sulit tersebut diberikan definisi dalam bentuk permasalahan.
c. Timbul suatu kemungkinan pemecahan yang berupa reka-reka, hipotesis, inferensi,
atau teori
d. Ide-ide pemecahan diuraikan secara rasional melalui pembentukan implikasi dengan
jalan mengumpulkan bukti-bukti (data)
e. Menguatkan pembuktian tentang ide-de di atas dan menyimpulkannya baik melalui
keterangan-keterangan maupun percobaan-percobaan.
Proses berpikir tersebut lebih menggambarkan suatu cara berpikir ilmiah yang pada
dasarnya merupakan gradasi tertentu di samping berpikir biasa yang sederhana serta
berpikir radikal filosofis. Tahapan-tahapan logis diterapkan untuk mendapatkan
pemahaman dan pemecahan masalah pada tingkat empiris, sehingga berpikir ilmiah
merupakan dasar penting bagi suatu penelitian. Pada dasarnya penelitian merupakan suatu
metode ilmiah, baik menggunakan berpikir deduktif maupun induktif, dalam membantu
memahami dan menjawab berbagai persoalan yang dihadapi manusia dalam kehidupan,
baik berkaitan dengan alam maupun kehidupan sosial manusia. Bidang ilmu sosial
memerlukan metode ilmiah dalam menjelaskan berbagai masalah dalam bidang kehidupan
agar pemahaman tentang fenomena kehidupan sosial dapat dipertanggungjawabkan.
4. Definisi Riset
Riset yaitu suatu pencarian secara sistematik dan mendalam untuk mendapatkan
pemahama yang lebih luas dan lebih sempurna tentang sesuatu yang dipelajari. Selain itu,
riset merupakan proses yang sistematis yang meliput pengumpulan dan analisis informasi
dalam rangka meningkatkan pemahaman tentang suatu fenomena yang diminati atau
menjadi perhatian. Ada beberapa karakteristik riset (Suhartanto, 2014:11), yaitu: riset
dimulai dari maslaha, riset membutuhkan tujuan, riset menjadi petunjuk hipotesis, riset
membutuhkan rencana, riset mendasarkan pada asumsi-asumsi, riset memerlukan data,
riset merupakan siklus. Pada prinsipnya riset dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu:
a. Riset dasar, atau juga disebut dengan riset murni mencoba untuk memperluas batas-
batas pengetahuan. Tujuan riset ini yaitu tidak mengaplikasikan temuan-temuannya
untuk memecahkan maslaah dengan segera, tetapi menghasilkan pengetahuan dan
pemahaman tentang fenomena-fenomena yang terjadi dan membangun teori-teori
berdasarkan temuan riset.
b. Riset terapan, meliputi studi yang dilakukan untuk menjawab pertanyaan tentang
masalah tertentu atau untuk membuat keputusan tentang suatu tindakan atau kebijakan
tertentu. Prosedur dan teknik yang digunakan pada riset dasar dan terapan pada
dasarnya sama dan masing-masing menggunakan metode ilmiah untuk menjawab
pertanyaan riset.
5. Pentingnya Metodologi Penelitian
Beberapa alasan yang membuat penelitian merupakan suatu kegiatan ilmiah yang
penting bagi kehidupan manusia, yaitu:
a. Tuntutan kebutuhan manusia sebagai makhluk sosial terus berkembang sejalan
dengan perkembangan kehidupan untuk memenuhi kebutuhan tersebut manusia selalu
berusaha untuk mencoba menemukan, menghasilkan dan menerapkan berbagai
pengetahuannya, termasuk penemuan di bidang teknologi dan inovasi.
b. Penemuan di bidang teknologi dan inovasi telah mendorong ilmuwan untuk terus
meneliti dan mengembangkan penemuan-penemuannya.
c. Selain didorong oleh rasa ingin tahu, para peneliti juga didorong oleh adanya tuntutan
praktis di lapangan. Eskalasi perkembangan tuntutan praktis dengan jelas tidak lepas
dari invensi, inovasi, dan kegiatan penelitian yang terus-menerus. Perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi telah mendorong invensi-invensi yang kemudian
mendorong perkembangan inovasi dan telah menjadikan bangsa semakin maju dan
berkembang.
Dengan memperhatikan berbagai tujuan yang berbeda dari penelitian yang dilakukan,
maka penelitian memiliki tiga aspek tujuan yaitu:
a. Memperkaya ilmu pengetahuan yang telah ada
b. Mencari dan menunjukkan masalah beserta pemecahannya
c. Menyelesaikan masalah yang telah diketahui (Subiyanto, tahun:2)
Dari ketiga bentuk penelitian tersebut memiliki dimensi yang berbeda, yaitu:
a) Disciplinary research, dimana tujuan penelitian ini untuk memperkaya ilmu
pengetahuan, atau yang biasa disebut riset dasar yang umumnya dilakukan oleh
universitas.
b) Subject matter research, tujuan penelitian ini untuk mencari dan menunjukkan
masalah beserta pemecahannya, biasanya dilakukan oleh lembaga riset terapan yang
dikenal sebagai research house.
c) Problem solving research, tujuan penelitian ini untuk menyelesaikan masalah yang
telah diketahui, riset ini sering disebut juga riset kebijaksanaan dan biasanya dilakukan
oleh bagian riset dan pengembangan di suatu perusahaan.
6. Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif
Ada banyak jenis penelitian, beberapa diantaranya yaitu penelitian kuantitatif dan
kualitatif. Penelitian kualitatif yaitu penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan
yang tidak dapat dicapai dengan menggunakan prosedur-prosedur atau dengan cara-cara
lain dari kuantifikasi (pengukuran) (Strauss dan Corbin, 1997). Sedangkan penelitian
kuantitatif merupakan penelitian yang didasarkan pada data kuantitatif atau temuan-
temuan yang dicapai dengan menggunakan prosedur-prosedur statistik atau cara-cara lain
dari kuantifikasi. Perbedaan antara penelitian kuantitatif dan kualitatif yaitu sebagai
berikut.
Penelitian Kualitatif Penelitian Kuantitatif
Mulai dengan konsep-konsep umum Mulai dengan variabel-variabel untuk uji
hipotesis
Variabel merupakan hasil Variabel merupakan alat
Pengamatan dilakukan secara mendalam Pengamatan pada serangkaian variabel yang
ditetapkan
Dalam pengumpulan data, peneliti adalah Daftar pertanyaan merupakan alat
instrumen atau informan pengumpulan data utama
Menggunakan pendekatan induksi analitik Cenderung menggunakan pendekatan
dalam pengambilan keputusan deduksi atau bisa juga induksi enumeratife
Hasil penelitian menekankan pada makna Hasil penelitian menekankan pada
generalisasi

Antara metode kuantitatif dan kualitatif ini dapat digunakan secara efektif dalam
mebuat rancangan penelitian yang sama. Peneliti dapat menggunakan data kualitatif untuk
mengilustrasikan atau menjelaskan secara kuantitatif atas penemuan yang diperolehnya.
Dapat juga peneliti menggunakan beberapa bentuk data kuantitatif untuk mengesahkan
analisis kualitatif dari peneliti tersebut. Sutarmanto (1999) seperi dikutip Mantra (2004)
mengatakan pendekatan kualitatif dapat dipakai sebagai suplemen dari laporan kuantitatif.

7. Etika dalam Penelitian


Etika merupakan norma atau standar perilaku ang menuntut pilihan moral mengenai
perilaku kita dan hubungan kita dengan orang lain. Tujuannya dalam penelitian yaitu
memastikan bahwa tak seorang pun dirugikan akibat penelitian. Aktivitas yang tidak etis
dalam penelitian mencakup pelanggaran kesepakatan rahasia, pelanggaran kerahasiaan
peserta, menyajikan hasil yang tidak benar, menipu orang, melayangkan tagihan yang
tidak benar, menghindari kewajiban hukum, dan lain-lain (Cooper dan Schindler,
2006:132).
a. Perlakuan Etis atas Peserta
1) Menjelaskan manfaat studi : peneliti harus membicarakan manfaat studi kepada
peserta dengan hati-hati agar tidak terlalu melebihkan atau meremehka manfaat
tersebut.
2) Menjelaskan hak dan perlindungan peserta : ketika peserta hanya diberi tahu
sebagian dari kebenaran atau kebenarannya dikompromikan sepenuhnya maka aka
timbul tipuan. Alasan tipun ini dibenarkan yaitu untuk mencegah terjadinya bias
oleh peserta sebelum survei atau eksperimen dan untuk melindungi kerahasiaan
pihak ketiga. Namun tipuan tidak boleh digunakan untuk memperbaiki nilai
respon.
3) Memperoleh persetujuan berdasarkan informasi : merupakan proses pengungkapan
sepenuhnya atau prosedur dari survei yang diusulkan atau desain penelitian lain
sebelum meminta izin untuk melanjutkan studinya. Formulir persetujuan yang
ditandatangani biasanya diperlukan saat berurusan dengan anak-anak dan
penelitian yang berkaitan dengan medis atau psikologis dan mungkin
membahayakan peserta.
4) Melindungi kerahasiaan, seperti:
a) Memperoleh dokumen kerahasiaan yang ditandatangani
b) Membatasi akses ke identifikasi peseta
c) Mengungkapkan informasi peserta hanya dengan persetujuan tertulis
d) Membatasi akses ke instrumen data di mana peserta dapat teridentifikasi
e) Tidak mengungkapkan subbagian data
5) Hak atas privasi, seperti:
a) Menginformasikan kepada peserta tentang hak mereka untuk menolak
menjawab pertanyaan apa pun atau ikut dalam studi bersangkutan
b) Memperoleh izin untuk mewawancarai peserta
c) Menjadwalkan wawancara lapangan dan lewat telepon
d) Membatasi waktu yang diperlukan untuk partisipasi
e) Membatasi observasi hanya untuk perilaku di tempat umum.
b. Etika atas Sponsor
1) Kerahasiaan, terbagi atas:
a) Kerahasiaan sponsor : hak perusahaan untuk memisahkan diri dari peran
sponsor suatu proyek penelitian
b) Kerahasiaan tujuan : melibatkan perlindungan atas tujuan studi atau
perinciannya.
c) Kerahasiaan hasil temuan : sponsor biasanya menginginkan data dan temuan
penelitian dirahasiakan setidaknya hingga keputusan manajemen dibuat.
2) Hak atas penelitian yang bermutu, mencakup:
a) Memberikan desain penelitian yang tepat untuk pertanyaan penelitian
b) Memaksimalkan nilai sponsor untuk sumber daya yang dikeluarkan
c) Menyediakan teknik penanganan data dan pelaporan data yang sesuai untuk
data yang dikumpulkan.
3) Etika sponsor, dimana hal yang perlu dihindari agar tidak menjadi pelanggaran
standar etika (Cooper dan Schindler, 2006:142-144) yaitu:
a) Pelanggaran kerahasiaan peserta
b) Perubahan data aau pencipaan data palsu untuk memenuhi tujuan yang
diinginkan
c) Perubahan presentasi atau penafsiran data
d) Penafsiran data dari perspektif yang bias
e) Penghilangan bagian dai analisis data dan kesimpulan
f) Pemberian rekomendasi di luar cakupan data yang dikumpulkan
c. Etika Peneliti dan Anggota Tim
Menurut Cooper dan Schindler (2006:144-145) dan Widi (2010: 268-269), etika
peneliti dan anggota tim sebagai berikut.
1) Keamanan : meliputi mendesau suatu proyek sehingga keamanan semua
pewawancara, petugas survei, petugas eksperimen, atau pengamat dapat dijaga.
2) Perilaku etis, yaitu:
a) Menghindari bias, yaitu keinginan untuk mencoba menyembunyikan sesuatu
yang telah ditemukan dalam sebuah penelitian
b) Menerapkan metodologi penelitian yang sesuai, tepat, dan benar dalam
menjalankan penelitian
c) Pembuatan laporan secara benar
d) Tidak menyalahgunakan informasi
3) Proteksi terhadap anonymity, yaitu peneliti harus melindungi kerahasiaan
informasi klien dan anonimitas responden.

II. Jenis-jenis Penelitian


1. Penelitian Menurut Tujuan
Menurut tujuannya, penelitian dibedakan menjadi penelitian dasar dan penelitian
terapan. Penelitian dasar atau yang disebut juga penelitian murni (basic research) adalah
penelitian yang meliputi pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian ini dilakukan hanya
untuk memahami masalah dalam organisasi secara mendalam (tanpa menerapkan
hasilnya). Sedangkan penelitian terapan (applied esearch) merupakan penelitian yang
menyangkut aplikasi teori untuk memecahkan permasalahan tertentu. Ada tiga macam
penelitian terapan, yaitu:
a. Penelitian evaluasi (evaluation research) adalah penelitian yang diharapka dapat
memberikan masukan atau mendukung pengambilan keputusan tentang nilai relatif dau
dua atau lebih alternatif tindakan.
b. Penelitian dan pengembangan (research and development) adalah penelitian yang
bertujuan untuk mengembangkan produk sehingga produk tersebut memiliki kualitas
yang lebih tinggi
c. Penelitian tindakan (action research) adalah penelitian yang dilakukan untuk segera
dipergunakan sebagai dasar tindakan pemecahan masalah.
2. Penelitian Menurut Metode
Menurut metodenya, penelitian dapat dibedakan menjadi sebagai beriktu.
a. Penelitian survey, yaitu penelitian yang dilakukan pada populasi besar maupun kecil,
tetapi data yang dipelajari adalah data dari sampel yang diambil dari populasi tersebut
sehingga ditemukan kejadian-kejadian yang relatif, distribusi, dan hubungan-hubungan
antar variabel.
b. Penelitian Ex Post Facto, yaitu penelitian yang dilakukan untuk meneliti peristiwa yang
telah terjadi dan kemudian berturut ke belakang untuk mengetahui faktor-faktor yang
dapat menyebabkan timbulnya kejadian tersebut. Contohnya seperti penelitian yang
mengungkapkan sebab terjadinya kebakaran pabrik tekstil.
c. Penelitian eksperimen, yaitu penelitian yang berusaha mencari pengaruh variabel
tertentu terhadap variabel yang lain dalam kondisi yang terkontrol secara ketat,
misalnya pengaruh unsur kimia pada kelezatan makanan.
d. Penelitian naturalistik, atau yang sering disebut metode kualitatif yaitu penelitian yang
digunakan untuk meneliti pada kondisi objek alamiah (sebagai lawannya adalah
eksperimen) dan peneltii adalah instrumen kuncinya, misalnya penelitian yang
mengungkapkan makna upacara ritual dalam suatu kelompok masyarakat.
e. Policy Research (penggunaan metode penelitian kebijaksanaan) yaitu penelitian yang
dilakukan pada atau analisis terhadap masalah-masalah sosial yang mendasar sehingga
temuannya dapat direkomendasikan kepada pembuat keputusan untuk bertindak dalam
menyelesaikan masalah, misalnya penelitian untuk mendapatkan informasi dalam
menentukan gaji karyawan.
f. Penelitian tindakan, atau disebut juga action research yaitu penelitian yang bertujuan
untuk mengembangkan metode kerja yang paling efisien sehingga biaya produksi dapat
ditekan dan produktivitas lembaga dapat ditingkatkan, misalnya penelitian untuk
memperbaiki metode kerja dalam pembuatan suatu jenis makanan.
g. Penelitian evaluasi, yaitu penelitian yang berfungsi untuk menjelaskan fenomena suatu
kejadian, kegiatan, dan produk. Ada dua jenis penelitian evaluasi yaitu penelitian
evaluasi formatif yang menekankan pada proses dan penelitian evaluasi sumatif yang
menekankan pada produk.
h. Penelitian historis, yaitu penelitian yang berkaitan dengan analisis yang logis terhadap
kejadian-kejadian yang berlangsung di masa lampau, misalnya penelitian untuk
mengetahui waktu berdirinya suatu kota atau daerah.
3. Penelitian Menurut Tingkat Eksplanasi
Penelitian menurut tingkat eksplanasi yaitu penelitian yang bermaksud menjelaskan
kedudukan variabel-variabel yag diteliti serta hubungan antara satu variabel dengan
variabel lainnya. Penelitian menurut tingkat eksplanasinya (Sugiyono, 2003:11) dapat
dibedakan sebagai berikut.
a. Penelitian deskriptif, yaitu penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel
mandiri, baik satu variabel atau lebih (independen) tanpa membuat perbandingan, atau
penghubungan dengan variabel yang lain.
b. Penelitian komparatif, yaitu penelitian yang bersifat membandingkan. Variabel dalam
penelitian ini masih sama dengan penelitian varabel mandiri tetapi untuk sampel yang
lebih dari satu, atau dalam waktu yang berbeda.
c. Penelitian asosiatif/hubungan, yaitu penelitian yang dilakukan untuk mengetahui
hubungan antara dua variable atau lebih, sehingga akan dapat dibangun suatu teori yang
dapat berfungsi untuk menjelaskan, meramalkan dan mengontrol suatu gejala.
4. Penelitian Menurut Jenis Data dan Analisis
Pada dasarnya dalam melakukan penelitian, peneliti ingin mendapatkan data
yang valid, reliabel, dan obyektif tentang gejala tertentu. Jenis data & analisisnya dalam
suatu penelitian dapat dibedakan menjadi tiga hal utama yaitu data kualitatif, kuantitatif
dan gabungan keduanya. Pada suatu proses penelitian sering hanya terdapat satu jenis
data yaitu kuantitatif atau kualitatif saja, tetapi mungkin juga ada gabungan kedua data
tersebut. Data kuantitatif merupakan data yang berbentuk angka atau data kualitatif yang
diangkakan. Sedangkan data kualitatif merupakan data yang berbentuk kata, kalimat,
skema dan gambar.
5. Macam-Macam Data Penelitian
Penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid. Data yang valid
bisa didapatkan dari peneliti yang harus mengetahui terlebih dahulu macam-macam data.
Data dapat dikelompokkan sebagai berikut.
a. Berdasarkan cara memperolehnya
1) Data primer, yaitu data yang secara langsung diambil dari objek penelitian oleh
peneliti, misalnya mewawancarai langsung pemilik perusahaan untuk meneliti
tingkat pendapatan perusahaan tersebut.
2) Data sekunder, yaitu data yang didapat tidak secara langsung dari objek penelitian.
Peneliti biasanya mendapatkan data yang sudah jadi yang dikumpulkan oleh pihak
lain melalui berbagai cara atau metode, baik secara komersial maupun non
komersial. Contohnya seperti seorang peneliti yang menggunakan data statistik hasil
riset dari badan pusat statistik.
b. Berdasarkan sumber datanya
1) Data internal, yaitu data yang menggambarkan situasi dan kondisi pada suatu
organisasi secara internal, misalnya data keuangan suatu perusahaan.
2) Data eksternal, yaitu data yang menggambarkan situasi serta kondisi yang ada di
luar organisasi, misalnya data jumlah penggunaan suatu produk pada konsumen dan
tingkat preferensi pelanggan.
c. Berdasarkan bentuknya
Data hasil penelitian dapat dikelompokkan menjadi dua, yakni data kualitatif dan
kuantitatif.
1) Data kualitatif yaitu data yang berbentuk kalimat, kata atau gambar. Contohnya
tingkat kepuasan pelanggan yang digolongkan dalam sangat puas, puas, tidak puas
dan lain sebagainya.
2) Data kuantitatif yaitu data yang berbentuk angka, atau data kualitatif yang dapat
diangkakan (skoring). Contohnya baik sekali = 4, baik = 3, kurang = 2 dan tidak
baik = 1. Data kuantitatif ini sendiri dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu data
diskrit dan kontinum.
(1)Data diskrit, atau yang sering disebut data nominal yaitu data yang diperoleh dari
hasil menghitung atau membilang. Misalnya jenis kelamin (memilahkan ke dalam
pria dan wanita), jenis pekerjaan (memilahkan ke dalam petani, PNS,
wiraswasta).
(2)Data kontinum yaitu data yang diperoleh dari hasil pengukuran. Data kontinum
dapat dikelompokkan menjadi tiga, yakni data ordinal, interval, dan rasio.
(a) Data ordinal adalah data yang berjenjang atau berbentuk peringkat. Misalnya
golongan PNS ( IVa, IVb, IVc), tingkat pendidikan.
(b)Data interval adalah data yang jaraknya sama, tetapi tidak mempunyai nol
mutlak. Misalnya data suhu badan, data nilai siswa.
(c) Data rasio adalah data yang jaraknya sama dan mempunyai nilai nol mutlak.
Misalnya data tinggi badan, data berat badan. Berat 0 kg berarti tidak ada
bobotnya.
6. Penelitian dan Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan merupakan hal penting sehubungan dengan banyaknya ragam
keputusan yang perlu dibuat, dan manajemen perusahaan memerlukan berbagai macam
informasi baik dari dalam maupun luar perusahaan. Pengambilan keputusan dalam
perusahaan dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:
a. Keputusan strategis yaitu keputusan yang menentukan arah kegiatan perusahaan dalam
jangka panjang. Pada umumnya keputusan ini bersifat umum dan berisi garis besar
kebijakan bisnis. Contohnya adalah penentuan diversifikasi produk, penentuan produk
perusahaan, penentuan lokasi pabrik perusahaan, dan lain sebagainya.
b. Keputusan taktis yaitu implementasi dari keputusan strategis yang berorientasi kepada
kegiatan operasional jangka pendek. Contohnya adalah alokasi anggaran, optimasi
pembelian bahan baku, serta berbagai macam keputusan jangka pendek yang lain.
c. Keputusan teknis yaitu keputusan untuk kegiatan rutin sehari-hari dan berhubungan
dengan pengendalian untuk kegiatan tertentu. Contohnya adalah pengendalian kualitas,
skedul produksi, dan transportasi.
Proses pengambilan keputusan merupakan suatu rangkaian kegiatan yang saling terkait,
tertuju kepada pemilihan dari berbagai alternatif yang ada. Proses pengambilan keputusan
ini dapat bervariasi, namun pada dasarnya pengambilan keputusan dapat digambarkan
sebagai berikut.
a. Penemuan dan Perumusan Masalah
Pengambilan keputusan dimulai dari penemuan dan perumusan masalah. Manajemen
dapat menyadari adanya situasi yang muncul, atau akan muncul, yang perlu segera
diantisipasi. Penemuan masalah ini dapat berasal dari sebuah keputusan manajemen
untuk membuat produk baru, atau merupakan persoalan yang kompleks seperti
penyusunan perencanaan bisnis.
b. Pemilihan Model
Permasalahan dalam bisnis dapat muncul secara tidak terbatas pada satu macam
masalah, melainkan akan beraneka ragam. Untuk menyelesaikan masalah yang
beraneka ragam ini diperlukan model pernecahan masalah yang tepat. Penggunaan
model yang tidak sesuai dengan sifat permasalahan tidak akan membuahkan
penyelesaian yang baik dan menghambat penyelesaian masalah itu sendiri.
c. Pengumpulan Data
Tahap berikutnya adalah pengumpulan data atau informasi. Kelengkapan data akan
mempengaruhi kualitas analisis, sehingga akan berdampak pada ketepatan keputusan
yang akan diambil.
d. Analisis Data
Apabila data yang diperlukan telah terkumpul, tahap selanjutnya yaitu analisis data
dapat segera dilakukan. Sementara itu, dari analisis data terdapat kemungkinan
ditemukannya permasalahan yang baru sehingga memerlukan data yang baru.
e. Evaluasi Altentatif
Berbagai alternatif keputusan yang dihasilkan melalui proses analisis data, masing-
masing perlu dievaluasi berdasarkan kriteria yang telah ditentukan oleh manajemen.
Antara kelebihan maupun kelemahan masing-masing alternatif perlu dipertimbangkan
dalam proses evaluasi ini. Melalui kriteria tersebut, seluruh alternatif yang ada
dievaluasi, kemudian dari hasil evaluasi diperoleh daftar urutan alternatif mulai dari
alternatif yang paling layak digunakan untuk menjadi keputusan perusahaan.
f. Pengambilan Keputusan
Tahap terakhir adalah seleksi alternatif keputusan untuk dijadikan keputusan.
Meskipun daftar urutan alternatif telah disusun, pengkajian penerapan masing-masing
alternatif perlu dilakukan. Keputusan ini adalah satu alternatif terbaik berdasarkan data
yang dikumpulkan sebelumnya. Situasi dan kondisi yang ada dalam perusahaan perlu
dipertimbangkan sehingga diperoleh keputusan yang tepat.
Peran utama dari penelitian bisnis dalam pengambilan keputusan adalah penyediaan
informasi yang relevan dan berguna untuk pengambilan keputusan. Namun, perlu
diketahui bahwa penelitian hanya merupakan salah satu dari empat macam hal dalam
hubungannya dengan penyediaan informasi. Tiga hal yang lainnya adalah otoritas,
lembaga, dan pengalaman. Penelitian diharapkan dapat meningkatkan kualitas dalam
pengambilan keputusan.
DAFTAR PUSTAKA

Kuncoro, Mudrajad. 2003. Metode Riset untuk Bisnis dan Ekonomi. Jakarta: Erlangga
Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Bisnis. Bandung: ALFABETA