Anda di halaman 1dari 3

Bawang putih (Allium sativum) yang diketahui sebagai bumbu dalam masakan ternyata

merupakan tanaman yang digunakan sebagai obat oleh masyarakat dengan budaya tertentu.
Bawang putih memiliki beberapa sifat farmakologis seperti antimikroba, antikanker,
antioksidan dan lain-lain. Allium sativum menunjukkan efek yang baik saat diteliti daya
antimikrobanya untuk bakteri MDR-TB dan dapat dikembangkan untuk mengatasi masalah
MDR-TB saat ini yang sudah “out of control”. Penelitian menemukan bahwa bawang putih
efektif secara in vitro untuk mengobati beberapa infeksi oprtunistik dalam AIDS, yang
meliputi candidiasis, herpes, dan infeksi Cryptococcus. Allicin merupakan isolat dari ekstrak
bawang putih yang paling poten sebagai agen antibakteri. Allicin merupakan inhibitor dari
enzim metabolik sulfohidril dan memiliki efek antibakteri dengan ikatan/interaksi spesifik
dengan gugus –SH (Dini dkk., 2011).
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Asparagales
Famili : Alliaceae
Bangsa : Allieae
Genus : Allium
Spesies : Allium sativum
Bagian tanaman dari bawang putih yang dapat dimanfaatkan untuk pengobatan TB,
yaitu bulbus. Bawang putih mengandung volatile oil, diantaranya diallyl trisulfide (50.43%),
diallyl disulfide (25.30%), diallyl sulfide (6.25%), diallyl tetrasulfide (4.03%), 1,2-dithiolane
(3.12%), allyl methyl disulfide (3.07%), 1,3-dithiane (2.12%), dan allyl methyl trisulfide
(2.08%) (Na dkk., 2013). Aktivitas antibakteri bawang putih tergantung dari komponen
minyak tersebut. Pada penelitian secara in-vivo didapatkan MIC bawang putih terhadap
MDR-TB adalah 25 µg/mL. Komponen dalam bawang putih dapat berkerja sebagai
antituberkulosis dengan menghambat sintesis protein bakteri (Chakotiya dkk., 2013).
Dr. MW. McDuffie pernah membandingkan bawang putih dengan 55 pengobatan lain
untuk TB dan menyimpulkan bahwa bawang putih yang paling efektif. Komponen dalam
ekstrak bawang putih dieliminasi oleh ginjal, hati, kulit, paru-paru, dan dioksidasi menjadi
asam sulfonat dalam tubuh. Bawang putih memberikan efikasi yang sama, tidak peduli
bagian tubuh mana yang terinfeksi, entah itu tulang, paru-paru, atau bagian yang lainnya.
Sampai saat ini masih belum ada penelitian secara in vitro yang menghasilkan dosis fitoterapi
bawang putih untuk pengobatan TB (Dini dkk., 2011). Komponen dalam ekstrak bawang
putih memiliki efek sinergisme dengan obat terapi TB lini pertama dan dapat mengurangi
gajala dispepsia karena penggunaan terapi obat anti-TB (Gupta dkk., 1999). Kandungan
allicin pada bawang putih mentah yang dihancurkan dapat merusak membran epitelial
mukosa saluran intestinal karena merupakan agen pengoksidasi. LC50 allicin pada mencit
yaitu 309 mg/kgBB pada mencit jantan dan 369 mg/kgBB pada mencit betina.
Terdapat beberapa suplemen bawang putih yang tersedia, salah satunya yaitu Garlic
Pearls (tiap satu kapsul mengadung 250 mg (0,25%w/w)) yang dapat digunakan 3 kali sehari
sebagai terapi pendamping untuk obat anti TB (Gupta dkk., 1999). Garlic pearls berinteraksi
dengan obat-obat HIV/AIDS.

Suplemen bawang putih tidak dianjurkan untuk digunakan pada pasien yang sensitif terhadap
bawang putih, tekanan darah rendah, dan gastritis.

Dapus :
Chakotiya, A. S., R. Chawla, P. Thakur, S. Rana, dan P. Kumar. 2013. Herbal mitigators for
drug resistant tuberculosis : opportunities and challenges herbal mitigators for drug
resistant tuberculosis : opportunities and challenges. (January)
Dini, C., A. Fabbri, dan A. Geraci. 2011. The potential role of garlic ( allium sativum )
against the multi-drug resistant tuberculosis pandemic : a review. 465–473.
Gupta, R. L., C. Gupta, dan S. Murthy. 1999. Antitubercular activity of garlic (allium
sativum) extract in combination with conventional antitubercular drugs in tubercular
lymphadenitis. 14:12–18.
Na, N., H. Zhang, X. C. Zhang, X. B. Luan, C. Zhou, Q. Z. Liu, W. P. Shi, dan Z. L. Liu.
2013. Evaluation of acute toxicity of essential oil of garlic ( allium sativum ) and its
selected major constituent compounds against overwintering cacopsylla chinensis
(hemiptera : psyllidae)