Anda di halaman 1dari 36

MAKALAH SISTEM AC

Disusun untuk memenuhi tugas perkuliahan

Disusun oleh :

NAMA NIM

Zulfran silaban 5153122013

Novia citra dewi

PRODI PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF

JURUSAN TEKNIK MESIN

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

T.A. 2019-2020

MEDAN
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena dengan berkat dan karunia-Nya
kami dapat menyelesaikan makalah sistem AC ini dengan tepat waktu.

Penulisan makalah ini bertujuan untuk membahas sistem AC dari komponen-


komponen hingga kerusakan dan cara memperbaiki. Kami berharap makalah ini dapat
berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita. Makalah ini dapat
diselesaikan tidak terlepas dari arahan dan bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu
penulis mengucapkan terimakasih kepada Bapak Drs. Suherman,M.Pd selaku dosen
pengampu dosen pengampu mata kuliah Sistem AC dan teman-teman saya satu kelas PTO
2016.

Kami juga berharap makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang
membacanya. Oleh sebab itu, kami juga memerlukan adanya kritik, saran dan usulan demi
perbaikan makalah yang telah kami lakukan, untuk perbaikan di masa yang akan datang.

Medan, 3 Oktober 2019

Kelompok

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ....................................................................................................... i

DAFTAR ISI .................................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................ 1

A. Latar Belakang...................................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ................................................................................................ 1
C. Tujuan ................................................................................................................... 2
D. Manfaat ................................................................................................................ 2

BAB II PEMBAHASAN .................................................................................................. 3

A. Pengetahuan Dasar tentang Air Conditioner ........................................................ 3


B. Prinsip kerja dan Komponen-komponen Sistem AC............................................ 4
1. Prinsip kerja sistem AC Mobil ....................................................................... 4
2. Komponen-komponen sistem AC mobil ........................................................ 6
C. Prinsip kerja, konstruksi, kerusakan dan perbaikan berbagai jenis Kompresor .. 13
1. Prinsip kerja dan konstruksi .......................................................................... 13
2. Kerusakan dan Perbaikan Kompresor ........................................................... 18
3. Sebab-sebab AC mobil tidak dingin .............................................................. 20
D. Kondensor dan Evaporator .................................................................................. 22
1. Kondensasi dan Evaporasi ............................................................................. 22
2. Konstruksi dan Cara Kerja Evaporator dan Kondensor ................................ 23
3. Analisis Gangguan Kerusakan dan Perbaikan ............................................... 24
E. Katup Expansi dan Kontrol Aliran refrigeran Serta Filter/dryer/receiver. ......... 28
1. Prinsip kerja katup ekspansi .......................................................................... 28
2. Konstruksi katup ekspansi ............................................................................. 30
3. Kerusakan dan Perbaikan Katup Expansi dan Kontrol
Aliran refrigeran serta filter/dryer/receiver. .................................................. 31

BAB III PENUTUP ......................................................................................................... 34

A. Simpulan ............................................................................................................. 34
B. Saran .................................................................................................................... 35

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................

ii
iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Perkembangan ilmu dan teknologi pada era sekarang sangatlah pesat dari
peningkatan kemampuan, keterampilan dan profesionalisme sumber daya manusia.
Berbagai usaha peningkatan telah dilakukan pada semua bidang termasuk dalam bidang
otomotif. Perkembangan teknologi pada bidang otomotif berperan cukup besar terhadap
kemajuan bidang-bidang lainnya. Untuk itu perlu adanya tenaga-tenaga ahli dalam
bidang ini, apalagi menghadapi serbuan negara-negara produsen otomotif dengan
pemasaran produk mereka memasuki era pasar bebas.
Pada masa era globalisasi ini kenyamanan pada mobil sangatlah diperlukan,
industri berlomba-lomba menciptakan inovasi baru untuk menambah kenyamanan
mobil yang mereka produksi salah satunya dengan pengaturan suhu, kelembaban udara,
dan kebersihan didalam ruangan.
Sistem AC dipergunakan untuk mempertahankan kondisi udara baik suhu dan
kelembabanya dengan cara sebagai berikut:
1. Pada saat suhu ruangan tinggi AC akan menyerap panas dari lingkungan sehingga
suhu di ruangan itu akan turun dan sebaliknya saat suhu ruangan rendah AC akan
melepaskan panas ke udara sehingga suhu akan naik.
2. Bersamaan dengan hal itu, kelembaban udara berkurang sehingga kelembaban udara
di pertahankan pada tingkat yang nyaman.
Prinsip dasar AC adalah proses penyerapan dan pelepasan panas dengan menggunakan
suatu zat yang mudah menyerap (refrigerant). Kondisi refrigerant di pengaruhi oleh
pengatur dan tekanan yang diberikan kepadanya.
Untuk mencapai tujuan tersebut maka dalam sistem AC harus memiliki komponen yang
saling mendukung dan prinsip kerja dalam sistem AC sehingga sistem AC dapat berfungsi
dengan baik.
B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka permasalahan diangkat dapat dirumuskan
sebagai berikut:

1. Apa saja komponen-komponen pada sistem AC pada mobil dan apa fungsinya?
2. Bagaimana prinsip kerja sistem AC pada mobil?

1
3. Bagaimana konstruksi sistem AC pada mobil?
4. Apa saja kerusakan pada dan bagaimana cara memperbaiki sistem AC mobil?

C. Tujuan

Tujuan penulisan makalah adalah sebagai berikut:

1. Mengetahui dan memahami komponen-komponen pada sistem AC mobil dan


fungsinya.
2. Mengetahui dan memahami prinsip kerja sistem AC mobil.
3. Mengetahui dan memahami konstruksi sistem AC pada mobil.
4. Mengetahui kerusakan pada sistem AC.

D. Manfaat

Manfaat yang diberikan dalam penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:

1. Makalah ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan yang lebih tentang sistem
AC mobil.
2. Sebagai sumber pengetahuan dan pembelajaran untuk dapat memahami dan
mempelajari fungsi komponen-komponen dan prinsip kerja sistem AC mobil,
persyaratan refigerant dan pelumas yang digunakan, serta tentang mesin 3R.
3. Sebagai sumber pengetahuan untuk dapat mengetahui konstruksi sistem AC pada
mobil.
4. Sebagai sumber pengetahuan dan pembelajaran untuk dapat memahami dan
mempelajari bagaimana kerusakan pada sistem AC.

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengetahuan Dasar tentang Air Conditioner (AC)


Air Conditioner (AC) merupakan suatu perlengkapan yang memelihara dan
mengkondisikan kualitas udara di dalam kendaraan agar temperatur/suhu, kebersihan dan
kelembabannya menyenangkan serta nyaman. Apabila di dalam ruangan temperaturnya
tinggi, maka panas yang diambil agar temperatur turun disebut pendinginan. Sebaliknya,
ketika temperatur di dalam ruangan rendah, maka panas yang diberikan agar temperatur
naik disebut pemanasan. Kebanyakan bangunan berukuran sedang dan besar, energi panas
dipindahkan dengan menggunakan udara, air dan kadang-kadang refrigerant. Perpindahan
energi panas ini seringkali dengan membawa energi tersebut dari suatu ruangan ke suatu
penyerap kalor sentral (unit refrigerasi) atau membawa kalor dari sumber kalor (pemanas
atau ketel) ke ruangan. AC pada mobil pada umumnya terdiri dari cooler dengan
pembersih embun (moisture remover) dan pengatur aliran udara.
Pendingin (cooler) akan mendinginkan dan mengurangi kelembaban udara di dalam
kendaraan sehingga dihasilkan kondisi udara yang nyaman. Prinsip dasar pendinginan
adalah proses penyerapan dan pelepasan panas suatu media dengan menggunakan zat
yang mudah menguap (refrigerant). Kondisi refrigerant dipengaruhi oleh temperatur dan
tekanan yang diberikan kepadanya.
Prinsip pemindahan dan penyerapan panas tersebut secara sederhana dapat
dicontohkan pada hal seperti berikut:
1. Seseorang akan merasa dingin saat mengoleskan alkohol, alkohol tersebut menyerap
panas dan terjadi penguapan.
2. Seseorang akan merasa dingin setelah berenang meskipun saat siang hari. Hal ini
disebabkan air di badan menyerap panas dan menguap.

3
Gambar 1. Prinsip Pemindahan dan Penyerapan Panas

Dalam air conditioner, penyerapan ada pemindahan panas dengan menggunakan


refrigerant dapat berfungsi sebagai penyerap dan pemindah panas.

B. Prinsip Kerja dan Komponen-Komponen Sistem AC Mobil


1. Prinsip Kerja Sistem AC Mobil
Prinsip kerja sistem AC pada mobil dapat dijelaskan pada gambar siklus kerja
sistem AC sebagai berikut:

Gambar 2. Siklus Kerja Sistem AC

4
a. Kompresor mengkompresikan gas/uap refrigerant yang bertemperatur tinggi dan
bertekanan tinggi karena menyerap panas dari evaporator ditambah panas yang
dihasilkan saat langkah pengeluaran (discharge).
b. Gas refrigerant mengalir ke dalam kondensor, di dalam kondensor gas refrigerant
dikondensasikan menjadi cairan atau terjadi perubahan keadaan yaitu
pengembunan refrigerant.
c. Cairan refrigerant mengalir ke dalam receiver untuk disaring antara cairan
refrigerant dengan oli sampai evaporator memerlukan refrigerant untuk diuapkan.
d. Katup ekspansi menurunkan tekanan dan temperatur/suhu cairan refrigerant yang
bertekanan dan bertemperatur tinggi menjadi rendah.
e. Gas refrigerant yang dingin dan berembun ini mengalir ke dalam evaporator.
Refrigerant menguap dan menyerap panas dari udara luar atau terjadi pengkabutan
udara sehingga suhu di luar akan dingin.

Gambar 3. Siklus Kompresi Uap Sistem AC

 1 – 2 Cairan refrigeran dalam evaporator menyerap panas dari sekitarnya,


biasanya udara, air atau cairan proses lain. Selama proses ini cairan merubah
bentuknya dari cair menjadi gas, dan pada keluaran evaporator gas ini diberi
pemanasan berlebih/superheated gas.

5
 2 – 3 Uap yang diberi panas berlebih masuk menuju kompresor dimana
tekanannya dinaikkan. Suhu juga akan meningkat, sebab bagian energi yang
menuju proses kompresi dipindahkan ke refrigeran.
 3 – 4 Superheated gas bertekanan tinggi lewat dari kompresor menuju kondensor.
Bagian awal proses refrigerasi menurunkan panas superheated gas sebelum gas ini
dikembalikan menjadi bentuk cairan. Refrigerasi untuk proses ini biasanya dicapai
dengan menggunakan udara atau air. Penurunan suhu lebih lanjut terjadi pada
pekerjaan pipa dan penerima cairan, sehingga cairan refrigeran didinginkan ke
tingkat lebih rendah ketika cairan ini menuju alat ekspansi.
 4 - 1 Cairan yang sudah didinginkan dan bertekanan tinggi melintas melalui
peralatan ekspansi, yang mana akan mengurangi tekanan dan mengendalikan
aliran menuju kondensor harus mampu membuang panas gabungan yang masuk
evaporator dan kondensor.
2. Komponen-Komponen Sistem AC Mobil
Sistem AC mobil terdiri dari beberapa komponen, yaitu sebagai berikut:
a. Kompresor
Kompresor adalah alat yang digunakan untuk menaikan tekanan refrigerant
dengan mengkompresikan dalam bentuk gas/uap, akibatnya temperatur refrigerant
juga ikut naik. Panas yang timbul kemudian akan dikondensasikan melalui
kondensor.

Gambar 4. Kompresor Mobil


Energi mekanik pada motor penggerak diubah menjadi energi pneumatis oleh
kompresor sehingga zat pendingin bersedar dalam instalasi sistem AC.
Secara umum kompresor terdiri dua jenis yaitu sebagai berikut:
1) Kompresor Model Torak
6
Kompresor model torak terdiri dari beberapa bentuk gerak torak yaitu:
a) Tegak lurus

Gambar 5. Kompresor Torak Gerak Tegak Lurus


b) Memanjang

Gambar 6. Kompresor Torak Gerak Memanjang


c) Aksial

Gambar 7. Kompresor Torak Gerak Aksial


Keterangan:
1 = silinder 4 = poros
2 = torak 5 = bantalan
3 = bola baja 6 = piring goyang
d) Radial

7
Gambar 8. Kompresor Torak Gerak Radial
e) Menyudut (model V)
Untuk menghisap dan menekan zat pendingin dilakukan oleh gerakan torak di dalam
silinder kompresor.
2) Kompresor Rotary
Rotor adalah bagian yang berputar di dalam stator. Rotor terdiri dari dua baling-baling.
Langkah hisap terjadi saat pintu masuk mulai terbuka dan berakhir setelah pintu masuk
tertutup. Pada waktu pintu masuk sudah tertutup dimulai langkah tekan, sampai katup
pengeluaran membuka, sedangkan pada pintu masuk secara bersamaan sudah terjadi
langkah hisap, demikan seterusnya.

Gambar 9. Kompresor rotary

Keuntungan:
a) Karena setiap putaran menghasilkan langkah-langkah isap dan tekan secara bersamaan,
maka moment putar lebih merata akibatnya getaran/kejutan lebih kecil.
b) Ukuran dimensinya dapat dibuat lebih kecil dan menghemat tempat.
Kerugian:
Sampai saat ini hanya dipakai untuk sistem AC yang kecil saja sebab pada volume besar,
rumah dan rotornya harus besar pula dan kipas pada rotor tidak cukup kuat menahan

8
menahan gesekan. Gerakan rotor di dalam stator kompresor akan menghisap dan menekan
zat pendingin. Kompresor berfungsi untuk menaikkan tekanan refrigerant, kompresor
menghisap refrigerant bertekanan rendah dari evaporator dan memampatkannya sampai
100-250 psi. Dengan bertambahnya refrigerant tersebut maka suhu refrigerant pun akan
bertambah, uap refrigrant yang bertekanan tinggi dalam kompresor akan lebih cepat
mengembun dengan cara melepaskan panas ke sekelilingnya.

Kompresor AC perlu diberi pelumas. Fungsi utama pelumas pada kompresor adalah untuk
bantalan pada komppresor dan sebagai pelumas pada bagian yang bergesekan. Oli yang
digunakan pada kompresor bukan sembarang oli, tetapi oli khusus karena oli tersebut akan
beredar dalam pendingin.
Jika salah satu komponen rusak pada saat pendinginan bekerja, maka sebagian oli
kompresor akan tertinggal di dalam siklus refrigerant. Apabila komponen tersebut diganti
maka oli perlu ditambah untuk mengganti oli yang tertinggal dalam komponen yang rusak.
Banyaknya oli tergantung dari dari komponen yang diganti.

b. Magnetic Clutch
Magnetic Clutch digunakan untuk melepaskan dan menghubungkan kompresor
dengan putaran mesin. Komponen utamanya terdiri dari : stator, rotor, dan plat penekan.
Prinsip kerja magnetic clutch adalah melekatkan dua keping logam besi karena gaya
elektromagnet, dua keping logam tersebut adalah penekan drive pulley.

Gambar 10. Magnetic Clutch

c. Kondensor
Kondensor berfungsi untuk pengembunan gas/uap refrigerant. Semakin besar jumlah
panas yang di lepaskan oleh kondensor maka semakin besar pula efek pendinginan yang di
peroleh evaporator. Kondensor di letakan di bagian depan kendaraan agar proses
pendinginanya sempurna.

9
Pada kondensor terjadi perubahan wujud refrigeran dari uap super-heated (panas
lanjut) bertekanan tinggi ke cairan sub-cooled (dingin lanjut) bertekanan tinggi. Agar
terjadi perubahan wujud refrigeran (dalam hal ini adalah pengembunan/ condensing), maka
kalor harus dibuang dari uap refrigeran.
Kalor/panas yang akan dibuang dari refrigeran tersebut berasal dari :
1. Panas yang diserap dari evaporator, yaitu dari ruang yang didinginkan
2. Panas yang ditimbulkan oleh kompresor selama bekerja

Gambar 11. Kondensor

d. Receiver (Filter/Dryer)
Berfungsi untuk menampung sementara refrigerant, dalam bentuk cairan, kemudian
disalurkan sesuai dengan beban pendinginan. Dalam receiver, terdapat filter, desiccant,
receiver, dan dryer, juga sight glass pada bagian atas untuk melihat kondisi aliran
refrigerant.

Keterangan
1. Tutup pengaman
2. Saklar tekanan
3. Kaca pengontrol
4. Filter penyaring
5. Sel silika

Gambar 12. Receiver (Filter/Dryer)


10
e. Katup Ekspansi
Katup ekspansi digunakan untuk menurunkan tekanan dan temperatur/suhu serta
menginjeksikan refrigerant melalui orifice, sehingga refrigerant yang keluar menjadi
bertemperatur dan bertekanan rendah.

Gambar 13. Katup Ekspansi


Katup ekspansi terdiri dari beberapa jenis, di antaranya adalah:
1) Pipa Kapiler (Capillary Tube)
Katup ekspansi yang umum digunakan untuk sistem refrigerasi rumah tangga
adalah pipa kapiler. Pipa kapiler adalah pipa tembaga dengan diameter lubang kecil dan
panjang tertentu. Besarnya tekanan pipa kapiler bergantung pada ukuran diameter lubang
dan panjang pipa kapiler.

Gambar 14. Pipa Kapiler


2) Katup Ekspansi Otomatis
Katup ekspansi otomatis menjaga agar tekanan hisap atau tekanan evaporator
besarnya tetap konstan. Bila beban evaporator bertambah maka temperatur evaporator
menjadi naik karena banyak cairan refrigeran yang menguap sehingga tekanan di dalam
saluran hisap (di evaporator) akan menjadi naik pula. Akibatnya “bellow” akan bertekan ke
atas hingga lubang aliran refrigeran akan menyempit dan ciran refrigeran yang masuk ke
11
evaporator menjadi berkurang. Keadaan ini menyebabkan tekanan evaporator akan
berkurang dan “bellow” akan tertekanan ke bawah sehingga katup membuka lebar dan
cairan refrigeran akan masuk ke evaporator lebih banyak. Demikian seterusnya.

Gambar 15. Katup Ekspansi Otomatis

3) Katup Ekspansi Termostatik


Katup ekspansi termostatik adalah satu katup ekspansi yang mempertahankan
besarnya panas lanjut pada uap refrigeran di akhir evaporator tetap konstan, apapun
kondisi beban di evaporator.

Gambar 16. Katup Ekspansi Termostatik

f. Evaporator
Evaporator ini berfungsi untuk menguapkan gas/uap refrigerant yang bertemperatur
dan bertekanan rendah. Bila udara melewati evaporator menjadi dingin sampai
temperatur tekanan dibawah pengembunan, uap air akan mengembun dan menempel

12
pada sirip evaporator dalam bentuk tekanan air. Bila pada saat ini temperatur sirip
sampai dibawah 0° C, tetesan air akan berubah menjadi es.

Gambar 17. Evaporator

g. Blower
Blower digunakan untuk menghisap udara segar atau udara yang telah disirkulasikan
ke dalam ruangan. Blower terdiri dari motor dan kipas (fan).
h. Thermostat
Bila mesin pendingin bekerja terus-menerus maka suhu ruang akan turun tak
terkendali. Oleh karena itu, diperlukan suatu peralatan kontrol yang dapat
mengontrol siklus operasi sistem AC, yaitu thermostat. Pada unit tertentu
penggunaan thermostat dilkombinasikan dengan pengontrol waktu (timer switch).
Thermostat dapat diletakkan di dalam ruang atau di dalam duct untuk
mendeteksi suhu udara dan dapat pula diletakkan di dalam pipa untuk mendeteksi
suhu air (chilled water). Bila thermostat diletakkan di dalam ruang maka
ketinggiannya kurang lebih 4 atau 5 kaki dari lantai.

C. Prinsip Kerja, Konstruksi, Kerusakan dan Perbaikan Berbagai Jenis


Kompresor
1. Prinsip Kerja dan Konstruksi

Kompresor merupakan komponen yang bekerja menghisap dan memompa


refrigerant agar dapat bersirkulasi ke seluruh unit AC mobil, sehingga terdapat perbedaan
tekanan, baik sebelum atau sesudah masuk kedalam kompresor. Prinsip kerja kompresor
mirip dengan „jantung‟ pada tubuh manusia dan refrigerant sebagai darahnya. Tenaga

13
penggerak kompresor untuk mensirkulasikan refrigerant berasal dari tenaga mesin. Dengan
perantaraan belt, pulley dan magnetic clutch, kompresor dapat berputar seirama dengan
putaran mesin. Dengan adanya pembagian tenaga mesin untuk menggerakkan kompresor,
maka beban mesin akan bertambah, sehingga secara otomatis konsumsi bahan bakar pun
akan meningkat. Compressor itu sendiri berfungsi untuk memompakan refrigrant yang
berbentuk gas agar tekanannya meningkat sehingga juga akan mengakibatkan
temperaturnya meningkat. Borat do bah na kuliah on.

Proses Kerja kompresor adalah untuk memastikan bahwa suhu gasrefrigeran yang
disalurkan ke kondenser harus lebih tinggi dari suhu condensing medium. Bila suhu gas
refrigeran lebih tinggi dari suhu condensing medium ( udara atau air) maka energi panas
yang dikandung refrigeran dapat dipindahkan ke condensing medium akibatnya suhu
refrigerant dapat diturunkan walaupun tekanannya tetap. Oleh karena itu kompresor harus
dapat mengubah kondisi gas refrigerant yang bersuhu rendah dari evaporator menjadi gas
yang bersuhu tinggi pada saat meninggalkan saluran discharge kompresor. Tingkat suhu
yang harus dicapai tergantung pada jenis refrigeran dan suhu lingkungannya.

Dilihat dari prinsip operasinya, maka kompresor dapat dibedakan menjadi dua yaitu :

a. Rotary Action/ Sistem Gerak Putar

Pada rotary action compressor, efek kompresi diperoleh dengan menekan gas yang berasal
dari ruang chamber menuju ke saluran tekan yang berdiameter kecil untuk menurunkan
volume gas. Berikut beberapa jenis compressor dengan sistem rotary :

1) Tipe Through Vane

Gambar. tipe through vane

Kompresor tipe ini memiliki dua buah bilah (vane) yang terpasang saling tegak lurus
pada bagian dalam silinder. Jika rotor berputar maka bilah akan bergeser pada arah radial

14
dan menyentuh bagian dalam silinder (stator). Ruang yang dibentuk oleh bilah, dinding
silinder dan rotor membentuk ruang pemasukan dan pengeluaran refrigerant. Pada saat
bilah berputar bersama rotor, gaya sentrifugal bekerja pada bilah sehingga bergerak
menyentuh dinding stator. Ketika saluran pemasukan terbuka, refrigeran terhisap masuk.
Seiring berputarnya bilah, refrigerant yang sudah masuk kemudian dikompresikan dengan
cara mempersempit ruang dan selanjutnya menekan refrigeran pada saluran pengeluaran.
Terlihat pada gambar bahwa pada saat terjadi langkah pengeluaran refrigerant, pada sisi
lain dari rotor dan bilah melakukan langkah pemasukan refrigeran.

Gambar. Cara kerja kompresor tipe through Vane

2) Tipe Scroll

Tipe kompresor ini terdiri dari scroll tetap dan scroll putar. Ruang pemasukan dan
pengeluaran terbentuk di antara scroll putar dan scroll tetap saat scroll putar diputar oleh
poros kompresor. Ketika lubang pemasukan terbuka, refrigeran terhisap masuk kemudian
dibawa berputar sambil dimampatkan hingga mencapai lubang pengeluaran untuk
disalurkan ke kondensor pada kondisi bertekanan tinggi.

15
Kompresor tipe scroll

3) Mechanical Action/ Sistem Gerak Bolak Balik (Tipe Torak)

Pada Mechanical Action compressor, efek kompresi gas diperoleh dengan menurunkan
volume gas secara reciprocating. Yang termasuk dalam jenis ini adalah : Kompresor Torak.

Gambar Mekanisme kompresor bolak-balik

Kompresor didesain dan dirancang agar dapat memberikan pelayanan dalam jangka
panjang walaupun digunakan secara terus menerus dalam sistem refrigerasi kompresi gas.
Untuk dapat melakukan performa seperti yang diharapkan maka kompresor harus bekerja
sesuai kondisi yang diharapkan, terutama kondisi suhu dan tekanan refrigeran pada saat
masuk dan meninggalkan katup kompresor. Compressor tipe Reciprocating/Torak
mengubah putaran crankshaft menjadi gerakan bolak-balik pada piston. Berikut beberapa
jenis compressor dengan sistem torak :

16
1) Tipe Crank

Gambar. Kompresor tipe Crank

Pada tipe ini sisi piston yang berfungsi hanya satu sisi saja, yaitu bagian atas. Oleh sebab
itu pada kepala silinder (valve plate) terdapat dua katup yaitu katup isap (suction) dan
katup penyalur (Discharge). Pada saat piston bergerak ke bawah, ruangan di atas piston
volumenya membesar sehingga tekanannya turun. Katup pemasukan bergerak membuka
sehingga refrigeran terhisap masuk. Poros engkol yang berputar akan menggerakkan piston
untuk bergerak ke atas, tekanan di atas piston naik dan menyebabkan katup pengeluaran
membuka sehingga refrigeran terdorong keluar menuju ke kondensor.

Gambar. Cara Kerja Kompresor tipe Crank

2) Tipe Swash Plate

17
Terdiri dari sejumlah piston dengan interval 72º untuk kompresor 10 silinder dan interval
120º untuk kompresor 6 silinder. Cara kerja piston pada tipe ini, yaitu apabila salah satu
sisi melakukan langkah kompresi maka sisi lainnya melakukan langkah isap.

Gambar. Kompresor Tipe Swash Plate

Cara kerjanya, gerakan putar dari poros kompresor diubah menjadi gerakan bolak-balik
oleh plate penggerak (drive plate) dan wobble plate dengan bantuan guide ball. Gerakkan
bolak-balik ini selanjutnya diteruskan ke piston melalui batang penghubung.

2. Kerusakan dan Perbaikan Kompresor

Kerusakan Kompresor disebabkan oleh beberapa factor, antara lain :

a. Arus listrik dan tegangan listrik yang tidak sesuai standar kerja AC.

AC bekerja pada tegangan standar 220 volt dan arus yang tertera di name plate unit
outdoor. Tegangan listrik yang rendah atau terlalu tinggi dapat menyebabkan kerusakan
pada kumparan motor kompresor.

b. Kekurangan oli kompresor

Oli kompresor berperan sebagai pelumas pada piston. Jika oli berkurang atau habis akibat
kebocoran freon pada instalasi pemipaan ataupun di kondensor dan evaporator akan
menyebabkan panas berlebih pada kompresor sehingga kumparan motor akan terbakar dan
overload menjadi rusak akibat beban arus yang tinggi. Pengisian oli juga perlu
diperhatikan agar menggunakan oli yang sesuai standar yang ditetapkan pabrik.

c. Kelebihan tekanan (Psi)

18
Standar tekanan pada ac split di bawah 3 phase adalah 80 Psi. jika tekanan melebihi
kapasitasnya akan menyebabkan kompresor tidak mampu memompa sehingga
mengakibatkan kumparan terbakar.

d. Sirkulasi Freon terhambat (mampet)

Sirkulasi Freon dapat terhambat jika ada kotoran dalam system atau tekukan pipa maupun
oli yang naik ke system. Sirkulasi mampet dapat diatasi dengan cara melakukan flushing
yaitu memasukkan cairan Nitrogen atau R11 ke dalam system untuk mengeluakan kotoran.
Jika cara ini belum mengatasi maka mengganti bagian yang mampet dan biasanya terjadi
di pipa kapiler

e. Factor usia kompresor

Kompresor dapat mengalami aus ataupun karat akibat factor usia. Keausan yang terjadi
pada kompresor dapat diketahui melalui pengukuran arus dan tekanan pada pipa hisap dan
pipa tekpat dan. Perkaratan pada body kompresor dapat menimbulkan bocor pada
kompresor.

Dibawah ini akan digambarkan langkah langkah dalam melakukan perbaikan (trouble
shooting) kerusakan AC. Langkah-langkah tersebut digambarkan dengan deretan kotak
kebawah sedangkan diagnosa dan penyelesaiannya terdapat dikotak disampingnya.

1) Kompresor tidak beroperasi.

No Langkah Pemeriksaan Kerusakan Perbaikan


1 Cek Fuse kendaraan Fuse putus Ganti fuse
2 Cek A/C switch Switch tidak bekerja Periksa switch
3 Cek kebocoran refigerant Refigerant bocor Cek setelah mengisi
refigerant
4 Cek low pressure switch Switch tidak bekerja Ganti yang rusak
5 Cek evaporator sensor Evaporator sensor Periksa switch
putus
6 Cek A/C relay Relay Rusak Ganti relay
7 Cek magnetic coil Field coil rusak Ganti field coil

19
2) Kompresor bekerja ON dan OFF kembali saat AC bekerja.

No Langkah Pemeriksaan Kerusakan Perbaikan


1 Cek refrigator over charging Refrigerant overcharging
Refigerant lowcharging Recharge refrigerant
lalu periksa ulang.
Cek refigerant lowcharging
2 Cek pressure S/W Switch berbunyi Ganti switch
3 Cek sisi high pressure Sistem tersumbat Ganti yang rusak

3) Kompresor tidak bekerja setelah AC dimatikan mendadak

No Langkah pemeriksaan Kerusakan Perbaikan


1 Cek water temperatur sensor Water temperatur sensor Ganti
rusak
2 Cek temperatur sensor pada Sensor rusak Ganti
compressor

4) AC berbunyi dan kompresor tidak bekerja pada saat AC bekerja

No Langkah Pemeriksaan Kerusakan Perbaikan


1 Cek compressor conector Compresor conection Perbaiki conector /
rusak/bengkok perbaiki
kebengkokan

3. Sebab-Sebab AC Mobil Tidak Dingin

AC mobil tidak dingin atau kurang dingin,sebenarnya adalah relatif kenapa? Karena
dingin atau tidaknya tergantung dari suhu di luar kabin atau suhu di luar mobil.
Kebanyakan perbedaan suhu di luar dengan di dalam kabin memiliki selisih kira-kira 10
derajat celsius. Dengan kata lain kalau suhu diluar kabin terukur 32 derajat celsius,
maka sudah cukup dingin kalau suhu di dalam kabin berkisar 20 sampai 22 derajat
celsius. Begitu pun ketika pengukuran suhu di lakukan untuk ac mobil yang normal,
ketika pengukuran di lakukan di mobil yang sama pada malam hari.Suhu diluar

20
menunjukan 26,8 derajat celsius,ketika dilakukan pengukuran suhu di dalam kabin bisa
mencapai 14 sampai 16 derajat celsius. Biasanya pengukuran suhu dilakukan di grill ac
untuk mengetahui kapan saat temperatur cut off dari kompressor AC Cara mengukur
suhu ac mobil lewat grill AC

Sebab-sebab AC mobil tidak dingin atau kurang dingin:

1) Freon kurang atau habis

Freon kurang terjadi karena kebocoran yang terlalu kecil hanya pada tekanan
tertentu,pada tekanan tersebut ada kemungkinan bocor berhenti,sehingga
freon tidak sampai habis tapi pengaruhnya ac bisa kurang dingin.

2) Kondensor dan Radiator kotor

Permukaan kondensor atau radiator yang kotor akan membuat pembuangan panas
dari freon gas bertekanan tinggi pada kondensor terjadi tidak sempurna sehingga
proses kondensasi juga tidak sempurna.

3) Motor Cooling Fan Mati, Putaran lemah atau Putaran terbalik

Jika motor cooling fan terganggu, putaran lemah atau mati mengakibatkan
pembuangan panas di kondensor tidak berjalan dengan baik. Begitu pula jika
putaran motor cooling fan terbalik dalam artian arah angin yang di hembuskan
mengarah kedepan mobil, kemungkinan ini bisa terjadi karena kurang teliti. Atau
karena motor cooling fan yang sama tidak di dapatkan di toko sparepart sehingga
menggunakan tipe lain.

4) Field Coil atau spul magnetic clutch

Spul magnetic clutch jika mati,putus atau terbakar menyebabkan armature


asembly tidak terhubung dengan puli kompressor ac yang berputar dengan mesin.

5) Tekanan dalam system AC berlebihan

Tekanan pada system ac berlebihan berkaitan dengan point 3 diatas akan


menyebabkan over heat pada system ac sehingga high pressure switch bekerja dan
memutus arus listrik ke Field Coil dari magnetic clutch.Atau untuk kompressor ac yang
di lengkapi temperature switch jika over heating terjadi maka temperature switch

21
yang tertanam di body kompressor bekerja dan memutus arus listrik. Penyebab lain
jika tekanan dalam sistem ac mobil berlebihan adalah freon terlalu penuh atau
berlebihan sehingga ac mobil tidak dingin.

6) Kelebihan oli kompressor

System AC memiliki volume yang tetap,jika kelebihan oli kompressor maka ruang
untuk freon akan berkurang artinya jika sebuah mobil sedang membutuhkan freon
seberat 0,40 kg dengan kelebihan oli kompressor maka jika 0,40 kg freon bisa
masuk semua ke system ac, akan menyebabkan tekanan berlebihan. Dan jika
menyesuaikan tekanan agar sesuai dengan spesifikasi standar harus mengurangi
jumlah freon yang masuk,beruntung kalau hasilnya ac kurang dingin. Karena
terkadang tidak mau dingin sama sekali.

7) Kompressor Aus

Kompressor AC aus biasanya di tandai dengan tekanan tidak normal,saling


berkaitan jika kompressor Ac aus, sigh glass terlihat hitam,receiver driyer
buntu atau expansi valve tersumbat yang masing-masing dengan indikasi tekanan yang
berbeda.

Thermistor cooler merupakan peraba suhu di dalam rumah evaporator yang berfungsi
untuk membaca perubahan temperatur kemudian di teruskan ke AC amplifier untuk
mengatur waktu cut off dari kompressor.9.Evaporator KotorKotor di evaporator lebih
banyak disebabkan oleh debu yang di hisap oleh blower dan menempel pada
permukaan evaporator yang mengakibatkan aliran udara tersumbat.Info lengkap
evaporator kotor bisa lihat disini atau penyebab evaporator beku.10.Saluran Buang Air
Kondensasi TersumbatDengan tersumbatnya saluran buang air kondensasi, rumah evap
akan penuh dengan air,berembun dan air akan menetes di bawah dashboard
membasahi karpet mobil. Dengan air kondensasi memenuhi rumah evap
mengakibatkan aliran udara dari blower tersumbat.

D. Kondesor dan Evaporator


1. Kondensasi dan Evaporasi

Penguapan atau evaporasi adalah proses perubahan molekul di dalam keadaan cair
(contohnya air) dengan spontan menjadi gas (contohnya uap air). Proses ini adalah

22
kebalikan dari kondensasi. Umumnya penguapan dapat dilihat dari lenyapnya cairan secara
berangsur-angsur ketika terpapar pada gas dengan volume signifikan.

Proses Evaporasi :

Cairan pada molekul dapat memperoleh cukup suatu energi dalam bentuk panas yakni dari
lingkungan, maka molekul tersebut berubah menjadi uap. Evaporasi sering terjadi pada
setiap permukaan cairan, namun tidak pada tubuh atau volume. Saat penguapan terjadi,
tekanan uap lebih rendah dari tekanan atmosfir sekitarnya.

Kondensasi atau pengembunan adalah perubahan wujud benda ke wujud yang lebih padat,
seperti gas (atau uap) menjadi cairan. Kondensasi terjadi ketika uap didinginkan menjadi
cairan, tetapi dapat juga terjadi bila sebuah uap dikompresi (yaitu, tekanan ditingkatkan)
menjadi cairan, atau mengalami kombinasi dari pendinginan dan kompresi. Cairan yang
telah terkondensasi dari uap disebut kondensat.

Proses Kondensasi :

Pengembunan atau kondensasi ialah proses perubahan zat dengan melepaskan kalor atau
panas. Kondensasi uap berubah menjadi cairan ialah lawan dari penguapan atau disebut
dengan evaporasi dan termasuk dari proses eksothermik (melepas panas). Air yang
kelihatannya di luar gelas air dengan suhu dingin di hari yang panas dinamakan dengan
kondensasi.

Jadi, Proses terjadinya pengembunan ataupun kondensasi tersebut adalah ketika uap air di
udara melewati permukaan yang jauh lebih dingin dari sebuah titik embun uap air, maka
terjadilah uap air ini yang terkondensasi menjadi sebuah titik – titik air atau embun. Proses
kondensasi ini bisa kita temui di alam sekitar kita. Proses terbentuknya awan adalah wujud
dari proses kondensasi.

2. Kontruksi dan Cara Kerja Evaporator dan Kondensor


a. Evaporator

Evaporator adalah alat untuk mengevaporasi larutan. Cara kerjanya refrigent menyerap
panas dalam ruangan melalui kumparan pendingin dan kipas evaporator meniupkan udara
dingin ke dalam ruangan. Refrigent dalam evaporator mulai berubah kembali menjadi uap
bertekanan rendah, tapi masih mengandung sedikit cairan. Campuran refrigent kemudian
masuk ke akumulator / pengering. Ini juga dapat berlaku seperti mulut/orifice kedua bagi

23
cairan yang berubah menjadi uap bertekanan rendah yang murni, sebelum melalui
kompresor untuk memperoleh tekanan dan beredar dalam sistem lagi.

b. Kondensor

Kondensor adalah sebuah alat penukar kalor (Heat Exchanger) yang digunakan untuk
mengkondensasikan / mengubah gas yang bertekanan tinggi berubah menjadi cairan yang
bertekanan tinggi yang kemudian akan dialirkan ke Receiver Dryer dan dilanjutkan ke
expansi valve.

Kondensor bisa disebut heat exchange yang bisa memindahkan panas ke udara. Komponen
ini merupakan bagian yang “panas” dari AC Mobil, letak kondensor umumnya diletakan
dibagian depan radiator mobil.

Cara kerja Kondensor Freon yang telah di pompa oleh kompresor ac mobil akan masuk
kedalam kondensor dalam wujud gas bertekanan tinggi dan bersuhu sangat panas.
Hembusan angin dari fan yg menempel pada kondensor akan membuang panas yang di
hasilkan serta menurunkan tekanan Freon dan terjadi perubahan wujud dari gas menjadi
cair.

Selanjutnya Tabung Receiver drier didalam bertugas untuk memastikan bahwa Freon yang
keluar dari kondensor adalah Freon cair, sebelum di kabutkan oleh expansi valve.

3. Analisis Gangguan Kerusakan dan Perbaikan

Jika AC lama mendingin : maka diperlukan pemeriksaan evaporator.

Evaporator adalah bagian yang merupakan sirip-sirip yang disusun secara rapat untuk
memperbesar permukaan pendinginan supaya memberikan efek pendinginan yang lebih
cepat dari freon yang mengalir dalam pipa Evaporator. Dengan permukaan yang tertutup
debu, maka AC tidak akan mampu mendinginkan ruangan. Bagian tersebut memerlukan
penanganan yang extra hati-hati agar tidak merusak bagian tersebut. Sirip-sirip aluminium
cukup lunak, sehingga dapat rusak jika tidak dibersihkan oleh teknisi. Namun jika ingin
mencobanya, dapat dilakuka dengan hati-hati menggunakan vacum cleaner protabel. Cara
ini cukup efektif untuk membersihkan evaporator tanpa melibatkan air.

Kondensor AC mobil sendiri sering mengalami masalah atau karena faktor usia kondensor,
penggunaan yang salah, ataupun karena gangguan lainnya. Apa sajakah masalah yang

24
sering terjadi pada kondensor ac mobil ? Pada dasarnya masalah yang sering dialami hanya
berpusat pada hal-hal berikut :

1) Umur spare part yaitu spare part ac yang sudah lama dan aus harus diganti dengan
yang baru
2) Freon habis yaitu kondisi di mana freon habis sehingga ac tidak dingin. Biasa
karenakan oleh kebocoran
3) Kebuntuan yaitu kondisi di mana aliran freon terhambat sehingga tidak
bisamengalir dengan normalnya
4) ) Kebocoran yaitu kondisi di mana aliran freon bocor sehingga freon habis.

Hal-hal di atas menyebabkan pasokan freon ke sistem pendingin berkurang sehingga AC


menjadi kurang atau tidak dingin. Solusi untuk kebuntuan dapat diatasi dengan
penggantian silicagel oleh teknisi AC mobil dan untuk kebocoran dapat diatasi dengan
pengelasan komponen yang berlubang/bocor.

E. Katup Expansi dan Kontrol Aliran refrigeran Serta Filter/dryer/receiver.

Expansi valve – merupakan saluran sempit tempat mengalirnya refrigerant cair bertekanan
tinggi dari receiver drier menuju evaporator. Refrigerant cair bertekanan tinggi ketika
melewati saluran expansi valve yang sempit dan terjadi pengabutan.

Expansion valve atau katup ekspansi pada AC mempunyai peranan penting. Expansion
valve terletak di antara komponen filter-drier dan evaporator. Fungsinya mengatur jumlah
dan mengabutkan cairan pendingin sebelum masuk ke evaporator. Proses itu menurunkan
suhu dan tekanan cairan pendingin.

1. Prinsip Kerja dan konstruksi Filter/dryer/receiver.

Salah satu komponen yang ada pada sistem AC (Air Conditioner) adalah receiver dryer.
Letak receiver dryer pada sistem AC terletak diantara condenser dan katup ekspansi
(ekspansion valve). Refrigerant atau freon yang telah dipompakan oleh kompresor akan
mengalir ke kondenser kemudian akan melewati receiver dryer sebelum di kirim ke katup
ekspansi.

Receiver dryer merupakan komponen penting pada sistem AC mengingat fungsi receiver
dryer yang sangat vital bagi sistem AC.

25
Fungsi receiver dryer yang pertama yaitu untuk menyaring kotoran-kotoran yang ikut
bersirkulasi bersama refrigerant. Jika kotoran dibiarkan tetap bersirkulasi maka akibatnya
dapat mengganggu jalannya aliran refrigerant, mengingat refrigerant juga melewati katup
ekspansi, dimana saluran pada katup ekspansi ini berukuran kecil sehingga jika ada
kotoran maka akan menyumbat refrigerant untuk bersirkulasi. Komponen yang berfungsi
untuk menyaring kotoran pada receiver dryer ini adalah komponen filter.

Fungsi yang kedua dari receiver dryer adalah untuk menyerap air yang terkandung pada
refrigerant. Air yang berada pada refrigerant dan ikut bersirkulasi di sistem AC akan
membuat gangguan pada sistem, mengingat refrigerant setelah melewati katup ekspansi
akan bersuhu rendah sehingga jika ada air pada sistem maka air tersebut akan berpotensi
membeku atau menjadi es. Es ini akan menyumbat saluran pada katup ekspansi oleh sebab
itu air pada sistem AC harus dihilangkan. Komponen pada receiver dryer yang berfungsi
untuk menyerap air pada refrigerant ini adalah desiccant atau silica gel.

2. Kontruksi komponen receiver dryer pada sistem AC

Pada receiver dryer tedapat beberapa komponen di dalamnya, untuk lebih jelasnya
perhatikan konstruksi komponen di bawah ini :

Fungsi komponen-komponen pada receiver dryer antara lain :

1) Filter

Fiter berfungsi untuk menyaring kotoran yang ikut bersirkulasi dengan refrigerant pada
sistem AC.

2) Desiccant

26
Desiccant berfungsi untuk menyerap uap air yang terkandung di dalam refrigerant.

3) Sight Glass

Sight glass atau kaca pengintai atau kaca penglihat yang berfungsi untuk tempat melihat
aliran refrigerant di dalam sistem AC. Selain itu sight glass juga dapat berfungsi untuk
melihat jumlah refrigerant yang terdapat di dalam sistem AC. Refrigerant yang kurang
akan membuat ada banyak udara pada sistem, udara pada dasarnya terdapat kandungan air
didalamnya sehingga ketika kondisi dingin maka air yang terdapat atau terkandung pada
udara akan mengembun oleh sebab itu akan mengakibatkan adanya air di dalam sistem
AC. Selain itu, jika refrigerant terlalu banyak maka tekanan pada sistem AC akan
meningkat sehingga berpotensi akan merusak komponen lainnya seperti sambungan pipa-
pipa. Oleh sebab itu selalu kontrol jumlah dari refrigerant yang terkandung dalan sistem
AC yang dapat dilakukan dengan melihat glembung-gelembung aliran pada sight glass.

Terdapat 2 tipe pemasangan sight glass, yaitu yang pertama sight glass dipasangkan di
bagian receiver dryer dan satu lagi tipe sight glass yang dipasangkan pada pipa.

4) Fusible plug

27
Fusible plug berfungsi sebagai alat pengaman aliran refrigerant, sama halnya pada
rangkaian kelistrikan dimana juga terdapat rangkaian pengaman yaitu fuse. Pada sistem
AC juga terdapat alat pengamanan yaitu fusible plug. Pada fusible plug terdapatt tim yang
dapat meleleh ketika tekanan refrigerant didalam sistem terlalu tinggi. Tekanan tinggi
akan membuat temperatur menjadi tinggi pula sehingga dapat membuat timah pada fusible
plug ini meleleh. Tekanan yang berlebihan jika dibiarkan akan dapat merusak komponen-
komponen lainnya yang terdapat pada sistem AC. Tekanan yang berlebihan ini dapat
disebabkan karena terdapat bagian pipa yang tersumbat atau jumlah refrigerant yang terlalu
banyak sehingga tekanan yang dihasilkan oleh kompresor menjadi tinggi. Timah yang
terdapat pada fusible plug dapat meleleh pada temperatur sekitar 95 sampai 100 derajat
celsius

1. Kerusakan dan Perbaikan Katup Expansi dan Kontrol Aliran refrigeran serta
filter/dryer/receiver.

a. Kerusakan Katup dan Perbaikan Expansi dan Kontrol Aliran Refrigerant.

Dilihat dari fungsinya, katup ekspansi merupakan alat pengkabut cairan refrigerant dari
kondensor. Dengan tekanan yang sangat tinggi refrigerant disemprotkan oleh katup
ekspansi sehingga menurunkan tekanan dan temperatur refrigerant pun menjadi dingin.
Banyaknya cairan refrigerant yang dikabutkan oleh katup ekspansi tergantung dari
sensor(bulb) yang berada di dalam evaporator, sehingga cairan yang dikabutkan selalu
dalam kondisi standar sesuai kebutuhan pendinginan evaporator. Adapun masalah-masalah
yang sering terjadi pada katup ekspansi sebagai berikut.

1. Sensor(bulb) terlepas dari dudukannya, sehingga kerja katup ekspansi tidak normal.
kemampuan pendinginan AC mobil.

2. Lubang penyemprotan katup ekspansi terlalu renggang, sehingga cairan refrigerant


yang dikabutkan terlalu banyak dan mengakibatkan tekanan refrigerant pada
evaporator terlalu tinggi. Akibatnya kemampuan pendinginan AC mobil menjadi
berkurang. Untuk mengatasinya, sebaiknya ganti katup ekspansi.

3. Gas pada pipa sensor(capillary bulb) katup ekspansi bocor, sehingga sensor tidak
dapat bekerja. Hal ini dapat mengakibatkan refrigerant yang dikabutkan ke
evaporator menjadi berkurang, tekanan refrigerant di evaporator menjadi sangat

28
rendah, dan menyebabkan kemampuan pendinginan AC mobil berkurang. Agar
kembali normal, sebaiknya ganti katup ekspansi.

4. Lubang penyemprotan katup ekspansi yang berfungsi mengkabutkan refrigerant


tersumbat, sehingga refrigerant tersumbat, sehingga refrigerant yang berhasil di
kabutkan hanya sedikit. Ini akan berpengaruh terhadap kemampuan pendinginan.
Selain itu, dapat menimbulkan bunga es (frozen) pada pipa cairan refrigerant
sebelum masuk ke evaporator. Untuk mengatasinya, bersihkan katup ekspansi.

b. Kerusakan dan Perbaikan Filter/dryer/receiver.

Receiver merupakan alat untuk memisahkan kadar air dan menyaring kotoran yang
terbawa bersama refrigerant. Dapat dibayangkan jika receiver sudah terlampau kotor.
Receiver akan tersumbat sehingga akan menghambat laju sirkulasi refrigerant. Ibarat darah
yang tidak bersikulasi, akan sangat berbahaya bagi tubuh. Umumnya masalah yang terjadi
pada receiver dalah sebagai berikut.

1. Receiver tersumbat kotoran, indikasinya dapat diketahui dengan memegang pipa


masuk dan keluar receiver. Rasakan suhu yang terdapat pada pipa masuk dan
keluar receiver, apakah ada perbedaan suhu atau tidak. Jika ada perbedaan suhu,
dapat dipastikan receiver sudah kotor, sehingga receiver(filter dryer) perlu diganti.

2. Batu silica receiver terlepas dari tempatnya, sehingga menutup saluran refrigerant
dan menghambat aliran refrigerant. Batu silika pada receiver terbungkus dan
berfungsi menyaring kotoran. Jika bungkus batu silica tersebut mengalami
kebocoran, maka batu silika akan masuk kekomponen-komponen AC lainnya.

29
BAB III

PENUTUP

A. Simpulan

Conditioner merupakan sebagian yang penting untuk menambah kenyamanan pada


satu mobil. Kerusakan pada satu bagian komponen dari sistem Air Conditioner akan
membuat kerja dari sistem itu tidak sempurna.
Berdasarkan uraian sistem AC mobil di atas, maka dapat diambil beberapa
kesimpulan yaitu:
1. Komponen-komponen Air Conditioner dan fungsinya adalah sebagai berikut:
a. Kompresor untuk mengkompresikan gas/uap refrigerant yang bertekanan dan
bertemperatur tinggi.
b. Magnetic Clucth untuk menghubungkan dan memutuskan hubungan kompresor
ke mesin/motor listrik.
c. Kondensor untuk mengkondensasikan atau pengembunan gas/uap refrigerant
sehingga menjadi cair.
d. Receiver (filter/dryer) untuk menyaring antara refrigerant dengan oli.
e. Katup ekspansi untuk menurunkan tekanan dan suhu.
f. Evaporator untuk penguapan refrigerant dan pengkabutan udara sehingga suhu di
luar dingin.
g. Blower digunakan untuk menghisap udara segar atau udara yang telah
disirkulasikan ke dalam ruangan.
h. Thermostat merupakan suatu peralatan kontrol yang dapat mengontrol siklus
operasi sistem AC.
Penguapan atau evaporasi adalah proses perubahan molekul di dalam keadaan cair
(contohnya air) dengan spontan menjadi gas (contohnya uap air). Proses ini adalah
kebalikan dari kondensasi. Umumnya penguapan dapat dilihat dari lenyapnya cairan secara
berangsur-angsur ketika terpapar pada gas dengan volume signifikan.

Pengembunan atau kondensasi ialah proses perubahan zat dengan melepaskan kalor atau
panas. Kondensasi uap berubah menjadi cairan ialah lawan dari penguapan atau disebut
dengan evaporasi dan termasuk dari proses eksothermik (melepas panas). Air yang
kelihatannya di luar gelas air dengan suhu dingin di hari yang panas dinamakan dengan
kondensasi.

30
B. Saran
1. Mengingat pentingnya sistem AC, maka setiap pemilik mobil yang berfasilitas
AC harus merawat setiap komponen AC secara teratur.
2. Dalam pengisian refrigerant diusahakan menggunakan refrigerant yang ramah
lingkungan yaitu R-134a, yang tidak mempunyai sifat perusak ozon dan juga tidak
mengandung racun (karena tidak mengandung clor).
3. Pelajaran sistem AC sangat membutuhkan kegiatan praktek oleh karena itu
diperlukan suatu simulator untuk mematangkan pengetahuan tentang AC.

31
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 1996. New Step 1 Training Manual. Jakarta : Toyota Astra Motor
otomotif.iklanmax.com (diakses pada tanggal 27 September 2019)
digilib.unnes.ac.id (diakses pada tanggal 27 September 2019)
fit.uii.ac.id
ridwan.staff.gunadarma.ac.id
www.energyefficiencyasia.org
pksm.mercubuana.ac.id

32