Anda di halaman 1dari 12

Kedudukan Dua Garis dan Jenis Sudut

A. Kedudukan Dua Garis

Coba perhatikan gambar di samping! Sekarang jika kotak


tersebut digambar akan berbentuk seperti gambar balok di
bawah ini.

1. Garis yang melalui AB dan garis yang melalui DC adalah dua garis yang
sejajar (tidak berpotongan). Mengapa? Coba carilah pasangan-pasangan garis
lain yang sejajar! dan disebut segmen garis (segmen) AB dan DC. AB ≅ DC
dibaca segmen AB kongruen (gambar geometri yang sama) dengan segmen
DC.
A B

D C
Gambar 2 garis dg DC = AB
Segmen AB dan segmen BA adalah segmen yang sama sehingga dapat ditulis
AB = BA (karena keduanya merupakan himpunan titik-titik yang sama),
sedangkan AB dan DC dan adalah segmen berbeda dan tidak dapat ditulis
sebagai AB = DC. Carilah segmen lain yang sama!.
2. Garis yang melalui AB dan garis yang melalui AD adalah dua garis yang
berpotongan. Mengapa? Coba carilah pasangan-pasangan garis lain yang
berpotongan!. AB dan AD adalah dua segmen.
3. Garis yang melalui AB dan FG adalah dua garis yang bersilangan (tidak
sejajar dan juga tidak berpotongan). Mengapa? Coba carilah pasangan-
pasangan garis lain yang bersilangan!
4. Untuk setiap tiga titik berbeda pada suatu garis, salah satu tiik terletak antara
dua titik lainnya.

A B C D
Gambar garis dg titik ABCD
a.Tiga segmen berbeda: AB, AC, BC
b.Tiga sinar berbeda: sinar AD, sinar DA, sinar BD
c. Garis: garis AD, garis BC, garis BD
5. Suatu segmen memiliki dua titik akhir dan dapat diukur panjangnya. Panjang
segmen AB kita notasikan dengan |AB| = AB. Misalnya |AB| = AB = 3.

B. Pengertian Sudut

Di sekolah dasar kamu telah mengenal pengertian sudut. Untuk mengingat kembali,
perhatikan dan lakukan kegiatan berikut :
a. Gambar lidi b. Posisi lidi yang telah dipatahkan

Gambar diatas merupakan salah satu contoh dari sudut. Dalam Matematika, sudut
terbentuk dari dua sinar yang titik pangkalnya berimpit, seperti tampak pada gambar
di bawah ini.
A
B Kaki sudut
Titik sudut daerah sudut
Kaki sudut
C

Berdasarkan di atas, maka bagian-bagian sudut terdiri dari dua buah kaki
sudut, titik sudut, dan daerah sudut. Kaki sudut adalah sinar garis yang
membentuk suatu sudut. Titik sudut adalah titik potong pangkal sinar dari
kaki sudut. Daerah sudut yaitu daerah yang terbentuk antara dua kaki
sudut. Sudut pada gambar diatas dinamakan dengan sudut ABC yang
disimbolkan dengan ∠ABC atau sudut CBA yang disimbolkan dengan
∠CBA atau hanya ditulis sudut B yang disimbolkan dengan ∠B.

Latihan !
Tentukan kaki sudut, titik sudut, dan tulislah nama sudut dari gambar di samping!
P R

Kaitkan dg kehidupan nyata

Lebih dari 3000 tahun yang lalu, orang Babylonia telah menemukan
bahwa untuk mengelilingi matahari satu kali putaran penuh pada lintasan
yang berbentuk lingkaran, bumi memerlukan waktu 360 hari. Mereka
membagi lintasan itu menjadi 360 bagian yang sama. Setiap bagian itu
dinamakan satu derajat. Dengan demikian, satu putaran penuh ukurannya
360 derajat, dilambangkan dengan 360°. Selanjutnya sampai sekarang
derajat digunakan sebagai salah satu satuan ukuran.

C. Mengukur Ukuran Sudut dengan Busur Derajat

R
Q
Dapatkah kamu mengukur sudut PQR pada gambar di atas? Alat apakah yang dapat
kamu gunakan untuk mengukur?
Salah satu alat yang dapat digunakan untuk mengukur suatu sudut adalah busur
derajat seperti tampak pada Gambar berikut :

ada busur derajat terdapat dua deretan angka yaitu bagian atas dan bagian bawah.
Pada bagian atas, dari kiri ke kanan tertulis angka 0, 10, 20, 30, . . . , 180, sedangkan
di bagian bawah dari kiri ke kanan tertulis 180, 170, 160, . . . , 0. Perpotongan antara
garis horisontal dengan garis vertikal disebut pusat busur.
Untuk mengukur sudut PQR di atas caranya sebagai berikut.

1. Letakkan pusat busur derajat pada titik sudut, yaitu titik Q. Impitkan garis
horisontal busur derajat yang tertulis angka 0 pada salah satu kaki sudut, yaitu QR.
2. Lihatlah angka pada busur derajat yang berimpit dengan kaki sudut yang lain, yaitu
kaki sudut QP berimpit dengan garis yang menunjukkan angka 100. Jadi ukuran
∠PQR di atas adalah 100°.

Latihan
Tentukan ukuran sudut pada gambar di bawah ini.
K
M

L
KAITKAN DG KEHIDUPAN NYATA

D. Jenis-Jenis Sudut
Sesuai materi yg sudah dikumpulkan
• Sudut yang ukurannya antara 0° dan 90° disebut sudut lancip
• Sudut yang ukurannya 90° disebut sudut siku-siku
• Sudut yang ukurannya antara 90° dan 180° disebut sudut tumpul
• Sudut yang ukurannya 180° disebut sudut lurus.
Dua sudut yang jumlah ukurannya 90°, disebut sudut yang saling berpenyiku.
Sudut yang satu disebut penyiku sudut yang lain.

Dua sudut yang jumlah ukurannya 180°, disebut sudut yang saling berpelurus.
Sudut yang satu disebut pelurus sudut yang lain.
Latihan

Perhatikan gambar jalan di samping. Garis AB adalah tepi jalan yang lurus. Carilah
pasangan dua sudut yang saling berpelurus!

E. Sifat Sudut pada Dua Garis yang Dipotong oleh Garis Ketiga
Sketsa gambar jalan
garis l dan m dipotong oleh garis AB = AB sehingga diperoleh 8 sudut, yaitu
∠1, ∠2, ∠3, ∠4, ∠5, ∠6, ∠7, dan ∠8. Kedelapan sudut tersebut membentuk
pasangan sudut-sudut sebagai berikut.
a. Sudut sehadap, yaitu ∠1 dan ∠5.
b. Sudut dalam berseberangan, yaitu ∠3 dan ∠5.
c. Sudut luar berseberangan, yaitu ∠1 dan ∠8.
d. Sudut dalam sepihak, yaitu ∠4 dan ∠5.
e. Sudut luar sepihak, yaitu ∠1 dan ∠7.
f. Sudut bertolak belakang, yaitu ∠1 dan ∠3.
Latihan
Cek pemahaman keenam sudut seperti diatas
Coba sebutkan sudut sehadap yang lainnya!
Coba sebutkan sudut dalam berseberangan yang lainnya!
Coba sebutkan sudut luar berseberangan yang lainnya!
Coba sebutkan sudut dalam sepihak yang lainnya!
Coba sebutkan sudut luar sepihak yang lainnya!
Coba sebutkan sudut bertolak belakang yang lainnya!

SEGITIGA DAN SEGIEMPAT

A. Pengertian Segitiga
Segitiga adalah bangun datar yang dibatasi oleh tiga buah sisi dan
mempunyai tiga buah titik sudut. Segitiga biasanya dilambangkan dengan
“Δ”.

B. Jenis-jenis Segitiga (GAMBAR)


a. Jenis Segitiga Ditinjau dari Panjang Sisi-sisinya
i. Segitiga samakaki
Segitiga sama kaki mempunyai dua sisi yang sama panjang, maka
segitiga itu juga mempunyai dua sudut sama besar, yaitu sudut
saling berhadapan.
ii. Segitiga samasisi
Segitiga sama sisi mempunyai tiga buah sisi yang sama panjang,
maka ketiga sudutnya juga sama besar, yaitu 60º (Jumlah ketiga
sudut Δ= 180º).
iii. Segitiga sembarang
Segitiga sembarang adalah segitiga yang ketiga sisinya tidak
sama panjang
b. Jenis Segitiga Ditinjau dari Sudut-sudutnya
i. Segitiga Lancip
Segitiga lancip adalah segitiga yang ketiga sudutnya lancip
(berukuran kurang dari 90o)
ii. Segitga Tumpul
Segitiga tumpul adalah segitiga yang salah satu sudutnya tumpul
(berukuran lebih dari 90o)
iii. Segitiga Siku-siku
Segitiga siku-siku adalah segitiga yang salah satu sudutnya
berukuran 90o.

C. Sifat-sifat Segitiga
a. Suatu segitiga dapat dilukis, jika jumlah panjang setiap dua sisinya
lebih dari panjang sisi lainnya.
C
z a+b>c
b a
a+c>b
x y b+c>a
A B
c

b. Sudut terkecil
Sisi di depan sudut terkecil dari suatu segitiga merupakan sisi
terpendek pada segitiga tersebut. Pada segitiga di atas, sudut y
adalah sudut terkecil, maka sisi AC = b adalah sisi terpendek pada
segitiga ABC.
c. Sudut terbesar
Sisi di depan sudut terbesar dari suatu segitiga merupakan sisi
terpanjang pada segitiga tersebut. Pada segitiga di atas, sudut z
adalah sudut terbesar, maka sisi AB = c adalah sisi terpanjang pada
segitiga ABC.

d. Sifat-sifat segitga samakaki


C
Sisi yang sama panjang yaitu AC dan BC
disebut kaki ABC dan sisi yang lain yaitu
AB disebut alas ABC

A B
D

i. Mempunyai dua sisi yang sama panjang AC = BC


ii. Mempunyai dua sudut yang sama besar A = B
iii. Mempunyai sebuah simetri lipat dengan sumbu simetri garis CD,
yang tegak lurus garis AB
iv. Tidak mempunyai simetri putar
v. Mempunyai dua cara untuk dipasangkan menempati bingkainya
e. Sifat-sifat segitiga samasisi
C
i. Mempunyai tiga sisi yang sama panjang
AB = BC = CA
R Q ii. Mempunyai tiga sudut sama besar
A = B = C = 60o
A B iii. Mempunyai 3 simetri putar dan 3 simetri
P

lipat dengan sumbu simetri adalah garis AQ, BR dan CP


iv. Mempunyai 6 cara untuk dipasangkan menempati bingkainya
f. Sifat-sifat segitiga siku-siku
C i. Mempunyai dua sisi yang saling tegak lurus
yaitu AB dan AC
ii. Mempunyai sebuah sudut siku-siku yaitu
A = 90o
iii. Tidak mempunyai simetri lipat
L
A B iv. Tidak mempunyai simetri putar
D. Hubungan Sudut Dalam dan Sudut Luar Segitiga

C i. Sudut A1, B1, dan C1 adalah sudut dalam


2
1 segitiga
ii. Sudut A2, B2, dan C2 adalah sudut luar
A 1 1 2
2
segitiga
B

i. Sudut luar suatu segitiga adalah sudut pelurus dari sudut dalam segitiga
tersebut
ii. A2 adalah sudut pelurus dari A1, maka A2 + A1 = 180o
iii.  B2 adalah sudut pelurus dari B1, maka B2 + B1 = 180o
iv.  C2 adalah sudut pelurus dari C1, maka C2 + C1 = 180o
v. Besarnya sudut luar dari salah satu sudut dalam suatu segitiga, sama
dengan jumlah dua sudut dalam lainnya
A2 = B1 + C1
B2 = A1 + C1
C2 = A1 + B1

E. Keliling dan Luas Segitiga


C C C

t
t t
L
L L A a B
D
A a B A a B

Keliling adalah jumlah panjang ketiga sisinya.


Keliling ABC = AB + BC + CA

Luas segitiga adalah setengah dari hasil kali alas dengan tingginya.
Luas ABC = ½ x alas x tinggi = ½ x a x t

F. Dalil dan Luas Segitiga


C Gambar di samping adalah segitiga siku-siku ABC. Sisi
AB dan AC adalah sisi siku-siku, sedangkan sisi BC
disebut hipotenusa atau sisi miring
b a
Dalil Pythagoras:
L Pada segitiga siku-siku, kuadrat sisi miring sama
A c B
dengan jumlah kuadrat sisi siku-sikunya
Dalil Pythagoras untuk segitiga ABC di atas dirumuskan menjadi:

(BC)2 = (AC)2 + (AB)2 ↔ BC = ( AC) 2 + ( AB) 2

Turunan rumustersebut digunakan untuk menghitung panjang sisi  siku-


siku ABC jika panjang hipotenusa dan sisi yang lain diketahui.

Tripel Pythagoras
Tripel Pythagoras adalah 3 buah bilangan asli yang memenuhi sisi-sisi
segitiga siku-siku. Misalnya segitiga siku-siku ABC seperti gambar di atas,
maka a2 = b2 + c2 dan tripel Pythagorasnya adalah:
c b a
3 4 5
5 12 13
7 24 25 Tripel ini berlaku untuk kelipatannya.
8 15 17
11 60 61
20 21 29

G. Garis-garis pada Segitiga


a. Garis Tinggi
Garis tinggi sebuah segitiga adalah garis yang ditarik dari salah satu
sudut segitiga dan tegak lurus sisi di depannya.
C

Garis CD adalah garis tinggi ABC


L
A B
D

b. Garis Bagi
Garis berat sebuah segitiga adalah garis yang ditarik dari salah satu
sudut segitiga dan membagi sudut itu menjadi dua bagian yang sama
besar.
C
Garis AP, BQ, CR adalah garis bagi
••
P ABC. Ketiga garis bagi tersebut
Q O
berpotongan pada titik O, yang disebut
o
o *
* dengan titik pusat lingkaran dalam
A B
R segitiga.

c. Garis Berat
Garis berat sebuah segitiga adalah garis yang ditarik dari salah satu
sudut segitiga ke tengah sisi di depannya.
C

Garis CD adalah garis berat ABC,


sehingga AD = BD
A // // B
D

d. Garis Sumbu
Garis sumbu sebuah segitiga adalah garis yang ditarik dari titik tengah
sisi segitiga dan tegak lurus sisi tersebut.
C
_ V Garis OD, OE, dan OF adalah garis
F E sumbu ABC, masing-masing tegak
_ O V lurus garis AB, BC, dan CA, sehingga
// L AD = BD, BE = CE, dan CF = AF
A // B
D

Ketiga garis sumbu tersebut berpotongan di titik O, yang disebut


dengan titik pusat lingkaran luar segitiga.

H. Persegi Panjang
Persegi panjang adalah segiempat dengan sisi-sisi yang berhadapan sama
panjang dan sejajar, serta sudut-sudutnya 90o.
D // C

_ _
O
A // B

a. Sifat-sifat Persegi Panjang


Dengan memperhatikan gambar di atas, maka sifat-sifat persegi
panjang adalah sebagai berikut:
i. Mempunyai 4 sisi yang saling berhadapan sama panjang dan
sejajar
AB = DC dan AB // DC
AD = BC dan AD // BC
ii. Mempunyai 4 sudut siku-siku yaitu A = B = C = D = 90o
iii. Mempunyai 2 diagonal yang sama panjang dan saling membagi
dua sama panjang
AC = BD dan AO = OC = OB = OD
iv. Mempunyai 2 simetri putar dan 2 simetri lipat
v. Mempunyai 4 cara untuk dipasangkan menempati bingkainya
b. Keliling dan Luas Persegi Panjang
Keliling suatu bangun adalah jumlah sisi-sisi yang membatasi bangun
tersebut.
Pada gambar di atas, keliling persegi panjang = AB + BC + CD + DA
dengan AB = CD = panjang = p
BC = DA = lebar = ℓ
Jadi, keliling persegi panjang = 2 (p + ℓ)
Luas daerah persegi panjang adalah hasil kali ukuran panjang dan
lebarnya
Jadi, luas persegi panjang = p x ℓ
I. Persegi
Persegi adalah persegi panjang yang semua sisinya sama panjang.
D C
I

_ _
O

A I B

a. Sifat-sifat Persegi
Dengan memperhatikan gambar di atas, maka sifat-sifat persegi
adalah sebagai berikut:
i. Mempunyai 4 sisi yang sama panjang dan sisi yang berhadapan
sejajar
AB = BC = CD = DA dan AB // DC, AD // BC
ii. Mempunyai 4 sudut siku-siku yaitu A = B = C = D = 90o
iii. Mempunyai 2 diagonal yang saling berpotongan tegak lurus di titik
O, yaitu AC dan BD
iv. Kedua diagonal sama panjang dan saling membagi dua sama
panjang
AC = BD dan AO = OC = OB = OD
v. Mempunyai 4 simetri putar dan 4 simetri lipat
vi. Mempunyai 8 cara untuk dipasangkan menempati bingkainya
b. Keliling dan Luas Persegi
Pada gambar di atas, keliling persegi = AB + BC + CD + DA dengan
AB = CD = BC = DA = sisi = s
Jadi, keliling persegi = 4s
Luas daerah persegi adalah hasil kuadrat dari panjang sisinya
Jadi, luas persegi = s2

J. Jajargenjang
Jajargenjang adalah segiempat dengan sisi-sisi yang berhadapan sama
panjang dan sejajar. Besar semua sudut tidak sama dengan 90o.
D
// C
_ O _

A //
B

a. Sifat-sifat Jajargenjang
Dengan memperhatikan gambar di atas, maka sifat-sifat jajargenjang
adalah sebagai berikut:
i. Mempunyai 4 sisi yang saling berhadapan sama panjang dan
sejajar
AB = DC dan AB // DC
AD = BC dan AD // BC
ii. Mempunyai 4 sudut, dengan sudut-sudut yang berhadapan sama
besar, A = C dan B = D
iii. Jumlah dua sudut yang saling berdekatan 180o
A + B = 180, A + D = 180, C + B = 180, C + D = 180
iv. Mempunyai 2 diagonal yang tidak sama panjang, berpotongan di
titik O dan saling membagi dua sama panjang
AC > BD, dengan AO = OC dan OB = OD
v. Mempunyai 2 simetri putar dan tidak mempunyai simetri lipat
vi. Mempunyai 2 cara untuk dipasangkan menempati bingkainya
b. Keliling dan Luas Jajargenjang
Pada gambar di atas, keliling jajargenjang = AB + BC + CD + DA
dengan AB = CD = panjang = p
BC = DA = lebar = ℓ
Jadi, keliling jajargenjang = 2 (p + ℓ)

Jajargenjang terdiri atas 2 buah segitiga yang kongruen, yaitu ABD


dan CDB. Luas daerah jajargenjang ABCD = 2 x luas ABD
Luas ABD = ½ x alas x tinggi = ½ x AB x DD’
Karena AB = panjang jajargenjang, maka
Luas ABD = ½ x panjang x tinggi
Jadi, luas jajargenjang ABCD = 2 x luas ABD
= 2 x (½ x panjang x tinggi)
= panjang x tinggi

K. Belahketupat
Belahketupat adalah jajargenjang yang semua sisinya sama panjang.
C

\ /
L
D B
O
/ \

A
a. Sifat-sifat Belahketupat
Dengan memperhatikan gambar di atas, maka sifat-sifat belahketupat
adalah sebagai berikut:
i. Mempunyai 4 sisi yang sama panjang dan sisi yang berhadapan
sejajar
AB = BC = CD = DA dan AB // DC, AD // BC
ii. Mempunyai 4 sudut, dengan sudut-sudut yang berhadapan sama
besar, A = C dan B = D
iii. Jumlah dua sudut yang saling berdekatan 180
A + B = 180, A + D = 180, C + B = 180, C + D = 180
iv. Mempunyai 2 diagonal yang tidak sama panjang, berpotongan
tegak lurus di titik O dan saling membagi dua sama panjang
AC > BD, dengan AO = OC dan OB = OD
v. Mempunyai 2 simetri putar dan 2 simetri lipat
vi. Mempunyai 4 cara untuk dipasangkan menempati bingkainya
b. Keliling dan Luas Belahketupat
Pada gambar di atas, keliling belahketupat = AB + BC + CD + DA
dengan AB = BC = CD = DA = sisi = s
Jadi, keliling belahketupat = 4s

Belah ketupat juga merupakan jajargenjang, maka rumus luas


belahketupat sama dengan jajargenjang yaitu panjang x tinggi.
Karena pada belahketupat diagonal-diagonalnya saling tegak lurus
dan saling membagi dua sama panjang, maka luas belahketupat
adalah setengah dari hasil kali panjang kedua diagonalnya.
Jadi, luas belahketupat = ½ x diagonal 1 x diagonal 2
= ½ x AC x BD

L. Trapesium
Trapesium adalah segiempat dengan sepasang sisi yang berhadapan sejajar.
C H G L K
D _
| > > >
= = t
L L
A > B E
> F I > J

a. Macam-macam Trapesium
i. Trapesium siku-siku adalah trapesium yang salah satu sudut
alasnya siku-siku
ii. Trapesium samakaki adalah trapesium yang sisi tidak sejajarnya
sama panjang
iii. Trapesium sembarang adalah trapesium yang sisi tidak sejajarnya
tidak sama panjang dan tidak ada sudut 90o
b. Sifat-sifat Trapesium
i. Pada setiap trapesium, jumlah tiap pasang sudut dalam sepihak
pada sisi yang sejajar adalah 180o
A + D = 180, B + C = 180o,
E + H = 180, F + G = 180o
L + I = 180, K + J = 180
ii. Pada trapesium samakaki, terdapat 2 garis yang sama panjang
dan 2 pasang sudut yang sama besarnya
EG = HF dan E = F, H + G
iii. Pada trapesium siku-siku, terdapat 2 sudut siku-siku
A = D = 90
c. Keliling dan Luas Trapesium
Keliling trapesium adalah jumlah panjang keempat sisinya.
Keliling trapesium = AB + BC + CD + DA
Luas trapesium adalah setengah dari hasil kali jumlah sisi-sisi yang
sejajar dengan tingginya. Tinggi adalah jarak antara dua garis sejajar.
Jadi, luas trapesium = ½ x (AB + CD) x t

Anda mungkin juga menyukai