Anda di halaman 1dari 10

SOAL FARMAKOTERAPI TERAPAN TANGGAL 20 APRIL 2017

1. A. Pengambilan keputusan.
Pengambilan keputusan juga dikatakan sebagai penentuan diagnosa untuk menentukan
terapi. Data laboratorium tergolong ke dalam pemeriksaan penunjang.
Pemeriksaan penunjang, anamnesa dan pemeriksaan fisik dilakukan untuk menentukan
diagnosa.

2. E. Opportunity Cost.
Yaitu kehilangan kesempatan dan pendapatan akibat gaji yang tidak dibayarkan di hari
Aminah tidak masuk kantor selama sehari.

3. D. Efikasi Terapi.
Yang tergolong ke dalam Clinical Outcome : Efikasi, Toksisitas, alergi, morbiditas,
mortalitas.

4. B. Perbaikan respon klinik penderita.


Karena pasien sudah tidak memerlukan lagi obat tersebut karena tekanan darahnya
sudah kembali normal.

5. C. Jumlah Obat.
Karena setiap obat memiliki indeks terapi minimum dan maksimum. Hal yang
mempengaruhi adalah jumlah/dosis obat yang dikonsumsi. Jika terlalu rendah tidak
memberikan efek terapi dan jika terlalu tinggi bisa bersifat racun/toksik.

6. E. Anti Hemoragik
Transamin adalah obat golongan anti fibrinolitik yang mengandung asam traneksamat
yang manfaatnya adalah untuk membantu pembekuan darah pada pendarahan dan
pembengkakan.

7. A. Pengobatan dapat dihentikan, karena pasien menderita hipertensi ringan.


Dapat dihentikan karena tekanan darah wanita tersebut sudah kembali normal dan
hanya menderita hipertensi ringan. Hipertensi tersebut mungkin terjadi karena wanita
tersebut mungkin banyak mengkonsumsi makanan yang tinggi Natrium atau sedang
stress, sehingga dapat kembali normal ketika dijaga.

8. A. ICCD
Karena dilihat berdasarkan ciri-ciri klinik / gejala penyakit yang mirip/sama. ICD 10 untuk
diagnosis dan ICD 9 CM untuk tindakan pengobatan.

9. E. Air
Pada pasien geriatric (lanjut usia) komposisi air dalam tubuh akan berkurang sehingga
menyebabkan penurunan volume distribusi obat yang larut dalam air, hingga
menyebabkan banyaknya obat bebas dalam darah.

10. B. Luas permukaan tubuh.


Lebih tepat karena banyak fenomena fisik sehingga lebih tepat jika perhitungan fosis
berdasarkan luas permukaan tubuh.

11. B. Toleransi farmakodinamika.


Karena adaptasi sel/reseptor terhadap obat tergolong ke dalam faktor-faktor
farmakodinamika interaksi obat-reseptor.

12. E. Educated guess


Selain itu dapat digunakan perhitungan dengan klirens hepatic dan klirens total.

13. A. Indometasin
Karena indometasin tergolong NSAID. NSAID non selektif seperti indometasin telah
diketahui menghambat prostaglandin yang jika dikonsumsi jangka panjang dapat
menyebabkan tukak lambung dan nyeri ulu hati.

14. A. Indometasin

15. B. 100-150

16. D. Infeksi yg kontinu karena infeksi bakteri di usus mengubah flora usus sehingga dapat
menyebabkan kurangnya nutrisi yang diperoleh tubuh dari makanan.

17. D. Menganjurkan Operasi pada saat kelahiran untuk mencegah terjadinya penularan ke
bayi melalui plasenta bayi

18. D. Obat Imunosupresan


Karena pasien yg melakukan transplantasi ginjal harus diberi obat imunosupresan untuk
mencegah tubuh menolak ginjal baru. Karena sistem imun ditekan, tubuh menjadi
sangat rentan terkena infeksi opotunistik.

19. E. Asiklovir. Asiklovir dapat mengintervensi sintetis virus dan replikasinya.

20. D. Angka morbiditas

21. Etiologi dari pneumonia tsb disebabkan oleh.. A. Mycoplasma pneumonia


 Pneumonia dengan onset lbh lambat (dmn terjadi batuk dan susah bernapas
tanpa produksi dahak secara jelas) dapat disebabkan oleh Mycoplasma pneumonia

22. Berdasarkan gejala klinis dan pemeriksaan pasien tsb mengalami pneumonia
tipe.. B. Atypical.
 Salah satu gejala pneumonia atypical adalah batuk tidak produktif

23. Antibiotic pilihan utama… B. Doksisiklin


 Antibiotic untuk pneumonia atypical : doksisiklin,

24. Jika pasien memulai terapi dgn eritromisin dan pasien jg mendapatkan loratadin.
Interaksi yang timbul.. A. Eritromisin dapat meningkatkan konsentrasi plasma
dari Loratadin
 Ada di pionas

CASE STUDY
 Subjektif : laki-laki berusia 35 tahun, pecandu alcohol, demam 3 minggu, lemas,
tidak nafsu makan dan batuk produktif dengan dahak berwarna hijau dan berbau
busuk. Pernah menderita radang gusi dan karies gigi.
 Objektif : - suhu badan 38 C
- denyut jantung 96/menit
- kecepatan bernafas 25x/menit
- tekanan darah 120/80 mmHg
- hasil rontgen : konsolidasi di segmen superior dari lobus kanan bawah

25. Berdasarkan gejala klinis dan pemeriksaan pasien tsb mengalami pneumonia
tipe … C. Aspirasi
 Pneumonia aspirasi adalah komplikasi dari aspirasi paru (masuknya
makanan/asam lambung/air liur/ benda asing ke paru-paru), salah satu
penyebabnya adalah mengkonsumsi alcohol berlebih (pecandu alcohol)
 Salah satu penyebab sindroma pneumonia aspirasi adalah aspirasi bakteri dari
oral dan oropharyngeal yang tdpt disekitar gigi.
 Salah satu gejala klinis pneumonia aspirasi adalah adanya sputum berwarna
hijau dan berbau busuk
 Pada pneumonia aspirasi, hasil pemeriksaan rontgen menunjukkan pada pasien
pecandu alkohol yang mengalami aspirasi pada posisi prone, kosolidasi yang
terbentuk lebih sering pada lobus atas paru-paru kanan.

26. Jenis infeksi yg memiliki gejala sputum yg berbau disebabkan oleh … B.


Streptococcus pneumonia
 Salah satu data subjektif pasien adalah riwayat radang gusi dan karies gigi.
Karies gigi disebabkan oleh bakteri golongan streptococcus

27. Faktor predisposisi dari pasien tsb.. C. Karies gigi


 Salah satu faktor predisposisi pneumonia aspirasi adalah hygine gigi yang tidak
baik

28. Penatalaksanaan pneumonia yg resisten S. pneumonia diberikan.. D.


Seftriakson
 Salah satu antibiotic yang resisten thdp s. pneumonia adalah penisilin
 Eritromisin aktif thdp staphylococcus yg resisten penisilin, tp akhir2 ini resisten
juga
 Seftriakson merupakan antibiotik golongan sefalosporin generasi III yang secara
umum menunjukan aktivitas terhadap gram negatif yang lebih besar dan mempunyai
hambatan yang baik terhadap S. pneumonia

29. Penatalaksanaan pneumonia yg sensitive thdp H. influenzae diberikan.. B.


Azitromisin
 Azitromisin adalah antibiotic golongan makrolida yang aktif thdp bakteri gram
negative seperti H. influenzae

CASE STUDY
 Subjektif : Pria 45 tahun, mengeluh nyeri dada yg timbul saat beraktivitas dan
berkurang bila beristirahat. Dicurigai angina pectoris stabil
 Objektif : - Tekanan darah : 150/90 mmHg
- Denyut nadi : 72 kali/menit
- Tinggi dan berat badan : 156 cm 72 kg
- Paru dan jantung dalam batas normal, EKG normal
- Kolesterol total 200 mg/dL  normal
- Kadar LDL 120 mg/Dl  tinggi
- Kadar HDL 30 mg/dL  rendah
- Kadar trigliserida 150 mg/dL  normal

30. Pengobatan awal angina pectoris stabil.. A. Nitrat


 Nitrat merupakan obat pilihan pertama dalam angina. Nitrat menyebabkan
vasodilatasi semua system vascular sehingga aliran darah meningkat.

31. Obat hipolipidemia yg direkomendasikan.. E. Atorvastatin


 Tujuan terapi : menurunkan LDL dan meningkatkan HDL
 Indikasi dari golongan statin (Atorvastatin) adalah utk menurunkan LDL dan
meningkatkan HDL, serta menurunkan trigliserid (namun kurang efektif)

32. Penggunaan Verapamil dgn obat hipolipidemia menyebabkan.. A. Peningkatan


kadar statin
 Verapamil merupakan obat calcium channel blocker yang dikonsumsi bersamaan
dengan statin dapat menyebabkan interaksi obat yaitu meningkatkan efek toksisitas
statin didalam tubuh

33. Hal yang dapat menurukan HDL..


 Penyebab HDL turun : - Faktor genetic
- Merokok
- Stress
- Obesitas
- Kurang olahraga
- Pecandu alcohol

34. Efek samping statin.. A. Sakit kepala


 Efek samping statin: - Miositis (sementara)
- Sakit kepala
- Perubahan fungsi ginjal, hati, dan efek salcer
- Parestesia
- Ruam kulit dan rx hipersensitivitas (jarang)
- Efek pd otot (miopati)

35. Golongan statin yg sdh ditarik dari peredaran krn efek samping lbh besar .. C.
Cerivastatin
 Pada tahun 2001, Cerivastatin ditarik dari peredaran karena kasus
Rhabdomyolisis

36. Yg dpt terdeteksi saat pemeriksaan lab jika terjadi interaksi obat tsb.. (gatau)

37. B. Efek penurunan LDL Simvastatin dosis 10 mg lebih besar dibandingkan


Pravastatin dosis 10 mg
 Simvastatin 10 mg dapat menurunkan LDL sebesar 28% sedangkan Pravastatin
dosis 10 mg hanya dpt menurunkan LDL sebesar 20%

38. Parameter pada otot peripheral yg dpt dilihat jika terjadi efek samping golongan
statin.. A. tingkat kinase creatin serum > 10 kali diatas normal

CASE STUDY
 Subjektif : Laki-laki 70 tahu, 1 hari yg lalu batuk berdahak, kental kekuningan dan
demam, selama 1 thn sering sesak terutama saat bekerja, 3 tahun sering batuk
 Objektif : - Tekanan darah : 140/100
- Denyut nadi : 120 x / menit
- Thorax tampak hipertrophi dan membesar
- Wheezing + pada kedua paru

39. Pasien tsb menderita.. B. Bronkitis kronis


 Gejala bronchitis kronis pada pasien: batuk berdahak dengan lendir kental
kekuningan, demam, sesak nafas dan wheezing

CASE STUDY
 Subjektif : Umur 4 tahun, sesak nafas, batuk dan demam sejak 3 hari yg lalu
 Objektif : - Nafas cuping hidung
- Retraksi interkosta
- Suhu badan 38,6 C
- Ronki basah kasar pada kedua lapang paru
- Pemeriksaan sputum didapatkan H. influenza

40. Antibiotic yg diberikan.. C. Amoksilin-asam klavulanat


 Co-amoiclav (amoksilin dan asam klavunalat) mempunyai mekanisme kerja
penghambat beta lactamase. Kombinasi ini aktif thdp bakteri penghasil penicillinase
yg resisten thdp amoksisilin (S. aureus, E. Coli, H. influenza, Bacteroides, dan
Klebsiella)

Soal Uraian A2
1.
a. Persyaratan kompetensi yang dimiliki seorang profesi yaitu memiliki knowledge (ilmu
pengetahuan), skill (keahlian, keterampilan) dan attitude (etika, sikap)
- Knowledge : akumulasi pengetahuan yang telah disistematiskan dan
diorganisasikan untuk mencapai kebenaran umum dan dapat dijadikan pegangan
dasar dalam bertindak
- Skill : keahlian, kemahiran, kemampuan serta keterampilan dalam
mengaplikasikan ilmu pengetahuan, teknik, metode dan prinsip. Diperoleh melalui
pendidikan, pelatihan, observasi, dan praktek lapangan/ magang.
- Attitude : sikap atau tingkah laku yang tepat

b. Penekanan pengetahuan tenaga medis dan tenaga kefarmasian

2. Pedoman pemberian obat pada kelompok usia:


a. Pediatric
- Dosis untuk anak
1) Rumus augsberger
2-12 bulan : (usia dalam bulan + 13)% dari dosis dewasa
1-11 tahun : (4(usia dalam tahun) + 20)% dari dosis dewasa
12-16 tahun : (5(usia dalam tahun) + 10)% dari dosis dewasa
2) Skala denekamp
Umumnya dosis untuk anak-anak diukur berdasarkan berat badan (karena itu
dibutuhkan perkalian dengan berat badan dalam kilogram untuk menentukan
dosis anak) kadang dosis ditentukan berdasarkan luas permukaan tubuh (dalam
m2).

𝑡𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖 (𝑐𝑚) × 𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑏𝑎𝑑𝑎𝑛 (𝑘𝑔)


𝑙𝑢𝑎𝑠 𝑝𝑒𝑟𝑚𝑢𝑘𝑎𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑑𝑎𝑛 = √
3600

b. Geriatric
Dosis lansia
65-74 tahun : Dosis dewasa – 10 %
75- 84 tahun : Dosis dewasa – 20 %
85 tahun dan lebih : Dosis dewasa – 30 %

- Hindari terapi yang tidak perlu


- Mengobati penyebab bukan sekedar gejala
- Titrasi dosis
- Pemilihan obat dan bentuk sediaan yang tepat
- Adanya penyakit lansia atau penurunan fungsi organ
- Riwayat pengobatan yang terekam dengan baik
- Peningkatan kepatuhan lansia melalui konseling
- Waspada efek samping obat pada lansia
- Peningkatan kualitas hidup lansia

3.
a. tujuan pemberian HAART
pemberian HAART adalah terapi untuk pasien dengan HIV. Adapun tujuan terapi HIV
adalah:
- menghambat replikasi virus
- meningkatkan nilai CD4 pasien
- meningkatkan morbiditas
- menurunkan angka kematian
HAART merupakan kombinasi 2 RTI dan 1 PI adapun tujuan kombinasi ARV ini adalah
untuk menghambat lebih lagi replikasi virus karena HAART ini menghambat replikasi
virus di beberapa tahap dalam siklus replikasi virus.

b. hubungan HAART dan ARV


Prinsip pemberian ARV adalah harus menggunakan 3 jenis obat yang ketiganya harus
terserap dan berada dalam dosis terapetik dalam darah, dikenal dengan HAART atau
Hihgly Active Antiretroviral Therapy. Istilah HAART sering disingkat ART
(Antiretroviral Therapy) atau terapi ARV. HAART merupakan kombinasi 2 RTI dan 1
PI.
c. Mekanisme kerja kelompok NRTI, NNtRTI, dan NNRTI
- NRTI
Merupakan analog purine atau pirimidin (nucleoside) yang menghambat reverse
transcriptase pada HIV sehingga menghambat replikasi virus tersebut. Analog
nucleoside ditangkap oleh sel yang diserang HIV, kemudian terfosforilasi oleh
kinase menjadi turunan trifosfat. Nukelotida (turunan trifosfat) tersebut dimasukkan
sebagai template RNA dari HIV oleh enzim reverse transcriptase sehingga terbentuk
DNA komplementer yang berbeda dari DNA HIV. DNA yang berbeda ini lah yang
menyebabkan penghentian proses transkripsi dan pencegahan proses elongasi.
- NNtRTI
- NNRTI

Soal uraian B2
1. Kasus Pneumonia
1) Diagnosis Pasien berdasarkan CURB-65
Faktor Klinis Poin
Confusion (Kebingungan) 0
Urea 0
Respiratory rate ≥ 30x / menit 0
Tekanan darah sistolik < 90 mmHg
Atau 1
Tekanan darah diastolic ≤ 60 mmHg
Umur ≥ 65 tahun 1
Total 2
Hasil diagnosis = 2 (Moderate/sedang)
Direkomendasikan pasien untuk rawat inap jangka pendek atau rawat jalan yang
diawasi dengan ketat.

2) Klasifikasi pneumonia berdasarkan etiologi


a. Pneumonia typical
Pneumonia yang disebabkan oleh mikroorganisme yang lazim menyebabkan
infeksi pernapasan. Contohnya adalah Streptococcus pneumoniae, Haemophilus
influenzae.
b. Pneumonia atypical
Pneumonia yang disebabkan oleh mikroorganisme yang tidak lazim menyebabkan
infeksi pernapasan. Contohnya adalah Legionella, Coxiella burnetti, E.coli.

3) Penatalaksanaan pasien
a. Pengobatan simptomatik:
Mukolitik (untuk batuk produktif): ambroksol
Antipiretik (untuk demam): ibuprofen
Terapi oksigen
b. Pengobatan antibiotik kurang dari 8 jam -> golongan spektrum luas:
c. golongan beta laktam seperti golongan penisilin (penisilin G) atau sefalosporin
(cefuroxime atau cefixime)

4) Switch terapi
Perubahan atau penggantian bentuk sediaan dari sediaan parenteral menjadi sediaan
oral.
Switch terapi dibagi menjadi:
a. Sekuensial: obat sama, potensi sama.
b. Step-down: obat sama, potensi lebih rendah.
Kriteria: Setelah pemberian antibiotic secara parenteral selama 72 jam, terjadi
perubahan klinis seperti batuk yang berkurang, demam yang mereda, tekanan darah
normal, tidak terjadi sesak nafas, maka dilakukan switch terapi.

2. Kasus SKA
1) Kategori SKA:
EKG normal
Pengukuran enzim penanda: normal
Angina
Gejala terlihat
Penyempitan pembuluh darah: <50%
Perubahan EKG: depresi segmen ST (penurunan
N-STEMI
segmen ST)
(Non ST Elevation
Enzim penanda meningkat
Myocardial Infark)
Penyempitan pembuluh darah: 60-70%
Perubahan EKG: elevasi segmen ST (peningkatan
STEMI
segmen ST)
(ST Elevation Myocardial
Enzim penanda meningkat
Infark)
Penyempitan pembuluh darah: 80-90%
Jantung aritmia: gangguan irama jantung menjadi
IMA
tidak beraturan
(Infark Miokard Akut)
Dibutuhkan antiaritmia: prokain, lidokain
Penyempitan pembuluh darah:100%

2) Penatalaksanaan kasus
a. Perubahan gaya hidup: menghentikan penggunaan rokok.
b. Pemberian vasodilator untuk meningkatkan aliran darah: Nitrat organik.
c. Pemberian obat untuk riwayat hipertensi dan dyslipidemia:
Hipertensi: pemberian amlodipine (golongan CCB)
Dislipidemia: pemberian atorvastatin
d. Pemberian antiagregasi platelet: Aspirin (untuk mencegah terjadinya agregasi
platelet)

3) Hubungan antara hipertensi dan dislipidemia dengan SKA:


Hipertensi dapat berpengaruh terhadap jantung melalui meningkatkan beban jantung
sehingga menyebabkan hipertrofi ventrikel kiri dan mempercepat timbulnya
aterosklerosis karena tekanan darah yang tinggi dan menetap akan menimbulkan
trauma langsung terhadap dinding pembuluh darah arteri koronaria sehingga
memudahkan terjadinya aterosklerosis koroner.
Kolesterol, lemak, dan substansi lainnya dapat menyebabkan penebalan dinding
pembuluh darah arteri, sehingga lumen dari pembuluh darah tersebut menyempit dan
proses ini disebut aterosklerosis. Penyempitan pembuluh darah ini akan menyebabkan
aliran darah menjadi lambat bahkan dapat tersumbat sehingga aliran darah pada
pembuluh darah koroner yang fungsinya memberi oksigen ke jantung menjadi
berkurang. Kurangnya oksigen akan menyebabkan otot jantung menjadi lemah, nyeri
dada, serangan jantung bahkan kematian mendadak

4) Faktor predisposisi
a. Merokok
b. Berat badan berlebih (overweight)
c. Hipertensi berat
d. Anemia berat
e. Pekerjaan yang selalu stress
f. Dislipidemia