Anda di halaman 1dari 4

Hybrid Costing (Operation Costing)

Hybrid Costing atau penetapan harga pokok campuran ini memadukan ide yang terdapat
dalam job-order costing dan process costing. Sistem biaya dapat digunakan dengan perhitungan
biaya dalam proses (process costing) dan perhitungan biaya berdasarkan pesanan (job order
costing). Perhitungan biaya berdasarkan pesanan dan perhitungan biaya berdasarkan proses
adalah dua metode akumulasi biaya yang paling banyak digunakan dan keduanya memiliki
beberapa aspek yang sama.

Process Costing atau penetapan harga pokok proses dipakai untuk menghitung biaya
produksi dari kegiatan produksi yang bersifat kontinyu. Dalam sistem produksi tersebut tak dapat
dikenal lagi biaya yang dikeluarkan untuk setiap jenis produk tertentu. Biaya satuan hanya dapat
dihitung dengan membagi total biaya pabrik selama periode tertentu dengan jumlah produk yang
selesai dikerjakan. Total biaya pabrik diperoleh dari penjumlahan biaya-biaya pada setiap
departemen yang dilalui oleh produk tersebut. Kalkulasi biaya proses(process costing) digunakan
dalam perusahaan yang menghasilkan barang sejenis secara massal seperti bahan kimia.
Akuntan mengakumulasi biaya setiap departemen selama periode waktu tertentu serta
mengalokasikan biaya-biaya tersebut ke seluruh produk yang dibuat selama periode tersebut.

Kalkulasi biaya pesanan (job order costing) digunakan dalam perusahaan yang berdasarkan
pesanan untuk memenuhi spesifikasi pelanggan seperti percetakan. Biaya dibebankan ke masing-
masing pekerjaan.

Dalam perhitungan biaya berdasarkan pesanan maupun dalam perhitungan biaya


berdasarakan proses, perhatian yang cukup besar diberikan terhadap perhitungan terperinci atas
biaya barang dalam proses. Terdapat solusi yang dapat digunakan untuk menggabungkan dua
mtode kalkulasi tersebut yaitu penggunaan metode Hybrid Costing. Hybrid costing menggunkan
akumulasi biaya berdasarkan pesanan untuk menelusuri bahan baku langsung ke batch dan
menggunakan akumulasi biaya berdasarkan proses untuk menelusuri biaya tenaga kerja langsung
dan biaya overhead.
Hybrid Costing

Menurut Horngren (2003:609) Hybrid Costing yaitu :

“Sistem kalkulasi biaya hybrid menggabungkan karakteristik perhitungan biaya


berdasarkan pesanan (job order costing) dan perhitungan biaya berdasarkan proses (process
costing) yang menggabungkan proses pesanan manufaktur dan arus manufaktur berkelanjutan”

Hybrid Costing atau penetapan harga pokok campuran ini memadukan ide yang terdapat
dalam job-order costing dan process costing. Pemilihan ini bergantung pada sistem produksi
yang mendasarinya. Industri memiliki dua pilihan diantara dua mode dasar untuk mengorganisisr
kegiatan produksi, yaitu produksi batch dan produksi continuous flow.

Setiap perusahaan mengembangkan sistem kalkulasi biaya produk miliknya untuk


memenuhi kebutuhan spesifik. Banyak perusahaan menerapkan sistem kalkulasi biaya operasi
(operation costing) atau sistem kalkulasi biaya campuran /hybrid ( hybrid costing) untuk
memproduksi barang yang memerlukan bahan langsung yang berbeda tapi pemrosesannya sama.
Suatu operasi adalah metode produksi, teknik atau langkah-langkah rutin yang dilaksanakan
secara berulang-ulang . Kalkulasi biaya hybrid (operasi) sangat tepat bagui perusahaan makanan,
pakaian, furniture, otomotif dan perusahaan sejenis. Sebagai contoh perusahaan pakaian pria
yang membuat pakaian yang berbeda dengan bahan baku kain yang berbeda namun dengan
proses penjahitan dengan mesin yang sama.

Sebagaimana dalam kalkulasi biaya pesanan, akuntan secara spesifik mengalokasikan


bahan baku langsung ke batch dengan menggunakan kalkulasi biaya operasi (hybrid). Walaupun
demikian, tenaga kerja langsung dan overhead diabsorpsi dengan cara yang sama seperti dalam
kalkulasi biaya berdasarkan proses (process costing), serta membebankan biaya konversi ke
seluruh unit fisik yang melewati operasi dengan menggunakan rata-rata biaya konversi per unit
untuk operasi tersebut. Kalkulasi biaya operasi (hybrid) sangat cocok digunakan untuk
memenuhi kebutuhan sejumlah pengusaha manufaktur yang produknya mempunyai variasi
rancangan tunggal dan memerlukan berbagai operasi tersandarisasi yang berurutan , karena
kalkulasi biaya pesanan dan proses mewakili dua sisi yang berbeda dari sebuah kesatuan,
perusahaan menyesuaikan ciri-ciri kedua sistem ini untuk mendapatkan sistem yang paling baik
dalam mencerminkan pemrosesan actual mereka.
Kalkulasi biaya operasi (operation costing) atau campuran (hybrid costing system).
Digunakan dalam perusahaan yang memproduksi barang yang memerlukan bahan langsung yang
berbeda tetapi pemrosesannya serupa seperti pakaian dengan berbagai model. Akuntan secara
spesifik mengalokasikan bahan langsung ke batch dengan menggunakan kalkulasi biaya operasi.
Sedangkan tenaga kerja langsung dan overhead diabsorpsi dengan cara sama seperti dalam
kalkulasi biaya proses.
TUGAS REACTION PAPER SEMINAR MANAJEMEN
BIAYA

Hybrid Costing (Operation Costing)

ARIEF AZHAR 0810533143

IVONNY ERZA PUTRI 0810533139

RIZKI KHAIRA 0810533168

TAUFIK AZANI 0810533155

ASMINI 0810533140

JURUSAN AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS ANDALAS

PADANG

Anda mungkin juga menyukai