Anda di halaman 1dari 24

LAPKAS

TETANUS

Laporan Kasus ini dibuat untuk melengkapi persyaratan mengikuti Kepaniteraan


Klinik Senior di Bagian Ilmu Kesehatan Anak RSU. Haji Medan

Pembimbing:
dr. Sevina Marisya, Sp.A
Disusun Oleh:
Diah Putri Utami 102118128
Elsa Amimi 102118077
Miftah Asnafri Rahmah 102118040
Muhammad Fauzan 71170891437
Puspita Dewi 711608911000
Rahmi Ayu R S 71160891773
Yogi Scorpiones Okman 102118098

KEPANITERAAN KLINIK SENIOR SMFILMU KESEHATAN ANAK


FAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS BATAM DAN UNIVERSITAS
ISLAM SUMATERA UTARA
RSU HAJI MEDAN
2019
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat, dan karunia-Nya
sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan kasus yang berjudul “TETANUS”
yang disusun dalam rangka untuk memenuhi persyaratan mengikuti kepaniteraan
senior di bagian Ilmu Kesehatan Anak di RSU. Haji Medan.
Terima kasih kepada dokter pembimbing dr. Sevina Marisya, Sp.A, yang
telah membimbing, mengarahkan, dan memberikan ilmu kepada penulis.
Penulis menyadari bahwa laporan kasus ini jauh dari kesempurnaan, untuk itu
penulis mengharapkan kritik serta saran. Semoga dengan adanya laporan kasus ini
dapat memberikan manfaat dan menambah pengetahuan semua pihak.

Medan, April 2019

Penulis

Lapkas Ilmu Kesehatan Anak Page 2


Tetanus
PENGKAJIAN AWAL MEDIS RAWAT INAP
PENYAKIT ANAK

Nama : M. Alkindi Zackly


Ruang : PICU/ Hijir Ismail
Tanggalmasuk : 08-03-2019
Tanggal keluar : 17 maret 2018
Dokter : dr. Sevina Marisya Sp.A

1. IdentitasPribadi
Nama pasien : M. Alkindi Zackly
Umur : 12 tahun / 13 januari 2007
Jeniskelamin : Laki-laki

2. Identitas Orang Tua


Identitas Ayah Ibu
Nama Immanudin Heni Hariani
Umur 48 tahun 41 Tahun
Agama Islam Islam
Pendidikan D3 SMA
Pekerjaan Wiraswasta Ibu Rumah Tangga
Penyakit Riwayat TB -

I. Riwayat Penyakit Saat Ini


Keluhan Utama : kejang
K. Tambahan :kaku dileher, punggung, dan sulit membuka mulut.
Telaah : Os datang ke IGD RSU Haji Medan (07-03-2019 pkl 13:30
wib) dibawa oleh orang tuanya dengan keluhan kejang sebelum
masuk rumah sakit. Kejang berlangsung ±30 detik, Pada saat
kejang seluruh tubuh os kaku mulai dari leher, punggung dan
os sulit membuka mulut. Dengan posisi kedua tangan
mengepal, kejang tidak disertai dengan demam maupun

Lapkas Ilmu Kesehatan Anak Page 3


Tetanus
gangguan kesadaran. Kejang berulang dengan kaku lebih dari 3
kali saat os berada dalam perjalanan menuju rumah sakit, ibu
os juga mengatakan saat kejang bibir os berwarna biru, dan
tangan os teraba dingin dan tidak ada keluar busa dari mulut.
Ibu os mengatakan ±1 minggu yang lalu, (27/2/2019) os
khitanan.±5 hari setelah khitanan os mengeluhkan gatal
dibagian penis, lalu os menggaruknya, dan 3 hari sebelum
masuk rs (06/03/2019) ibu os mengatakan penis os bernanah,
keesokan harinya (07/03/2019 pkl 12:30) badan os terasa kaku
dan disertai kejang, lalu os langsung dibawa ke RSU Haji
Medan.
Tanggal 07/03/2019 pukul 15.50 os dirawat inap di
bangsal anak rsu haji medan. Selama os dirawat dibangsal, ibu
os mengatakan os sering kejang apabila ada suara berisik,
adanya sentuhan, dan setelah diberi obat os tenang, namun
beberapa saat kemudian os kejang kembali. Kejang timbul
selama ± 3 menit dan berulang > 7x.
Pagi hari tgl 8/03/2019 pukul 09.25 os dipindahkan ke PICU.

Riwayat Penyakit terdahulu : kejang usia 7 tahun, TB usia 7 bulan.


Riwayat Penyakit Keluarga : Ayah os pernah TB
Riwayat Penggunaan Obat : OAT
Riwayat AlergiObat :-
Riwayat Kelahiran : √ Normal Vacum Forceps Sectio
Caesaria

a. Ditolong oleh : Dokter √ Bidan Lainnya :…


b. Keadaan Saat Lahir: Segera Menangis Segera Menangis
c. BBL :3.000gram PBL: 50cm LK : 52 cm

Riwayat Imunisasi : BCG 1 kali Polio 4 kali Hepatitis B 3 kali


√ √ √
√ - -
Lapkas Ilmu Kesehatan Anak Page 4
Tetanus
DPT 3 kali Campak - kali HiB - kali

Meningitis - kali Rotavirus - kali Lainnya

Riwayat Perkembangan: √ Menegakkan kepala 3 bulan √ Duduk 7 bulan


√ Membalikkan Badan 5 bulan √ Berdiri 18 bulan

√ Berbicara 36 tahun √ Merangkak 12 bulan

√ Berjalan 30 bulan lainnya

RIWAYAT NUTRISI
0-6 bulan
ASI : Lupa x/hari
Lainnya : di berikan setiap os menangis

6-8 bulan
ASI : tidak menentu kali/hari atau setiap menangis
Makan Pagi/Siang/Malam : 3 kali/hari (tim)
Makanan Selingan (Snacks) : - kali/hari
Lainnya :

8-12 bulan
ASI : lupa kali/hari atau setiap menangis
Makan Pagi/Siang/Malam : 3 kali/hari (tim+sayur)
Makanan Selingan (Snacks) : - kali/hari
Lainnya :

12-23 bulan
Formula (SGM) : lupa kali/hari atau setiap menangis
Makan Pagi/Siang/Malam : 3 kali/hari (tim+sayur)
Makanan Selingan (Snacks) : 1 kali/hari

Lapkas Ilmu Kesehatan Anak Page 5


Tetanus
Lainnya :
Kesan: Os mendapatkan ASI ekslusif, asupan makanan x/hari cukup.

Glasgow Coma Scale


RESPONSE SCORE
EYE
Membuka mata spontan (normal) 4
Dengan kata-kata akan membuka mata bila diminta 3
3
Membuka mata bila diberikan rangsangann yeri 2
Tidak membuka mata walaupun dirangsang nyeri 1
VERBAL
Memiliki orientasi baik karena dapat memberikan jawaban dengan 5
baik dan benar pada pertanyaan yang diajukan (nama, umur, dll)
Memberikan jawaban pada pertanyaan tetapi jawabannya seperti 4
bingung
Memberikan jawaban pada pertanyaan tetapi jawabannya hanya 3 2
berupa kata-kata tidak jelas
Memberikan jawaban berupa suara yang tidak jelas bukan 2
merupakan kata
Tidak memberikan jawaban berupa suara apapun 1
MOTORIK
Dapat menggerakan seluruh ekstremitas sesuai dengan permintaan 6
Dapat menggerakkan ekstremitas secara terbatas karena nyeri 5
(lokalisasi nyeri)
Respons gerakan menjauhi rangsang nyeri (menarik karena nyeri) 4 1
Fleksi ekstremitas karena nyeri 3
Ekstensi ekstremitas karenanyeri 2
Tidak ada respons berupa gerak 1
TOTAL 15 6
Nilai 12 – 14 : Gangguan Kesadaran Ringan
Nilai 9 – 11 : Gangguan Kesadaran Sedang
Nilai  8 : Coma
PEMERIKSAAN FISIK
I. Keadaan Umum
KesanKeadaanSakit : tampak sakit berat

Lapkas Ilmu Kesehatan Anak Page 6


Tetanus
Sensorium : Kualitatif : apatis
Kuantitatif :GCS 6 (E:3V:2M:1)
Nadi : 95 x/i (Normal : 55-85)
Pernafasan : 28x/i (Normal : 12-18)
Temperatur : 36,8oC (Normal : 36o C-37,4 oC suhu axila)
Tekanan Darah : 118/71mmHg (Normal : 110-135/65-85 mmHg)

Data Antropometri
Berat Badan : 35kg
Tinggi Badan : 143 cm
Lingkar Kepala : 52 cm

Status Gizi
BB / Umur : 35/41 x 100% = 85,3% (BB Baik)
TB / Umur :143/149 x 100% = 95,9% (Normal)
BB / TB : 35/36 x 100% = 97,2% (Normal)

II. PemeriksaanFisik
 Kulit
a. Sianosis : tidak ditemukan
b. Ikterus : tidak ditemukan
c. Pucat : tidak ditemukan
d. Turgor : kembali cepat
e. Edema : tidak ditemukan
f. Lainnya : -
 Rambut : hitam, lebat dan bersih
 Kepala : Normal Mikrosefali Makrosefali Lainnya:
a. Wajah √
 Dismorfik: Ya Tidak Lainnya: ..
b. Mata

 Palpebra
 Edema : Ya Tidak
 Lainnya : - √
 Konjungtiva
 Pucat : Ya Ya Tidak

Lapkas Ilmu Kesehatan Anak √ Page 7
Tetanus
 Hyperemis : Ya Tidak
 Sekret : Ya Tidak
 Lainnya : √
 Sklera
 Ikterus : Ya Tidak
 Lainnya : - √
 Pupil
 Isokor : Ya Tidak
 Refleks Cahaya : +/+ √
 Lainnya :-
c.Hidung :Dalam batas normal
d. Mulut : sulit dibuka/kaku (trismus (+), 1 cm)
 Bibir : Dalam Batas Normal
 Gusi : Dalam Batas Normal
 Palatum : Dalam Batas Normal
 Lidah : Dalam Batas Normal
 Tonsil : Dalam Batas Normal
 Faring : Dalam Batas Normal
 Lainnya :-
e.Telinga : Dalam Batas Normal
f. Leher
a.Kelenjar Getah Bening
 Pembesaran : Ya Tidak
 Jumlah : Tunggal√ Multipel
 Ukuran : .... cm
 Konsistensi : - Lunak Keras
b. Kaku Kuduk : Positif Negatif
c. Lainnya :- √
 Thoraks
a. Paru
b. Inspeksi : simetris ka=ki

c. Palpasi : fremitas kedua lapang paru

d. Perkusi : sonor kedua lapang paru

e. Auskultasi : vesikuler ka=ki

b. Jantung
Lapkas Ilmu Kesehatan Anak Page 8
Tetanus
 Inspeksi : iktus kordis tidak tampak
 Auskultasi : BJ I = BJ II Normal
Gallop - Murmur -
 Abdomen
a. Inspeksi : DBN
b. Palpasi : perut tegang seperti papan
 Nyeri Tekan : Ya Tidak Lokasi:
 Turgor : baik √
 Ascites : tidak
 Hepar : Dalam Batas Normal
 Lien : tidak teraba pembesaran
 Massa : tidak ditemukan
c. Perkusi : bunyi timpani
d. Auskultasi : peristaltik normal(+)
 Ekstremitas : √ Dingin Oedem : - CRT <2”
 Genitalia √ (+) post khitanan
: luka pada penis (+), bernanah
 Anus/ Rectum : Dalam Batas Normal
 P. Neurologis
a. R. Fisiologis : Tidak dilakukan pemeriksaan
b. R. Patologis : Tidak dilakukan pemeriksaan
c. R. Meningeal : Tidak dilakukan pemeriksaan
d. Kekuatan Otot : Tidak dilakukan pemeriksaan
e. Nervus Kranialis : Tidak dilakukan pemeriksaan

DIAGNOSIS BANDING
1. Tetanus ec. Post khitanan
2. Meningitis
3. Ensepalitis

DIAGNOSIS SEMENTARA
1. Tetanus ec. Post khitanan

TERAPI SEMENTARA (IGD)


 Tirah baring / Rawat Inap
 IVFD RL 20 gtt/i macro

Lapkas Ilmu Kesehatan Anak Page 9


Tetanus
 O2 2-4 L
 Inj. Metronidazole 500 mg drips
 Inj. Diazepam 8 mg/3 jam(k/p) kejang
 Inj. TT 0,5 IM
 Inj. ATS 20.000 unit IM
PEMERIKSAAN ANJURAN
 Darah rutin
 CRP

PEMERIKSAAN PENUNJANG

1. Darah Rutin di Laboratorium Klinik Thamrintanggal 07 Maret 2019


Jenis Pemeriksaan Hasil Satuan Nilai rujukan

Haemoglobin 16,0 g/dl 13,2-17,3


Hitung eritrosit 5,4 10*6/uL 4,4- 5.9
Hitung leukosit 11,930 /Ul 4.000-11.000
Hematokrit 45,4 % 40-52
Hitung trombosit 441,000 /uL 156.000-408.000
Index eritrosit
MCV 83,4 fL 80-100
MCH 29.4 Pg 26,0 – 34,0
MCHC 35.2 % 32,0 – 36,0
Hitung jenis leukosit
Eosinofil 0 % 1-3
Basofil 0 % 0-1
N. Stab 0 % 2-6
N. Seg 84 % 53-75
Limfosit 12 % 20-45
Monosit 4 % 4-8
CRP : Negatif

2. Elektrolit Laboratorium Klinik RSU Haji Medan tanggal 10 Maret 2019


Elektrolit Hasil Satuan Nilai rujukan
Natrium 144 Mmol/L 135-155
Kalium 4,2 Mmol/L 3,5-5,5

Lapkas Ilmu Kesehatan Anak Page 10


Tetanus
Chlorida 106 Mmol/L 98-106

3. Pemeriksaan laboratorium klinik RSU Haji Medan tanggal 12 Maret 2019


Jenis Pemeriksaan Hasil Satuan Nilai rujukan

Haemoglobin 13,9 g/dl 13,2-17,3


Hitung eritrosit 4,6 10*6/uL 4,4- 5.9
Hitung leukosit 23.740 /Ul 4.000-11.000
Hematokrit 41,5 % 40-52
Hitung trombosit 295000 /uL 156.000-408.000
Index eritrosit
MCV 89,7 fL 80-100
MCH 30,0 Pg 26,0 – 34,0
MCHC 33,4 % 32,0 – 36,0
Hitung jenis leukosit
Eosinofil 0 % 1-3
Basofil 0 % 0-1
N. Stab 0 % 2-6
N. Seg 84 % 53-75
Limfosit 8 % 20-45
Monosit 8 % 4-8
Fungsi hati
SGOT 401 U/I <40
SGPT 183 U/I <40
Fungsi ginjal
Ureum 25 Mg/dl 20-40
Kreatinin 0,92 Mg/dl 0,6-1,1

4. Pemeriksaan laboratorium klinik RSU Haji Medan tanggal 15 Maret 2019


Jenis Pemeriksaan Hasil Satuan Nilai rujukan

Haemoglobin 11,5 g/dl 13,2-17,3


Hitung eritrosit 3,9 10*6/uL 4,4- 5.9
Hitung leukosit 12.410 /Ul 4.000-11.000
Hematokrit 32,9 % 40-52
Hitung trombosit 33.000 /uL 156.000-408.000
Index eritrosit
MCV 84,1 fL 80-100
MCH 29,2 Pg 26,0 – 34,0

Lapkas Ilmu Kesehatan Anak Page 11


Tetanus
MCHC 34,8 % 32,0 – 36,0
Hitung jenis leukosit
Eosinofil 0 % 1-3
Basofil 0 % 0-1
N. Stab 0 % 2-6
N. Seg 86 % 53-75
Limfosit 11 % 20-45
Monosit 3 % 4-8

DIAGNOSIS KERJA
Tetanus
TERAPI KERJA
 Tirah baring / Rawat Inap
 IVFD 5 % Nacl 0,45%gtt/macro
 Inj. Ceftriaxone 2 gr/24 jam/ iv
 Inj. Metronidazole 300mg/ 8jam /iv
 Inj. ATS 20.000 IM Paha kanan
 Inj. TT 0,5 cc IM Paha Kiri
 Inj. Diazepam 18 mg/1,5 j
 Inj. Pct 400 mg/8 j (Klp)

NON MEDIKAMENTOSA
 Oksigen 2L
 Pasang NGT untuk memenuhi nutrisi
 Pasang kateter
 Rawat luka
FOLLOW UP

Tanggal S O A P
08/03/2019 • Kejang spastik(+) HR: 80x/i Tetatus  Tirah Baring
• Demam (+) RR: 31x/i  IVFD D5 Nacl

• BAK (+) SpO2: 99% 0,45%20gtt/i

• Kaku kuduk (+) Temp: 37,9oC makro


 Inj. Ceftriaxone
• Mulut mencucu (+) NGT:warna
2gr/24 jam/ iv

Lapkas Ilmu Kesehatan Anak Page 12


Tetanus
• Kejang spontan (+) hitam (blood)  Inj. Metronidazole
• Luka Pada Penis 300mg/ 8jam /iv
(+)  Inj. Ranitidine
30mg /8 jam/iv
 Inj. ATS 20.000u
/IM paha kanan
 Inj TT 0,5 IM paha
kiri
 Inj. PCT 400mg /8
jam/iv
 Inj novalgine
400mg / 8 jam iv
 Inj Diazepam
20mg/ 2 jam iv
09/03/2019 • Kejang spastik (+) HR: 80x/i Tetanus  Tirah Baring
• Demam (+) RR: 30x/i  IVFD D5 Nacl

• BAK (+) SpO2: 99% 0,45%35gtt/i

• Kaku kuduk (+) Temp: 37,5oC makro


 O2 2L
• Mulut mencucu (+) NGT: warna  Inj. Ceftriaxone
• Kejang Spontan (+) hitam 2gr/24 jam/ iv
• Kejang rangsang (blood)  Inj. Metronidazole
(+) 300mg/ 8jam /iv
 Inj. Ranitidine
• Luka Pada Penis
30mg /8 jam/iv
(+)  Inj TT 0,5 IM paha
kiri
 Inj. PCT 400mg /8
jam/iv
 Inj novalgine
400mg / 8 jam iv
 Inj Diazepam

Lapkas Ilmu Kesehatan Anak Page 13


Tetanus
18mg/ 30 mnt iv
 Inj omeprazole ½
vial / 2,5 jam
10/02/2019  Kejang spastik (+) HR: 125x/i Tetanus  Tirah Baring
RR: Terkontrol  IVFD KA-EN
 Demam (+)
dengan 3B30gtt/i makro
 BAK (+)  IVFD RL 30gtt/I
 Kaku kuduk (+) ventilator
makro
PCV 15  Inj. Ceftriaxone
 Mulut mencucu (+)
F1O2: 70% 2gr/24 jam/ iv
 Kejang Spontan (+)
Temp: 37,2 C o  Inj. Metronidazole
 Kejang rangsang (+)
NGT: ( no 300mg/ 8jam /iv
 Luka Pada Penis (+)  Inj Penisilin
 Apneu (+) blood)
Prokein 1.700.000u
 Penurunan kesadaran
IM/12 jam
 Inj. Ranitidine
30mg /8 jam/iv
 Inj. PCT 400mg /8
jam/iv
 Inj novalgine
400mg / 8 jam iv
 Inj Diazepam
20mg/ 1,5 jam iv
 Inj omeprazole ½
vial / 2,5 jam
11/03/2019  Kejang spastik (+) TD: 91/51 Tetanus  Tirah Baring
mmHg  IVFD KA-EN
 Demam (+)
HR: 124x/i 3B30gtt/i makro
 BAK (+)  IVFD RL 30gtt/I
 Kaku kuduk (+) RR: terkontrol
makro
dengan  IVFD Dex5%
 Mulut mencucu (+)
ventilator 428cc + diazepam
 Kejang Spontan (+)

Lapkas Ilmu Kesehatan Anak Page 14


Tetanus
 Kejang rangsang (+) AcPc RR 36amp→20cc/i
 Inj. Ceftriaxone
 Luka Pada Penis (+) 15x/i
2gr/24 jam/ iv
 Penurunan kesadaran F1O2: 92%
 Inj. Metronidazole
Temp: 24,8oC
300mg/ 8jam /iv
NGT: ( no  Inj Penisilin
blood) Prokein
1.700.000ui IM/12
jam
 Inj. Ranitidine
30mg /8 jam/iv
 Inj. PCT 400mg /8
jam/iv
 Inj novalgine
400mg / 8 jam iv
 Inj Diazepam
20mg/ 1 jam iv
 Inj omeprazole ½
vial / 2,5 jam
12/03/2019  Kejang spastik (+) TD: 91/51 Tetanus  Tirah Baring
mmHg  IVFD KA-EN
 Demam (+)
HR: 159x/i 3B30gtt/i makro
 BAK (+)  IVFD RL 30gtt/I
 Kaku kuduk (+) RR: terkontrol
makro
dengan  Inj. Metronidazole
 Mulut mencucu (+)
ventilator 300mg/ 8jam /iv
 Kejang Spontan (+)
AcPc RR  Inj Penisilin
 Kejang rangsang (+)
15x/i Prokein
 Luka Pada Penis (+)
F1O2: 92% 1.700.000ui IM/12
 Penurunan kesadaran
Temp: 38,5oC jam
 Inj. Ranitidine
NGT: ( no
30mg /8 jam/iv

Lapkas Ilmu Kesehatan Anak Page 15


Tetanus
blood)  Inj. PCT 400mg /8
jam/iv
 Inj novalgine
400mg / 8 jam iv
 Inj Transamin
1amp/8 jam
 Inj Diazepam 5-
6cc/ 1 jam iv
 Inj omeprazole ½
vial / 2,5 jam
 Inj manitol 75cc/8
jam
13/03/2019  Kejang spastik (+) TD: 106/80 Tetanus  Tirah Baring
mmHg  IVFD KA-EN
 Demam (+)
HR: 162x/i 3B30gtt/i makro
 BAK (+)  IVFD RL 30gtt/I
 BAB (+) coklatke hitam RR: terkontrol
makro
dengan  Inj. Metronidazole
 Kaku kuduk (+)
ventilator 300mg/ 8jam /iv
 Mulut mencucu (+)
AcPc RR  Inj Penisilin
 Kejang Spontan (+)
15x/i Prokein
 Kejang rangsang (+)
F1O2: 70% 1.700.000ui IM/12
 Luka Pada Penis (+)
Temp: 38,5oC jam
 Penurunan kesadaran  Inj. Ranitidine
NGT: ( no
30mg /8 jam/iv
blood)
 Inj. PCT 400mg /8
jam/iv
 Inj novalgine
400mg / 8 jam iv
 Inj Transamin
1amp/8 jam
 Inj Diazepam

Lapkas Ilmu Kesehatan Anak Page 16


Tetanus
6,5cc/ 1 jam iv
 Inj manitol 75cc/8
jam
 Diet ensure
200cc/6jam NGT
14/03/2019  Kejang spastik (+) TD: 115/83 Tetanus  Tirah Baring
mmHg  IVFD KA-EN
 Demam (+)
HR: 98x/i 3B30gtt/i makro
 BAK (+)  IVFD RL 30gtt/I
 Kaku kuduk (+) RR: terkontrol
makro
dengan  Inj. Metronidazole
 Mulut mencucu (+)
ventilator 300mg/ 8jam /iv
 Kejang Spontan (+)
AcPc RR  Inj Penisilin
 Kejang rangsang (+)
15x/i Prokein
 Luka Pada Penis (+)
F1O2: 80% 1.700.000ui IM/12
 Penurunan kesadaran
Temp: 38oC jam
 Kaki dan tangan udem  Inj. Ranitidine
NGT: ( no
30mg /8 jam/iv
blood)
 Inj. PCT 400mg /8
jam/iv
 Inj novalgine
400mg / 8 jam iv
 Inj
Transamin1amp/8
jam
 Inj Diazepam
6,5cc/ 1 jam iv
 Inj manitol 75cc/8
jam
 Diet ensure
100cc/3jam NGT

Lapkas Ilmu Kesehatan Anak Page 17


Tetanus
15/03/2019  Kejang spastik (+) TD: 106/58 Tetanus  Tirah Baring
mmHg  IVFD KA-EN
 Demam (+)
HR: 140x/i 3B30gtt/i makro
 BAK (+)  IVFD RL 30gtt/I
 Kaku kuduk (+) RR: terkontrol
makro
dengan  Inj. Metronidazole
 Mulut mencucu (+)
ventilator 300mg/ 8jam /iv
 Kejang Spontan (+)
AcPc RR  Inj Penisilin
 Kejang rangsang (+)
15x/i Prokein
 Luka Pada Penis (+)
F1O2: 60% 1.700.000ui IM/12
 Penurunan kesadaran
Temp: 38,5oC jam
 Kaki dan tangan udem  Inj. Ranitidine
NGT: ( no
30mg /8 jam/iv
blood)
 Inj. PCT 400mg /8
jam/iv
 Inj novalgine
400mg / 8 jam iv
 Inj Transamin
1amp/8 jam
 Inj Diazepam
6,5cc/ 1 jam iv
 Inj manitol 75cc/8
jam
 Diet ensure
100cc/3jam NGT
16/03/2019  Kejang spastik (+) TD: 138/91 Tetanus  Tirah Baring
mmHg  IVFD KA-EN
 Demam (+)
HR: 144x/i 3B30gtt/i makro
 BAK (+)  IVFD RL 30gtt/I
 Kaku kuduk (+) RR: terkontrol
makro
dengan  Inj. Metronidazole
 Mulut mencucu (+)
ventilator 300mg/ 8jam /iv
 Kejang Spontan (+)

Lapkas Ilmu Kesehatan Anak Page 18


Tetanus
 Kejang rangsang (+) AcPc RR  Inj Penisilin
 Luka Pada Penis (+) 15x/i Prokein
 Penurunan kesadaran F1O2: 80% 1.700.000ui IM/12

 Kaki dan tangan udem Temp: 38oC jam


NGT: (kotor)  Inj. Ranitidine
30mg /8 jam/iv
 Inj. PCT 400mg /8
jam/iv
 Inj novalgine
400mg / 8 jam iv
 Inj Transamin
1amp/8 jam
 Inj Diazepam
5,5cc/ 1 jam iv
 Inj
Metilprednisolon
100mg/8 jam
 Inj Ventolin
1mg/8jam
 Diet ensure
100cc/3jam NGT
 Transfusi trombosit
2 fls
 Transfusi FFP 2 fls
17/03/2019  Kejang spastik (+) HR: 127x/i Tetanus  Tirah Baring
RR: terkontrol  IVFD NaCL
 Demam (+)
dengan 0,9%30gtt/i makro
 BAK (+)  IVFD RL 30gtt/I
 Kaku kuduk (+) ventilator
makro
AcPc RR  Inj. Metronidazole
 Mulut mencucu (+)
15x/i 300mg/ 8jam /iv
 Kejang Spontan (+)
F1O2: 90%  Inj Penisilin

Lapkas Ilmu Kesehatan Anak Page 19


Tetanus
 Kejang rangsang (+) Temp: 38,6oC Prokein
 Luka Pada Penis (+) NGT: (kotor) 1.700.000ui IM/12

 Penurunan kesadaran jam


 Inj. Ranitidine
 Kaki dan tangan udem
30mg /8 jam/iv
 Inj. PCT 400mg /8
jam/iv
 Inj novalgine
400mg / 8 jam iv
 Inj Transamin
1amp/8 jam
 Inj Diazepam
5,5cc/ 1 jam iv
 Inj
Metilprednisolon
100mg/8 jam
 Inj Ventolin
1mg/8jam
 Os Meninggal
dunia

DIAGNOSIS AKHIR
Tetanus

Lapkas Ilmu Kesehatan Anak Page 20


Tetanus
RESUME

No. Keterangan Kasus Literature


1. Anamnesis Kejang ±30dtk  Luka terbuka yang
Kejang dengan posisi dua bernana
tangan mengepal  Spasme berulang tanpa
Demam (-) gangguan kesadaran
Gangguan kesadaran (-)  Kesulitan menelan
Keluar busa dari mulut (+)  Spasme pada otot
Ekremitas teraba dingin (-) abdomen
Bibir biru (+)  Iritabilitas
Gatal di penis dan gelisa  Gelisah
Penis luka bernanah  Hyperhidrosis
 Disfagia dan hidrofobia
 Hipersalivasi
 Spasme otot punggung
 Gangguan pernapasan
2. Pemeriksaan Fisik Tampak sakit sedang  Trismus
Kaku dileher, punggung  Takikardi
dan sulit membuka  Hipertensi berat
mulut  Hipotensi
Perut tegang seperti papan  Laju napas pada tetanus
Kaku kuduk (+) sedang >30x/mnt
Temp: 38,5 C
o
 Laju napas pada tetanus
HR: 90x/i berat >40x/mnt
Napas: 28x/i  Laju napas pada tetanus
TD: 118/71 mmHg sangat berat
beradikarida
 Laju nadi >120x/i
 Apneic Spell (tidur
cepat)

Lapkas Ilmu Kesehatan Anak Page 21


Tetanus
 Risus sardonikus
 Kekakuan yang sangat
berat pada otot
punggung
menyebabkan tubuh
melengkung
 Otot perut kaku seperti
papan
3. Pemeriksaan Hitung leukosit 11,930/UI↑  Pemeriksan
Laboratorium Hitung trombosit 441,000 ↑ laboratorium untuk
uL tetanus tidak spesifik
N.Stab 0 % ↓  Darah rutin tidak
N.Seg 84 % ↑ ditemukan nilaiyang
Eosinofil 0 % ↑ spesifik, lekosit dapat
Limfosit 12% ↓ normal atau dapat
meningkat.
 Kultur bakteri anaerob
dijumpai bakteri
(Clostridium tetani)
 Enzim hati SGOT ↑
3. Tata laksana Tirah baring / Rawat Inap  Terapi Umum
IVFD 5 % Nacl - Mencukupi kebutuhan
cairan dan nutrisi Pada
0,45%gtt/macro hari pertama perlu
Inj. Ceftriaxone 2 gr/24 pemberian cairan secara
jam/ iv intravena
Inj. Metronidazole 300mg/ - Menjaga saluran napas
8jam /iv tetap bebas, pada kasus
Inj Penisilin Prokein yang berat perlu
1.700.000ui IM/12 jam trakeostomi.
Inj. ATS 20.000 IM Paha - Memberikan tambahan
kanan O2 dengan sungkup
Inj. TT 0,5 cc IM Paha (masker).

Kiri  Terapi Khusus


Inj. Diazepam 18 mg/1,5 j - Mengurangi spasme
Inj. Pct 400 mg/8 j (Klp) dan mengatasi spasme
Oksigen 2L dengan diazepam
Pasang NGT untuk direkomendasikan
adalah 0,1-0,3
memenuhi nutrisi

Lapkas Ilmu Kesehatan Anak Page 22


Tetanus
Pasang kateter mg/kgBB/kali dengan
Rawat luka interval 2-4 jam
direkomendasikan
untuk usia ˂2 tahun
adalah 8mg/kgBB/hari
diberikan oral dalam
dosis 2-3 mg setiap 3
jam. Spasme harus
segera dihentikan
dengan pemberian
diazepam 5 mg per
rektal untuk BB ˂10 kg
dan 10 mg per rectal
untuk anak dengan BB
≥10 kg, atau dosis
diazepam intravena
untuk anak 0,3
mg/kgBB/kali. Setelah
spasme berhenti,
pemberian diazepam
dilanjutkan dengan
dosis rumatan sesuai
dengan keadaan klinis
pasien.
- Anti serum atau Human
Tetanus
Immunoglobuline
(HTIG) Dosis ATS yang
dianjurkan adalah
100.000 IU dengan
50.000 IU im dan
50.000 IU iv.
- Antibiotik
- Metronidazol diberikan
secara iv dengan dosis
inisial 15 mg/kgBB
dilanjutkan dosis 30
mg/kgBB/hari dengan
interval setiap 6 jam
selama 7-10 hari.
- penisilin prokain
50.000-100.000

Lapkas Ilmu Kesehatan Anak Page 23


Tetanus
U/kgBB/hari selama 7-
10 hari

Lapkas Ilmu Kesehatan Anak Page 24


Tetanus