Anda di halaman 1dari 1

Telah Terjadi Pencurian

Pagi yang cerah, seperti biasa mas kasimun setelah membersihkan pekarangan rumah dan nganter
anak-anaknya sekolah, duduk di srambi rumah sambil ngopi.
Tiba-tiba mas kasimun dikagetkan dengan kehadiran mas kasirun,
“Assalamu’alaikum, ketiwasan mas, duh ketiwasan aku “
“wa alaikum salam, ada apa mas pagi-pagi dah ribut ketiwasan” jawab mas kasimun
“Bagian ronda malam ini itu siapa sih mas, gak bertanggung jawab sekali”
“apa hubungannya mas, ketiwasan dengan petugas ronda, mbok ya kalau ngomong itu tenang”
“Aku kemalingan mas, mau mbengi, ketiwasan entek bondo ku, mobil yang baru aku beli kemarin di
curi, motor CBR ku, “
“terus opo maneh “
“Sepeda Gunung sing siji-sijine sak kecamatan ilang juga, duh ketiwasan mas, mas, “
Sambil menghisap roko mas kasimun dan menghela napas
“Alhamdullilah,..”
Mas Kasirun berucap “ Wah, njenengan ini gimana sih, orang kemalingan malah njenengan
Alhamdullilah, opo ra seneng aku punya harta, apa kamu iri karena aku lebih kaya dari kamu”
“sabar mas, aku gak iri, aku seneng njenengan sugih, “
“lah Terus, kok njenengan Alhamdullilah ngerti aku kemalingan”
“Lah iyo, mas, njenengan harus bersyukur kepada Allah, atas hilangnya harta-harta mu”
“Tak kepruk, njenengan mas, ngledek ini kepdaku yang lagi susah, mbok simpati malah begini”
“mas, njenengan harus bersyukur itu tenan mas, coba nek njenengan kui dicuri oleh setan yang
memasuki hatimu, dan dicuri tauhid mu, apa yang bisa kamu kerjakan, apa yang tersisa dari hidup
mu”,
Terdengar suara lirih dari mas kasirun, “alhamdullilah, aku bersyukur pada mu ya allah, semoga iman
ku tidak hilang”