Anda di halaman 1dari 1

BAB IV

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Dengan selesainya pembahasan paper ini, maka penulis mengambil kesimpulan sebagai
berikut :

1. Proses perbanyakan anggrek di Kampoeng anggrek Kediri secara kultur jaringan meliputi 4
tahap yaitu a) tahap menyiapkan botol kultur, b) pemilihan bahan tanam (eksplan), c)
menyediakan media tumbuh, e) pengakaran. Biji anggrek dendrobium dapat tumbuh menjadi
plantet kurang lebih 3-4 minggu setelah tanam. Pengamatan dilakukan setiap hari untuk
melihat pertumbuhan dan perkembangan akar serta untuk melihat adanya kontaminasi pada
eksplan yang disebabkan oleh bakteri dan jamur.

2. Pada perbanyakan tanaman anggrek di Kampoeng Anggrek Kediri yang menggunakan


teknik kultur jaringan banyak memiliki kelebihan karena teknik kultur jaringan cara yang
efektif untuk a) menghasilkan tanaman baru dalam waktu yang singkat, b) memiliki sifat
yang sama dengan induknya, c) bebas penyakit, d) bibit tanaman yang lebih bermutu. Dalam
teknik perbanyakan anggrek dengan biji secara kultur jaringan sangat dibutuhkan suatu
keahlian khusus serta ketelitian dan kecermatan untuk meminimalisi kekurangan dan
kegagalan, karena kegiatan ini merupakan kegiatan yang bersifat aseptic sehingga
kemampuan individu sangat diutamakan.

1. SARAN

Bedasarkan pembahasan paper diatas, maka Penulis memberikan saran kepada


pembaca sebagi berikut :

1. Bagi Kampoeng Anggrek Kediri agar memberikan ruang inkubasi (ruang khusus tempat
meletakkan botol-botol kultur yang berisi biji-biji anggrek yang sudah ditabur dalam media)
perlu diperluas lagi, sehingga dapat menampung botol kultur yang lebih banyak dan plantet
dapat tumbuh dengan baik.
2. Bagi pemerintah lebih memerhatikan vasilitas-vasilitas kultur jaringan, karena metode
kultur jaringan dapat menghasilkan keberhasilan yang besar.