Anda di halaman 1dari 18

Nama: Nana Dwi safitri

Nim: 5180211399

Kelas: Manajemen F

Etika Manajemen SDM


Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia
Manajemen SDM (sumber daya manusia) merupakan suatu proses menangani berbagai
masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya, untuk
dapat menunjang aktifitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Menurut A.F. Stoner, manajemen SDM merupakan suatu prosedur yang berkelanjutan, yang
bertujuan untuk memasok suatu organisasi atau perusahaan dengan orang-orang yang tepat untuk
ditempatkan pada posisi dan jabatan yang tepat pada saat organisasi memerlukannya.
Fungsi operasional dalam Manajemen SDM merupakan dasar pelaksanaan proses MSDM yang
efisien dan efektif dalam pencapaian tujuan organisasi/perusahaan.Fungsi operasional tersebut
terbagi lima, secara singkat sebagai berikut:
1. Fungsi Pengadaan, yaitu proses penarikan seleksi,penempatan,orientasi,dan induksi
untuk mendapatkan karyawanyang sesuai kebutuhan perusahaan (the right man in the
right place).
2. Fungsi Pengembangan, yaitu proses peningkatan ketrampilan teknis,teoritis,konseptual,
dan moral karyawan melalui pendidikan danpelatihan. Pendidikan dan latihan yang
diberikan harus sesuai dengan kebutuhan pekerjaan masa kini maupun masa depan.
3. Fungsi Kompensasi, yaitu pemberian balas jasa langsung dan tidak lansung berbentuk
uang atau barang kepada karyawan sebagai imbal jasa (output) yang diberikannya
kepada perusahaan. Prinsip kompensasi adalah adil dan layak sesuai prestasi dan
tanggung jawab karyawan tersebut.
4. Fungsi Pengintegrasian, yaitu kegiatan untuk mempersatukan
kepentingan perusahaan dan kebutuhan karyawan, sehingga tercipta kerjasama yang
serasi dan saling menguntungkan. Dimana pengintegrasian adalah hal yang penting dan
sulit dalam Manajemen SDM, karena mempersatukan dua aspirasi/kepentingan yang
bertolak belakang antara karyawan dan perusahaan.
5. Fungsi Pemeliharaan, yaitu kegiatan untuk memelihara atau meningkatkan kondisi fisik,
mental dan loyalitas karyawan agar tercipta hubungan jangka panjang. Pemeliharaan
yang baik dilakukan dengan program K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) .

Pengertian Etika Manajemen Sumber Daya Manusia

Etika manajemen sumber daya manusia dapat diartikan sebagai ilmu yang menerapkan
prinsip-prinsip etika tehadap hubungan dengan sumber daya manusia dan kegiataannya.

Sebab Perilaku Tidak Etis

Penyebab perilaku tidak etis meliputi tiga aspek yaitu:

 Karyawan memiliki kemampuan kognitif yang rendah.


 Adanya pengaruh orang lain, keluarga ataupun norma sosial .
 Adanya ethical dilema.

Perencanaan Strategi Konsep Etika

Langkah-langkahnya sebagai perencanaan strategi konsep etika, yaitu:

 Menentukan standar etika yang ingin ditanamkan.


 Mengindentifikasi faktor-faktor etis kritikal yang dapat digunakan dalam mendorongnya
konsep etika perusahaan.
 Mengindentifikasi kemampuan, prosedur, kompetensi yang diperlukan.
 Mengintegrasikan konsep etika dalam strategi bisnis yang dilakukan.

Ø Mengembangkan langkah-langkah konkret yang dapat digunakan dalam mengimplementasikan,


mengawasi dan mengevaluasi konsep etika yang dijalankan.

Tujuan utama dalam konsep penanaman nilai-nilai etika ini bukan hanya untuk
kedisiplinan, tetapi lebih pada usaha-usaha untuk meningkatkan kepedulian karyawan terhadap
perkembangan nilai-nilai etika yang lebih berarti.

Konsep penanaman nilai-nilai etika lebih menekankan pada aktivitas-aktivitas yang


membantu karyawan dalam pembuatan keputusan, menyediakan nasihat-nasihat dan konsultasi
etika, serta mendukung konsensus mengenai etika bisnis. Manajemen sumber daya manusia
mempunyai peranan penting dalam menjaga keseimbangan antara penanaman nilai-nilai etika dan
pemenuhan etika tersebut.

Cara Manajemen dalam Menyelesaikan Permasalahan-Permasalahan yang Terjadi

Cara yang dilakukan oleh manajemen untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di
dalam suatu perusahaan dengan cara menciptakan hubungan kerja yang sukses diantaranya:

 Membentuk komite karyawan dan manajemen.


 Membuat buku pegangan karyawan.
 Sistem pengupahan yang profesional.
 Menciptakan suasana kerja yang kondusif
 Menampung keluhan, saran, kritik karyawan.

Integrasi Konsep Etika Dengan Fungsi Manajemen Sumber Daya manusia

Implementasi konsep etika ke dalam fungsi-fungsi manajemen sumber daya manusia yaitu:
Seleksi

 Orientasi Karyawan
 Training
 Penilaian Kinerja
 Reward
 Hukuman
Nama: Nana Dwi safitri

Nim: 5180211399

Kelas: Manajemen F

Norma dan Etika Dalam Fungsi Keuangan

A. Etika dalam manajemen keuangan

Manajemen keuangan adalah manajemen yang mengaitkan pemerolehan (acquisition),


pembiayaaan/pembelanjaan (financing), dan manajemen aktiva dengan tujuan secara menyeluruh
dari suatu perusahaan. Sehingga dapat diartikan bahwa Manajemen keuangan adalah suatu
kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan
penyimpanan dana yang dimiliki oleh suatu organisasi atau perusahaan.

Tujuan Manajemen Keuangan adalah untuk memaksimalkan nilai perusahaan. Dengan


demikian apabila suatu saat perusahaan dijual, maka harganya dapat ditetapkan setinggi mungkin.
Seorang manajer juga harus mampu menekan arus peredaran uang agar terhindar dari tindakan
yang tidak diinginkan.

 Peranan Etika Bisnis Dalam Manajemen Keuangan Perusahaan


Peranan manajemen keuangan dalam perusahaan adalah sebagai berikut:
1. Bertanggung jawab terhadap tiga keputusan pokok manajemen keuangan
pemerolehan (acquisition), pembiayaan/pembelanjaan (financing), dan manajemen aktiva
secara efisien.
2. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi, sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat.
3. Menghadapi tantangan dalam mengelola aktiva secara efisien dalam perubahan yang
terjadi pada : persaingan antar perusahaan; perekonomian dunia yang tidak menentu;
perubahan teknologi; dan tingkat inflasi dan bunga yang berfluktuasi.

Penganggaran budgetting merupakan proses yang mencakup :


1. Penyusunan rencana kerja lengkap untuk setiap jenis tingkat kegiatan dan setiap
jenis tingkat kegiatan yang ada pada suatu lembaga.
2. Penentuan rencana kerja dalam bentuk mata uang dan kesatuan kuantitatif lainnya,
dilakukan melalui sistematika dan logika yang dapat dipertanggungjawabkan.
3. Rencana kerja masing-masing dari setiap kesatuan usaha, satu sama lain atau secara
keseluruhan, harus dapat berjalan dengan serasi.
4. Penyusunan rencana kerja perlu adanya partisipasi dari seluruh tingkatan
manajemen sehinngga pelaksanaan anggaran merupakan tanggung jawab seluruh anggota
manajemen.
5. Anggaran merupakan alat koordinasi yang ampuh bagi Top Manajer dalam
mengelola bank, dalam rangka mencapai rencana yang telah ditetapkan.
6. Anggaran merupakan alat pengukur tingkat keberhasilan pelaksanaan rencana
kerja, sekaligus dipakai sebagai alat evaluasi dan penetapan tindak lanjut.
7. Anggaran merupakan alat pengawas dan pengendalian jalannya bisnis.
Penganggaran merupakan langkah-langkah yang menjadi dasar bagi penetapan strategi
bisnis. Penganggaran merupakan perencanaan strategi unit bisnis, terlebih lagi adalah berkaitan
dengan masalah keuangan lembaga bisnis.

Manfaat dan Keuntungan Budgetting :


Dengan memahami kaidah-kaidah dasar perencanaan keuangan, pengelola bank dapat
menetapkan sasaran pengembangan yang diinginkan, melaksanakan, mengendalikan dan secara
tekun dan taat untuk mencapainya. Keuntungan Budgetting yang lebih spesifik antara lain :
1. Merangsang atau memaksa pertimbangan-pertimbangan mengenai kebijakan dasar manajemen.
2. Membutuhkan organisasi yang mantap, pembagian tanggung jawab yang jelas dan tetap pada tiap
bagian manajemen.
3. Mendorong anggota manajemen untuk ikut serta dalam penetapan tujuan bersama dan tempat untuk
komunikasi berkala antar pengurus.
4. Mendorong semua bagian manajemen untuk membuat rencana yang sesuai dengan bagian lain.
5. Mengharuskan untuk pemakaian tenaga kerja, fasilitas dan modal yang paling ekonomis.
Kaidah Dasar Perencanaan
Sebagaimana kaidah umum yang berlaku, sasaran perencanaan keuangan perlu
memperhatikan dan mengindahkan nilai-nilai sebagai berikut :
1. Sesuai kemampuan (Realistis)
Dalam merencanakan harus didasarkan pada kemampuan dan pengalaman yang dimiliki, sehingga
sasaran yang ditetapkan tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah.
2. Dirumuskan dengan jelas
Sasaran perlu dirumuskan dengan jelas, sehingga pelaksanaan dan pengendaliannya akan menjadi
lebih mudah.
3. Dapat diukur hasilnya
Sasaran yang ditetapkan akan menjadi acuan tindakan pelaksanaan dan pengendaliannya dari
waktu ke waktu, sehingga ukurannya dibuat dalam kuantitatif.
4. Ada kerangka waktu yang jelas
Mengukur hasil atau pencapaian hasil suatu usaha akan terikat pada jumlah dan waktu.

Pembatasan Penganggaran
Melibatkan waktu yang akan datang, sehingga diperlukan batasan-batasan atau asumsi :
1. Budgetting didasarkan pada taksiran-taksiran (estimasi)
2. Budgetting harus disesuaikan terhadap perkembangan situasi dan kondisi yang melatarbelakangi.
3. Budgetting tidak menggantikan manajemen dan administrasi tetapi merupakan alat bantu untuk
pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi.
4. Realisasi Budgetting tidak akan terjadi secara otomatis, tetapi membutuhkan usaha dan keras untuk
mencapainya.

Sumber dan Alat Bantu Budgetting


Sumber-sumber data terseebut terdiri dari :
1. Laporan keuangan periode lalu
2. Data riset pasar mengenai potensi funding dan financing
3. Permohonan pembiayaan yang akan direalisasikan untuk periode mendatang
4. Rencana angsuran pembiayaan
5. Rencana pengeluaran biaya periode berikutnya
6. Kebijakan yang telah disepakati bersama
7. Asumsi-asumsi dalam penetapan cash in dan cash out sesuai dengan kebijakan yang telah
disepakati

Sedangkan alat bantu yang sederhana yang digunakan untuk melakukan Budgetting adalah
Aliran Kas (cash flow) yaitu suatu format keuangan yang mengilustrasikan target-target mengenai
mengalirnya dana masuk (cash in) dan dana keluar (cash out) serta saldo kas pada suatu periode
tertentu.

 Ada pun kriteria standar etika untuk manajemen keuangan yaitu:


a. Competance
Praktisi akuntansi manajemen dan manajemen keuangan memiliki tanggung jawab
untuk:
1. Mempertahankan tingkat sesuai kompetensi profesional dengan pengembangan
pengetahuan dan keterampilan.
2. Melakukan tugas profesional mereka sesuai dengan hukum, peraturan dan standar
teknis.
3. Menyiapkan laporan lengkap dan jelas untuk memperoleh informasi yang relevan dan
dapat dipercaya

b. Confidentiality
Praktisi akuntansi manajemen dan manajemen keuangan memiliki tanggung jawab untuk:
1. Menahan diri dari mengungkapkan informasi rahasia yang diperoleh dalam pekerjaan
mereka kecuali bila diizinkan, atau keperluan hukum untuk melakukannya.
2. Menginformasikan pada bawahan, mengenai kerahasiaan informasi yang diperoleh
dalam pekerjaan mereka dan memantau kegiatan mereka untuk menjamin
pemeliharaan kerahasiaan
3. Menahan diri dari untuk menggunakan informasi rahasia yang diperoleh dalam
pekerjaan mereka untuk keuntungan tidak etis atau ilegal baik secara pribadi atau
melalui pihak ketiga.
c. Integritas
Adalah perlindungan terhadap dalam sistem dari perubahan yang tidak terotorisasi, baik
secara sengaja maupun secara tidak sengaja. Integritas mengharuskan untuk menghindari
“conflicts of interest”, menghindari kegiatan yang dapat menimbulkan prasangka terhadap
kemampuan mereka dalam menjunjung etika.

d. Objektivitas
Praktisi akuntansi manajemen dan manajemen keuangan memiliki tanggung jawab
untuk Mengkomunikasikan informasi secara adil dan obyektif dan mengungkapkan
penuh semua informasi relevan yang dapat diharapkan untuk mempengaruhi
pemahaman pengguna dimaksudkan dari laporan, komentar, dan rekomendasi yang
disampaikan.

e. Resolusi Konflik Etis


Dalam menerapkan standar etika, praktisi manajemen akuntansi dan manajemen keuangan
mungkin mengalami masalah dalam mengidentifikasi perilaku tidak etis atau dalam
menyelesaikan konflik etis.

Manajemen keuangan dalam konteks pembahasan ini adalah berhubungan dengan


penganggaran. Anggaran adalah suatu rencana yang disusun secara sistematis, yang meliputi
seluruh kegiatan bank yang dinyatakan dalam unit (kesatuan) moneter yang berlaku untuk jangka
waktu tertentu di masa mendatang.

B. ETIKA DALAM AKUNTANSI

Secara sederhana, akuntansi adalah proses bisnis mencapai kegiatan keuangan dengan
mencatat pengeluaran dan penerimaan serta laporan keuangannya. Akuntan yang bekerja di suatu
perusahaan melakukan pencatatan keuangan sesuai dengan standart dan prinsip yang diakui di
suatu negara. Akuntan karyawan adalah pekerja di suatu perusahaan, dan sama seperti karyawan
yang lain dalam melakukan pekerjaannya, memiliki kewajiban moral yang sama seperti karyawan
yang lain. Ada profesi akuntan yang disebut akuntan publik yang bekerja pada kantor akuntan,
perusahaan jasa untuk memeriksa buku perusahaan dan laporan keuangannya.

Permasalahan moral yang paling banyak dipermasalahkan adalah melakukan earnings


management, yaitu tindakan untuk menaikkan atau menurunkan pendapatan perusahaan tanpa
adanya kenaikan atau penurunan yang sebenarnya dari operasi perusahaan. Permasalahan moral
yang lain adalah penentuan biaya jasa akuntansi tersebut. Issue yang lain adalah bagaimana
menangani permasalahan yang terjadi karena perubahan-perubahan yang cepat terjadi dalam
peraturan, hukum, dan praktek serta aturan akuntansi. Bagi banyak akuntan, tindakan yang
bermoral adalah yang mengikuti aturan atau standart tersebut. Banyak yang berpendapat tidak
demikian, kenyataannya makin jauh moralitasnya dari aturan dan standar itu sendiri.
Tujuan dari pemeriksaan akuntansi dari suatu perusahaan adalah untuk meyakinkan kepada
masyarakat umum bahwa keuangan perusahaan sebagaimana dilaporkan adalah benar, sistem itu
sendiri tidak dibuat untuk menjamin hal tersebut.
Nama: Muhammad Imron

Nim: 5180211367

Kelas: Manajemen F

Etika Manajemen SDM


Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia
Manajemen SDM (sumber daya manusia) merupakan suatu proses menangani berbagai
masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya, untuk
dapat menunjang aktifitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Menurut A.F. Stoner, manajemen SDM merupakan suatu prosedur yang berkelanjutan, yang
bertujuan untuk memasok suatu organisasi atau perusahaan dengan orang-orang yang tepat untuk
ditempatkan pada posisi dan jabatan yang tepat pada saat organisasi memerlukannya.
Fungsi operasional dalam Manajemen SDM merupakan dasar pelaksanaan proses MSDM yang
efisien dan efektif dalam pencapaian tujuan organisasi/perusahaan.Fungsi operasional tersebut
terbagi lima, secara singkat sebagai berikut:
6. Fungsi Pengadaan, yaitu proses penarikan seleksi,penempatan,orientasi,dan induksi
untuk mendapatkan karyawanyang sesuai kebutuhan perusahaan (the right man in the
right place).
7. Fungsi Pengembangan, yaitu proses peningkatan ketrampilan teknis,teoritis,konseptual,
dan moral karyawan melalui pendidikan danpelatihan. Pendidikan dan latihan yang
diberikan harus sesuai dengan kebutuhan pekerjaan masa kini maupun masa depan.
8. Fungsi Kompensasi, yaitu pemberian balas jasa langsung dan tidak lansung berbentuk
uang atau barang kepada karyawan sebagai imbal jasa (output) yang diberikannya
kepada perusahaan. Prinsip kompensasi adalah adil dan layak sesuai prestasi dan
tanggung jawab karyawan tersebut.
9. Fungsi Pengintegrasian, yaitu kegiatan untuk mempersatukan
kepentingan perusahaan dan kebutuhan karyawan, sehingga tercipta kerjasama yang
serasi dan saling menguntungkan. Dimana pengintegrasian adalah hal yang penting dan
sulit dalam Manajemen SDM, karena mempersatukan dua aspirasi/kepentingan yang
bertolak belakang antara karyawan dan perusahaan.
10. Fungsi Pemeliharaan, yaitu kegiatan untuk memelihara atau meningkatkan kondisi fisik,
mental dan loyalitas karyawan agar tercipta hubungan jangka panjang. Pemeliharaan
yang baik dilakukan dengan program K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) .

Pengertian Etika Manajemen Sumber Daya Manusia

Etika manajemen sumber daya manusia dapat diartikan sebagai ilmu yang menerapkan
prinsip-prinsip etika tehadap hubungan dengan sumber daya manusia dan kegiataannya.

Sebab Perilaku Tidak Etis

Penyebab perilaku tidak etis meliputi tiga aspek yaitu:

 Karyawan memiliki kemampuan kognitif yang rendah.


 Adanya pengaruh orang lain, keluarga ataupun norma sosial .
 Adanya ethical dilema.

Perencanaan Strategi Konsep Etika

Langkah-langkahnya sebagai perencanaan strategi konsep etika, yaitu:

 Menentukan standar etika yang ingin ditanamkan.


 Mengindentifikasi faktor-faktor etis kritikal yang dapat digunakan dalam mendorongnya
konsep etika perusahaan.
 Mengindentifikasi kemampuan, prosedur, kompetensi yang diperlukan.
 Mengintegrasikan konsep etika dalam strategi bisnis yang dilakukan.

Ø Mengembangkan langkah-langkah konkret yang dapat digunakan dalam mengimplementasikan,


mengawasi dan mengevaluasi konsep etika yang dijalankan.

Tujuan utama dalam konsep penanaman nilai-nilai etika ini bukan hanya untuk
kedisiplinan, tetapi lebih pada usaha-usaha untuk meningkatkan kepedulian karyawan terhadap
perkembangan nilai-nilai etika yang lebih berarti.

Konsep penanaman nilai-nilai etika lebih menekankan pada aktivitas-aktivitas yang


membantu karyawan dalam pembuatan keputusan, menyediakan nasihat-nasihat dan konsultasi
etika, serta mendukung konsensus mengenai etika bisnis. Manajemen sumber daya manusia
mempunyai peranan penting dalam menjaga keseimbangan antara penanaman nilai-nilai etika dan
pemenuhan etika tersebut.

Cara Manajemen dalam Menyelesaikan Permasalahan-Permasalahan yang Terjadi

Cara yang dilakukan oleh manajemen untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di
dalam suatu perusahaan dengan cara menciptakan hubungan kerja yang sukses diantaranya:

 Membentuk komite karyawan dan manajemen.


 Membuat buku pegangan karyawan.
 Sistem pengupahan yang profesional.
 Menciptakan suasana kerja yang kondusif
 Menampung keluhan, saran, kritik karyawan.

Integrasi Konsep Etika Dengan Fungsi Manajemen Sumber Daya manusia

Implementasi konsep etika ke dalam fungsi-fungsi manajemen sumber daya manusia yaitu:
Seleksi

 Orientasi Karyawan
 Training
 Penilaian Kinerja
 Reward
 Hukuman
Nama: Muhammad Imron

Nim: 5180211367

Kelas: Manajemen F

Norma dan Etika Dalam Fungsi Keuangan

C. Etika dalam manajemen keuangan

Manajemen keuangan adalah manajemen yang mengaitkan pemerolehan (acquisition),


pembiayaaan/pembelanjaan (financing), dan manajemen aktiva dengan tujuan secara menyeluruh
dari suatu perusahaan. Sehingga dapat diartikan bahwa Manajemen keuangan adalah suatu
kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan
penyimpanan dana yang dimiliki oleh suatu organisasi atau perusahaan.

Tujuan Manajemen Keuangan adalah untuk memaksimalkan nilai perusahaan. Dengan


demikian apabila suatu saat perusahaan dijual, maka harganya dapat ditetapkan setinggi mungkin.
Seorang manajer juga harus mampu menekan arus peredaran uang agar terhindar dari tindakan
yang tidak diinginkan.

 Peranan Etika Bisnis Dalam Manajemen Keuangan Perusahaan


Peranan manajemen keuangan dalam perusahaan adalah sebagai berikut:
4. Bertanggung jawab terhadap tiga keputusan pokok manajemen keuangan
pemerolehan (acquisition), pembiayaan/pembelanjaan (financing), dan manajemen aktiva
secara efisien.
5. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi, sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat.
6. Menghadapi tantangan dalam mengelola aktiva secara efisien dalam perubahan yang
terjadi pada : persaingan antar perusahaan; perekonomian dunia yang tidak menentu;
perubahan teknologi; dan tingkat inflasi dan bunga yang berfluktuasi.

Penganggaran budgetting merupakan proses yang mencakup :


8. Penyusunan rencana kerja lengkap untuk setiap jenis tingkat kegiatan dan setiap
jenis tingkat kegiatan yang ada pada suatu lembaga.
9. Penentuan rencana kerja dalam bentuk mata uang dan kesatuan kuantitatif lainnya,
dilakukan melalui sistematika dan logika yang dapat dipertanggungjawabkan.
10. Rencana kerja masing-masing dari setiap kesatuan usaha, satu sama lain atau secara
keseluruhan, harus dapat berjalan dengan serasi.
11. Penyusunan rencana kerja perlu adanya partisipasi dari seluruh tingkatan
manajemen sehinngga pelaksanaan anggaran merupakan tanggung jawab seluruh anggota
manajemen.
12. Anggaran merupakan alat koordinasi yang ampuh bagi Top Manajer dalam
mengelola bank, dalam rangka mencapai rencana yang telah ditetapkan.
13. Anggaran merupakan alat pengukur tingkat keberhasilan pelaksanaan rencana
kerja, sekaligus dipakai sebagai alat evaluasi dan penetapan tindak lanjut.
14. Anggaran merupakan alat pengawas dan pengendalian jalannya bisnis.
Penganggaran merupakan langkah-langkah yang menjadi dasar bagi penetapan strategi
bisnis. Penganggaran merupakan perencanaan strategi unit bisnis, terlebih lagi adalah berkaitan
dengan masalah keuangan lembaga bisnis.

Manfaat dan Keuntungan Budgetting :


Dengan memahami kaidah-kaidah dasar perencanaan keuangan, pengelola bank dapat
menetapkan sasaran pengembangan yang diinginkan, melaksanakan, mengendalikan dan secara
tekun dan taat untuk mencapainya. Keuntungan Budgetting yang lebih spesifik antara lain :
1. Merangsang atau memaksa pertimbangan-pertimbangan mengenai kebijakan dasar manajemen.
2. Membutuhkan organisasi yang mantap, pembagian tanggung jawab yang jelas dan tetap pada tiap
bagian manajemen.
3. Mendorong anggota manajemen untuk ikut serta dalam penetapan tujuan bersama dan tempat untuk
komunikasi berkala antar pengurus.
4. Mendorong semua bagian manajemen untuk membuat rencana yang sesuai dengan bagian lain.
5. Mengharuskan untuk pemakaian tenaga kerja, fasilitas dan modal yang paling ekonomis.
Kaidah Dasar Perencanaan
Sebagaimana kaidah umum yang berlaku, sasaran perencanaan keuangan perlu
memperhatikan dan mengindahkan nilai-nilai sebagai berikut :
1. Sesuai kemampuan (Realistis)
Dalam merencanakan harus didasarkan pada kemampuan dan pengalaman yang dimiliki, sehingga
sasaran yang ditetapkan tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah.
2. Dirumuskan dengan jelas
Sasaran perlu dirumuskan dengan jelas, sehingga pelaksanaan dan pengendaliannya akan menjadi
lebih mudah.
3. Dapat diukur hasilnya
Sasaran yang ditetapkan akan menjadi acuan tindakan pelaksanaan dan pengendaliannya dari
waktu ke waktu, sehingga ukurannya dibuat dalam kuantitatif.
4. Ada kerangka waktu yang jelas
Mengukur hasil atau pencapaian hasil suatu usaha akan terikat pada jumlah dan waktu.

Pembatasan Penganggaran
Melibatkan waktu yang akan datang, sehingga diperlukan batasan-batasan atau asumsi :
1. Budgetting didasarkan pada taksiran-taksiran (estimasi)
2. Budgetting harus disesuaikan terhadap perkembangan situasi dan kondisi yang melatarbelakangi.
3. Budgetting tidak menggantikan manajemen dan administrasi tetapi merupakan alat bantu untuk
pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi.
4. Realisasi Budgetting tidak akan terjadi secara otomatis, tetapi membutuhkan usaha dan keras untuk
mencapainya.

Sumber dan Alat Bantu Budgetting


Sumber-sumber data terseebut terdiri dari :
1. Laporan keuangan periode lalu
2. Data riset pasar mengenai potensi funding dan financing
3. Permohonan pembiayaan yang akan direalisasikan untuk periode mendatang
4. Rencana angsuran pembiayaan
5. Rencana pengeluaran biaya periode berikutnya
6. Kebijakan yang telah disepakati bersama
7. Asumsi-asumsi dalam penetapan cash in dan cash out sesuai dengan kebijakan yang telah
disepakati

Sedangkan alat bantu yang sederhana yang digunakan untuk melakukan Budgetting adalah
Aliran Kas (cash flow) yaitu suatu format keuangan yang mengilustrasikan target-target mengenai
mengalirnya dana masuk (cash in) dan dana keluar (cash out) serta saldo kas pada suatu periode
tertentu.

 Ada pun kriteria standar etika untuk manajemen keuangan yaitu:


f. Competance
Praktisi akuntansi manajemen dan manajemen keuangan memiliki tanggung jawab
untuk:
4. Mempertahankan tingkat sesuai kompetensi profesional dengan pengembangan
pengetahuan dan keterampilan.
5. Melakukan tugas profesional mereka sesuai dengan hukum, peraturan dan standar
teknis.
6. Menyiapkan laporan lengkap dan jelas untuk memperoleh informasi yang relevan dan
dapat dipercaya

g. Confidentiality
Praktisi akuntansi manajemen dan manajemen keuangan memiliki tanggung jawab untuk:
4. Menahan diri dari mengungkapkan informasi rahasia yang diperoleh dalam pekerjaan
mereka kecuali bila diizinkan, atau keperluan hukum untuk melakukannya.
5. Menginformasikan pada bawahan, mengenai kerahasiaan informasi yang diperoleh
dalam pekerjaan mereka dan memantau kegiatan mereka untuk menjamin
pemeliharaan kerahasiaan
6. Menahan diri dari untuk menggunakan informasi rahasia yang diperoleh dalam
pekerjaan mereka untuk keuntungan tidak etis atau ilegal baik secara pribadi atau
melalui pihak ketiga.
h. Integritas
Adalah perlindungan terhadap dalam sistem dari perubahan yang tidak terotorisasi, baik
secara sengaja maupun secara tidak sengaja. Integritas mengharuskan untuk menghindari
“conflicts of interest”, menghindari kegiatan yang dapat menimbulkan prasangka terhadap
kemampuan mereka dalam menjunjung etika.

i. Objektivitas
Praktisi akuntansi manajemen dan manajemen keuangan memiliki tanggung jawab
untuk Mengkomunikasikan informasi secara adil dan obyektif dan mengungkapkan
penuh semua informasi relevan yang dapat diharapkan untuk mempengaruhi
pemahaman pengguna dimaksudkan dari laporan, komentar, dan rekomendasi yang
disampaikan.

j. Resolusi Konflik Etis


Dalam menerapkan standar etika, praktisi manajemen akuntansi dan manajemen keuangan
mungkin mengalami masalah dalam mengidentifikasi perilaku tidak etis atau dalam
menyelesaikan konflik etis.

Manajemen keuangan dalam konteks pembahasan ini adalah berhubungan dengan


penganggaran. Anggaran adalah suatu rencana yang disusun secara sistematis, yang meliputi
seluruh kegiatan bank yang dinyatakan dalam unit (kesatuan) moneter yang berlaku untuk jangka
waktu tertentu di masa mendatang.

D. ETIKA DALAM AKUNTANSI

Secara sederhana, akuntansi adalah proses bisnis mencapai kegiatan keuangan dengan
mencatat pengeluaran dan penerimaan serta laporan keuangannya. Akuntan yang bekerja di suatu
perusahaan melakukan pencatatan keuangan sesuai dengan standart dan prinsip yang diakui di
suatu negara. Akuntan karyawan adalah pekerja di suatu perusahaan, dan sama seperti karyawan
yang lain dalam melakukan pekerjaannya, memiliki kewajiban moral yang sama seperti karyawan
yang lain. Ada profesi akuntan yang disebut akuntan publik yang bekerja pada kantor akuntan,
perusahaan jasa untuk memeriksa buku perusahaan dan laporan keuangannya.

Permasalahan moral yang paling banyak dipermasalahkan adalah melakukan earnings


management, yaitu tindakan untuk menaikkan atau menurunkan pendapatan perusahaan tanpa
adanya kenaikan atau penurunan yang sebenarnya dari operasi perusahaan. Permasalahan moral
yang lain adalah penentuan biaya jasa akuntansi tersebut. Issue yang lain adalah bagaimana
menangani permasalahan yang terjadi karena perubahan-perubahan yang cepat terjadi dalam
peraturan, hukum, dan praktek serta aturan akuntansi. Bagi banyak akuntan, tindakan yang
bermoral adalah yang mengikuti aturan atau standart tersebut. Banyak yang berpendapat tidak
demikian, kenyataannya makin jauh moralitasnya dari aturan dan standar itu sendiri.
Tujuan dari pemeriksaan akuntansi dari suatu perusahaan adalah untuk meyakinkan kepada
masyarakat umum bahwa keuangan perusahaan sebagaimana dilaporkan adalah benar, sistem itu
sendiri tidak dibuat untuk menjamin hal tersebut.