Anda di halaman 1dari 17

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

TUMBUH KEMBANG

Oleh Kelompok :

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BANYUWANGI


PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
TAHUN 2019
LEMBAR PENGESAHAN
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) TUMBUH KEMBANG ANAK

Oleh kelompok:
1.

Menyetujui
Tanggal,

Mengetahui

b
SATUAN ACARA PENYULAN (SAP)

Pokok pembahasan : Memberi pemahaman tentang tumbuh kembang anak


Sub Pokok Pembahasan : Tumbuh Kembang Anak
Sasaran : Orang tua anak balita
PELAKSANAAN KEGIATAN
Hari/tanggal : Kamis 29 Agustus 2019
Waktu :
Tempat :
Pemberi materi : Mahasiswa
A. Latar Belakang Kegiatan
Pembangunan kesehatan sebagai bagian dari upaya membangun manusia

seutuhnya antara lain diselenggarakan melalui upaya kesehatan anak yang dilakukan sedini

mungkin sejak anak masih didalam kandungan. Upaya kesehatan ibu yang dilakukan

sebelum dan semasa hamil hingga melahirkan, yang ditujukan untuk menghasilkan

keturunan yang sehat dan lahir dengan selamat ( intact survival ). Upaya yang dilakukan

sejak anak masih berada dalam kandungan sampai lima tahun pertama kehidupannya.

Anak-anak adalah generasi penerus penentu masa depan bangsa. Kualitas generasi

penerus tergantung kepada kualitas tumbuh kembang terutama pada masa Balita.

Penyimpangan tumbuh kembang pada anak harus dapat dideteksi sejak dini, terutama

sebelum anak berumur 3 tahun supaya segar dapat diintervensi. Karena

jika penangananmya terlambat, akibatnya penyimpangan yang terjadi akan semakin sukar

diperbaiki. anak-anak tidak hanya perlu dipantau pertumbuhan fisik seperti berat badan

dan tinggi badannya saja. Tetapi juga perkembangan otak dan kecerdasannya, -- yang

antara lain dapat dilihat dari perkembangan motorik halus, motorik kasar dan lainnya.

Mengingat jumlah balita di Indonesia sangat besar yaitu 10 % dari seluruh

populasi, maka sebagai calon generasi penerus bangsa, kualitas tumbuh kembang balita di

Indonesia perlu mendapat perhatian serius yaitu mendapat gizi yang baik, stimulasi yang
memadai serta terjangkau oleh pelayanan kesehatan berkualitas termasuk deteksi dan

intervensi penyimpangan tumbuh kembang.

Anak perlu diasuh dan dibimbing karena mengalami proses pertumbuhan dan

perkembangan. Pertumbuhan adalah bertumbuhnya anak dari segi jasmani. Perkembangan

ialah berkembangnya kepribadian anak, dari seorang mahluk yang tadinya secara mutlak

bergantung pada lingkungannya, menjadi seorang yang secara relatif mandiri dan berguna

bagi lingkungannya.

Perkembangan anak merupakan proses. Artinya, perkembangan itu meliputi

berbagai aspek kehidupan manusia, dan terjadi sebagai hasil interaksi antara faktor

bawaan dan faktor lingkungan. Agar perkembangan itu berjalan sebaik-baiknya, anak

perlu diasuh dan dibimbing oleh orang dewasa, terutama dalam lingkungan kehidupan

berkeluarga.

B. Tujuan
a. Tujuan Umum
Setelah mendapatkan penyuluhan selama 20 menit tentang “Tumbuh Kembang” ,

diharapkan peserta penyuluhan dapat lebih memahami pentingnya Perkembangan

Tumbuh Kembang anak.

b. Tujuan Khusus
Setelah mendapatkan penyuluhan diharapkan peserta penyuluhan mampu

menjelaskan kembali :

a. Pengertian Tumbuh Kembang Anak.


b. Pengertian Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak
c. Gangguan Tumbuh Kembang yang sering ditemui
d. Keuntungan dan keterbatasan dari Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak
e. Pada Usia berapa saja dapat dilakukan Deteksi Tumbuh Kembang
A. Materi (terlampir)
a. Pengertian Tumbuh Kembang Anak.
b. Pengertian Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak
c. Gangguan Tumbuh Kembang yang sering ditemui
d. Keuntungan dan keterbatasan dari Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak
e. Pada Usia berapa saja dapat dilakukan Deteksi Tumbuh Kembang
B. Media
Leatflet
C. Metode
 Presentasi
 Diskusi / Tanya jawab
D. Pengorganisasian
1. Moderator :
2. Presentator :
3. Fasilitator :
4. Observer :
E. Kegiatan Penyuluhan
No. Waktu Kegiatan penyuluhan Kegiatan peserta
1 5 menit Pembukaan: Menjawab salam
Memberi salam Mendengarkan dan
Menjelaskan tujuan memperhatikan
pembelajaran
Menyebutkan materi/pokok
bahasan yang akan disampaikan

2 10 menit Pelaksanaan, menjelaskan materi Menyimak dan memperhatikan


penyuluhan secara berurutan: penjelasan materi.
Pengertian Tumbuh Kembang
dan Deteksi Dini Tumbuh Kembang
Jenis-jenis Deteksi Dini Tumbuh
Kembang
Intervensi dan pencegahan
Tumbuh Kembang
Jenis layanan Intervensi Tumbuh
Kembang
3 5 menit Evaluasi: Bertanya kepada pemateri.
Tanya jawab tentang materi Menjawab pertanyaan yang
penyuluhan diberikan oleh pemateri
Memberi pujian atau dukungan Menyimpulkan semua dari
kepada peserta. materi penyuluhan yang telah
diberikan.
4 5 menit Penutup: Menjawab salam
Mengucapkan terima kasih.
Mengucapkan salam.
F.Metode

a. Ceramah

b. Tanya Jawab

G.Media

a. Persentasi

b. Leaflet

H.Rencana Evaluasi Kegiatan

1. Evaluasi Struktur

Persiapan Media

Media yang digunakan dalam penyuluhan semua lengkap dan dapat digunakan dalam

penyuluhan yaitu :

a.Leaflet

2. Evaluasi Proses

a. Proses penyuluhan dapat berlangsung dengan lancar dan peserta penyuluhan memahami

materi penyuluhan yang diberikan.

b. Peserta penyuluhan memperhatikan materi yang diberikan.

c. Selama proses penyuluhan diharapkan terjadi interaksi antara penyuluh dengan sasaran.

3. Evaluasi Hasil
TEORI TUMBUH KEMBANG PADA ANAK

A. MENGAPA ANAK PERLU DIASUH DAN DIBIMBING

Anak perlu diasuh dan dibimbing karena mengalami proses pertumbuhan dan

perkembangan. Pertumbuhan adalah bertumbuhnya anak dari segi jasmani. Perkembangan

ialah berkembangnya kepribadian anak, dari seorang mahluk yang tadinya secara mutlak

bergantung pada lingkungannya, menjadi seorang yang secara relatif mandiri dan berguna

bagi lingkungannya.

Perkembangan anak merupakan proses. Artinya, perkembangan itu meliputi berbagai

aspek kehidupan manusia, dan terjadi sebagai hasil interaksi antara faktor bawaan dan faktor

lingkungan. Agar perkembangan itu berjalan sebaik-baiknya, anak perlu diasuh dan

dibimbing oleh orang dewasa, terutama dalam lingkungan kehidupan berkeluarga.

B. HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MENGASUH DAN MEMBIMBING

ANAK

Sebagaimana dijelaskan diatas, perkembangan anak dipengaruhi oelh faktor bawaan dan

faktor lingkungan. Kedua faktor itu perlu diperhatikan dalam mengasuh anak.

1. Faktor bawaan

Faktor bawaan adalah sifat yang dibawa anak sejak lahir :

o Ada anak yang penyabar, pemarah, pendiam, banyak bicara, ceradas, bodoh, dll

o Kedaan fisik yang berbeda-beda , ada yang tinggi/pendek, ada yang berkulit

hitam/putih, hidung mancung/pesek, dll

Faktor bawaan dapat mempercepat, menghambat, atau melemahkan pengaruh faktor

lingkungan. Setiap anak itu unik, artinya bahwa tidak ada satu anak pun yang persis

sama. Dalam mengasuh dan membimbing anak, kita tidak boleh membandingkan

perkembangan anak yang satu dengan yang lainnya, tanpa memperhatikan sifat mereka

masing-masing.

2. Faktor lingkungan
Adalah pengaruh luar atau lingkungan yang mempengaruhi perkembangan anak.

Faktor lingkungan meliputi suasana lingkungan dalam keluarga dan hal lain yang

berpengaruh dalam perkembangan anak, seperti sarana dan prasarana yang tersedia,

misalnya alat bermain, lapangan bermain atau televisi.

Faktor lingkungan dapat merangsang berkembangnya fungsi tertentu dari anak,

shingga mempercepat perkembangan anak. Namun, faktor lingkungan juga dapat

mmeperlambat atau mengganggu kelangsungan perkembangan anak. Peran orangtua

adalah menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan anak ke arah yang

positif.

C. HAKIKAT MENGASUH DAN MEMBIMBING ANAK

1. Keluarga merupakan lembaga pertama dan utama dalam mendidik anak. Pendidikan di

lingkungan keluarga merupakan dasar-dasar pertama perkembangan anak

2. Mengasuh dan membimbing anak ialah mendidik anak agar kepribadian anak dapat

berkembang dengan sebaik-baiknya, sehingga menjadi manusia dewasa yang

bertanggung jawab.

3. Mengasuh dan mebimbing anak melibatkan seluruh aspek kepribadian anak, baik aspek

jasmani, intelektual, emosional dan keterampilan, serta aspek norma dan nilai.

4. Hakikat mengasuh dan membimbing anak meliputi pemberian kasih sayang dan rasa

aman, sekaligus disiplin dan contoh yang baik. Oleh karena itu, diperlukan suasana

kehidupan keluarga yang stabil dan bahagia

5. Mengasuh dan membimbing anak selain merupakan tantangan dalam kelauraga, juga

merupakan pengalaman yang menyenangkan dan memuaskan.

6. Mengasuh dan membimbing anak membutuhkan pengetahuan, keterampilan,

pengalaman dan kesabaran orangtua

D. PRINSIP DALAM MENGASUH DAN MEMBIMBING ANAK

1. MENGASUH DAN MEMBIMBING ANAK UMUR 0 – 1,5 TAHUN


a. Ciri dan tuntutan perkembangan

o Memperoleh rasa aman dan rasa percaya dari lingkungan merupakan dasar yang

penting dalam hubungan anak dengan lingkungannya

o Rasa aman ini diperolehnya melalui sentuhan fisik yang menyenangkan dengan ibunya

dan sesedikit mungkin mengalami hal-hal yang kurang mneynangkan

b. Sikap orangtua

o Penuh kasih sayang dalam merawat dan mengasuh akan menimbulkan perasaan aman

serta percaya pada bayi

o Kesiapan ibu pada setiap saat dibutuhkan oleh bayi, juga menimbulkan rasa aman dan

percaya pada bayi

o Berilah ASI sesuai dengan kebutuhan bayi anda. Jangan terlalu ketat dengan jadwal

pemberian makanan, karena setiap bayi mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda

o Bila ibu terpaksa memberikan susu botol, perlakukanlah seperti bayi minum ASI, yaitu

dengan cara memeluknya

o Ketika bayi rewel, carilah penyebabnya dan atasilah masalahnya. Tangisan tidak selalu

berarti bayi lapar.

o Angkat dan peluklah bayi anda serta gendonglah berkeliling rumah/halaman sambil

menunjukkan benda-benda yang ada di sekitarnya

o Sering-seringlah berbicara kepada bayi anda setiap hari, pada saat memakaikan

pakaian, memberinya makan, memandikan, atau ketika melakukan kesibukan rumah

tangga lainnya. Bayi tidak pernah terlalu muda untuk diajak berbicara

o Ajaklah bayi anda bermain sambil tersenyum dan tirukanlah gerakan, mimik, dan

kegiatannya. Bayi anda akan menirukan kegiatan anda pula.

o Senandungkan dan ayunkanlah bayi anda pada saat menidurkan, sehingga ia akan

tertidur dengan nyaman.

o Perkenalkan dengan berbagai macam benda, bunyi-bunyian, dan warna. Hal ini akan

mempercepat perkembangan bayi anda.


Segala hal yang dapat mengganggu proses menyusui dalam hubungan ibu dan

anak pada tahap ini akan menyebabkan terganggunya pembentukan rasa aman dan

percaya. Hal ini menyebabkan goyahnya tahap perkembangan berikutnya. Anak diliputi

rasa tidak aman dan tidak percaya.

c. Gagguan/penyimpangan yang dapat timbul pada tahap ini

o Kesulitan makan

o Mudah terangsang, marah, tersinggung (Irritabilitas)

o Menolak segala sesuatu yang baru

o Sikap dan tingkah laku yang seolah-olah ingin melekat pada ibu dan menolak

lingkungan

Bila gangguan tersebut tidak diatasi dengan baik, maka pada masa dewasa

kemungkinan besar akan timbul kelainan jiwa yang bercorak ketergantungan yang kuat

seperti :

o Depresi (rasa murung, sedih, dan perasaan tertekan)

o Adiksi obat (ketergantungan obat)

o Skizofrenia (gangguan jiwa dengan kepribadian terpecah)

2. MENGASUH DAN MEMBIMBING ANAK UMUR 1,5 – 3 TAHUN

a. Ciri dan tuntutan perkembangan

o Anak akan bergerak dan berbuat sesuatu sesuai dengan keamuannya sendiri, sehingga

ia seolah-olah ingin mencoba apa yang dapat dilakukannya

o Anak dapat menuntut atau menolak apa yang ia kehendaki atau tidak ia kehendaki

o Akan tertanam perasaan otonomi diri, yaitu rasa kemampuan mengatur badannya dan

lingkungannya sendiri. Hal ini menjadi dasar terbentuknya rasa yakin pada diri dan

harga diri di kemudian hari

b. Sikap orangtua

o Doronglah agar anak dapat bergerak bebas dan berlatih melakukan hal-hal yang

diperkirakan mampu ia kerjakan, sehingga akan menumbuhkan rasa kemampuan diri.


Namun harus bersikap tegas untuk melindungi dari bahaya, karena dorongan anak

berbuat belum diimbangi oleh kemmapuan untuk melaksanakannya secara wajar dan

rasional

o Usahakan agar anak mau bermain dengan anak lainnya. Dengan demikian ia akan

belajar bagaimana mengikuti aturan permainan. Namun jangan lupa bahwa dalam

bermain atau berhubungan dengan orang lain, anak masih bersifat egoistis, yaitu

mementingkan diri sendiri dan memperlakukan orang lain sebagai obyek atau benda

sesuai dengan kemauannya sendiri

o Banyaklah berbicara kepada anak dalam kalimat pendek yang mudah dimengerti

o Bacakan buku cerita atau dongeng kepada anak setiap hari, dan doronglah agar ia

mau menceritakan kepada anda apa yang ia lihat atau dengar

o Ajak anak ke taman, toko, kebun binatang, lapangan, atau tempat lainnya

o Usahakan agar anak membereskan mainannya setelah bermain, membantu kegiatan

rumah tangga yang ringan dan menanggalkan pakaiannya tanpa dibantu. Hal ini akan

melatih anak untuk bertanggung jawab.

o Latihlah anak dalam hal kebersihan diri, yaitu buang air kecil dan buang air besar

pada tempatmnya, namun jangan terlalu ketat

o Latihlah anak untuk makan sendiri memakai sendok dan garpu, dan ajaklah ia makan

bersama keluarga

o Berilah alat permainan yang sederhana, dan doronglah agar anak mau bermain balok-

balok atau menggambar

o Jangan terlalu banyak memberikan larangan. Namun orangtua pun jangan terbiasa

menuruti segala permintaan anak. Bujuk dan tenangkanlah anak ketika ia kecewa

dengan cara memeluknya dan mengajaknya berbicara.

c. Gangguan / penyimpangan yang dapat timbul pada tahap ini

o Kesulitan makan, terutama bila ibu memaksa makan

o Suka mengadat (ngambek/tempertantrum)


o Tingkah laku kejam

o Tingkah laku menentang dan keras kepala

o Gangguan dalam berhubungan dengan orang lain yang diwarnai oleh sikap

menyerang

3. MENGASUH DAN MEMBIMBING ANAK UMUR 3 –5 TAHUN

a. Ciri dan tuntutan perkembangan

o Anak bersifat ingin tahu, banyak bertanya berbagai macam, dan meniru kegiatan di

sekitarnya.

o Anak mulai melibatkan diri dalam kegiatan bersama dan menunjukkan inisiatif untuk

mengerjakan sesuatu, tapi ia tidak mementingkan hasilnya. Pengalaman dalam

melakukan aktivitas ini amat penting artinya bagi anak.

o Seringkali kita lihat bahwa anak cenderung berpindah-pindah dan meninggalkan

tugas yang diberikan kepoadanya untuk melakukan yang lain. Hal ini dapat

menimbulkan krisis baru karena hal itu bertentangan dengan lingkungan yang

semakin menuntut, sehingga anak mengalami kekecewaan

o Jika dalam tahap sebelumnya hanya tokoh ibu yang bermakna bagi anak, dalam tahap

ini tokoh ayah mempunyai peran penting baginya. Disini terbentuk segitiga hubungan

kasih sayang ayah-ibu-anak. Anak laki-laki merasa lebih sayang kepada ibunya, dan

anak perempuan lebih sayang kepada ayahnya

o Melalui peristiwa ini, anak dapat mengalami perasaan sayang, benci, irihati,

persaingan, memiliki dan lain-lain. Begitu pula perasaan takut dan cemas.

o Kedua orangtua harus bekerjasama untuk membantu anak melalui tahap ini. Peranan

orangtua sebagai tokoh ayah dan tokoh ibu sangat penting

o Ayah dan ibu merupakan suatu kesatuan. Oleh karena itu jangan mau dimanipulasi

oleh anak. Ayah dan ibu memberikan kasih sayang yang sama, baik terhadap anak

perempuan ataupun anak laki-laki


o Dengan terselesaikannya hubungan segitiga tersebut, maka anak wanita akan

beridentifikasi dengan ibunya dan anak laki-laki dengan ayahnya (identitas seksual

maupun identitas diri)

o Bila ibu terlalu dominan (menonjol pengaruhnya) dalam rumah tangga, sedangkan

ayah kurang tegas atau ayah tidak ada (absen) baik secara lahiriah maupun kejiwaan,

maka akan terjadi identifikasi (proses meniru) yang salah. Anak laki-laki akan

beridentifikasi dengan ibunya, sehingga ia lebih mengembangkan sikap kewanitaan

dan sebaliknya

o Anak mulai melihat adanya perbedaan jenis kelamin. Kadang-kadang, ia terpaku pada

alat kelaminnya. Sering kita melihat anak laki-laki memegang alat kelaminnya sampai

ereksi. Jangan dimarahi karena hal ini tetapi alihkanlah perhatiannya. Bila diatasi

dengan baik, fase ini akan berakhir dengan baik pada usia 6 tahun.

b. Sikap orangtua

o Berilah kesempatan kepada anak untuk menyalurkan inisiatifnya, sehingga ia

mendapat kesempatan untuk membuat kesalahan dan belajar dari kesalahan tersebut

o Ikut sertakan anak dalam aktivitas keluarga, misalnya menyapu, berbelanja ke pasar,

memasak, atau membetulkan mainan yang rusak

o Jangan menakut-nakuti anak. Pada anak laki-laki akan berakibat cemas, karena pada

tahap ini ia sangat takut akan kehilangan alat kelaminnya (kastrasi), sedangkan pada

anak perempuan timbul rasa iri hati.

o Dengar dan hargailah pendapat serta usul yang dikemukakan oleh anak

o Jangan menuntut yang melebihi kemampuan anak

o Ibu perlu lebih dekat kepada anak perempuannya. Sedangkan ayah perlu lebih akrab

dengan anak laki-lakinya

o Jawablah pertanyaan anak dengan benar, jangan membohongi atau menunda jawaban,

misalnya bila anak bertanya bagaimana caranya adik keluar dari perut mama,
jawablah bahwa keluarnya melalui jalan lahir, jangan katakan dibelah dari perut. Hal

ini akan menakutkan bagi anak yang dapat berdampak negatif pada jiwanya

o Sering-seringlah membacakan buku cerita atau dongeng. Kemudian diskusikanlah isi

ceritanya dan tanyakanlah beberapa pertanyaan kepada anak

o Berilah ia kesempatan untuk mengunjungi tetangga, teman, dan saudara tanpa

ditemani.

o Luangkan waktu setiap hari untuk berdialog dengan anak. Dengarkanlah ia dan

tunjukkanlah bahwa anda mengerti pembicaraannya dengan mengulangi apa yang

dikatakannya. Pada saat ini janganlah menggurui, mencaci dan menyepelekannya

o Ajarkanlah untuk membedakan yang salah dan yang benar, serta tata tertib dan sopan

santun yang berlaku di masyarakat setempat

o Peranan ayah menjadi penting disini. Oleh karena itu ajaklah anak bermain bersama.

Disini, ayah perlu bersikap sebagai teman bagi anak

o Gangguan dalam mencapai rasa inisiatif akan menyebabkan anak merasa bersalah,

rasa takut berbuat sesuatu, takut mengemukakan sesuatu, serta serba salah dalam

bergaul

c. Gangguan/ Penyimpangan yang dapat timbul pada tahap ini

o Kesulitan belajar

o Masalah sekolah

o Masalah pergaulan dengan teman

o Anak yang pasif dan takut serta kurang kemauan, kurang inisiatif
DAFTAR HADIR
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
NO NAMA ALAMAT TANDA TANGAN
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50