Anda di halaman 1dari 2

BAB III

METODE

A. Alat dan Bahan


 Alat
1. Erlenmeyer 7. Timbangan tikus
2. Corong gelas 8. Sonde oral
3. Gelas ukur 9. Jarum suntik 1 ml
4. Rotari Evaporator 10. Kandang tikus
5. Oven 11. Glukometer dan tes strip
6. Neraca analitik
 Bahan
1. Daun sirih 5. Glibenklamid
2. Etanol teknis 6. Na CMC 0,5%
3. Alkohol 70% 7. Glukosa 10%
4. Aloksan monohidrat 8. aquadest
 Hewan Uji
Hewan yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah tikus putih jantan sebanyak
42 ekor dengan berat badan 150-250 gram dan berumur 2,5-3 bulan.
B. Cara kerja
membuat ekstrak daun sirih dengan
metode maserasi

melakukan uji fitokimia terhadap


sampel ekstrak daun sirih

menetapkan dosis ekstrak daun sirih


aloksan, glibenklamid, akarbose,
dan glukosa yang akan digunakan

menyuntikkan efek obat pada tikus


diabetes aloksan

uji toleransi glukosa pada tikus


diabetes aloksan

pemeriksaan kadar
glukosa darah
C. Jumlah tikus dan ekstrak sirih yang digunakan

D. Metode yang digunakan


Metode yang digunakan adalah metode in vivo karena mengacu pada eksperimen
menggunakan keseluruhan organisme hidup. Perlakuan yang dilakukan terhadap tikus putih
yaitu dengan menyuntikkan aloksan, dan ekstrak daun sirih langsung ke dalam tubuh tikus
hidup