Anda di halaman 1dari 19

PENGAJARAN MICRO

DISUSUN OLEH:

NAMA : Acnes Oktaviani

NIM : 06101381722063

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SRIWIJAYA

2019
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : X / Genap
Materi Pokok : Larutan Elektrolit dan
Nonelektrolit
Alokasi Waktu : 30 menit

A. Kompetensi Inti
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang
dianutnya.

KI 2 : Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,


tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama,
toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas
berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta
dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa
dalam pergaulan dunia.
KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis
pengetahuan faktual, konseptual, prosedural
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah.
KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah
konkrit dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah
secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda
sesuai kaidah keilmuan.

KEGIATAN PEMBELAJARAN

KD IPK
3.8 Menganalisis larutan 3.8.1 menfidentifikasi sifat larutan
berdasarkan daya hantar 3.8.2 membedakan sifat larutan
listriknya 3.8.3 mengklasifikasi larutan elektrolit dan non
elektrolit
3.8.4 mengklasifikasi larutan elektrolit kuat dan
larutan elektrolit lemah

A. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa mampu mengidentifikasi sifat larutan.
2. Siswa mampu membedakan sifat larutan.
3. Siswa mampu mengklasifikasi larutan elektrolit dan non elektrolit
4. Siswa mampu mengklasifikasi larutan elektrolit kuat dan larutan elektrolit
lemah.

B. Materi Pembelajaran

 Faktual :
- Contoh larutan elektrolit dan nonelektrolit
- Kegunaan larutan elektrolit dalam kehidupan sehari-hari
 Konseptual :
- Pengertian larutan elektrolit dan nonelektrolit
- Pengelompokan larutan berdasarkan daya hantar listriknya
- Jenis elektrolit berdasarkan ikatannya
 Prosedural :
- Uji daya hantar listrik larutan
C. Model/ Metode Pembelajaran
1. Model pembelajaran : Discovery Learning

2. Metode pembelajaran : Diskusi, Tanya jawab, dan demonstrasi

D. Media dan Sumber Pembelajaran


1. Media dan Alat Pembelajaran

Media pembelajaran : Powerpoint

Alat pembelajaran : Alat Tulis, Laptop, LCD Projector, white boarding.

2. Sumber Pembelajaran
Referensi:
Das Salirawati. 2007. Belajar Kimia secara Menarik untuk SMA/MA Kelas X.

Jakarta: PT. Grasindo.

Sri Rahayu Ningsih, dkk. Kimia SMA/MA Kelas X. Jakarta: Bumi Aksara.

Unggul Sudarmo. 2013. Kimia untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta:


Erlangga.

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Pembelajaran Alokasi


waktu
Pendahuluan 1. Guru memberi salam. 5 menit
2. Guru mengajak siswa berdoa dan
memeriksa kehadiran siswa.
3. Guru menyiapkan siswa untuk
memulai pembelajaran dan memberi
siswa motivasi.
4. Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran dari materi yang akan
dibahas.
a.stimulation 1. Guru menyajikan video tentang orang 20
menit
(memberi stimulus) yangsedang mencari ikan disungai
dengan menggunakan arus listrik
2. Peserta didik mengamati video tersebut
3. Guru membagi siswa menjadi beberapa
kelompok yang terdiri dari 5-6 orang

b. Problem Statment
1. Peserta didik diberikan kesempatan
(mengidentifikasi
untuk mengajukan pertanyaan dari
maslah)
video yang ditampilkan, antara lain:
a. Mengapa arus listrik tidak mengenai
ikan tetapi ikannya bisa mati?
b. Apakah semua zat bisa menghantarkan
arus listrik?

c. Data collecting
(pengumpulan data)
1. Guru memberikan kesempetan siswa
untuk mengumpulkan data/informasi
tentang hubungan video tersebut dengan
sifat larutan melalui buku dan percobaan
daya hantar listrik secara berkelompok.

d. Data Processing
1. Guru meminta siswa untuk mengolah
(mengolah data)
data hasil percobaan dengan cara
berdiskusi.
2. Siswa berdiskusi

e. Verification (
1. Guru meminta perwakilan setiap
memverifikasi )
kelompok untuk membacakan hasil
diskusi mereka) dan membandingkan
dengan kelompok lain untuk
mengklasifikasi larutan elektrolit kuat,
lemah dan non-elektrolit
2. Siswa membacakan hasil diskusi
kelompok mereka.
f. Generalization (
menyimpulkan ) 1. Peserta didik menyompulkan hasil
diskusi mereka.
2. Guru memberikan penjelasan dan
kesimpulan dari permasalahan tersebut.

Penutup 1. Guru memberikan tugas kepada siswa 5 menit


untuk mempelajari materi selanjutnya.
2. Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran
dengan berdoa dan salam.
Lampiran

1. Materi larutan elektrolit dan non elektrolit


a. Perbedaan sifat larutan elektrolit dan non elektrolit

Larutan ada yang dapat menghantarkan arus listrik dan ada yang tidak dapat
menghantarkan arus listrik. Larutan yang dapat menghantarkan arus listrik disebut
larutan elektrolit, sedangkan larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik
disebut sebagai larutan nonelektrolit.
Untuk menguji apakah suatu larutan dapat
menghantarkan arus listrik, dapat kita lakukan
dengan cara menggunakan bola lampu yang
dihubungkan ke dalam rangkaian. Cara
melakukannya adalah seperti gambar
Dua buah lempengan atau kawat logam yang
dinamakan elektroda dicelupkan ke dalam suatu larutan. Kedua elektroda tersebut
tidak saling bersentuhan dan dihubungkan ke dalam suatu rangkaian yang terdiri
dari sumber tegangan listrik dan sebuah bola lampu. Jika ada arus listrik yang
mengalir dalam rangkaian, maka lampu akan menyala sehingga larutan tersebut
merupakan larutan yang dapat menghantarkan arus listrik.

Untuk mengelompokkan larutan berdasarkan hantaran listrik, perhatikan


gejala-gejala hantaran arus listrik dalam berbagai larutan. Pada rangkaian seperti
gambar di atas jika jenis larutan diubah-ubah, ternyata diperoleh hasil sebagai
berikut:
 Untuk larutan NaCl, NaOH, HCl, dan HNO3 ternyata mengakibatkan bola
lampu menyala dan pada elektrode timbul gelembung-gelembung gas.
Dengan demikian larutan-larutan tersebut dapat menghantarkan arus listrik.
Atau dengan kata lain larutan-larutan di atas termasuk dalam larutan
elektrolit.
 Untuk larutan gula (C12H22O11), urea (CO(NH2)2) , etanol (C2H5OH), dan
glukosa (C6H12O6) ternyata bola lampu tidak menyala dan pada elektrode
tidak timbul gelembung-gelembung gas. Dengan demikian larutan-larutan
tersebut tidak dapat menghantarkan arus listrik berarti larutan-larutan
tersebut merupakan larutan yang tergolong dalam larutan nonelektrolit.

Berdasarkan informasi di atas dapat disimpulkan bahwa larutan elektrolit


mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
 Dapat menghantarkan arus listrik
 Umumnya merupakan senyawa garam, asam, ataupun basa

Berdasarkan sifat daya hantar listriknya, larutan elektrolit dibedakan menjadi dua
macam larutan elektrolit kuat dan larutan elektrolit lemah.

b. Penyebab larutan elektrolit dapat menghantarkan listrik

Untuk mengetahui penyebab larutan elektrolit dapat menghantarkan arus


listrik, Anda harus memahami terlebih dahulu konsep reaksi disosiasi (penguraian
senyawa menjadi ion dalam larutan). Ketika suatu senyawa dilarutkan ke dalam air,
ada tiga kemungkinan yang dapat terjadi, yaitu terdisosiasi (terurai) sempurna,
terdisosiasi sebagian, dan tidak terdisosiasi. Senyawa elektrolit kuat akan
terdisosiasi sempurna, senyawa elektrolit lemah hanya terdisosiasi sebagian,
sedangkan senyawa nonelektrolit tidak terdisosiasi. Suatu senyawa yang
mengalami disosiasi, baik sempurna maupun sebagian terurai menjadi ion-ion
penyusunnya (ion positif dan ion negatif). Reaksi-reaksi
disosiasi pada senyawa elektrolit dapat dituliskan sebagai berikut.

Daya hantar listrik berhubungan dengan ion-ion dalam larutan. Aliran


arus listrik berbentuk pergerakan partikel berupa partikel elektron maupun ion.
Ketika dilewatkan ke dalam larutan elektrolit, arus listrik akan dihantarkan oleh
ion-ion dalam larutan sehingga lampu dapat menyala. Semakin banyak ion-ion
dalam larutan, daya hantar larutan semakin kuat. Itulah sebabnya nyala lampu
larutan elektrolit kuat lebih terang daripada larutan elektrolit lemah. Tahukah Anda,
mengapa larutan nonelektrolit tidak dapat menghantarkan arus listrik? Ketika
dilarutkan ke dalam air, larutan-larutan nonelektrolit seperti larutan gula dan
alkohol tidak terurai menjadi ion-ionnya. Larutan nonelektrolit terurai menjadi
molekul-molekulnya.
2. LEMBAR DISKUSI PESERTA DIDIK 1

Judul Kegiatan : Membedakan Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit


Jenis Kegiatan : Percobaan Kelompok
Tujuan Kegiatan : 1) Peserta didik dapat membedakan larutan elektrolit dan
nonelektrolit
2) Peserta didik dapat melakukan percobaan perbedaan
larutan elektrolit dan nonelektrolit
Alat dan Bahan
Alat Bahan
1. Sumber tegangan Larutan garam dapur (NaCl)
2. Kabel Larutan cuka (CH3COOH)
3. Gelas Kimia Larutan gula (C12H22O11)
4. Alat uji elektrolit Aquadest
5. Tisu
Langkah Kegiatan
1. Bentuklah kelompok dengan anggota 5 – 6 orang peserta didik !
2. Baca dan pahamilah prosedur percobaan berikut !
a. Rangkailah alat uji elektrolit seperti pada gambar berikut sehingga berfungsi
dengan baik.

b. Ambilah masing – masing 100 mL larutan yang akan diuji daya hantar listriknya
dan masukkan ke dalam gelas kimia yang diberi label.
c. Ujilah daya hantar listrik larutan NaCl dengan menggunakan rangkaian alat
penguji elektrolit dengan cara mencelupkan elektroda ke dalam larutan ! Berhati
– hatilah dalam menggunakan alat uji elektrolit !
d. Amati perubahan yang terjadi. Apakah lampu menyala ? Lihatlah perubahan di
sekitar elektrode (catat dalam tabel pengamatan).
e. Dengan cara yang sama, ujilah daya hantar larutan lain yang tersedia.

3. Jika kamu belum memahami prosedur percobaan larutan elektrolit dan non-
elektrolit, bertanyalah kepada gurumu dengan sopan.
4. Lakukan percobaan sesuai dengan prosedur yang telah kamu pahami dengan
hati – hati. Catatlah hasil percobaan yang diperoleh dalam tabel berikut.
5.
Pengamatan
Lampu Gelembung
No. Larutan
Tidak
Terang Redup Ada Tidak
menyala
1. Garam dapur … … … … …
(NaCl)
2. Cuka … … … … …
(CH3COOH)
3. Gula … … … … …
(C12H22O11)

6. Analisislah hasil percobaan yang diperoleh kemudian diskusikan pertanyaan –


pertanyaan berikut bersama dengan kelompokmu.
a. Gejala apakah yang menandai hantaran listrik melalui larutan ?
b. Dari data hasil percobaan jelaskan pengertian larutan elektrolit dan larutan
nonelektrolit !
c. Dari data hasil percobaan jelaskan sifat larutan elektrolit dan larutan
nonelektrolit !
d. Berdasarkan hasil percobaan tentukan jenis larutan berdasarkan daya hantar
listriknya sesuai tabel berikut.

No. Elektrolit Kuat Elektrolit Lemah Non elektrolit


1. … … …
2. … … …
… … … …

7. Presentasikan dengan percaya diri hasil analisis kelompokmu di depan


kelas!
C. Penilaian Kognitif

PILIHAN GANDA
1. Berdasarkan data percobaan daya hantar listrik diketahui bahwa lampu tidak
menyala dan tidak terdapat gelembung gas. Larutan tersebut diidentifikasi sebagai
larutan :
a. elektrolit d. elektrolit kuat
b. kovalen e. elektrolit lemah
c. non elektrolit

2. Di antara larutan berikut yang termasuk larutan non elektrolit yaitu :


a. larutan garam d. Larutan natrium hidroksida
b. larutan asam asetat e. Larutan urea
c. larutan asam klorida

3. Diantara larutan-larutan berikut yang memiliki daya hantar listrik terbesar yaitu:
a. CH3COOH 0,1 M d. HCl 0,1 M
b. NH4OH 0,1 M e. H2SO4 0,1 M
c. C6H12O6 0,1 M

4. Contoh berikut ini yang merupakan larutan elektrolit lemah adalah :


a. HNO3 d. Sr(OH)2
b. Ba(OH)2 e. Fe(OH)2
c. HI

5. Di antara larutan-larutan berikut yang menghasilkan nyala terang pada lampu alat
uji elektrolit adalah :
a. air hujan d. air laut
b. air teh e. air gula
c. air tanah

6. Apabila suatu senyawa elektrolit dilarutkan dalam air maka akan ….


a. mengalami ionisasi membentuk ion positif dan negatif
b. larut tetap sebagai molekul-molekul senyawa
c. air akan terionisasi menjadi ion positif dan ion negatif
d. terbentuk gelembung-gelembung gas
e. senyawa akan mengendap

7. Larutan MgSO4 akan terionisasi menjadi :


a. Mg+ d. Mg2+ dan SO42-
b. SO4- e. Mg2+ , SO42- dan MgSO4
c. Mg+ dan SO4-

8. Senyawa elektrolit kuat yang menghasilkan 3 ion H+ dalam reaksi ionisasi


adalah:
a. H2CO3 d. H2SO4
b. H2S e. H3PO4
c. HBr

9. Kristal senyawa NaCl mempunyai ion-ion yang tidak dapat bergerak bebas. Ion-
ion dapat bergerak bebas jika ....
a. dibekukan d. dilarutkan
b. dikristalkan e. diembunkan
c. didinginkan

10. Senyawa-senyawa berikut yang dapat menghasilkan ion paling banyak dalam
larutannya adalah :
a. H2O d. NH4OH
b. H3PO4 e. HBr
c. CH3OH 106
ESSAY
1. Tuliskan ion-ion yang dihasilkan dari ionisasi senyawa-senyawa :
Na2SO4, NaOH, CH3COOH, KI dan K3PO4
2. Percobaan pengujian larutan dengan menggunakan alat uji elektrolit diperoleh
data seperti dalam tabel berikut :
Larutan Lampu Gejala lain
A Tidak menyala Tidak ada gelembung
B Tidak menyala Ada gelembung
C Menyala Tidak ada gelembung
D Menyala terang Ada gelembung
E Menyala terang Ada gelembung

Berdasarkan data di atas larutan apa saja yang termasuk elektrolit kuat, elektrolit
lemah dan non elektrolit

KUNCI JAWABAN/PEDOMAN PENILAIAN

A. Pilihan Ganda
1. C 6. A
2. E 7. D
3. E 8. E
4. E 9. D
5. D 10. B
B. Essay

NO. SKOR
PEDOMAN PENSKORAN
SOAL
1 Na2SO4 2 Na+ + SO42- 4
NaOH Na+ + OH- 4
CH3COOH  CH3COO- + H+ 4
KI  K+ + I- 4
K3PO4  3K+ + PO43- 4
20

2 Elektrolit kuat = larutan D dan E 4


Elektrolit lemah = larutan B dan C 3
Non elektrolit = larutan A 3

10

𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑏𝑒𝑛𝑎𝑟 𝑝𝑖𝑙𝑔𝑎𝑛+𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑏𝑒𝑛𝑎𝑟 𝑒𝑠𝑠𝑎𝑦


Nilai Kognitif = x 100
40
D. Penilaian Psikomotorik
Aspek yang
dinilai
Menggunakan
Nama skor Nilai
Mempersipkan Cara merangkai hasil percobaan
Alat dan bahan alat untuk menarik
kesimpulan
Ana 4 4 3 11 7 92
Didik 2 3 2

Rubrik :

Menggunakan
Mempersipkan alat hasil percobaan
Skor Cara merangkai alat
dan bahan untuk menarik
kesimpulan
4 Jika menggunakan Rangkaian dapat Menggunakan tabel,
komponen batu baterai digunakan dengan baik nyala lampu dan
kabel, penghubung,bola terjadinya
lampu, elektroda gelembung
karbon,larutan yang
diuji, gelas kimia
3 Jika menggunakan Rangkaian cukup Menggunakan tabel,
komponen batu baterai, dapat digunakan nyala lampu
kabel penghubung,bola dengan baik
lampu,larutan yang
diuji, gelas kimia
2 Jika menggunakan Rangkain Menggunakan nyala
komponen batu baterai, kadangkadang lampu saja/terjadinya
kabel penghubung, terputus/tidak bisa gelembung
larutan yang diuji, gelas digunakan dengan baik
kimia
1 Jika menggunakan Rangkaian Tidak menggunakan
komponen batu baterai, terbalik/tidak dapat tabel, nyala lamu dan
kabel penghubung, digunakan terjadinya gelembung
larutan yang diuji
Pedoman penskoran/penilaian :

Skor masing-masing aspek 1 s.d 4

Rentang nilai 3 sampai 12

Nilai yang dicapai = ∑ skor yang diperoleh x 100

∑ Skor maksimal

x 100

= 91,6

Nilai Ana = 92
E. Penilaian Afektif
Aspek yang dinilai
Ketera
Nama Kedisi Kerja Tanggung Nilai
Obyektif Kejujuran ngan
plinan sama jawab
Ana 4 4 4 5 5 22 Amat
Didik 3 3 4 2 3 15 baik
Cukup

PEDOMAN PENSKORAN :
a. Kolom aspek yang dinilai diisi dengan angka dengan kriteria berikut :
1 = sangat kurang
2 = kurang
3 = cukup
4 = baik
5 = sangat baik
b. Nilai merupakan jumlah dari tiap-tiap indikator perilaku
c. Rentang nilai 5 sampai 25
d. Keterangan diisi dengan diskripsi sebagai berikut :
Nilai 21 – 25 = Amat baik

Nilai 16 – 20 = Baik

Nilai 11 – 15 = Cukup

Nilai 5 – 10 = Kurang