Anda di halaman 1dari 33

Digitally

signed by
Bagian
Bagian Kumortala
Kumortala Date:
2016.03.18
10:19:29
+0700

KEPALA LEMBAGA SANDI NEGARA


REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN
NOMOR: Hk.101/PERKA.290/2007

TENTANG

PETUNJUK PELAKSANAAN SELEKS1 CALON PESERTA


PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SANDI

KEPALA LEMBAGA SANDI NEGARA REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang a. bahwa dalam rangka peningkatan mutu Pendidikan dan Pelatihan Sandi, maka
dipandang perlu adanya seleksi bagi setiap pegawai Pemerintah yang akan mengikuti
Diktat Sandi;
b. bahwa dalam rangka penyelenggaraan seleksi calon peserta pendidikan dan pelatihan
sandi tersebut di atas, perlu ditetapkan petunjuk pelaksanaan seleksi calon peserta
pendidikan dan pelatihan sandi.
Mengingat 1. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran
Negara Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3041)
sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran
Negara Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3890);
2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 101 Tahun 2000 tentang
Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun
2000 Nomor 198, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4019);
3. Keputusan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 103 Tahun 2001 tentang
Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja
Lembaga Pemerintah Non Departemen sebagaimana telah beberapa kali diubah dan
terakhir dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 64 Tahun 2005;
4. Peraturan Kepala Lembaga Sandi Negara Nomor OT.001IPERKA.12212007 Tahun
2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Sandi Negara;
5. Keputusan Kepala Lembaga Sandi Negara Nomor 76/KIKEP.4.00312000 Tahun 2000
tentang Sistem Persandian Negara;
6. Keputusan Kepala Lembaga Sandi Negara Republik Indonesia Nomor
DL.0031KEP.14112004 Tahun 2004 tentang Petunjuk Pelaksanaan Akreditasi dan
Sertifikasi Pendidikan dan Pelatihan Sandi.
MEMUTUSKAN:

Menetapkan : PERATURAN KEPALA LEMBAGA SANDI NEGARA REPUBLIK INDONESIA TENTANG


PETUNJUK PELAKSANAAN SELEKSI CALON PESERTA PENDIDIKAN DAN
PELATIHAN SANDI

BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1

Dalam Keputusan ini yang dimaksud dengan:


1. Seleksi adalah metode dan prosedur yang dipakai oleh bagian personalia (kantor pemerintah, perusahaan, dan
sebagainya) saat memilih orang untuk mengisi lowongan pekerjaan,
2. Pendidikan dan Pelatihan Sandi yang selanjutnya disebut dengan Diklat Sandi adalah peningkatan kompetensi Pegawai
Instansi Pemerintah di bidang persandian, yang meliputi Diklat Pembentukan Sandiman, Diklat Fungsional Sandiman dan
Operator Transmisi Sandi yang selanjutnya disebut dengan OTS, serta Diklat Teknis Sandi.
3. Seleksi Dikiat Sandi adalah kegiatan penilaian terhadap kelayakan Pegawai Instansi Pemerintah untuk mengikuti Diklat
Sandi yang meliputi aspek Administrasi, Akademik, Psikologi dan Mental Ideologi.
4. Instansi Pemerintah adalah kesekretariatan Lembaga Tinggi Negara, Kantor Menteri Koordinator, Kantor Menteri
Negara, Departemen, Lembaga Pemerintah Non Departemen, Kejaksaan Republik Indonesia, TNIIPOLR1, Bank
Indonesia, Perwakilan RI di luar negeri, Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota dan Badanbadan lain.
5. Instansi Pembina Diklat Sandi yang selanjutnya disebut Instansi Pembina adalah Lembaga Sandi Negara RI, yang
secara fungsional bertanggung jawab atas pembinaan dan pengaturan dalam penyelenggaraan Dikiat Sandi.
6. Seleksi Administrasi adalah kegiatan penilaian terhadap persyaratan umum dan khusus yang meliputi Surat Perintah
Penugasan, Ijazah Pendidikan Formal, Usia, ijazah Sandi (bagi yang pemah mengikuti Diklat Sandi), Surat Keputusan
Pangkat Terakhir, Surat Keterangan Berbadan Sehat (Tidak Cacat Jasmani dan Rohani serta Tidak Buta Wama) yang
dinyatakan oleh Dokter Pemerintah.
7. Seleksi Akademik adalah kegiatan penilaian terhadap kemampuan bidang akademik yang meliputi Matematika, Bahasa
Inggris, Pengetahuan Umum dan Pengetahuan Substansi.
8. Seleksi Psikologi adalah kegiatan penilaian terhadap kejiwaan melalui tes tertulis dan wawancara sesuai dengan
standar yang telah ditentukan.
9. Seleksi Mental Ideologi adalah kegiatan penilaian terhadap mental dan ideologi melalui tes tertulis dan wawancara,
untuk mengetahui adanya kerawanan aspek pengaruh dan aspek pribadi terhadap persandian.
10. Tim Seleksi Dikiat Sandi yang selanjutnya disebut Tim Seleksi adalah suatu kepanitiaan yang dibentuk dari beberapa
unit kerja di Lembaga Sandi Negara RI danlatau dengan instansi terkait, dan ditetapkan dengan Keputusan Kepala
Lembaga Sandi Negara RI untuk melakukan seleksi Diklat Sandi.
11. Proses Seleksi Diklat Sandi adalah rangkaian kegiatan yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, dan
pengakhiran.
12. Perencanaan adalah kegiatan yang meliputi penyiapan tempat, bahan-bahan seleksi, rapat-rapat koordinasi dan jadwal
pelaksanaan Seleksi.
13. Pelaksanaan adalah rangkaian kegiatan mulai dari pendaftaran ulang, Seleksi Administrasi, Akademik, Psikologi sampai
dengan Mental Ideologi.
14. Rapat Penentuan Akhir yang selanjutnya disebut dengan Rapat Pantukhir adalah rapat penetapan hasil
seleksi dalam bentuk persidangan untuk menentukan kelulusan hasil Seleksi.
15. Pengakhiran adalah tahap akhir Seleksi yang dilaksanakan oleh Tim Seleksi dengan penyerahan berkas
melalui Berita Acara dan pembuatan laporan pelaksanaan Seleksi.
16. Peserta Seleksi yang selanjutnya disebut Reseda adalah pegawai instansi pemerintah yang telah ditunjuk
oleh instansinya untuk mengikuti Seleksi Diktat Sandi.

BAB II
MAKSUD DAN TUJUAN
Pasal 2
1) Maksud Petunjuk Pelaksanaan Seleksi Calon Peserta Diktat Sandi ini disusun sebagai pedoman bagi
penyelenggara dan pimpinan dalam rangka pelaksanaan Seleksi;
2) Tujuan Petunjuk Pelaksanaan Seleksi Calon Peserta Diklat Sandi ini disusun agar diperoleh keseragaman,
efisiensi dan efektivitas dalam proses seleksi.
BAB III
RUANG LINGKUP
Pasal 3
Ruang lingkup seleksi Diklat Sandi meliputi kegiatan penilaian terhadap aspek-aspek:
a. Administrasi;
b. Akademik;
c. Psikologi;
d. Mental Ideologi.

BAB IV
PRINSIP PENYELENGGARAAN SELEKSI

Pasal 4

1) Perencanaan dan persiapan kegiatan seleksi harus didasarkan pada prinsip efektivitas dan tepat waktu;
2) Pelaksanaan kegiatan seleksi harus didasarkan pada prinsip obyektivitas, transparan, dan tidak
diskriminatif;
3) Keputusan Rapat Pantukhir bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat;
4) Kegiatan pada tahap pengakhiran yang terdiri dari pelaporan dan penyerahan berkas harus didasarkan
pada prinsip Iengkap, valid, tepat waktu dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pasal 5
1) Pelaksanaan seleksi terhadap calon peserta Diktat Sandi menjadi kewenangan Lembaga Sandi Negara RI
dan Lembaga Diktat yang terakreditasi;
2) Lembaga Diklat yang belum terakreditasi, dapat melaksanakan seleksi melalui kemitraan dengan Instansi
Pembina.

BAB V
PROSEDUR PENYELENGGARAAN SELEKSI

Pasal 6
(1) Perencanaan seleksi dilakukan dengan cara pembuatan rancangan jadwal yang meliputi kegiatan dan
penentuan waktu, penyiapan tempat, bahan-bahan pelaksanaan seleksi sesuai dengan Lampiran I;
(2) Perencanaan agar berjalan efektif dan efisien diperlukan rapat-rapat koordinasi;
(3) Perencanaan seleksi dilakukan oleh Deputi Pembinaan dan Pengendalian Persandian Lembaga Sandi Negara
RI;
(4) Khusus bagi lembaga Diktat yang akan menyelenggarakan Diktat Sandi secara kemitraan, Tim Seleksi disusun
dengan komposisi berimbang atas dasar kesepakatan.
Pasal 7
Pelaksanaan Seleksi dilakukan oleh Tim Seleksi yang ditetapkan berdasarkan Keputusan dan atau Surat Perintah
Instansi Pembina/Lembaga Diktat yang terakreditasi;
Keanggotaaan Tim Seleksi terdiri dari:
a. Pengarah;
b. Ketua;
c. Sekretaris;
d. Kelompok Mental
e. Ideologi; Kelompok
f. Psikologi;
g. Pembuat Soal
h. Akademik; Pembuat
i. Soal Mental Ideologi;
j. Koordinator Tes;
k. PemeriksalPengawas:
l. Sekretariat;
m. Pengamanan;
n. Pramubakti.
(3) Pelaksanaan Seleksi dilakukan oleh Tim Seleksi sesuai jadwal yang telah ditentukan, mulai dari Daftar Ulang, Tes
Psikologi, Akademik, Mental Ideologi dan Rapat Pantukhir yang dipimpin oleh Ketua;
(4) Pelaksanaan Seleksi dilakukan apabila peserta telah memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan sesuai dengan
Diktat Sandi yang akan diikuti. Khusus bagi calon peserta Diktat Fungsional dan Diktat Teknis hanya dilakukan
seleksi administratif;
(5) Pelaksanaan Seleksi tertulis akademik, psikologi dan Mental Ideologi dikoordinir oleh Koordinator tes, yang
dilakukan di dalam ruangan;
(6) Pelaksanaan wawancara dilakukan oleh Kelompok Mental Ideologi dan Kelompok Psikologi;
(7) Hasil pelaksanaan seleksi ditabulasikan oleh Sekretaris dalam bentuk daftar nilai dari seluruh komponen secara
berurut dari nilai tertinggi hingga terendah sesuai dengan Lampiran II.
Pasal 8
Rapat Pantukhir dipimpin oleh Pengarah atau Ketua Panitia untuk membahas penentuan kelulusan peserta
seleksi;
Rapat Pantukhir dihadiri oleh:
a. Pengarah;
b. Ketua;
c. Sekretaris;
d. Kelompok Mental Ideologi;
e. Kelompok Psikologi;
f. Koordinator tes;
g. Sekretariat.
(3) Khusus bagi pelaksanaan seleksi dengan Lembaga Diklat secara kemitraan, dalam Rapat Pantukhir harus
melibatkan kehadiran pejabat kepegawaian Instansi yang bersangkutan;
(4) Keputusan hasil Rapat Pantukhir bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.
Pasal 9
(1) Penetapan hasil seleksi berupa daftar calon peserta yang dibuat berdasarkan keputusan Rapat Pantukhir
sesuai dengan Lampiran III;
(2) Hasil seleksi dilaporkan kepada Kepala Lembaga Sandi Negara RI u.p. Deputi Pembinaan dan
Pengendalian Persandian sebagai dasar pemanggilan peserta untuk mengikuti pendidikan.
Pasal 10
(1) Penyerahan berkas Seleksi yang meliputi basil penilaian akademik, wawancara dan kelengkapan
administrasi dari peserta yang lulus kepada Lembaga Penyelenggara Diktat Sandi dengan menggunakan
Berita Acara sesuai dengan Lampiran IV;
(2) Ketua Tim wajib membuat laporan penyelenggaraan Seleksi kepada Kepala Lembaga Sandi Negara RI
u.p. Deputi Pembinaan dan Pengendalian Persandian sesuai dengan Lampiran V;
(3) Bagi Lembaga Diklat yang melakukan kemitraan, laporan penyelenggaraan seleksi disampaikan kepada
atasan Lembaga Diktat tersebut dengan tembusan Kepala Lembaga Sandi Negara RI.
BAB VI
KOMPONEN PENILAIAN SELEKSI

Pasal 11
(1) Seleksi administrasi meliputi komponen:
a. Biodata sesuai dengan Lampiran VI;
b. Surat Perintah dari atasan Iangsung;
c. Usia maksimal 45 tahun, khusus Diktat Fungsional Sandiman usia maksimal lima tahun sebelum Batas
Usia Pensiun (BUP);
d. Surat Keputusan Pangkat Terakhir;
e. ljazah Sandi (bagi Diklat Lanjutan Sandiman, Fungsional, dan Teknis);
f. Ijazah Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) atau sederajat;
g. Surat Keterangan berbadan sehat dari dokter pemerintah.
(2) Seleksi akademik meliputi komponen:
a. Matematika;
b. Bahasa inggris;
c. Pengetahuan Umum;
d. Pengetahuan Substansi, khusus untuk Diktat Sandi yang diselenggarakan secara kemitraan
(3) Seleksi psikologi meliputi komponen:
a. Tes Psikologi tertulis;
b. Wawancara Psikologi;
(4) Indikator psikologi meliputi :
c. Kemampuan Intelektual (IQ);
d. Logika Berpikir;
e. Daya Analisis;
f. Ketelitian Kerja;
g. Ketekunan Kerja;
h. Daya Tahan Stres;
i. Kepercayaan Diri;
j. Stabilitas Emosi;
k. Penyesuaian Dirt;
l. Motivasi Berprestasi;
m. Pengambilan Keputusan.
(5) Pengambilan Keputusan Seleksi Mental Ideologi meliputi komponen:
a. Tes tertulis dari Clearance Test sesuai dengan Lampiran VII;
b. Wawancara pendalaman sesuai dengan Lampiran VIII dan Lampiran IX.
(6) Seleksi Mental Ideologi dilakukan untuk menggali kerawanan calon peserta yang meliputi:
a. Aspek pengaruh dan motivasi;
b. Aspek ideologi dan Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Negara dan Pemerintah atau PULP;
c. Aspek pribadi yang meliputi sikap dan perilaku yang bertentangan dengan norma kehidupan dan Etas
Sandi;
d. Aspek informasi lain yang dibutuhkan.

BAB VII
PENILAIAN
Pasal 12
(1) Pelaksanaan seleksi Diklat Sandi dilakukan melalui penilaian terhadap masing-masing komponen dari
setiap unsur kesesuaian persyaratan administrasi, seleksi akademik, psikologi dan wawancara;
(2) Penilaian administrasi berupa pemeriksaan kelengkapan administrasi sesuai dengan pasal 11 ayat (1);
(3) Penilaian akademik berupa angka dengan kisaran 0 sampai dengan 100;
(4) Penilaian psikologi dibuat secara kualitatif dengan urutan:
a. Disarankan yang selanjutnya disebut dengan DS, apabila peserta seleksi memperoleh nilai:
1) Kemampuan Intelektual (IQ) = 90 - 120 = Average - Superior = C - B;
2) Logika Berpikir = B;
3) Daya Analisis = C;
4) Ketelitian Kerja = B;
5) Ketekunan Kerja = B;
6) Daya Tahan Stres = B;
7) Kepercayaan Dirt = C;
8) Stabilitas Emosi = B;
9) Penyesuaian Diri = B;
10) Motivasi Berprestasi = C;
11) Pengambilan Keputusan = C.
b, Dipertimbangkan yang selanjutnya disebut dengan P, apabila peserta seleksi memperoleh nilai:
1) Kemampuan Intelektual (IQ) = 90 - 120 = Average;
2) Logika Berpikir = C;
3) Daya Analisis = C;
4) Ketelitian Kerja = B;
5) Ketekunan Kerja = B;
6) Daya Tahan Stres = C;
7) Kepercayaan Diri = C;
8) Stabilitas Emosi = C;
9) Penyesuaian Diri = C;
10) Motivasi Berprestasi = C;
11) Pengambilan Keputusan = C.

6
c. Tidak Disarankan yang selanjutnya disebut dengan TDS, apabila peserta seleksi memperoleh nilai:
1) Kemampuan Intelektual (IQ) = <80 = dibawah rata-rata - borderline;
2) Logika Berpikir = K- KS;
3) Daya Analisis = K;
4) Ketelitian Kerja = K;
5) Ketekunan Kerja = C;
6) Daya Tahan Stres = K;
7) Kepercayaan Diri = C;
8) Stabilitas Emosi = K;
9) Penyesuaian Diri = K;
10) Motivasi Berprestasi = C;
11) Pengambilan Keputusan = C.
(5) Penilaian Mental Ideologi dibuat secara kualitatif dengan urutan:
a. Memenuhi Syarat yang selanjutnya disebut dengan MS, apabila peserta seleksi tidak ada kerawanan
pada aspek pribadi dan aspek pengaruh;
b. Dipertimbangkan yang selanjutnya disebut dengan P, apabila peserta seleksi memiliki kerawanan pada
aspek Politik, Kebijakan Pemerintah, Sosial Budaya dan Kerukunan Antar Umat Beragama;
c. Tidak Memenuhi Syarat yang selanjutnya disebut dengan TMS, apabila peserta seleksi memiliki
kerawanan pada aspek motivasi, pribadi, pengaruh dan ideologi.
Pasal 13
(1) Calon peserta dinyatakan lulus seleksi apabila semua persyaratan administrasi terpenuhi, basil tes
akademik memiliki nilai minimal 70, psikologi dinyatakan "Disarankan", Mental Ideologi dinyatakan
"Memenuhi Syarat";
(2) Penyimpangan dari penilaian pada ayat (1) dibahas tersendiri dalam Rapat Pantukhir kelulusan;
(3) Penilaian komponen seleksi sesuai dengan pasal 11 menggunakan format pada Lampiran II.

BAB VIII EVALUASI

Pasal 14
(1) Kegiatan evaluasi dilakukan oleh Deputi Bidang Pembinaan dan Pengendalian Persandian Lembaga Sandi
Negara RI;
(2) Evaluasi Seleksi Diklat dilakukan melalui penilaian pada tahap perencanaan sampai dengan tahap
pengakhiran;
(3) Evaluasi dilaksanakan terhadap Peserta Seleksi, Panitia Seleksi, Kelancaran pelaksanaan seleksi dan
sarana serta prasarana pendukung kegiatan seleksi;
(4) Hasil evaluasi harus dilaporkan kepada Kepala Lembaga Sandi Negara RI.

BAB IX
KETENTUAN PERALIHAN

Pasal 15
Dengan dikeluarkannya peraturan ini, ketentuan yang telah ditetapkan sebelumnya terutama yang berkaitan
dengan seleksi calon peserta Diktat Sandi dinyatakan tidak beriaku.
BAB X
PENUTUP

Pasal 16
(1) Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan ini akan ditetapkan dengan Peraturan tersendiri;
(2) Peraturan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di : Jakarta
Pada tanggal : 6 D e s e m b e r 2 0 0 7
Kepala Lembaga Sandi Negara RI,

ttd.

Nachrowi Ramli, S.E.