Anda di halaman 1dari 3

Jenis korupsi

Menurut Undang-undang nomor 31 tahun 1999 Undang-undang Nomor 20 tahun 2001,maka


tindak Pidana Korupsi yang dilakukan oleh emrizal dan said yaitu Korupsi Aktif. Adapun
yang dimaksud dengan Korupsi Aktif adalah sebagai berikut :

 Secara melawan hukum memperkaya diri sendiri atau orang lain atau Korporasi yang
dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian Negara (Pasal 2 Undang-
undang Nomor 31 Tahun 1999)
 Dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau Korporasi yang
menyalahgunakan kewenangan,kesempatan atau dapat merugikan keuangan
Negara,atau perekonomian Negara (Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999)

Emrizal dan Said telah melakukan korupsi aktif karena telah melanggar Pasal 19 Ayat 1 dan
Permendagri Nomor 32 Tahun 2011. Serta UU No 31 Tahun 1999 jo UU Nomor 20 Tahun
2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dampak

Bantuan hibah dan ban-tuan sosial (bansos) adalah dua buah rekening belanja Anggaran dan
Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang cukup ‘seksi’, karena banyak yang
membu-tuhkannya. Banyak kepen-tingan yang perlu diakomodir, baik kepentingan
kesejah-teraan masyarakat maupun kepen-tingan politik dalam arti luas.

Berdasarkan PP 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, Permen-dagri Nomor


13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, yang telah diubah beberapa
kali terakhir dengan Permendagri 21 Tahun 2011, pemberian bantuan hibah dan bansos
tersebut diperbolehkan. Na-mun secara spesifik baru diatur dengan Permendagri Nomor 32
Tahun 2011 tentang Pedoman Pemberian Hibah dan Bansos yang bersumber dari APBD.
Lahirnya Permendagri ini, karena belum jelasnya aturan tentang pelaksanaan hibah dan
bansos di daerah. Serta banyaknya permasala-han hukum yang disebabkan karena
ketidak-jelasan dan ketidak tegasan aturan hu-kum tentang hibah dan bansos tersebut.

Dua jenis belanja ini, ka-lau dianggarkan berupa uang dikategorikan ke dalam jenis belanja
tidak langsung (tidak terkait secara langsung pada kegiatan pemerintah daerah (pemda)), atau
dapat juga dianggarkan pada belanja langsung (terkait secara langsung dengan kegiatan
pemda) kalau dianggarkan dalam bentuk pembelian barang atau kegiatan berupa jasa.
Belanja hibah, berupa uang atau barang dapat di-berikan kepada pemerintah (instansi
vertikal di daerah) atau pemda lainnya, perusahaan daerah, ma-syarakat, dan organisasi
kemasyarakatan yang secara spesifik telah ditetapkan peruntukannya, dalam rangka
menunjang penyelenggaraan urusan pemda, atau menunjang pencapaian sasaran program dan
kegiatan pemda dalam urusan wajib dan urusan pilihan.

APBD merupakan salah satu sumber utama yanga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi
suatu daerah, sehingga keterlambatan dalam merealisasikan APBD, akan berdampak
terganggunya aktivitas perekonomian di daerah. adapun dampaknya antara lain:

Pertama, APBD mampu memberikan pedoman bagi kegiatan pembangunan ekonomi di


daerah. Dengan adanya APBD, Pemerintah daerah memiliki pedoman yang jelas dalam
melaksanakan pembangunan ekonomi sehingga semua kegiatan dapat terarah dan
perekonomian daerah diharapkan bisa meningkat. Dengan kata lain korupsi pada dana hibah
APBD dapat memengaruhi terutama kegiatan yang berkaitan dalam mendukung aktifitas
perekonomian masyarakat, dalam hal ini dalam upaya membuka lapangan kerja, mengurangi
penduduk miskin dan lain-lain.

Kedua, APBD dapat digunakan sebagai alat perbaikan perekonomian. Jika daerah mengalami
gejala ekonomi yang buruk, misalnya mengalami ekonomi biaya tinggi, APBD dapat
digunakan sebagai alat untuk memperbaiki perekonomian. Caranya, pada penyusunan APBD
tahun berikutnya, pemerintah daerah harus mengurangi atau bahkan menghapuskan beberapa
pungutan yang memberatkan. Artinya apabila terjadi keterlambatan dalam pengesahan APBD
akan semakin memperpanjang penderitaan masyarakat.

Ketiga, APBD dapat memengaruhi perubahan harga di daerah. APBD dapat berdampak atau
perpengaruh terhadap perubahan harga di daerah, misalnya : dalam rangka meningkatkan
PAD, pemerintah daerah menaikkan tarif beberapa pungutan, seperti tarif pendaftaran rumah
sakit, tarif pengujian kendaraan bermotor, pajak hotel, pajak hiburan dan pajak sarang burung
walet. Semua kenaikan tarif tersebut tentu akan berpengaruh terhadap harga barang dan jasa.
Satu hal yang perlu diingat oleh pemerintah daerah, jangan sampai kenaikan-kenaikan
tersebut menimbulkan ekonomi biaya tinggi. Selain itu, keterlambat pengesahan APBD akan
menurunkan aktitas perekonomian atau membuat perekonomian lesu karena daya beli
masyarakat (khususnya ASN) berkurang.

Keempat, APBD mampu memengaruhi tingkat produktivitas perusahaan. Pemerintah daerah


memiliki peran penting dalam mendorong peningkatan produktivitas suatu perusahaan.
Dimana Pemerintah dalam menjalankan fungsinya membutuhkan barang-barang hasil output
dari perusahan-perusahaan. Perusahaan membutuhkan modal untuk meningkatkan
produkstivitasnya. Apabila pemerintah daerah terlambat menetapkan APBD, tentu akan
menghambat lalu lintas barang dan jasa, hal itu akan memengaruhi produktivitas perusahaan-
perusahaan, seperti perusahaan yang menjual produknya ke daerah lain atau perusahaan yang
mendatangkan bahan bakunya dari daerah lain.

Kelima, APBD dapat memengaruhi tingkat pemerataan distribusi pendapatan. APBD


berdampak atau berpengaruh terhadap pemerataan distribusi pendapatan. Misalnya,
Anggaran hibah yang dialokasikan dalam APBD selain anggaran Hibah BOS dan Hibah
Pemerintah, maka sebagian besar penerima hibah menumpuk di Pekanbaru. Baik itu Hibah
Kepada Organisasi masyarakat diberbagai bidang maupun kepada organisasi Kemasyarakat,
keagamaan. Dari 569,828,703,000 , sebanyak 63% anggaran hibah diluar BOS dan Hibah
Pemerintah berada di Pekanbaru. Sementara daerah / kabupaten lainnya hanya dialokasikan
dialokasin antara 1 – 5 persen saja.

Sementara Jika melihat dari unsur kebutuhan bahwa kabupaten-kabupaten di provinsi Riau
jauh lebih membutuhkan dukungan dana yang lebih besar untuk pembangunan yang pada
kenyataannya masyarakat banyak masih di bawah garis kemiskinan. Sementara Pekanbaru
yang menjadi ibukotanya provinsi Riau yang jelas-jelas sudah pada taraf kehidupan yang
mampu masih di alokasikan anggaran jauh melebihi dari Kabupaten/kota lainnya.

Berdasarkan uraian di atas di ketahui bahwa APBD mempunyai dampak atau pengaruh yang
besar terhadap perekonomian, khususnya perekonomian daerah. (*)

“Cegah Dana Bansos dan Hibah dari Penyalahgunaan” <http://www.kpk.go.id/>.

“Kementerian Dalam Negeri, “Maksimalkan Dana Hibah untuk Kepentingan Rakyat”,

<http://keuda.kemendagri.go.id>.