Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Keamanan seringkali di definisikan sebagai keadaan bebas dari cedera fisik dan
psikologis, keamanan adalah salah satu kebutuhan dasar manusia yang harus di
penuhi.lingkungan pelayanan kesehatan yang aman merupakan hal yang penting untuk
kelangsungan hidup klien. Perawat harus mengkaji bahaya yang mengancam keamanan
klien dan lingkungan, dan selanjutnya melakukan intervensi yang diperlukan. Dengan
melakukan hal ini, maka perawat adalah orang yang berperan aktif dalam usaha
pencegahan penyakit, pemeliharaan kesehatan, dan peningkatan kesehatan.
Di dalam keamana lingkungan, lingkungan klien mencakup semua faktor fisik
dan psikososial yang mempengaruhi atau berakibat terhadap kelangsungan dan hidup
klien . definisi yang luas tentang lingkungan ini menggabungkan seluruh tempat
terjadinya interaksi antara perawat dan klien. Definisi yang luas tentang lingkungan ini
menggabungkan seluruh tempat terjadinya tentang lingkungan ini menggabungkan
seluruh tempat terjadinya interaksi antara perawat dan klien. Contohnya klinik dan rumah
sakit. Keamana yang ada dalam lingkungan ini akan mengurangi insiden terjadinya
peyakit dan cedera, memperpendek lama tindakan dan/ atau hospitalisasi , meningkatkan
atau mempertahankan status fungsi klien, dan meningkatkan kesejahteraan klien.
Lingkungan yang aman adalah salah satu kebutuhan dasar yang terpenuhi, bahaya
fisik akan berkurang, penyebaran organisme patogen akan berkurang, sanitasi dapat
dipertahankan, dan polusi dapat dikontrol.
Kenyamanan adalah konsep sentral tentang kiat keperawatan. Donahue (1989)
menjelaskan “ melalui rasa nyaman dan tindakan untuk mengupayakan kenyamanan,
perawat memberikan kekuatan, harapan, hiburan, dukungan, dorongan, dan bantuan “ .
berbagai teori keperawatan menyatakan kenyamanan sebagai kebutuhan dasar klien yang
merupakan tujuan pemberian asuhan keperawatan.
Konsep kenyamanan memiliki subjektivitas yang sama dengan nyeri. Setiap
individu memiliki karakteristik fisoilogis,sosial, spiritual, psikologis, dan kebudayaan
yang mempebgaruhi cara mereka menginterprestasikan dan merasakan nyeri. Kalcoba
(1992) mendefinisikan kenyamanan dengan cara yang konsisten pada pengalaman
subjektif klien. Kalcoba mendefinisikan kenyamanan sebagai suatu keadaan telah
terpenuhinya kebutuhan dasar manusia. Kebutuhan ini meliputi kebutuhan akan
ketentraman, kelegaan, dan transenden
Suatu pandang yang holistik tentang kenyamanan membantu dalam upaya
mengidentifikasi empat konteks :
1. Fisik (berhubungan dengan sensasi tubuh )
2. Sosial (berhubungan dengan hubungan interpersonal, keluarga, dan sosial )
3. Psikospiritual ( berhubungan dengan kewaspadaan internal dalam diri sendiri,
meliputi harga diri, seksualitas, dan makna kehidupan)
4. Lingkungan ( berhubungan dengan latar belakang pengalaman eksternal
manusia )
Penilaian tentang konteks kenyamanan memberikan seorang perawat tentang
pilihan yang lebih luas dalam mencari tindakan untuk mengatasi nyeri. Cara pandang
yang holistik ini menguatkan konsep Mahon (1994) yaitu harus memahami pengalaman
nyeri sebagaimana nyeri itu berlangsung. Penting bagi perawat untuk memahami makna
nyeri bagi setiap individu. Penatalaksanaan nyeri lebih dari sekedar pemberian analgesik.
Dengan memahami nyeri lebih holistik, maka perawat dapat mengembangkan strategi
yang lebih baik pada penabganan nyeri yang berhasil.

2. Rumusan masalah
1. Bagaimana mengurangi risiko bahaya di dalam lembaga pelayanan kesehatan ?
2. Bagaimana langkah atau tindakan pencegahan kejang ?
3. Bagaimana proses keperawatan nyeri ?
4. Bagaimana pengkajian nyeri ?
BAB II
PEMBAHASAN
1. Asuhan Keperawatan keamanan di lembaga pelayanan kesehatan
jenis dasar resiko terhadap keamanan klien didalam lingkungan pelayanan
kesehatan adalah jatuh, kecelakaan yang disebabkan klien, kecelakaan yang disebabkan
prosedur, dan kecelakaan yang disebabkan penggunaan alat. Perawat harus mengkaji
keempat jenis masalah yang potensial ini, dan mempertimbangkan tingkat perkembangan
klien, mengambil lamngkah pencegahan atau meminimalkan kecelakaan di lembaga
tersebut.
Kecelakaan yang terjadi harus ditulis dalam laporan kejadian, yaitu dokumen
rahasia yang memberikan gambaran lengkap tentang kecelakaan klien yang terjadi
dilembaga ppelayanan kesehatan. Laporan tersebut mencatat kecelakaan yang terjadi,
pengkajian klien dan intervensi yang diberikan untuk klien. Selain melengkapi laporan
kejadian, perawat harus mencatat kecelakaan tersebut dalam rekam medis klien.

 Hal hal yang menjadi dasar ketidakamanan klien dilingkungan kesehatan :


1) Jatuh
Jatuh merupakan 90% jenis kecelakaan yang dilaporkan dari seluruh
kecelakaan yang terjadi di rumah sakit. Resiko lebih besar dialami oleh klien
lansia. Selain usia, riwayat jatuh terdahulu, masalah pada sikap berjalan dan
mobilisasi, hipotensi postural, perubahan sensorik, disfungsi sluran dan
kandung kemih, dan beberapa diagnosa medis tertentu seperti kanker,
penyakit kardiovaskular, neurologi, dan serebrovaskular dapat meningkatkan
resiko.
2) Kecelakaan yang disebabkan klien
Kecelakaan yang disebabkan klien adalah kecelakaan selain jatuh dimana
klien menjadi faktor penyebab yang utama. Contoh kecelakaan yang
disebabkan klien antara lain :
a) Luka, cedera, dan luka bakar yang disebabkan oleh
diri sendiri.
b) Menelan atau menyuntikkan subtansi asing.
c) Jari yang terjepit di laci atau pintu
Kecelakaan yang disebabkan klien dapat terjadi akibat kejang. Kejang
ditandai dengan tangisan, hilangnya kesadaran, tonik (kaku), dan klonik
( menghentak). Setelah mengalami kejang klien akan mengalami postiktal
yaituklien mengalami amnesia, bingung, dan tertidur lelap.
Tindakan pencegahan kejang
1. Kaji riwayat kejan, catat frekuensi kejang, dan rangkaian kejadian
kejang bila diketahui. Kaji kondisi medis dan pembedahan yang
mungkin menjadi penyebab kejang atau memperburuk kondisi
kejang yang telah terjadi.
2. Kaji riwayat medikasi
3. Sediakan beberapa peralatan sebagai berikut
a. Guedel
b. Bantalan pada sisi pembatas tempat tidur
c. Papan diujung kepala tempat tidur
d. Mesin penghisap
e. Dan peralatan penghisap oral
4. Saat kejang mulai terjadi, berikan klien posisi yang aman, jika
kejang terjadi saat klien sedang berdiri atau duduk, tidurkan klien
dilantai dan lindungi kepala dengan meletakkannya diatas
pangkuan anda atau meletakkan bantal dibawah kepalanya,
kosongkan area sekitarnya dari furnitur, jika klien sedang berada
ditempat tidur, tinggikan sisi pembatas tempat tidur dan atur latak
tembat tidur pada posisi yang rendah.
5. Jika memungkinkan, hadapkan klien kearah samping, dengan
kepala agak kedepan.
6. Jangan mengikat klien, longgarkan pakaian.
7. Jangan masukkan benda apapun kedalam mulut klien’
8. Berikan privasi pada klien.
9. Observasi munculnya kejang. Lama dan rangkaian aktivitas kejang
10. Tetaplah bersama klien setelah ia mengalami kejang, jelaskan apa
yang telah terjadi dan berikan dukungan.
Status epileptikus
11. Masukkan guedel saat rahang berelaksasi antara aktivitas kejang.
Jangan masukkan jari kedalam mulut klien
12. Ambil oksigen dan peralatan penghisap siapkan intervensi IV
13. Berikan bantalan pada sisi pembatas tempat tidur dan letakkan
papan diujung kepala tempat tidur.
14. Catat aktivitas kejang dan seluruh intervensi
3) Kecelakaan yang disebabkan prosedur
Kecelakaan yang disebabkan prosedur terjadi selama terapi, hal ini meliputi
1. Kesalahan pemberian medikasi dan cairan
2. Penggunaan keperawatan eksternal yang tidak tepat
3. Kecelakaan karena melaksanakan prosedur yang tidak tepat, contohnya
saat mengganti balutan.
Perawat dapat mencegah terjadinya kecelakaan yang disebabkan prosedur
contohnya :
1. Mengikuti prosedur pemberian obat akan mencegah terjadinya kesalahan
obat.
2. Pemberian cairan intervena( IV ) yang tepat akan mencegah kelebihan
atau defisit cairan
3. Potensial terjadinya infeksi akan berkurang bila tehnik aseptik digunakan
saat mengganti balutan steril atau saat melakukan prosedur invasif, seperti
saat memasang kateter foley.
4) Kecelakaan yang disebabkan peralatan
Kecelakan yang di sebabkan peralatan terjadi karena alat yang digunakan
tidak berfungsi,rusak,atau salah digunakan,atau dibabkan karena bahaya
akibat listrik.untuk menghindari terjadinya cidera, perawat tidak boleh
menjalankan peralatan monitor atau terapi tanpa petunjuk
Sebuah daftar pemeriksaan harus digunakan untuk menkaji bahaya listri untuk
mengurangi risiko kebakaran akibat listrik, kematian akibat tersengat listrik
atau cidera akiabat peralatan yang rusak. Pada tempat pelayanan kesehatan,
staf engineering melakukan pemeriksaan keamanan alat secara teratur

DIAGNOSA KEPERAWATAN
Pengkajian menunjukkan pengelompokan data yang mengindikasikan klien
mempunyai resiko keamanan yang actual atau potensial
Contoh Diagnosa Keperawatan NANDA Untuk Risiko Keamanan
Risiko cedera yang berhubungan dengan :
 Perubahan mobilsasi
 Penataan lingkungan fisik dirumah
Risiko keracunan yang berhubungan dengan :
 Kontaminasi zat kimia pada makanan atau air
 Menyimpan obat-obatan yang mudah dijangkau oleh anak-anak
 Penurunan penglihatan
Risiko asfiksia yang berhubungan dengan :
 Penurunan kemanpuan motoric
 Bantal yang terletak diatas tempat tidur bayi
 Ventilasi alat pemanas yang tidak terpakai
Risiko trauma yang berhubungan dengan :
 Kontak dengan udara dingin yang ekstem
 Obstruksi jalan napas
Gangguan poses piikir yang berhubungan dengan :
 Kehilangan memori
 Kesulitan tidur
 Efek samping obat
Perubahan majamen pemeliharaan rumah yang berhubungan dengan :
 Keuangan yang tidak memadai
 Perubahan fungsi kognitif
Deficit pengetahuan yang berhubungan dengan :
 Salah interpretasi informasi
 Tidak terbiasa dengan tindakan pencegahan untuk anak-anak
Risiko perubahan suhu tubuh yang berhubungan dengan :
 Paparan terhadap lingkungan panas atau dingin yang ekstrem
 Mekanisme control suhu tubuh yang tidak matang
Ketika mengembangkan suatu peryataan diagnosa keperawataan, perawat harus
memastikan bahwa batasa karakterlisti tertentu yang tepat dalam dasar
pengkajiaKeperawatan
Contoh Proses Diagnosa Keperawatan Untuk Risiko Keamanan

Aktifitas Pengkajian Batasan Karakteristik Diagnosa Keperawatan


Obsevasi mobilotas Sikap jalan yang tidak terkoordinasi Risiko cedera yang
klien dirumah Melaporkan kesulitan melihat pada berhubungan denga
Tanyakan pada klien malam hari pencahayaan yang buruk
tentang ketajaman Melaporkan seringnya “tersandung ” dan lingkungan rumah
penglihatan oleh furniture dirumah yang kacau
observasi bahaya dan Laporkan seringnya menggunakan
penghalang yang ada di tangga untuk mengambil barang-
rumah klien barang
Pencahayaan rumah yang buruk
Ruangan dipenuhi oleh furniture dan
barang barang pribadi

Intervensi keperawatan dirancang untuk memberikan perawatan yang aman dan efisien.berikut
ini adalah tujuan potensial yang berfokus pada kebutuhan klien terhadap keamanan:

 Bahaya yang dapat dimodifikasi dalam lingkungan rumah akaan berkurang.


 Klien akan menggunakan obat-obatan dan peralatan dengan dengan benar dan
melakukan tindakan pengobatan.
 Klien mengidentifikasi dan menghindari resiko yang mungkin dialami dalam
komunitas.

Tindakan Untuk Mencegah Jatuh di Lembaga Pelayanan Kesehatan :


 Oreantasikan klien terhadap lingkungan fisik sekitarnya.
 jelaskan penggunaan syitem bel pemanggil.
 kaji risiko klien untuk jatuh.
 tempat kan klien yang berisiko jatuh pada ruangan yang dekat dengan ruangan
perawat.
 ingatkan seluruh petugas terhadap risiko klien untuk jatuh.
 intruksikan klien dan keluarga untuk mencari bantuan bila klien bangun dari
tempat tidur.
 Jawablah panggilan bel klien dengan tepat.
 Jaga agar tempat tidur klien tetap berada pada posisi rendah dengan sisi pembatas
tempat tidur yang terpasang jika diperlukan.
 Jaga barang-barang pribadi tepat berada dalam jangkuan klien.
 Kurangi kekacauan pada kamar klien.
 Kunci seluruh tempat, kursi roda,dan brankar.
 Pertahankan jadwal klien selama satu hari.
 Observasi klien secara teratur,orientasikan kembali bila perlu.
 Anjurkan keluarga untuk berpatisipasi dalam perawatan klien.
PROSES KEPERAWATAN DAN NYERI
1. pengkajian
Pengkajian nyeri yang factual dan akurat dibutuhkan untuk menetapkan data
dasar, untuk menegakkan diagnosa keperawatan yang tepat, untuk menyeleksi
terapi yang cocok, dan untuk mengevaluasi respon klien terhadap terapi.
Walaupun pengkajian nyeri merupakan aktifitas yang paling umum dilakukan
perawat,pengkajian nyeri merupakan salah satu yang paling sulit dilakukan.
Pengkajian nyeri meliputi hal-hal sebagaian berikut:
1. Ekspresi nyeri klien
banyak klien tidak melaporkan atau mendiskusikan rasa ketidaknyamanan.
Pengkajian nyeri lebih sulit karena banyak perawat yakin bahwa klien
akan melaporkan keluhan nyeri, ketika mengalami. Namun, hal ini tidak
selalu benar. Kloen pertama tama harus mempersepsikan suatu kebutuhan
untuk melaporkan nyeri dan kemudian mempercayai perawat untuk
membantu sebelum klien dapat mendiskusikan nyeri secara terbuka.
Sumber Kemungkinan Kesalahan dalam Pengkajian Nyeri :
 Bias,yang menyebabkan perawat secara konsisten salah.dalam
memperkirakan nyeri yang klien rasakan, baik terlalu berlebihan
atau kurang pada nyeri yang dirasakan klien
 Pertanyaan yang diajukan dalam pengkajian tidak jelas atau samar-
samar sehingga data tidak dapat diandalkan.
 Penggunaan alat pengkajian nyeri yang belum terbukti dapat
dipercaya dan valid pada kelompok klien yang identik (alat
pengkajian yang dapat dipercaya hanya berfokus pada tanda-tanda
nyeri yang menjadi alat ukur yang dapat dipercaya tentang
perubahan klinis yang relevan).
 Klien yang tidak selalu memberikan informasi nyeri yang
akurat,lengkap,dan berhubungan.
 Klien yang mungkin tidak memiliki pengetahuan medis yang
cukup untuk mampu memiliki informasi untuk membantu staf
keperawatan dan staf medis membuat keputusan tentang nyeri.
2. Klasifikasi pengalaman nyeri
Akan sangat membantu,apabila anda mengetahui fase nyeri yang
klien alami.fase tersebut adalah antisipatori,sensasi,atau akibat
(aftermath)mempengaruhi bukan saja gejala yang klien alami, tetapi yang
mungkin memiliki kemungkinan paling besar untuk mengatasi nyeri.
Perawat mengkaji apakah nyeri yang dirasakan klien adakah akut
atau kronik. Apabila nyeri bersifat akut, maka dibutuhkan pengkajian yang
rinci tentang karakteristik nyeri. Apabila nyeri bersifat kronik ,maka
perawat menentukan apakah waktu berlangsung nyeri tersebut
berkala(intermiten), persisten,atau terbatas. Setelah mengkaji fase atau tipe
nyeri, hasil penemuan dapat perawat gunakan untuk melakukan seleksi
akhir intervensi khusus bagi klien.
3. Karakteristik nyeri
Pengkajian karakteristik umum nyeri membantu perawat
membentuk pengertian pola nyeri dan tipe terapi yang digunakan untuk
mengatasi nyeri.
Implikasi pengkajian nyeri untuk intervensi keperawatan :
 Awitan dan durasi, berikan analgesik sehingga kerja
puncak obat terjadi saat nyeri terasa paling akut (missal
selama penggatian balutan atau melakukan terapi ).
 Lokasi ,posisikan klien yaitu posisi daerah nyeri tidak
terkena.lakukan terapi lokal (misal balutan elastic dan
pembebatan). Secara langsung pada daerah yang nyeri
Klasifikasi nyeri menurut lokasi

Lokasi karakteristiik Contoh contoh


penyebab
SUPERFISISAL ATAU KUTANEUS Nyeri berlangsung Jarum suntik,
Nyeri akibat stimulasi kulit sebentar dan luka,potong kecil
terlokalisasi.nyeri atau laserasi.
biasanya terasa
sebagai sensasi
yang tajam.
VISERAL DALAM Nyeeri bersifat difus Sensasi pukul
Nyeri akibat stimulasi organ-organ internal dan dapat menyebar (crushing),
ke beberapa arah. sensasi terbakar
durasi bervariasi
tetapi biasanya
berlangsung lebih
lama dari pada nyeri
superfisial. Nyeri
dapat terasa tajam,
tumpul,atau unik
tergantung organ
yang terlibat.
NYERI ALIH (REFERRED) Nyeri terasa di Infark miokard,
Merupakan fenomena umum dalam nyeri bagian tubuh yang yang
viseral karena banyak organ tidak memiliki terpisah dari sumber menyebabkan
reseptor nyeri . jalan masuk neuron sensori nyeri dan dapat nyeri alih
dari organ yang terkena kedalam segmen terasa dengan kerahang , lengan
medulla spinalis sebagai neuron dari tempat berbagai kiri, dan bahu
asal nyeri dirasakan;persepsi nyeri pada daerah karakteristik. kiri, batu empedu,
yang tidak terkena. yang dapat
mengalihkan
nyeri
keselangkangan.
RADIASI Nyeri terasa seakan Nyeri punggung
Sensasi nyeri meluas dari tempat awal cidera menyebar kebagian bagian bawah
kebagian tubuh yang lain. tubuh bawah atau akibat diskus
sepanjang bagian intravertebral
tubuh. Nyeri dapat yang ruptur
menjadi intermiten disertai nyeri
atau konstan. yang meradiasi
sepanjang tungkai
dari intasi saraf
skiatik.

 faktor presipitasi atau fakto yang memperburuk, hindari aktivitas


yang menyebabkan atau memperburuk nyeri. Ajarkan klien atau
keluarga untuk menghindari aktivita yang sama
 tindakan penanganan, gunakan tindakan yyang klien gunakan
untuk menghilangkan nyeri sepanjang tindakan aman tersebut
aman dan cocok.
4. Efek Nyeri Pada Klien
Dengan mengenali mengenali efek nyeri yang klien rasakan, maka
perawat dapat mengidentifikasi sifat dan keberadaan nyeri dengan lebih
baik. Efek nyeri pada klien dapat dilihat dari :
 Tanda dan gejela fisik
Indicator perilaku efek nyeri :
vokalisasi
o Mengaduh
o Menangis
o Sesak napas
o Mendengkur

Ekpresi wajah
o Meringis
o Menggeletukakan gigi
o Mengeryitkan dahi
o Menutup mata atau mulut dengan rapat atau membuka mata
atau mulut dengan lebar
o Menggigit bibir

Gerakaan tubuh
o Gelisah
o Imobilisasi
o Ketegangan otot
o Peningkatan gerakan jari dan tangan
o Geraka ritmik atau gerakan menggosok
o Gerakan melindungi bagian tubuh
Interaksi sosial
o Menghindari percakapan
o Fokus hanya pada aktifitas untuk menghilangkan nyeri
o Menghindari kontak sosial
o Penurunan rentang perhatian
 Efek perilaku
Apabila klien mengalami nyeri maka perawat harus mengkaji kata-
kata yang diucapkan, respons vocal, gerakan tubuh, serta interaksi
sosial. Ekspresi wajah atau gerakan tubuh yang tidak terlalu ketara
seringkali lebih menunjukkan karakteristik nyeri daripada
pertanyaan yang akurat.
 Pengaruh pada aktifitas sehari-hari
Klien yang mengalami nyeri setiap hari kurrang mampu
berpartisipasi dalamaktivitas rutin. Pengkajian dalam perubahan ini
menunjukkan sejauhmana kemampuan dan proses penyesuaian
klien diperlukan untuk membantunya berpartisipasi dalam merawat
diri.
Contoh Diagnosa Keperawatan NANDA untuk Nyeri
Ansietas yang berhubungan dengan:
o Nyeri yang tidak hilang

Nyeri yang berhubungan dengan :


o Cedera fisik atau trauma
o Penurunan suplai darah ke jaringan
o Proses melahirkan normal

Nyeri kronik yang berhubungan dengan :


o Jaringan parut
o Kantrol nyeri yang tidak adekuat

Ketidakberdayaan yang berhubungan dengan :


o Nyeri maligna kronik

Ketidak efektifan koping individu yang berhubungan dengan:


o Nyeri kronik

Hambatan mobilisasi fisik yang berhubungan dengan :


o Nyeri musculoskeletal
o Nyeri insisi

Risiko cedera yang berhubungan dengan :


o Penurunan resepsi nyeri
Defisit perawatan diri yang berhubungan dengan :
o Nyeri muskuloskeletal

Disfungsi seksual yang berhubungan dengan :


o Nyeri antritis panggul

Gangguan pola tidur yang berhubungan dengan :


o Nyeri panggung bagian bawah
5. Status Neurologis
Fungsi neurologis klien lebih mudah mempengaruhi pengalaman nyeri.
Setap faktor yang mengganggu atau mempengaruhi resepsi atau persepsi
nyeri yang normal mempengaruhi kesadaran dan respon .

KESIMPULAN
Didalam lembaga pelayanan kesehatan, lingkungan yang aman adalah suatu tempat yang
meminimalkan kejadian jatuh, kecelakaan yang disebabkan klien, kecelakaan yang disebabkan
prosedur, dan kecelakaan yang di sebabkan peralatan. Intervensi keperawatan untuk
meningkatkan keamanan disesuaikan denga tahap perkembangan, gaya hidup, dan lingkungan
individu. Intervensi keperawatan dibuat untuk memodifikasi lingkungan agar klien terlindungi
dari bahaya jatuh, kebakaran, bahaya akibat listrik
Skala nyeri digunakan untuk mengevaluasi keefektifan terapi nyeri secara objektif. perawat
melakukan nyeri secara individual dengan melakukan kolaborasi dekat dengan klien,
menggunakan hasil pengkajian, dan mencoba berbagai terapi. Menghilangkan sumber stimulus
nyeri merupakan tindakan keperawatan dasar untuk meingkatkan rasa nyaman.
DAFTAR PUSTAKA
Perry dan Potter.2005.Buku Ajar Fundamental Keperawatan Edisi 4.Jakarta:Buku Kedokteran
EKG.
MAKALAH
Keperawatan Dasar
TEKNIK DAN PROSEDUR PELAKSANAAN ASUHAN ATAU
PRAKTIK KEPERAWATAN UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN
RASA AMAN DAN NYAMAN

Disusun oleh :
Kelompok 7
1. Nurul inayati
2. Putri ayu aryastuti
3. Roitul munawaroh

STIKES CENDEKIA UTAMA KUDUS


TP 2017