Anda di halaman 1dari 2

1.

Euthanansia
Derita Penyakit Berat, 2 Bocah Pilih Disuntik Mati

 Jumat (10/8/2018)
Liputan6.com, Jakarta Dua bocah memutuskan untuk menjalani eutanasia atau
mengakhiri hidup mereka karena menderita penyakit berat yaitu menderita
tumor otak dan kista fibrosi. Kabarnya mereka sudah tak kuat lagi menanggung
derita dari penyakit yang menggerogoti tubuh. Berdasarkan hukum tersebut,
dokter diberi wewenang hukum untuk menyudahi hidup seorang anak, berapa
pun belianya usia pasien. Meski begitu, pasien anak yang mengajukan eutanasia
harus dianggap telah memiliki kapasitas mental yang cukup untuk mengambil
keputusan serta mendapat persetujuan dari orangtua.

2. KASUS STUNTING HARUS DITANGANI SCR TERPADU

 Senin, 1 April 2019 | 17:00 WIB


 Penulis: Supriyanto
KEBUMEN, suaramerdeka.comKepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng dr Yulianto
Prabowo MKes menjelaskan, stunting merupakan kondisi tinggi badan seorang lebih pendek
dibanding tinggi badan orang lain pada umumnya. Penyebab stunting multi-dimensional meliputi
praktik pengasuhan yang tidak baik, kurangnya akses ke bahan bergizi, terbatasnya layanan
kesehatan,  hingga kurangnya akses ke air bersih.
Pengetahuan tentang kesehatan dan gizi sebelum dan pada masa kehamilan masih kurang, 55
persen anak  seusia 0-6 tidak mendapatkan ASI eksklusif,  satu dari tiga anak usia 6-23 bulan
tidak menerima MP-ASI tepat.Tiga anak usia 3-6 tahun tidak terdaftar di PAUD, dua dari tiga
bumil belum mengkonsumsi suplemen besi yang memadai, menurunnya tingkat kehadiran anak
di Posyandu.
pada jangka panjang, kapasitas belajar dan performa yang kurang optimal saat masa sekolah
produktifias dan kapasitas kerja yang tidak optimal. Keterlambatan perkembangan fisik, postur
tubuh tidak optimal saat dewasa, penurunan kesehatan reproduksi dan kesehatan yang buruk
dan peningkatan risiko penyakit degeneratif seperti diabetus militus.