Anda di halaman 1dari 4

A.

Abstrak
1. Efektivitas intervensi berbasis health literacy terhadap kepatuhan diet rendah garam pada pra lansia
dengan hipertensi di pedesaan.
2. Tim peneliti dan universitas yang menaungi
Ketua Peneliti : Muhammad Asri,S.Kep,Ns (Universitas Hasanuddin)
Anggota Peneliti
a. Sudirman Efendi,S.Kep,Ns,M.Kep (Universitas Hasanuddin)
3. Ringkasan penelitian (maks 200 kata)
Salah satu item dari self care tentang hipertensi yaitu diet rendah garam. Sebuah laporan teknis oleh
World Health Organization (WHO) dan Organisasi Pangan dan Pertanian merekomendasikan konsumsi
kurang dari 5 gr garam per hari sebagai tujuan asupan nutrisi populasi. Mengingat dampak buruk dari
konsumsi garam yang berlebihan pada kesehatan dan khususnya pada tingkat tekanan darah dan penyakit
kardiovaskular (1). Konsumsi garam berlebihan pada seseorang yang terbiasa dengan rasa asin maka
sangat sulit dan memerlukan intervensi. Sementara itu, asupan natrium berlebih dikaitkan dengan
peningkatan tekanan darah (2). Salah satu penelitian mengenai pengaruh literasi kesehatan dan keyakinan
manajemen diri terhadap kualitas hidup terkait kesehatan dari pasien hipertensi didaerah pedesaan. (3).
Dimana studi tersebut menunjukkan bahwa pasien yang memiliki literasi kesehatan dan keyakinan diri
yang baik maka kualitas hidupnya akan lebih baik. Hal ini menjadi tantangan bagi perawat dalam
menemukan cara atau strategi untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bagi pra lansia
penderita hipertensi untuk membatasi penggunaan garam dalam kehidupannya, salah satu strategi untuk
meningkatkan kemampuan keterampilan dan memahami informasi kesehatan terkait dengan diet rendah
garam yaitu menggunakan intervensi health literacy..
4. Alur/metode penelitian (dalam bentuk flowchart)
Pengambilan Data Responden yang
Menderita Hipertensi
Penelitian

Melakukan Pemeriksaan Tekanan


Darah
Skrining Jumlah Penderita Hipertensi

Melakukan intervensi berbasis health


literacy kepada Pasien Menetapkan Sasaran / Sampel
Penelitian Berdasarkan Hasil
Pemeriksaan

Pengumpulan Data Terhadap Sampel Pengukuran ulang Sampel Penelitian


yang telah dilakukan setelah diberikan intervensi

Analisa data
Kesimpulan Hasil
5. Daftar analisis yang dilakukan (dalam bentuk bullet points)
 Mengidentifikasi Effektivitas intervensi berbasis health literacy terhadap kepatuhan diet rendah
garam pada pralansia dengan hipertensi dipedesaan.
6. Total anggaran penelitian yang diajukan Sebesar Rp. 100.000.000.
B. Detail Pra-proposal
1. Judul penelitian:
Efektivitas intervensi berbasis health literacy terhadap kepatuhan diet rendah garam pada pra lansia
dengan hipertensi di pedesaan.
2. Cakupan bidang penelitian:
Pengembangan metode edukasi dan intervensi yang efektif untuk membatasi asupan gula, garam dan
lemak.
3. Periode pelaksanaan:
a. Mulai : Juli 2020
b. Berakhir :November 2021
4. Lokasi penelitian:
a. Puskesmas Batang Kecamatan Bontotiro Kabupaten Bulukumba.
5. Dosen pembimbing :Andi Masyitha Irwan,S.Kep,Ns,MAN,Phd
C. Isi Pra-proposal
1. Latar belakang penelitian:
Hipertensi adalah salah satu penyebab utama kematian diseluruh dunia. Data yang didapatkan dari
penelitian yang dilakukan disalah satu kota euthopia bahwa sebanyak 32,9 % terjadi hipertensi pada usia
50-59 tahun (4). Penelitian lain yang dilakukan diamerika didapatkan data prevalensi hipertensi
meningkat pada usia 40-59 sebesar 33,2 % (5). Prevalensi kejadian hipertensi di Indonesia berdasarkan
hasil pengukuran pada pada penduduk umur ≥ 18 menurut karakteristik didapatkan kelompok umur 45-
54 sebanyak 45,32 % (6). Melihat data diatas tentang kejadian hipertensi yang cukup tinggi pada usia pra
lansia maka hipertensi perlu mendapatkan perhatian yang serius. Meskipun penderita hipertensi teratur
mengkonsumsi obat, namun tanpa perubahan diet, termasuk pengurangan garam, maka hipertensi tidak
bisa dikendalikan .(7). Maka dari itu pra lansia perlu diberikan intervensi pentingnya perawatan diri
terkait dengan kepatuhan dalam pembatasan garam atau kepatuhan diet rendah garam.
2. Tujuan penelitian:
Mengetahui Effektivitas intervensi berbasis health literacy terhadap kepatuhan diet rendah garam pada
pralansia dengan hipertensi dipedesaan.
3. Kebaruan penelitian:
Sudah banyak penelitian mengenai health literacy tetapi masih kurang dilakukan pada kelompok usia pra
lansia yang menderita hipertensi pada hal usia pra lansia tingkat kejadian hipertensi dan tingkat
kepatuhan diet rendah garam juga msih sangat tinggi. Sehingga originalitas penelitian ini adalah ingin
mengetahui Effektivitas intervensi berbasis health literacy terhadap kepatuhan diet rendah garam pada
pra lansia dengan hipertensi dipedesaan.
4. Esensi/ pentingnya penelitian:
Penelitian ini berkontribusi dengan dilakukannya intervensi berbasis health literacy diharapkan
mempunyai efek yang positif terkait dengan kepatuhan diet rendah garam sehingga dimasa yang akan
datang pra lansia bisa mengendalikan tekanan darahnya salah satunya dengan komsumsi garam yang
rendah.

5. Hipotesis yang diharapkan:


Pasien yang memiliki health literacy yang baik akan memiliki kepatuhan diet rendah garam yang lebih
baik.
7. Strategi/ metode penelitian:

Pengambilan Data Responden yang


Menderita Hipertensi
Penelitian

Melakukan Pemeriksaan Tekanan


Skrining Jumlah Penderita Hipertensi Darah

Melakukan intervensi berbasis health


literacy kepada Pasien Menetapkan Sasaran / Sampel
Penelitian Berdasarkan Hasil
Pemeriksaan

Pengumpulan Data Terhadap Sampel Pengukuran ulang Sampel Penelitian


yang telah dilakukan setelah diberikan intervensi

Analisa data
Kesimpulan Hasil

8. Biaya (wajar & terperinci)


a. Jumlah Anggaran Total : Rp 100.000.000,-
b. Bahan Habis Pakai : Rp 30.000.000,-
c. Sewa Laboratorium/ Alat : Rp 5.000.000,-
d. Lainnya (etik, perjalanan, publikasi, pajak) : Rp 65.000.000,

C. Biodata Peneliti
1. Nama Peneliti Utama : Muhammad Asri,S.Kep,Ns

2. Alamat Lengkap : Jl.Lingk Pasaraya Baru Sapolohe,

Bontobahari
D. Riwayat Pendidikan
3. Email : ashoekmho@yahoo.co.id
1. Pendidikan Terakhir :
4. HP aktif : 081523988020 S1Keperawatan + Profesi
5. Universitas : Universitas Hasanuddin Makassar Ners

6. Jumlah Anggota : 1 orang


2. Status Terkini : Mahasiswa S2 Keperawatan Unhas
Semester :2
: Tugas Akhir
E. Pengalaman Penelitian/Publikasi/Organisasi
1. Publikasi (5 tahun terakhir)
-
2. Keikutsertaan seminar (5 tahun terakhir)
a. International Nursing And Health Sciense Students And Health Care Profesional
Comference 2019
b. Promosi Kesehatan Reproduksi Perempuan Dalam Pencegahan Dan Deteksi Dini Kanker Serviks
c. Seminar Kesehatan Community Safety
3. Pengalaman organisasi (3 tahun terakhir)
a. Anggota Persatuan Perawat Nasional Indonesia DPK Stikes Panrita HusadaAhli Gizi
(2017– sekarang)
b. Anggota Forum Magister Ilmu Keperwatan (2020-2021)
F. Daftar Pustaka
1. Ha SK. Dietary salt intake and hypertension. Electrolyte Blood Press [Internet]. 2014/06/30. 2014 Jun;12(1):7–
18. Available from: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25061468
2. Kamran A, Azadbakht L, Sharifirad G, Mahaki B, Sharghi A. Sodium Intake, Dietary Knowledge, and Illness
Perceptions of Controlled and Uncontrolled Rural Hypertensive Patients. Kwan M, editor. Int J Hypertens
[Internet]. 2014;2014:245480. Available from: https://doi.org/10.1155/2014/245480
3. Wang C, Lang J, Xuan L, Li X, Zhang L. The effect of health literacy and self-management efficacy on the
health-related quality of life of hypertensive patients in a western rural area of China: A cross-sectional study.
Int J Equity Health. 2017;16(1):1–11.
4. Shukuri A, Tewelde T, Shaweno T. <p>Prevalence of old age hypertension and associated factors among older
adults in rural Ethiopia</p>. Integr Blood Press Control. 2019;Volume 12:23–31.
5. Fryar CD, Ostchega Y, Hales CM, Zhang G, Kruszon-Moran D. Key findings Data from the National Health
and Nutrition Examination Survey. Hypertens Preval Control Among Adults United States [Internet]. 2015;
(289):2015–6. Available from: https://www.cdc.gov/nchs/data/databriefs/db289_table.pdf#2.
6. Riskesdas. Laporan nasional Riskesda. 2018.
7. Irwan AM, Kato M, Kitaoka K, Ueno E, Tsujiguchi H, Shogenji M. Development of the salt‐reduction and
efficacy‐maintenance program in Indonesia. Nurs Health Sci. 2016;18(4):519–32.